    {"id":774,"date":"2017-02-04T16:25:15","date_gmt":"2017-02-04T09:25:15","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/sepakbola\/?p=774"},"modified":"2017-05-31T16:18:36","modified_gmt":"2017-05-31T09:18:36","slug":"manfaat-bermain-kucing-kucingan-dalam-latihan-sepakbola","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/2017\/02\/manfaat-bermain-kucing-kucingan-dalam-latihan-sepakbola\/","title":{"rendered":"Manfaat Bermain Kucing-kucingan dalam Latihan Sepakbola"},"content":{"rendered":"<p>by: Dhaifina Munyanti<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/sepakbola\/wp-content\/uploads\/sites\/64\/2017\/02\/aaaa.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-775 aligncenter\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/sepakbola\/wp-content\/uploads\/sites\/64\/2017\/02\/aaaa.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"360\" \/><\/a>Berdasarkan analisis banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan melakukan teknik dasar dalam permainan sepakbola, seperti<em>passing<\/em> dan <em>controlling<\/em> menggunakan kaki dalam.\u00a0 Latihan kucing-kucingan ini adalah salah satu latihan yang dapat meningkatkan kemampuan dalam melakukan\u00a0 <em>passing<\/em> and <em>controlling<\/em>.<\/p>\n<p>Siapapun yang pernah latihan sepakbola pasti pernah memainkan permainan ini. Kucing-kucingan, sangkar burung, anjing vs kucing,\u00a0<em>piggy in the middle,\u00a0<\/em>atau Bahasa kerennya bisa juga disebut\u00a0<em>rondo<\/em> adalah metode latihan yang digunakan pada hampir seluruh level. Baik latihan untuk anak-anak usia dini hingga latihan untuk para pemain profesional, metode ini bisa digunakan. Terdapat banyak variasi dari model latihan ini. Tidak ada ketentuan berapa jumlah orang yang mengoper bola dan berapa jumlah orang yang merebut bola. Setidaknya asalkan ada 3 pemain yang berlatih, maka metode ini bisa diterapkan. Peraturan dalam metode ini pun beragam dan dapat disesuaikan dengan target dari latihan yg diinginkan. Karena itulah kemudian metode latihan ini sangat sering dipakai oleh pelatih sepakbola.<\/p>\n<p>Menurut Johan Cruyff dalam buku\u00a0<em>Our Competition is the World<\/em>,\u00a0<em>rondo<\/em> atau kucing-kucingan adalah sebuah metode latihan yang memasukan hampir semua aspek dalam permainan sepakbola. \u201cSemua yang dilakukan pemain di dalam pertandingan, kecuali\u00a0<em>shooting<\/em>, bisa dilakukan di\u00a0<em>rondo<\/em>. Aspek kompetitif, membuka ruang, apa yang harus dilakukan saat memegang\u00a0<em>possession<\/em>, apa yang harus dilakukan saat tidak memegang bola, bermain satu sentuhan, menjaga ketat lawan, merebut bola,\u201d kata legenda sepakbola belanda ini.<\/p>\n<p>Terdapat banyak manfaat yang diyakini bisa didapat pemain sepakbola dengan melakukan latihan rondo. Dari mulai mengambil keputusan untuk mengoper ke pemain a atau b. Melepas bola satu sentuhan atau melakukan control bola terlebih dahulu. Jumlah sentuhan dengan bola yang dilakukan pemain saat latihan rondo bisa membuat teknik pemain meningkat. Pemain juga akan berlatih untuk melakukan pressing serta berlatih dalam keadaan ditekan lawan. Rondo juga akan melatih kemampuan kerjasama pemain. Pemain yang sedang tidak memegang bola juga akan berlatih memberikan reaksi saat tidak menguasai bola. Komunikasi antar pemain juga bisa dilatih dengan metode latihan ini. Dan rondo juga secara tidak langsung akan meningkatkan kreativitas bermain para pemain. Semua manfaat yang diberikan rondo tersebut bisa dikatakan sebagai dasar dari semua kemampuan yang dibutuhkan untuk bermain sepakbola. Karena itulah rondo masih dianggap efektif sebagai materi latihan para pemain sepakbola.<\/p>\n<p>Tidak ada catatan soal siapa yang pertama kali mencipatakan\u00a0<em>rondo<\/em>\u00a0sebagai materi latihan sepakbola.\u00a0<em>Rondo\u00a0<\/em>telah digunakan sejak lama di sepakbola dan masih dipertahankan hingga sekarang. Mungkin sudah terdapat perbedaan antara\u00a0<em>rondo<\/em>\u00a0yang dilakukan di masa lalu dengan\u00a0<em>rondo\u00a0<\/em>yang dilakukan sekarang. Sudah banyak improvisasi yang dilakukan untuk membuat manfaat dari latihan ini sesuai dengan arah pengembangan tim. Improvisasi ini juga membuat\u00a0<em>rondo<\/em>\u00a0tidak terasa membosankan bagi pemain. Karena itu dibutuhkan kreativitas para pelatih untuk mengemas model latihan\u00a0<em>rondo<\/em>\u00a0agar sesuai dengan kebutuhan dan tidak membosankan.\u00a0<em>Rondo<\/em>\u00a0memiliki banyak variasi yang tidak terbatas sehingga masih sangat layak untuk terus dipakai pada latihan sepakbola di masa mendatang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: <a href=\"http:\/\/indonesiafc.com\/karya\/kucing-kucinganmateri-wajib-latihan-sepakbola\/\">http:\/\/indonesiafc.com\/karya\/kucing-kucinganmateri-wajib-latihan-sepakbola\/<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>by: Dhaifina Munyanti Berdasarkan analisis banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan melakukan teknik dasar dalam permainan sepakbola, sepertipassing dan controlling menggunakan kaki dalam.\u00a0 Latihan kucing-kucingan ini adalah salah satu latihan yang dapat meningkatkan kemampuan dalam melakukan\u00a0 passing and controlling. Siapapun yang pernah latihan sepakbola pasti pernah memainkan permainan ini. Kucing-kucingan, sangkar burung, anjing vs [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":775,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-774","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-post"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/774","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=774"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/774\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":781,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/774\/revisions\/781"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/775"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=774"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=774"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=774"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}