    {"id":3591,"date":"2022-12-31T11:08:14","date_gmt":"2022-12-31T04:08:14","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/?p=3591"},"modified":"2022-12-31T11:08:14","modified_gmt":"2022-12-31T04:08:14","slug":"dampak-yang-terjadi-jika-indonesia-mengalami-resesi-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/2022\/12\/31\/dampak-yang-terjadi-jika-indonesia-mengalami-resesi-ekonomi\/","title":{"rendered":"Dampak yang Terjadi jika Indonesia Mengalami Resesi Ekonomi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><b>Definisi Resesi<br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\">Resesi sebagai penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan dalam waktu yang lama, diawali dari berbulan &#8211; bulan hingga bertahun &#8211; tahun. Sedangkan resesi ekonomi merupakan kondisi di mana perekonomian negara tengah memburuk.\u00a0 Resesi ekonomi terjadi ketika suatu negara mengalami peningkatan pengangguran, penurunan ritel, produk domestik bruto (PDB) negatif, dan terdapat kontraksi pendapatan hingga pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal berturut &#8211; turut. Dampaknya sendiri diawali dari perlambatan ekonomi yang membuat sektor riil menahan kapasitas produksinya. Peristiwa ini dapat berujung pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), serta tidak menutup kemungkinan suatu perusahaan akan tutup.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Ciri-Ciri<br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ciri ciri yang terjadi apabila negara mengalami Resesi Ekonomi:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Turunnya Inflasi<br \/>\n<\/span>Salah satu ciri terjadinya resesi ekonomi adalah inflasi yang menurun. Hal tersebut menandakan bahwa daya beli masyarakat mengalami penurunan atau kelesuan karena berkurangnya atau bahkan hilangnya sumber penghasilan. Alhasil, pasar kehilangan pangsanya dan masyarakat hanya mampu memenuhi kebutuhan penting saja.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Turunnya Suku Bunga<br \/>\n<\/span>Turunnya suku bunga bisa menjadi ciri lain dari terjadinya resesi di suatu negara. Suku bunga tersebut bisa termasuk suku bunga simpanan dan pinjaman tergantung dari suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI. Bank Indonesia merupakan bank sentral yang dapat menurunkan suku bunga acuan guna menjaga penyaluran kredit tetap terjaga. Hal tersebut juga berarti terjadi penurunan suku bunga simpanan maupun suku bunga pinjaman.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Terjadi Pengurangan Upah Riil<br \/>\n<\/span>Apabila terjadi pengurangan atau kehilangan penghasilan, daya beli konsumen akan menurun. Hal tersebut tentunya akan berdampak pada penurunan daya jual yang juga memberikan dampak buruk bagi pemasukan produsen.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Jumlah Pengangguran Semakin Meningkat<br \/>\n<\/span>Secara umum, jika terjadi pemutusan hubungan kerja atau PHK, artinya akan semakin banyak orang yang kehilangan pekerjaan. Dengan kata lain, jumlah pengangguran semakin meningkat. Padahal, pekerja merupakan orang yang sangat berjasa dalam sektor perekonomian negara. Tingginya tingkat pengangguran juga bisa memicu meningkatnya tindakan kriminal karena semakin banyak orang yang tidak bisa memenuhi kebutuhan.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Penyebab<br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\">Penyebab resesi dapat muncul dari berbagai macam faktor sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Inflasi<br \/>\n<\/span>Inflasi didefinisikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara terus menerus. Kenaikan harga ini menurunkan daya beli masyarakat yang akan menyebabkan penurunan produksi barang dan jasa. Jika dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, hal ini akan mengakibatkan tingginya pengangguran akibat PHK massal, kemiskinan, dan resesi.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Deflasi berlebihan<br \/>\n<\/span>Deflasi, seperti halnya inflasi, dapat berdampak negatif dan menyebabkan resesi. Deflasi adalah suatu kondisi dimana harga barang dan jasa turun dari waktu ke waktu, sehingga mengakibatkan berkurangnya upah yang dibayarkan. Penundaan pembelian barang atau jasa hingga tercapainya harga terendah juga merupakan tanda-tanda deflasi. Hal ini tentu saja sangat berbahaya bagi pemilik usaha. Sebab, saat daya beli masyarakat cenderung meningkat, pemilik usaha harus memangkas biaya produksi sehingga merugikan perusahaan. Bukan tidak mungkin kondisi ekonomi yang ada akan dirugikan jika orang atau unit bisnis berhenti melakukan kegiatan ekonomi seperti membelanjakan uangnya.