    {"id":3152,"date":"2022-04-09T20:38:30","date_gmt":"2022-04-09T13:38:30","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/?p=3152"},"modified":"2022-04-09T20:38:30","modified_gmt":"2022-04-09T13:38:30","slug":"peran-akuntan-dalam-mencegah-fraud","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/2022\/04\/09\/peran-akuntan-dalam-mencegah-fraud\/","title":{"rendered":"Peran Akuntan dalam Mencegah Fraud"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dalam mengelola keuangan suatu perusahaan atau organisasi seringkali menjadi peluang bagi sebagian oknum, kasus ini sering disebut <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">fraud<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">. Kasus ini sangat tercela karena mengambil kepentingan umum untuk kepentingan pribadi yang mengakibatkan lunturnya kepercayaan penanam modal. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Fraud<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> (kecurangan) dapat terjadi baik disengaja maupun tidak disengaja dan biasanya terjadi dalam bentuk kesalahan mencatat, memanipulasi data, penggelapan uang, hingga korupsi. Teori yang dikembangkan oleh Donald R Cressey mengenai faktor penyebab terjadinya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fraud<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> mengarah kepada tiga tahap penting yang disebut <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">fraud triangle <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">(<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Pressure, Opportunity, Rationalize<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400\">)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Tahap pertama menyatakan adanya tekanan (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Pressure<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400\">) <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang berhubungan dengan niat seseorang yang didasari oleh suatu tekanan, seperti kebutuhan hidup, gaya hidup, dan kepentingan lain. Tahap kedua menyatakan adanya peluang (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Opportunity<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400\">)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang mendorong pihak tertentu karena adanya celah yang dapat dimanfaatkan dan biasanya disebabkan oleh kurangnya kontrol dari perusahaan, pendelegasian tugas yang berlebih, dan lain-lain. Tahap ketiga menyatakan adanya pembenaran (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Rationalize<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">) yang membuat suatu pihak melakukan pembelaan yang didasari oleh suatu alasan rasional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">ACFE (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Association of Certified Fraud Examiners<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">) Indonesia telah menerbitkan Laporan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Survey<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">Fraud <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">Indonesia 2019 yang menunjukan bahwa <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">fraud <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">yang paling umum terjadi di Indonesia adalah korupsi, yang mencapai 69,9% dari total kasus yang di <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">survey<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, dengan total kerugian lebih dari 373 miliar rupiah. Hal tersebut membuktikan bahwa <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">fraud<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> menjadi suatu hal yang harus diberantas karena menyebabkan kerugian yang besar. Pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan suatu perusahaan atau instansi harus memberikan pengamatan dan kontrol penuh untuk mencegah terjadinya <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">fraud<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">. Sosok auditor menjadi peran yang penting karena analisanya akan membuktikan kewajaran laporan keuangan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Dalam hal ini akuntan juga memiliki peran dan tanggung jawab untuk mengelola dan mencatat arus keuangan secara transparan dan jujur agar segala potensi terjadinya <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">fraud<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> dapat dicegah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Akuntansi merupakan kegiatan yang dilakukan dalam sebuah perusahaan yang berhubungan dengan proses pencatatan, pengklasifikasian, dan pembuatan laporan keuangan. Akuntan memiliki beberapa peranan, seperti sebagai penyedia informasi keuangan (menyediakan berbagai macam informasi mengenai transaksi keuangan), sebagai analis bisnis (menyediakan informasi terkait kinerja serta posisi keuangan perusahaan), sebagai perencana bisnis (membuat anggaran untuk merencanakan bisnis kedepannya), sebagai penghubung antara pihak ketiga (menghubungkan pihak perusahaan dengan pihak ketiga dalam memberikan informasi yang nantinya dapat digunakan untuk menjalin kerja sama, melakukan