    {"id":1825,"date":"2021-07-11T20:53:59","date_gmt":"2021-07-11T13:53:59","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/?p=1825"},"modified":"2021-07-18T08:22:29","modified_gmt":"2021-07-18T01:22:29","slug":"lantai-kayu-outdoor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2021\/07\/11\/lantai-kayu-outdoor\/","title":{"rendered":"Lantai Kayu Outdoor"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tentu penggunaan lantai kayu sudah tidak asing lagi bagi kita ,kesannya yang lebih\u00a0 estetik, mewah, elegan , dan kalem sangat diminati banyak orang .Penggunaan lantai kayu sendiri dapat dibagi menjadi 2 yaitu penggunaan kayu di area outdoor dan di indoor . Penggunaan material kayu outdoor sendiri juga bisa disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">wood deck atau decking kayu. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Perbedaan khusus yang significan pada kayu outdoor ini yaitu dari teksutrnya yang tidak licin sehingga tidak mudah membuat seseorang tergelincir, anti rayap dan kualitas kayu harus awet dari cuaca atau iklim yang berubah ubah. Berikut beberapa contoh jenis kayu yang bisa digunakan sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">wood deck.<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">&#8211; Kayu Bengkirai<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2021\/07\/11\/lantai-kayu-outdoor\/screenshot-2021-07-11-204955\/\" rel=\"attachment wp-att-1829\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1829\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-11-204955.jpg\" alt=\"\" width=\"533\" height=\"180\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Gambar 1.<\/strong> Kayu Bengkirai<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">(<a href=\"https:\/\/www.exportersindia.com\/\">https:\/\/www.exportersindia.com\/<\/a>)<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">(<a href=\"https:\/\/lantaikayoe.wordpress.com\/\">https:\/\/lantaikayoe.wordpress.com\/<\/a>)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">merupakan kayu yang standar digunakan untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">wood decking <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan sangat mudah ditemukan dan karena kekerasannya, bangkirai sangat cocok untuk produk decking, outdoor furniture, konstruksi jembatan, pergola dan konstruksi berat lainnya. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Namun kekurangan pada kayu ini, setelah 10 tahun maka kayu ini bisa menimbulkan serat serat pada permukaannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8211; Kayu Merbau<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2021\/07\/11\/lantai-kayu-outdoor\/screenshot-2021-07-11-205018\/\" rel=\"attachment wp-att-1828\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1828\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-11-205018.jpg\" alt=\"\" width=\"492\" height=\"188\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Gambar 2.<\/strong> Kayu Merbau<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">(<a href=\"https:\/\/courtina.id\/\">https:\/\/courtina.id\/<\/a>)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kayu yang mudah ditemukan di daerah Maluku, Papua Barat, Papua Nugini, Kalimantan dan juga Sulawesi. Sifatnya lebih keras dan lebih awet jika dibandingkan dengan bengkirai , bahkan sering digunakan sebagai pengganti kayu jati. Warna dan teksturnya juga terlihat lebih dominan warna kuning kecoklatan hingga coklat kemerahan.<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">kayu ini dimanfaatkan untuk dijadikan bahan baku konstruksi berat, seperti untuk tiang, balok-balok, bantalan jembatan maupun rumah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8211; Kayu Ulin<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2021\/07\/11\/lantai-kayu-outdoor\/screenshot-2021-07-11-205034\/\" rel=\"attachment wp-att-1827\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1827\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-11-205034.jpg\" alt=\"\" width=\"541\" height=\"226\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Gambar 3.<\/strong> Kayu Ulin<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">(<a href=\"https:\/\/courtina.id\/\">https:\/\/courtina.id\/<\/a>)<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">(<a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/\">https:\/\/www.ruparupa.com\/<\/a>)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kayu ulin umumnya berasal dari Kalimantan dan papua. Kayu ini sering dijuluki sebagai \u2018kayu besi\u2018 karena tingkat kekerasannya yang sangat tinggi dan struktur nya yang sudah pasti sangat kuat. Karena hal tersebut, bobot kayu ini terbilang cukup berat dan dapat digunakan sebagai material lantai dan lainnya seperti konstruksi rumah, jembatan dan perkapalan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8211; Kayu Jati<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2021\/07\/11\/lantai-kayu-outdoor\/screenshot-2021-07-11-205054\/\" rel=\"attachment wp-att-1826\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1826\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-11-205054.jpg\" alt=\"\" width=\"474\" height=\"208\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Gambar 4.<\/strong> Kayu Jati<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">(<a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/\">https:\/\/www.ruparupa.com\/<\/a>)<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">(<a href=\"https:\/\/katalog.or.id\/\">https:\/\/katalog.or.id\/<\/a>)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kayu jati dominan berasal dari Wilayah Jawa Timur yang dikenal juga sebagai daerah penghasil kayu jati di Indonesia yang menyumbang bagian besar diantara daerah yang berada di kepulauan Jawa. Merupakan kayu yang paling unggul dalam hal ketahanan dan kekuatan , selain itu kayu ini juga anti rayap dan tidak terpengaruh oleh perubahan cuaca baik panas maupun hujan, . Namun kayu ini justru dominan digunakan sebagai material utama furniture daripada sebagai wood deck .Hal itu dikarenakan keindahan teksturnya baik pada substratnya dan ciri khas dari tekstur kayu ini sendiri yaitu terdapatnya corak mata di permukaannya. Maka banyak orang yang mempertimbangkan penggunaannya sebagai wood decking karena harga kayu ini terbilang paling mahal dibanding kayu lainnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tentu penggunaan lantai kayu sudah tidak asing lagi bagi kita ,kesannya yang lebih\u00a0 estetik, mewah, elegan , dan kalem sangat diminati banyak orang .Penggunaan lantai kayu sendiri dapat dibagi menjadi 2 yaitu penggunaan kayu di area outdoor dan di indoor . Penggunaan material kayu outdoor sendiri juga bisa disebut wood deck atau decking kayu. Perbedaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1830,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1825","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1825","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1825"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1825\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1913,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1825\/revisions\/1913"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1830"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1825"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1825"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1825"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}