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Ketidakseimbangan antara produksi dan konsumsi<br \/>\n<\/span>Produksi barang dan jasa yang berlebihan dikombinasikan dengan tingkat konsumsi atau daya beli yang lebih rendah dapat menjadi bencana bagi produsen. Hal ini mengakibatkan impor besar-besaran, melonjaknya pengeluaran perusahaan, dan berkurangnya keuntungan perusahaan domestik.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Nilai impor lebih besar daripada nilai ekspor<br \/>\n<\/span>Tanda resesi lainnya adalah ketika impor suatu negara melebihi nilai ekspornya. Hal ini dapat berdampak pada defisit APBN dan pendapatan nasional.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Dampak dari Resesi<br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\">Resesi ekonomi bisa menjadi masalah yang cukup serius di suatu negara jika negara tersebut tidak mengambil tindakan yang tepat, terutama bagi beberapa pihak, seperti pemerintahan, perusahaan, serta pegawai.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Dampak yang terjadi bagi pemerintahan di Indonesia yaitu meningkatnya angka pengangguran di Indonesia, sehingga masyarakat menuntut pemerintah untuk membuka lapangan kerja, yang mengakibatkan pinjaman kepada negara lain menjadi meningkat. Serta, tingkat pendapatan pajak dan non pajak menjadi menurun, yang diakibatkan kurangnya finansial dari masyarakat. Selain itu, kegiatan ekspor dengan negara lain juga akan terganggu, terutama pada PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Dampak yang terjadi bagi perusahaan di Indonesia yaitu menurunnya permintaan masyarakat atas barang dan jasa perusahaan. Hal tersebut menyebabkan minat para investor berkurang untuk membeli saham dan beralih ke aset yang cukup aman, seperti emas. Sehingga, perusahaan mengalami penurunan pendapatan secara berkala dan mengalami bangkrut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Dampak yang terjadi bagi para pegawai di Indonesia yaitu karena perusahaan mengalami penurunan pendapatan, sehingga perusahaan mengambil langkah untuk melakukan pemotongan gaji untuk setiap pegawai, serta kemungkinan perusahaan akan melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) terhadap para pegawai.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Cara Mengatasi<br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\">Meskipun Indonesia tidak tergolong negara yang terkena resesi, tetapi Indonesia telah menyiapkan hal hal yang dapat mencegah dan mengatasi resesi.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menstabilkan penguatan pada komponen konsumsi rumah tangga.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menjaga pasokan domestik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mencari tambahan penghasilan untuk dana darurat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menyesuaikan jenis investasi yang cocok\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menggunakan asuransi untuk jaga jaga.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Melakukan penghematan dalam pengeluaran kebutuhan (mendahulukan kebutuhan primer, dibandingkan sekunder).<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong><span style=\"font-weight: 400\"><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><br \/>\n<\/span><\/strong><strong><span style=\"font-weight: 400\">Indonesia, C. N. N. (2022, September 27). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">5 Dampak Resesi Global Terhadap Ekonomi RI. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Ekonomi. https:\/\/www.cnnindonesia.com\/ekonomi\/20220927164334-532-853331\/5-dampak-resesi-global-terhadap-ekonomi-ri<\/span><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Definisi Resesi Resesi sebagai penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan dalam waktu yang lama, diawali dari berbulan &#8211; bulan hingga bertahun &#8211; tahun. Sedangkan resesi ekonomi merupakan kondisi di mana perekonomian negara tengah memburuk.\u00a0 Resesi ekonomi terjadi ketika suatu negara mengalami peningkatan pengangguran, penurunan ritel, produk domestik bruto (PDB) negatif, dan terdapat kontraksi pendapatan hingga pertumbuhan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":3581,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-3591","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3591","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3591"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3591\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3600,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3591\/revisions\/3600"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3581"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3591"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3591"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3591"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}