    {"id":1109,"date":"2018-04-02T16:56:25","date_gmt":"2018-04-02T09:56:25","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/?p=1109"},"modified":"2018-04-04T16:06:50","modified_gmt":"2018-04-04T09:06:50","slug":"pemberdayaan-akuntan-profesional-bisa-perangi-kemiskinan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/2018\/04\/02\/pemberdayaan-akuntan-profesional-bisa-perangi-kemiskinan\/","title":{"rendered":"Pemberdayaan Akuntan Profesional Bisa Perangi Kemiskinan"},"content":{"rendered":"<h5><\/h5>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Alexander Raygian \/ 2001544594<\/strong><\/p>\n<h5><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2018\/04\/artikel-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-1110\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2018\/04\/artikel-1-640x359.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"359\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2018\/04\/artikel-1-640x359.jpg 640w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2018\/04\/artikel-1.jpg 653w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/a><\/h5>\n<h5 style=\"text-align: center\">Sumber : <a href=\"https:\/\/www.suara.com\/bisnis\/2016\/06\/23\/093218\/pemberdayaan-akuntan-profesional-bisa-perangi-kemiskinan\">https:\/\/www.suara.com\/bisnis\/2016\/06\/23\/093218\/pemberdayaan-akuntan-profesional-bisa-perangi-kemiskinan<\/a><\/h5>\n<p>Akuntan\u00a0profesional yang memiliki kualifikasi sesuai standar internasional mutlak diperlukan\u00a0guna mendukung pembangunan ekonomi untuk memberantas kemiskinan dan mendistribusikan kemakmuran di seluruh dunia. Secara individu, kualifikasi itu juga akan mendukung pengembangan karier seorang akuntan profesional di dunia bisnis.<\/p>\n<p>Berdasarkan\u00a0<em>Report on the Observance of Standards and Codes<\/em>\u00a0(ROSC) Bank Dunia,\u00a0menyebutkan Indonesia memerlukan banyak akuntan profesional untuk mendukung pertumbuhan ekonominya. Karena itu,\u00a0Bank Dunia mendukung agar profesi akuntan di Indonesia dapat mencapai standar internasional.<\/p>\n<p>Prioritas Bank Dunia adalah menghapuskan kemiskinan di dunia dengan target optimistis menurunkan kemiskinan hingga level terendah pada 2030. Berkurangnya angka kemiskinan, lanjut dia\u00a0akan berimplikasi pada kemajuan perekonomian. Kondisi itu akan membuat akuntan profesional dan laporan keuangan yang berkualitas makin dibutuhkan.<\/p>\n<p>Ditegaskan,\u00a0untuk membangun profesi akuntan yang berkualitas, perguruan tinggi berperan dalam menyiapkan calon akuntan yang memiliki\u00a0<em>basic requirement<\/em>\u00a0seperti telah ditetapkan\u00a0<em>International Accounting Education Standards Board<\/em>\u00a0(IAESB) IFAC<\/p>\n<p>Beberapa perguruan tinggi terkemuka di Indonesia telah menyesuaikan kurikulumnya dengan standar tersebut, namun banyak perguruan tinggi lain belum menggunakan standar itu. Padahal profesi dalam menetapkan standar ujian sertifikasi untuk menuju akuntan profesional telah menggunakan standar ini.<\/p>\n<p>Indonesia memiliki banyak akuntan profesional yang memenuhi kualitas setara dengan akuntan global. Namun secara kuantitas, jumlahnya masih jauh dari cukup. Kondisi ini juga terjadi di negara-negara ASEAN lainnya.\u00a0Data\u00a0Bank Dunia dan\u00a0ASEAN <em>Federation of Accountants<\/em>\u00a0(AFA) Report 2014 menyebutkan,\u00a0di sebagian besar negara ASEAN terjadi kekurangan akuntan profesional dengan kualifikasi setara standar internasional.<\/p>\n<p>Anggota Dewan Pengurus Nasional\u00a0Ikatan Akuntan Indonesia\u00a0(DPN IAI)\u00a0yang juga Anggota IAESB, Prof. Sidharta Utama\u00a0menyatakan,\u00a0Indonesia memiliki 265.498 mahasiswa akuntansi pada 2014,\u00a0dan lebih dari 30 ribu lulusan S-1 Akuntansi setiap tahun. Namun dari jumlah itu hanya sedikit yang akhirnya menjadi akuntan profesional dan menjadi anggota organisasi profesi. Padahal dengan bergabung di profesi, seorang akuntan profesional dapat terus mengembangkan kompetensi dan dijaga kode etiknya.<\/p>\n<p>Untuk merangsang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing Indonesia di ranah global, diperlukan SDM akuntan profesional yang memadai secara kualitas dan kuantitas. Ini juga sejalan dengan upaya yang dilakukan negara-negara G-20 dan prioritas Bank Dunia terkait pengembangan SDM.<\/p>\n<p>Sementara\u00a0anggota Dewan Sertifikasi Akuntan Profesional\u00a0Ikatan Akuntan Indonesia\u00a0(DSAP\u00a0IAI), Setio Anggoro Dewo mengatakan, akuntan profesional hari ini selain harus memiliki kompetensi inti, juga harus dibekali dengan berbagai\u00a0skill\u00a0lainnya.<\/p>\n<p><strong>Sumber :<\/strong> <a href=\"https:\/\/www.suara.com\/bisnis\/2016\/06\/23\/093218\/pemberdayaan-akuntan-profesional-bisa-perangi-kemiskinan\">https:\/\/www.suara.com\/bisnis\/2016\/06\/23\/093218\/pemberdayaan-akuntan-profesional-bisa-perangi-kemiskinan<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Alexander Raygian \/ 2001544594 Sumber : https:\/\/www.suara.com\/bisnis\/2016\/06\/23\/093218\/pemberdayaan-akuntan-profesional-bisa-perangi-kemiskinan Akuntan\u00a0profesional yang memiliki kualifikasi sesuai standar internasional mutlak diperlukan\u00a0guna mendukung pembangunan ekonomi untuk memberantas kemiskinan dan mendistribusikan kemakmuran di seluruh dunia. Secara individu, kualifikasi itu juga akan mendukung pengembangan karier seorang akuntan profesional di dunia bisnis. Berdasarkan\u00a0Report on the Observance of Standards and Codes\u00a0(ROSC) Bank Dunia,\u00a0menyebutkan Indonesia memerlukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":99,"featured_media":1110,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1109","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1109","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/users\/99"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1109"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1109\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1124,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1109\/revisions\/1124"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1110"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1109"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1109"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/hima\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1109"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}