    {"id":3114,"date":"2022-04-02T19:32:19","date_gmt":"2022-04-02T12:32:19","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/?p=3114"},"modified":"2022-04-02T19:32:19","modified_gmt":"2022-04-02T12:32:19","slug":"perempuan-dalam-industri-akuntansi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/2022\/04\/02\/perempuan-dalam-industri-akuntansi\/","title":{"rendered":"Perempuan dalam Industri Akuntansi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Hari Perempuan Sedunia diperingati setiap tanggal 8 Maret. Sebulan setelahnya, atau\u00a0 tepatnya pada tanggal 21 April, Indonesia merayakan hari perempuan nasional atau dikenal sebagai\u00a0 Hari Kartini. Peringatan hari perempuan tidak hanya sebagai epitome dari perjuangan perempuan\u00a0 dalam hal kesetaraan gender dan pengakuan terhadap prestasi-prestasi yang telah ditorehkan oleh\u00a0 perempuan di seluruh dunia, melainkan sebuah lanjutan dari perjuangan dan prestasi yang telah\u00a0 ada.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Menurut data dari Catalyst (2019), eksistensi perempuan di Uni Eropa mencapai dua pertiga\u00a0 dalam aktivitas akuntansi profesional dimana persentase Finlandia dan Jerman adalah yang\u00a0 tertinggi hingga mencapai 66.8%. Dari seluruh firma akuntansi yang terbesar di Inggris (termasuk\u00a0 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Big Four<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">), jumlah perempuan hanya sekitar 42% yang menjadi manajer dan 17% yang menjadi\u00a0 rekan. Sedangkan di Amerika Serikat, jumlah perempuan yang menjadi akuntan dan auditor\u00a0 mencapai 61.7% dimana sebanyak 50% merupakan karyawan tetap di Kantor Akuntan Publik\u00a0 (KAP) dan sebanyak 27% merupakan rekan dan prinsipal.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Data yang telah dihimpun dapat disimpulkan bahwa meskipun dari segi jumlah perempuan\u00a0 mendominasi, tetapi pada industri ini kekuasaan dan jabatan lebih didominasi oleh pria atau dengan\u00a0 kata lain perempuan kurang terwakili pada tingkat manajemen atas. Hal ini tidak terlepas dari\u00a0 stigma dan stereotip masyarakat mengenai laki-laki dan perempuan. Masyarakat memiliki tendensi\u00a0 untuk berpikir bahwa kriteria kepemimpinan harus memiliki sisi maskulinitas yang mana selalu\u00a0 dikaitkan dengan laki-laki.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Secara historis, peningkatan jumlah perempuan di dunia akuntansi mulai semakin\u00a0 signifikan pada perang dunia II atau dari tahun 1939 hingga 1945. Pada zaman itu, perempuan\u00a0 harus menggantikan posisi laki-laki yang bertugas di perang. Peneliti, Wanda G. Spruill dan\u00a0 Charles W. Wootton, mengatakan bahwa jumlah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Certified Public Accountants (CPA) <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">perempuan\u00a0 di Amerika Serikat sangat sedikit pada masa sebelum perang. Jumlah CPA Perempuan pada saat\u00a0 itu hanya sekitar 40 orang dimana masing-masing negara bagian memiliki tidak lebih dari lima\u00a0 CPA perempuan. Bahkan, hingga sekitar tahun 1950 profesi akuntan masih merupakan profesi\u00a0 yang jarang digeluti oleh perempuan.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Sejak munculnya akuntan perempuan pertama, perempuan telah mengalami\u00a0 pergumulanpergumulan diskriminasi dalam dunia akuntansi. Kita dapat melihat kisah akuntan\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">perempuan pertama di dunia, yaitu Mary Harris Smith dengan kegigihannya dalam\u00a0 memperjuangkan pengukuhan dirinya sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">chartered accountant <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">di Inggris selama 29 tahun.\u00a0 Sebelum satu dekade lebih kematiannya, ia berhasil menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fellow <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ICAEW (setelah mengalami\u00a0 beberapa kali penolakan dari dewan ICAEW) pada tahun 1920 yang membuka jalan bagi\u00a0 perempuan lainnya untuk memulai keanggotaan di ICAEW. Dalam praktik profesionalismenya, ia\u00a0 banyak melakukan audit dan menyediakan layanan akuntan profesional kepada sejumlah\u00a0 organisasi perempuan yang mendukung hak pilih dan kesetaraan perempuan (ICAEW, 2020). Ia\u00a0 memiliki tujuan yang mulia, yaitu untuk membuka jalan bagi perempuan agar mendapatkan profesi\u00a0 akuntansi dengan pijakan yang sama dengan anggota laki-laki (termasuk diizinkan untuk\u00a0 bergabung dengan badan akuntansi profesional seperti ICAEW).\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Selain Mary Harris Smith, kisah lainnya yang dapat kita lihat adalah perjuangan Jennie M.