    {"id":3079,"date":"2022-03-21T15:23:12","date_gmt":"2022-03-21T08:23:12","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/?p=3079"},"modified":"2022-03-21T15:23:12","modified_gmt":"2022-03-21T08:23:12","slug":"akuntan-dalam-era-revolusi-industri-4-0","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/2022\/03\/21\/akuntan-dalam-era-revolusi-industri-4-0\/","title":{"rendered":"Akuntan dalam Era Revolusi Industri 4.0"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><b>Pengaruh Digitalisasi Terhadap Kinerja dan Karir Akuntan<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kinerja akuntan pada saat ini mengalami berbagai macam perubahan. Hal tersebut dikarenakan adanya pengaplikasian teknologi komputer terhadap pelaksanaan akuntansi saat ini. Pada masa lalu profesi akuntan masih menggunakan buku tebal atau buku kwarto untuk mencatat informasi keuangan dari sebuah bisnis atau perusahaan. Namun, saat ini dengan adanya komputerisasi akuntansi, semua informasi keuangan dapat dengan mudah tercatat dalam bentuk data digital yang memiliki fleksibilitas dan mobilitas yang sangat tinggi. Bahkan pekerjaan pencatatan dan perhitungan keuangan sendiri sudah bisa dilakukan oleh komputer, dengan kata lain perkembangan digitalisasi akuntansi dapat memungkinkan semakin berkurangnya pekerjaan seorang akuntan, karena sedikit demi sedikit pekerjaan yang umumnya dikerjakan seorang akuntan akan digantikan dengan robot atau komputer. Apalagi pada kasus ini robot atau komputer memiliki tingkat efisiensi kerja yang jauh lebih tinggi bahkan memiliki penyediaan informasi yang lebih akurat serta memiliki tingkat pencegahan terjadi kekeliruan yang lebih tinggi dibandingkan manusia. Dari hal tersebut, tidak menutup kemungkinan bahwa pekerjaan seorang akuntan secara perlahan akan digantikan oleh robot atau komputer.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Namun apakah profesi akuntansi akan menghilang? Jawabannya adalah tidak. Hal ini dikarenakan dengan adanya hubungan akuntan dengan perkembangan teknologi dapat menjadi kesempatan serta dapat mewujudkan akuntabilitas seorang akuntan yang lebih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">clear <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau jelas dibandingkan era sebelumnya, yaitu dalam melaporkan dan mempertanggungjawabkan data kepada konsumen, pemegang saham dan masyarakat. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa era revolusi industri ini adalah era akuntabilitas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada masa lalu, seorang akuntan hanya memiliki tugas untuk mencatat dan melaporkan hasil keuangan perusahaan. Namun, pada saat ini peran seorang akuntan bukan hanya mencatat transaksi-transaksi dan membuat laporan saja, melainkan akuntan juga harus dapat memprediksi, menginterpretasi, menganalisis serta memberikan konklusi kepada perusahaan. Dengan adanya pengembangan profesi akuntan ini, perusahaan dapat mempertahankan eksistensi dari akuntan itu sendiri. Karena pada saat ini, robot dan komputer tidak bisa memberikan analisis dan pendapat bagi perusahaan. Sehingga akuntanlah yang bertugas untuk mencatat, menganalisis dan menginterpretasikan informasi-informasi keuangan tersebut, sehingga dapat memudahkan perusahaan dalam mengambil keputusan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Era digitalisasi ini memberikan banyak dampak positif bagi kehidupan manusia. Namun digitalisasi ini dapat diibaratkan sebagai 2 mata pisau yang berlawanan, yang berarti memiliki dampak positif dan negatif. Dampak negatif yang paling banyak dilakukan adalah penyalahgunaan data yang sering terjadi di dunia bisnis. Sehingga saat ini, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fraud<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau kecurangan yang dilakukan oleh individu tidak bertanggung jawab atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hacker <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">lebih mudah terjadi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Hacker<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah individu yang melakukan peretasan pada dokumen atau data-data digital. Dengan penggunaan data-data digital ini dapat menjadi media yang menguntungkan bagi para individu yang tidak bertanggung jawab, apalagi pada saat ini kebanyakan data sudah tidak berbentuk kertas lagi atau bukti fisik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kecurangan ini dapat dilihat dari kegiatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">money laundering<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ke luar negeri yang sering menjadi permasalahan bagi negara Indonesia. Kinerja yang harus dilakukan akuntan adalah bukan hanya membuat laporan saja melainkan untuk melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">continuous audit.