    {"id":1301,"date":"2019-03-24T12:50:47","date_gmt":"2019-03-24T05:50:47","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/?p=1301"},"modified":"2019-03-24T12:51:18","modified_gmt":"2019-03-24T05:51:18","slug":"gaya-desain-interior","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/2019\/03\/24\/gaya-desain-interior\/","title":{"rendered":"GAYA DESAIN INTERIOR"},"content":{"rendered":"<p>Pernahkah kamu memasuki sebuah rumah yang dari luar mungkin terlihat sempit, namun saat masuk ke dalam ternyata terkesan jauh lebih luas dari yang kamu bayangkan. Atau sebaliknya, ada rumah yang sebenarnya cukup luas namun saat masuk, bagian dalam rumah tersebut tidak tertata rapi dan jadi terkesan sempit.<\/p>\n<p>Karena itulah, kamu memerlukan desain interior yang tepat untuk merencanakan isi rumah. Adanya desain interior dapat membantu kamu membuat perencanaan yang maksimal untuk setiap sudut di rumah kamu. Kamu juga bisa menentukan alur antar ruangan di rumah. Misalnya posisi yang cocok untuk kamar tidur, dapur, kamar mandi, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Berikut adalah gaya \u2013 gaya desain interior yang dapat kamu terapkan di rumah kamu :<\/p>\n<ol>\n<li>SKANDANAVIA<\/li>\n<\/ol>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<table width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>Desain interior rumah skandinavia identik dengan kesan bersih dan alami. Lantainya biasa menggunakan keramik berwarna putih atau bermaterial kayu. Tidak ada banyak dekorasi dalam desain interior ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1296\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2019\/03\/C.png\" alt=\"\" width=\"258\" height=\"322\" \/><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>BOHEMIAN<\/li>\n<\/ol>\n<p>Desain interior rumah bohemian ini sangat cocok untuk kamu yang memiliki jiwa bebas dan ekspresif. Gaya bohemian memiliki ciri khas\u00a0<a href=\"https:\/\/www.dekoruma.com\/Karpet\">penggunaan karpet<\/a>\u00a0dan kain-kain yang meramaikan penampilan ruangan.<\/p>\n<p>Untuk menerapkan desain interior ini, kamu bisa memadukan berbagai motif dan warna sekaligus dalam satu ruangan. Misalnya, menggunakan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.dekoruma.com\/artikel\/57920\/dekorasi-kamar-mandala-tapestry\">Mandala\u00a0<\/a><a href=\"https:\/\/www.dekoruma.com\/artikel\/57920\/dekorasi-kamar-mandala-tapestry\"><em>tapestry<\/em><\/a><em>\u00a0<\/em>sebagai dekorasi. Sarung bantal berwarna merah dengan karpet berwarna hijau? Tidak masalah. Menggunakan 2 jenis sofa sekaligus juga tidak masalah.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1298\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2019\/03\/E.png\" alt=\"\" width=\"315\" height=\"315\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2019\/03\/E.png 413w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2019\/03\/E-150x150.png 150w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2019\/03\/E-100x100.png 100w\" sizes=\"auto, (max-width: 315px) 100vw, 315px\" \/><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>INDUSTRIAL<\/li>\n<\/ol>\n<p>Gaya industrial menggunakan campuran material yang masih mentah. Dengan ciri khasnya menggunakan dinding unfinished dan langit langit tinggi. Gaya ini juga\u00a0salah satu desain rumah yang khas dan\u00a0bisa diciptakan lewat beberapa material layaknya palet baja beton, kemudan plat\u00a0stainless steel, baja serta cermin, dan juga batu bata ekspos.\u00a0Kesan industril juga bisa anda lakukan dengan menerapkan perabotan,\u00a0pencahayaan, maupun aksesoris ruangan sehingga tampil lebih dan menawan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1299\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2019\/03\/F.png\" alt=\"\" width=\"379\" height=\"251\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>KONTEMPORER<\/li>\n<\/ol>\n<p><a href=\"https:\/\/interiordesign.id\/ciri-khas-gaya-desain-interior-kontemporer\/\">Gaya kontemporer<\/a>\u00a0sebenarnya bukan merupakan sebuah konsep yang definitif. Tetapi lebih merupakan sebuah gaya dan konsep desain tata ruang yang merefleksikan kondisi terkini. Dalam beberapa poin ia memiliki kesamaan dengan konsep modern, sehingga banyak yang menganggap rancu definisi dan ciri khas yang dibawa oleh kedua konsep desain ini.Desain kontemporer merefleksikan gaya hidup masa kini.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1302\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2019\/03\/H.png\" alt=\"\" width=\"252\" height=\"297\" \/><\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>MINIMALIS<\/li>\n<\/ol>\n<p>Gaya minimalis menggunakan dasar ekstetika kesederhanaan. Gaya ini memiliki bentuk akurasin yang ekstrim, tidak terlalu banyakmotif atau detail lainnya, tanpa latar belakang yang berat. Penekanannya adalah pada kesederhanaan, dengan warna yang gelap atau cerah dan mencolok. Konsep bentuk geometris \u2013 persegi, persegi panjang, bulat, tetapi permukaan yang bersih tidak ada detail. Perabot yang simple dan dekorasi yang simple juga tapi menghasilkan efek dekorasi yang maksimal.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1303\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2019\/03\/I.png\" alt=\"\" width=\"224\" height=\"336\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah kamu memasuki sebuah rumah yang dari luar mungkin terlihat sempit, namun saat masuk ke dalam ternyata terkesan jauh lebih luas dari yang kamu bayangkan. Atau sebaliknya, ada rumah yang sebenarnya cukup luas namun saat masuk, bagian dalam rumah tersebut tidak tertata rapi dan jadi terkesan sempit. Karena itulah, kamu memerlukan desain interior yang tepat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1302,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1301","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1301","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1301"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1301\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1304,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1301\/revisions\/1304"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1302"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1301"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1301"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/himars\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1301"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}