\u00a0 Palen. Jennie M. Palen merupakan salah satu wanita pertama yang meraih sertifikasi profesi\u00a0 akuntan publik pada tahun 1923 di negara bagian New York, Amerika Serikat. Saat akuntan\u00a0 perempuan pada saat itu hanya dipekerjakan menjadi sekretaris, Palen berhasil menjadi salah satu\u00a0 wanita pertama yang menjadi prinsipal di salah satu KAP besar pada saat itu. Palen adalah seorang\u00a0 pelopor dalam pengembangan profesi akuntansi di Amerika Serikat. Tidak hanya sebagai akuntan,\u00a0 Palen juga merupakan seorang edukator, penulis, sejarawan, dan penyair yang sukses. Ia pernah\u00a0 menjadi wakil presiden dan presiden di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">American Woman\u2019s Society of Certified Public Accountants\u00a0 (AWSCPA)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. AWSCPA merupakan kelompok pendukung para akuntan wanita di AS yang memiliki\u00a0 tujuan untuk menghapuskan diskriminasi terhadap perempuan di dalam ruang lingkup profesi\u00a0 akuntansi dan juga untuk mengakui pencapaian-pencapaian perempuan yang memiliki profesi\u00a0 sebagai akuntan. Melalui tulisannya di artikel, buku, dan puisi, ia tidak hanya mampu\u00a0 merefleksikan pandangannya tentang kehidupan, melainkan juga perubahan peran akuntansi dan\u00a0 masyarakatnya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Meskipun sukses menjalani karirnya selama lebih dari empat puluh tahun, ia tidak luput\u00a0 dari bias gender. Ia merupakan saksi dan juga memainkan peranan penting dalam perjuangan para\u00a0 perempuan untuk mendapatkan penerimaan di sektor akuntansi public dan perjuangan untuk\u00a0 diterima dalam KAP yang besar (Spruill dan Wootton, 1995). Kegagalan Palen untuk menjadi\u00a0 rekan di KAP terhambat oleh pengalaman yang tidak pernah ia miliki sebagai auditor. Kolega Palen\u00a0 sekaligus mantan rekan Haskin &amp; Sells (perusahaan dimana Jannie M. Palen pernah bekerja dan\u00a0 kini dikenal sebagai Deloitte), Gordon Hill, mengatakan bahwa Palen tidak dapat menjadi rekan\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">karena pada saat itu perusahaan tidak mengirimkan perempuan untuk bekerja pada bidang audit.\u00a0 Saat itu, klien lebih memiliki preferensi terhadap pria untuk menjadi auditor perusahaannya\u00a0 dibandingkan wanita. Itulah satu-satunya alasan Palen tidak dapat menjadi rekan di KAP tersebut.\u00a0 Di Indonesia, tidak ada catatan mengenai akuntan perempuan pertama. Namun, saat ini Narsa\u00a0 (2007) mengakui bahwa komposisi perempuan pada jurusan akuntasi lebih banyak dibandingkan\u00a0 laki-laki. Meskipun semakin banyak akuntan perempuan Indonesia yang memegang jabatan\u00a0 penting di KAP, tetapi jumlahnya masih kalah jauh dibandingkan laki-laki. Kita dapat melihat\u00a0 bahwa KAP besar di Indonesia mayoritas diisi oleh rekan laki-laki.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Dewasa ini, kesetaraan gender masih menjadi isu yang sering digaungkan. Kesenjangan\u00a0 gaji, kesetaraan kesempatan terhadap pemberdayaan, dan akses menuju pendidikan merupakan\u00a0 beberapa permasahalan yang sering dibahas. Kesetaraan gender merupakan salah satu tujuan yang\u00a0 ingin dicapai dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Sustainable Development Goals <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(SDG) oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa\u00a0 (PBB). Pentingnya peran untuk memperjuangkan kesetaraan gender tidak hanya mengacu pada\u00a0 perempuan, tetapi juga perjuangan bersama yang menginginkan organisasinya memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">corporate\u00a0 culture <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang sehat. Untuk itu, sebagai akuntan penting untuk menjunjung tinggi nilai-nilai\u00a0 emansipasi.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Sandy Shecter (2019) memberikan pesan bagi seluruh akuntan perempuan mengenai\u00a0 masalah kesenjangan gender ini. Pertama, meluangkan waktu saat dibutuhkan, tetap aktif dalam\u00a0 profesi yang diemban, dan mengembangkan jaringan profesionalisme yang kuat. Kedua,\u00a0 menemukan sosok perempuan yang menjadi panutan di tempat kerja. Ketiga, menemukan\u00a0 perusahaan yang memiliki komitmen untuk mendorong akuntan perempuan terus maju dimulai\u00a0 dengan kepemimpinan yang memiliki kemauan untuk merintis dan menavigasi seluruh perubahan\u00a0 yang terjadi di perusahaan. Perempuan harus terus bergerak maju di bidang akuntansi karena\u00a0 menjadi akuntan merupakan tanggung jawab bersama untuk memberikan kemajuan yang sama\u00a0 bagi semua.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Perempuan dalam dunia akuntansi tidak terlepas dari peran perusahaan yang dapat\u00a0 menyediakan kesempatan yang setara dan tidak terbatas pada gender. Contohnya, program\u00a0 kepemimpinan masa depan yang bertujuan untuk menyediakan keterampilan yang dibutuhkan\u00a0 dalam membantu mereka dalam memajukan karir sebagai akuntan. Hal yang utama adalah semua\u00a0 pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab untuk menciptakan ruang aman dan nyaman bagi\u00a0 perempuan untuk bekerja.