jual-beli, dan melakukan penanaman modal), dan sebagai pembantu dalam mengambil keputusan investasi (memberi pertimbangan bagi perusahaan jika ingin melakukan investasi ke luar). Berdasarkan hal tersebut, peran seorang akuntan dalam sebuah perusahaan sangat penting karena mereka yang memegang kendali atas informasi keuangan perusahaan. Apabila terjadi kecurangan yang menyebabkan kerugian dalam perusahaan, tentu ini akan menjadi masalah yang fatal bagi perusahaan sebab kepercayaan dari pihak luar (investor, supplier, kreditor, pemerintah, dan konsumen) akan menghilang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Maka dari itu, kecurangan (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">fraud<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">) yang terjadi dalam sebuah perusahaan akan menyebabkan kerugian yang bisa mengakibatkan perusahaan mengalami pailit jika tidak segera ditangani. Tak hanya auditor, akuntan juga memiliki peran penting untuk mencegah kecurangan karena berada di garda terdepan dalam pengelolaan keuangan. Dengan adanya data (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">track record<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">), dan informasi yang relevan, pihak akuntan memiliki bukti yang kuat atas pencatatan keuangannya sehingga terhindar dari kesalahan dan manipulasi data. Selain itu, pihak akuntan juga harus memiliki etos kerja yang baik dengan meningkatkan integritas dan kejujuran sebagai layaknya akuntan yang profesional karena segala bentuk informasi keuangan perusahaan dipegang oleh pihak akuntan. Segala upaya penggelapan uang hingga korupsi harus diatasi sebaik mungkin dengan data yang transparan sehingga akuntan dalam menjalankan tugasnya dilakukan secara terbuka tanpa adanya penutupan informasi untuk menghindari kecurigaan. Menaati SOP (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Standard Operating Procedure<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">) yang berlaku juga merupakan kunci untuk terhindar dari kecurangan sebagai akuntan. Selain itu, pemilik perusahaan juga harus selalu melakukan pengecekkan terhadap laporan keuangan perusahaan agar selalu mengetahui perkembangan dari perusahaannya dan juga dapat menghindari berbagai yang dapat terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><b>Referensi :\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Ulfianinda, T. (2021, April 22). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Fraud Triangle: Pressure, Opportunity dan Rationalization<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. MAS Software. <a href=\"https:\/\/www.mas-software.com\/blog\/fraud-triangle-adalah\">https:\/\/www.mas-software.com\/blog\/fraud-triangle-adalah<\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Jurnal.id. (2019, August 23). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Inilah 5 Peran Utama Akuntansi Bagi Perusahaan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Jurnal. <a href=\"https:\/\/www.jurnal.id\/id\/blog\/inilah-5-peran-utama-akuntansi-bagi-perusahaan\/#Analisis_Bisnis\">https:\/\/www.jurnal.id\/id\/blog\/inilah-5-peran-utama-akuntansi-bagi-perusahaan\/#Analisis_Bisnis<\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">ACFE. (2019). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">SURVEI FRAUD INDONESIA<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <a href=\"https:\/\/acfe-indonesia.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/SURVEI-FRAUD-INDONESIA-2019.pdf\">https:\/\/acfe-indonesia.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/SURVEI-FRAUD-INDONESIA-2019.pdf<\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Riadi, M. (2019, March 2). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Pengertian, Jenis dan Pencegahan Fraud<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. KajianPustaka.com. <a href=\"https:\/\/www.kajianpustaka.com\/2019\/03\/pengertian-jenis-dan-pencegahan-fraud.html\">https:\/\/www.kajianpustaka.com\/2019\/03\/pengertian-jenis-dan-pencegahan-fraud.html<\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam mengelola keuangan suatu perusahaan atau organisasi seringkali menjadi peluang bagi sebagian oknum, kasus ini sering disebut fraud. Kasus ini sangat tercela karena mengambil kepentingan umum untuk kepentingan pribadi yang mengakibatkan lunturnya kepercayaan penanam modal. Fraud (kecurangan) dapat terjadi baik disengaja maupun tidak disengaja dan biasanya terjadi dalam bentuk kesalahan mencatat, memanipulasi data, penggelapan uang, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":3154,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-3152","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3152","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3152"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3152\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3155,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3152\/revisions\/3155"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3154"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3152"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3152"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3152"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}