Adaptasi Akuntan dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Revolusi industri 4.0 yang sedang berlangsung menimbulkan banyak perubahan yang harus diikuti oleh manusia. Dengan munculnya berbagai jenis teknologi yang semakin canggih, ada banyak sekali aspek pekerjaan yang sudah tergantikan oleh teknologi. Bahkan, perusahaan-perusahaan yang berhasil mengambil alih pasar dunia kebanyakan merupakan perusahaan teknologi. Hal ini terjadi karena teknologi semakin diminati oleh masyarakat. Teknologi bisa sangat memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. 

Adanya teknologi juga menimbulkan dampak negatif bagi sebagian masyarakat. Banyak sekali pekerjaan yang mulai hilang karena digantikan oleh robot yang cenderung bekerja dengan lebih cepat dan tepat. Hal ini menyebabkan para pekerja harus terus beradaptasi dengan teknologi agar bisa terus bertahan. Salah satu profesi dari para pekerja yang harus terus menerima dan bersepakat dengan teknologi yaitu seorang akuntan. Pekerjaan seorang akuntan yang berhubungan dengan data keuangan suatu perusahaan sudah mulai bisa digantikan dengan teknologi yang ada. Dalam menghadapi hal ini, para akuntan dituntut untuk bisa menemukan kelebihan di dalam diri mereka yang tidak dimiliki oleh teknologi.

Dalam beradaptasi dengan teknologi, para akuntan bisa merasa kesulitan karena teknologi yang berkembang secara terus menerus tanpa mengenal batasan. Untuk menghadapi hal ini, para akuntan harus bisa terus mengikuti dan terbiasa dengan teknologi-teknologi baru yang muncul. Selain itu, ada juga tantangan yang berasal dari dalam diri akuntan itu sendiri. Salah satu contohnya yaitu sifat dalam diri akuntan yang belum terbiasa akan adanya teknologi. Untuk menghadapi hal ini, maka para akuntan harus terus berusaha menumbuhkan karakter dalam diri yang lebih terbuka dan terbiasa dengan teknologi. Perilaku yang mungkin bisa diterapkan untuk mengatasi hambatan-hambatan yang yang ada, yaitu

  1. Meningkatkan kemampuan, skill dan bersedia untuk menerima dan mengikuti perubahan yang terus terjadi
  2. Mengubah karakter yang ada dalam diri akuntan untuk menjadi lebih familiar atau dekat dengan teknologi
  3. Mengganti pola pikir menjadi principle based mindset yang berarti memiliki pemikiran yang berdasar pada suatu prinsip tertentu
  4. Mengganti pola pikir yang semula manual menjadi lebih modern ke digitalisasi
  5. Dilakukan pembinaan sumber daya manusia secara terus menerus dalam masyarakat umum

 

 

Referensi :
Sukmana, Wawan. 2021. “Tantangan dan Solusi Akuntan Berpraktik dalam Menghadapi RI 4.0” dalam Sistem Informasi, Keuangan, Auditing, dan Perpajakan, 6(1), 101-106.