<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kecurangan lainnya yang dapat kita lihat adalah tingginya tingkat korupsi di negara-negara berkembang, salah satunya adalah Indonesia. Tingginya tingkat korupsi di Indonesia menunjukkan bahwa aliran dana di negara tersebut, banyak terjadinya<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> fraud<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau kecurangan. Oleh karena itu, pada masa ini diperlukan profesi akuntan sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">forensic accounting\/auditing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Keberadaan ahli forensik di dalam suatu perusahaan atau negara saat ini sangatlah penting, karena saat ini kegiatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fraud<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau kecurangan semakin mudah untuk dilakukan akibat berkembangnya teknologi digital saat ini. Dengan adanya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">forensic accounting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini diharapkan dapat mendeteksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fraud<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau kecurangan yang terjadi di dalam perusahaan atau negara. Bukan hanya itu saja, kita sebagai akuntan harus dapat menguasai pengetahuan tentang teknologi digital agar dapat memudahkan untuk mendeteksi terjadinya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fraud<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Perilaku Akuntan yang Tepat Terhadap Digitalisasi<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Perkembangan teknologi digital pada saat ini sangatlah cepat. Dan pada era revolusi industri ini banyak sekali persaingan antar perusahaan yang terjadi sehingga mereka berlomba-lomba untuk menemukan teknologi terbaru untuk mengembangkan perusahaan mereka. Oleh karena itu, jika ada profesi yang tidak mengikuti digitalisasi ini akan sangat sulit untuk mereka bertahan dalam era digitalisasi ini. Maka dari itu, seorang akuntan juga harus menambah wawasan mereka terkait teknologi serta mampu beradaptasi di era perkembangan teknologi yang sangat cepat ini. Tujuannya adalah dapat membantu memberantas kecurangan-kecurangan yang terjadi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dengan ilmu teknologi yang dimiliki seorang akuntan, mereka harus memiliki integritas dan profesionalisme yang tinggi. Karena pada saat ini banyak individu yang menyalahgunakan kemampuannya untuk melakukan kejahatan, seperti meretas dan memanipulasi data untuk melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fraud<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Oleh sebab itu, penting bagi seorang akuntan untuk memiliki perilaku profesionalisme dan integritas yang tinggi. Karena selain untuk memberantas kejahatan, akuntan juga harus mempertahankan eksistensinya dengan menghormati kepercayaan masyarakat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Referensi:<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Harmony. (2021, Februari 24). <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Etika Profesi Akuntansi Yang Harus Diterapkan Oleh Seorang Akuntan<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">. Retrieved from Harmony Blog: <a href=\"https:\/\/www.harmony.co.id\/blog\/etika-profesi-akuntansi-yang-harus-diterapkan-oleh-seorang-akuntan\">https:\/\/www.harmony.co.id\/blog\/etika-profesi-akuntansi-yang-harus-diterapkan-oleh-seorang-akuntan<\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Unsurya, P. (2014, Februari 25). <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Pengertian Komputer Akuntansi<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">. Retrieved from Universitas Surya Darma: <a href=\"https:\/\/universitassuryadarma.ac.id\/pengertian-komputer-akuntansi\/\">https:\/\/universitassuryadarma.ac.id\/pengertian-komputer-akuntansi\/<\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Wijayana, D. S. (2018, May 31). <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Benarkah Peran Akuntan Digantikan Oleh Teknologi (Informasi)?<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> Retrieved from Universitas Gajah Mada Faculty of Economic and Communication: <a href=\"https:\/\/feb.ugm.ac.id\/en\/research\/lecturer-s-article\/2886-benarkah-peran-akuntan-digantikan-oleh-teknologi-informasi\">https:\/\/feb.ugm.ac.id\/en\/research\/lecturer-s-article\/2886-benarkah-peran-akuntan-digantikan-oleh-teknologi-informasi<\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengaruh Digitalisasi Terhadap Kinerja dan Karir Akuntan Kinerja akuntan pada saat ini mengalami berbagai macam perubahan. Hal tersebut dikarenakan adanya pengaplikasian teknologi komputer terhadap pelaksanaan akuntansi saat ini. Pada masa lalu profesi akuntan masih menggunakan buku tebal atau buku kwarto untuk mencatat informasi keuangan dari sebuah bisnis atau perusahaan. Namun, saat ini dengan adanya komputerisasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":3080,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-3079","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3079","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3079"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3079\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3409,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3079\/revisions\/3409"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3080"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3079"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3079"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3079"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}