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Celebrating 100 Years of Women in Chartered Accountancy<\/span><span style=\"font-weight: 400\">. ICAEW. (n.d.). Dikutip 8 Maret,\u00a0 2022, dari <a href=\"https:\/\/www.icaew.com\/about-icaew\/campaigns\/celebrating-100-years-of-women-in-chartered-accountancy\">https:\/\/www.icaew.com\/about-icaew\/campaigns\/celebrating-100-years-of-women-in-chartered-accountancy<\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Keiran, S. E. (n.d.). <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Gender roles in public accounting and the absence of women in Upper-Level\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Management<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">. University of New Hampshire Scholars&#8217; Repository. Dikutip 8 Maret, 2022,\u00a0 dari <a href=\"https:\/\/scholars.unh.edu\/honors\/358\/\">https:\/\/scholars.unh.edu\/honors\/358\/<\/a>\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Narsa, I. M. (2006, November 1). <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Sex-role stereotype Dalam Rekrutmen Pegawai Akuntansi Dan\u00a0 Keuangan: Observasi Terhadap Pola Rekruitmen terbuka di media Masa<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">. Jurnal Akuntansi\u00a0 dan Keuangan Universitas Kristen Petra. Dikutip 9 Maret, 2022, dari\u00a0 <a href=\"https:\/\/www.neliti.com\/publications\/75393\/sex-role-stereotype-dalam-rekrutmen-pegawai-akuntansi-dan-keuangan-observasi-ter\">https:\/\/www.neliti.com\/publications\/75393\/sex-role-stereotype-dalam-rekrutmen-pegawai-akuntansi-dan-keuangan-observasi-ter<\/a><\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Shecter, S. (2019, December 2). <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">The nature of women in accounting<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"><em>. Accounting Today<\/em>. Dikutip\u00a0 9 Maret, dari <a href=\"https:\/\/www.accountingtoday.com\/opinion\/the-nature-of-womeninaccounting\">https:\/\/www.accountingtoday.com\/opinion\/the-nature-of-womeninaccounting\u00a0\u00a0<\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Spruill, W. G., &amp; Wootton, C. W. (1995). <em>The struggle of women in Accounting: The case of\u00a0 Jennie Palen, Pioneer Accountant, historian and poet<\/em>. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Critical Perspectives on\u00a0 Accounting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">6<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(4), 371\u2013389. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1006\/cpac.1995.1033\">https:\/\/doi.org\/10.1006\/cpac.1995.1033\u00a0\u00a0<\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em><span style=\"font-weight: 400\">Women in Accounting (Quick Take)<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">. Catalyst. (2021, December 8). Dikutip 9 Maret, 2022, dari <a href=\"https:\/\/www.catalyst.org\/research\/women-in-accounting\/\">https:\/\/www.catalyst.org\/research\/women-in-accounting\/<\/a>\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em><span style=\"font-weight: 400\">Women in accounting<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">. Eide Bailly LLP. (n.d.). Dikutip 8 Maret, 2022, dari\u00a0 <a href=\"https:\/\/www.eidebailly.com\/insights\/firm-news\/2018\/women-in-accounting\">https:\/\/www.eidebailly.com\/insights\/firm-news\/2018\/women-in-accounting<\/a>\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Hari Perempuan Sedunia diperingati setiap tanggal 8 Maret. Sebulan setelahnya, atau\u00a0 tepatnya pada tanggal 21 April, Indonesia merayakan hari perempuan nasional atau dikenal sebagai\u00a0 Hari Kartini. Peringatan hari perempuan tidak hanya sebagai epitome dari perjuangan perempuan\u00a0 dalam hal kesetaraan gender dan pengakuan terhadap prestasi-prestasi yang telah ditorehkan oleh\u00a0 perempuan di seluruh dunia, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":3115,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-3114","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3114","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3114"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3114\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3117,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3114\/revisions\/3117"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3115"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3114"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3114"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3114"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}