Arsitektur Bambu

Oleh    : 2440020934 – Renaldy Christian Saputra


Gambar 1. Tanaman Bambu (Pinterest)

Sejak ratusan hingga ribuan tahun lalu, manusia telah memanfaatkan bambu sebagai material bahan bangunan, perkakas rumah tangga, bahkan sebagai bahan makanan. Sayangnya, dahulu penggunaan bambu sebagai struktur suatu bangunan dianggap sangat konvensional, sehingga kerap diidentikkan dengan “gubuk reyot”. Namun, kondisi sumber daya alam bambu yang cukup melimpah di Indonesia seolah memancing para praktisi dan peneliti untuk melakukan penelitian tentang karakteristik bambu dan dipublikasikan melalui buku, seminar, dan berbagai workshop seputar material bambu.

Bambu merupakan golongan famili Graminae (rumput) yang memiliki perbedaan sifat dengan kayu (pohon). Bambu memiliki beberapa kelebihan, seperti sifatnya yang regeneratif atau mudah dibudidayakan dalam waktu singkat, dapat digunakan secara optimal pada usia 3-5 tahun, serta dapat menyerap kadar CO2 dan melepaskan O2 lebih banyak 35% dari pohon lain. Namun, penggunaan material bambu membutuhkan pengawetan khusus agar tidak mudah terserang oleh hama.

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan ilmu pengetahuan, kini bambu telah mewarnai banyak arsitektur Nusantara, diantaranya sebagai berikut.

  1. Aura House Bali

Aura House Bali merupakan salah satu eco bambu villa yang berkonsep hunian di tengah hutan dengan fasilitas yang lengkap. Penggunaan bambu sebagai material utama bangunan yang diekspos memberi kesan kokoh dan megah saat berada di dalamnya. Nuansa bambu yang berwarna coklat memberi kesan elegan, hangat, dan nyaman, sehingga penginap dapat betah berlama-lama di villa ini.

Jika dilihat lebih detail, penggunaan material bambu sangat memungkinkan untuk diaplikasikan pada beragam bentuk, salah satunya lengkungan dengan bentangan luas.

Gambar 2. Arsitektur Bambu pada Aura House Bali (Pinterest)

  1. Heart of School at Green School

Selain sebagai material utama pada villa yang berkapasitas sedikit orang, bambu juga dapat diaplikasikan pada bangunan publik, seperti pusat administrasi pada Green School, Bali. Selain pada strukturnya, keindahan unsur bambu sangat ditonjolkan pada bentuk atap yang luas menyerupai cangkang nautilus yang saling berpilin. Atap ini ditopang oleh struktur bambu raksasa yang sekaligus berfungsi sebagai skylight sebagai celah masuk bagi sinar matahari.

    Gambar 3. Arsitektur Bambu pada Green School Bali (IBUKU)

  1. Pavilion of Milan Expo 2015, Vietnam

Pavilion ini dibangun dengan motto “feeding the planet, energy for life”. Kalimat ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi Vietnam yang telah kehilangan area hijau hingga kurang dari 1 meter persegi per warga di samping perkembangan ekonomi dunia yang meningkat.

Projek ini memiliki konsep layaknya hutan dengan 46 paviliun bambu yang bukan hanya memberi dampak visual dan emosional, melainkan juga memblokir radiasi matahari dan menciptakan angin yang menyegarkan lingkungan sekitarnya.

 

                                       Gambar 4. Pavilion of Milan Expo 2015, Vietnam (Archdaily)

  1. Sharma Springs Residence, Furniture

Tidak dipungkiri, sebuah bangunan akan semakin berfungsi apabila memiliki beberapa furniture yang dapat menunjang aktivitas penghuninya. Bentuk dan ukuran furniture yang beragam tidak menjadi penghalang untuk dibuat menggunakan material bambu. Sharma Springs Residence, salah satu eco bambu villa yang sangat memperhatikan setiap detail elemen arsitekturnya, termasuk penggunaan furniture dari bambu untuk mempertegas konsep villa tersebut. Misalnya, pintu dan lemari berbentuk daun yang dibuka secara memutar, sofa berkonsep ayunan dengan dudukan bundar, kursi-kursi yang berbentuk organik, dan lain sebagainya.

                                   Gambar 5. Sharma Springs Residence, Furniture, Bali (IBUKU)

 

 

 

Sources: