    {"id":2732,"date":"2026-04-15T12:45:14","date_gmt":"2026-04-15T05:45:14","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/?p=2732"},"modified":"2026-04-15T12:45:14","modified_gmt":"2026-04-15T05:45:14","slug":"national-collegiate-futsal-series-jakarta-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/2026\/04\/national-collegiate-futsal-series-jakarta-2026\/","title":{"rendered":"National Collegiate Futsal Series Jakarta 2026"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/wp-content\/uploads\/sites\/64\/2026\/04\/imamkha_-04.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2733\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/wp-content\/uploads\/sites\/64\/2026\/04\/imamkha_-04.jpeg\" alt=\"\" width=\"2048\" height=\"1365\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Perjalanan tim BINUS <em>School of Information Systems<\/em> atau Fakultas Sistem Informasi (FSI) dalam ajang <em>National Collegiate Futsal Series<\/em> (NCFS) bukan sekadar partisipasi dalam sebuah turnamen melainkan sebuah pembuktian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\nSejak awal, tim ini datang tanpa banyak sorotan. Tidak banyak yang menganggap mereka sebagai ancaman serius, bahkan tidak dipertimbangkan sebagai salah satu tim \u201ckuda hitam\u201d ketika dibandingkan tim-tim lain yang lebih diunggulkan. Namun dari posisi itulah, semangat untuk membuktikan diri semakin besar. Setiap pemain melangkah ke lapangan bukan hanya membawa kemampuan individu, tetapi juga keyakinan bahwa mereka mampu bersaing di level tertinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\nDi fase grup, tim menunjukkan permainan yang disiplin dan terstruktur. Komunikasi yang solid serta kemampuan beradaptasi yang tinggi menjadi kunci dalam menghadapi berbagai gaya permainan lawan. Tidak hanya bermain secara fisik, mereka juga menunjukkan pendekatan yang cerdas sesuai analisis pertandingan, arahan tim kepelatihan, membaca situasi pertandingan, dan terus belajar dari setiap laga yang dijalani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\nPertandingan pertama melawan fakultas teknik Universitas Bhayangkara menjadi rintangan bagi tim BINUS FSI. UBHARA sudah terlebih dahulu bermain dan memiliki kesempatan untuk beradaptasi dengan bola dan lapangan, sedangkan BINUS FSI masih harus menyesuaikan dengan keadaan. Pertandingan berjalan sengit, serangan demi serangan dilontarkan kedua tim. Secara statistik, UBHARA sedikit lebih unggul diatas BINUS FSI yang masih harus beradaptasi. Namun dengan semangat juang dan keinginan dari tim BINUS FSI, mereka berhasil menahan imbang UBHARA dengan skor 0 \u2013 0 pada pertandingan ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\nPertandingan kedua mempertemukan tim BINUS FSI dengan tuan rumah UNJ Ilmu Pendidikan. Pertandingan ini menjadi pertandingan penentu siapakah yang akan lolos ke babak 16 besar diantara kedua tim ini. Sejak menit pertama BINUS FSI mendominasi permainan dengan baik, mengontrol posesi bola, melakukan tembakan akurat, dan juga melakukan passing dengan akurasi tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gol pertama dicetak oleh Masyaraffa Nabatan, Pivot dari BINUS FSI yang memaksimalkan kesempatan dari kick in cepat yang dapat dikuasai dengan baik dan tembakan yang melalui kaki kiper UNJ. Gol Kedua dicetak oleh Raissa Fahlevi, kapten dari tim BINUS FSI yang memaksimal kesempatan akibat kesalahan dari tim UNJ. Raissa merebut bola dari pertahanan lawan dan melewati kiper UNJ untuk menemukan gawang kosong yang dapat dikonversi menjadi gol kedua BINUS FSI. Pertandingan berakhir 2 \u2013 0 dengan meyakinkan untuk BINUS.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\nMemasuki babak gugur, tekanan semakin meningkat. Setiap pertandingan menjadi ujian mental dan kekompakan tim. Dalam situasi sulit, mereka tidak goyah. Sebaliknya, mereka justru tampil lebih tenang, lebih fokus, dan mampu memanfaatkan setiap peluang yang ada. Perjalanan ini membuktikan bahwa kemenangan tidak selalu ditentukan oleh siapa yang paling diunggulkan, tetapi oleh siapa yang paling siap berjuang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dihadapkan kembali dengan perwakilan tuan rumah, UNJ Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum pada babak 16 besar. Pendukung dari FISH UNJ dan juga BINUS FSI memenuhi GOR UNJ. Kedua tim bermain dengan sengit sampai skor dibuka oleh Nabigh Muhammad Mannan, Flank dari BINUS FSI yang melakukan tembakan mendatar dari jarak jauh. Kemudian gol kedua lagi lagi dicetak oleh Raissa Fahlevi, ia memenangkan bola dibagian pertahanan BINUS FSI dan melakukan solo dribble hingga akhirnya mengolongi kiper dari FISH UNJ. Namun kedudukan 2 \u2013 0 dapat diimbangin FISH UNJ melalui set piece yang mereka lakukan hingga memaksa pertandingan ke babak adu pinalti. Hasil adu pinalti yang kurang memuaskan menghentikan perjuangan BINUS FSI pada ajang NCFS 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\nLebih dari sekadar hasil akhir, perjalanan di NCFS menjadi ruang pembelajaran yang berharga. Hubungan antar pemain semakin kuat, rasa saling percaya semakin dalam, dan pengalaman menghadapi tekanan menjadi bekal penting ke depannya. Peran kolaborasi terlihat nyata baik di dalam lapangan maupun dari dukungan di luar lapangan yang terus menguatkan tim. Pada akhirnya, terlepas dari posisi akhir yang diraih, tim BINUS <em>School of Information Systems <\/em>berhasil mendapatkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar trofi. Mereka mendapatkan respek, membangun identitas, dan membuktikan bahwa mereka bukan lagi tim yang bisa dipandang sebelah mata.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perjalanan tim BINUS School of Information Systems atau Fakultas Sistem Informasi (FSI) dalam ajang National Collegiate Futsal Series (NCFS) bukan sekadar partisipasi dalam sebuah turnamen melainkan sebuah pembuktian. Sejak awal, tim ini datang tanpa banyak sorotan. Tidak banyak yang menganggap mereka sebagai ancaman serius, bahkan tidak dipertimbangkan sebagai salah satu tim \u201ckuda hitam\u201d ketika dibandingkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":2733,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-2732","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2732","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2732"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2732\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2736,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2732\/revisions\/2736"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2733"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2732"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2732"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/futsal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2732"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}