    {"id":317,"date":"2017-04-28T20:11:52","date_gmt":"2017-04-28T13:11:52","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/?p=317"},"modified":"2017-04-28T20:11:52","modified_gmt":"2017-04-28T13:11:52","slug":"sejarah-paskibra","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/2017\/04\/sejarah-paskibra\/","title":{"rendered":"Sejarah Paskibra"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>Sejarah Paskibra<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Wilson Suwenda<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>1801379804<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Belakangan ini nama paskibra mulai banyak mendapat sorotan. Terlebih pada saat tanggal 17 Agustus ketika melakukan pengibaran Sang Merah Putih di Istana Presiden. Banyak orang melihat dari sudut pandang yang berbeda-beda. Mulai dari pasukan, gerakannya, hingga cerita yang menyertai aksi paskibra pada saat bertugas. Tetapi apakah kalian tahu apa itu Paskibra? Artikel ini akan menjelaskan apa itu paskibra dan latar belakangnya.<\/p>\n<p><strong>PASKIBRA<\/strong><\/p>\n<p>Paskibraka\u00a0adalah singkatan dari\u00a0Pasukan Pengibar Bendera Pusaka\u00a0dengan tugas utamanya mengibarkan duplikat bendera pusaka dalam upacara peringatan\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Proklamasi_kemerdekaan_Indonesia\">proklamasi kemerdekaan Indonesia<\/a>\u00a0di 3 tempat, yakni tingkat Kabupaten\/Kota (Kantor Bupati\/Wali Kota), Provinsi (Kantor Gubernur), dan Nasional (Istana Merdeka). Anggotanya berasal dari pelajar SMA Sederajat kelas 1 atau 2. Penyeleksian anggotanya biasanya dilakukan sekitar bulan\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/April\">April<\/a>\u00a0untuk persiapan pengibaran pada\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/17_Agustus\">17 Agustus<\/a>.<\/p>\n<p>Selama waktu seleksi sampai 16 Agustus, seorang anggota calon Paskibraka dinamakan &#8220;CAPASKA&#8221; atau Calon Paskibraka. Pada waktu penugasan 17 Agustus, anggota dinamakan &#8220;PASKIBRAKA&#8221;, dan setelah 17 Agustus, dinamakan &#8220;PURNA PASKIBRAKA&#8221;.<\/p>\n<p><strong>Sejarah<\/strong><\/p>\n<p>Beberapa hari menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI pertama. Presiden Soekarno memberi tugas kepada ajudannya,Mayor M. Husein Mutahar untuk mempersiapkan upacara peringatanDetik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1946, dihalaman Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta.<\/p>\n<p>Pada saat itulah, di benak Mutahar terlintas suatu gagasan bahwa sebaiknya pengibaran bendera pusaka dilakukan oleh para pemuda dari seluruh penjuru Tanah Air, karena mereka adalah generasi penerus perjuangan bangsa yang bertugas. Tetapi, karena gagasan itu tidak mungkin terlaksana, maka Mutahar hanya bisa menghadirkan lima orang pemuda (3 putra dan 2 putri) yang berasal dari berbagai daerah dan kebetulan sedang berada di Yogyakarta. Lima orang tersebut melambangkan Pancasila. Sejak itu, sampai tahun 1949, pengibaran bendera di Yogyakarta tetap dilaksanakan dengan cara yang sama.<\/p>\n<p>Ketika Ibukota dikembalikan ke Jakarta pada tahun 1950, Mutahar tidak lagi menangani pengibaran bendera pusaka. Pengibaran bendera pusaka pada setiap 17 Agustus di Istana Merdeka dilaksanakan oleh Rumah Tangga Kepresidenan sampai tahun 1966. Selama periode itu, para pengibar bendera diambil dari para pelajar dan mahasiswa yang ada di Jakarta.<\/p>\n<p>Tahun\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/1967\">1967<\/a>,\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Husein_Mutahar\">Husein Mutahar<\/a>\u00a0dipanggil presiden saat itu,\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Soekarno\">Soeharto<\/a>, untuk menangani lagi masalah pengibaran bendera pusaka. Dengan ide dasar dari pelaksanaan tahun\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/1946\">1946<\/a>\u00a0di\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Yogyakarta\">Yogyakarta<\/a>, dia kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok yang dinamai sesuai jumlah anggotanya, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Pasukan 17 \/ pengiring (pemandu),<\/li>\n<li>Pasukan 8 \/ pembawa bendera (inti),<\/li>\n<li>Pasukan 45\/pengawal.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jumlah tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/1945\">1945<\/a>\u00a0(17-8-45). Pada waktu itu dengan situasi kondisi yang ada, Mutahar hanya melibatkan putra daerah yang ada di\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Jakarta\">Jakarta<\/a>\u00a0dan menjadi anggota Pandu\/<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pramuka\">Pramuka<\/a>\u00a0untuk melaksanakan tugas pengibaran bendera pusaka. Rencana semula, untuk kelompok 45 (pengawal) akan terdiri dari para\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Mahasiswa\">mahasiswa<\/a>\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/AKABRI\">AKABRI<\/a>\u00a0(Generasi Muda ABRI) namun tidak dapat dilaksanakan. Usul lain menggunakan anggota\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pasukan_khusus\">pasukan khusus<\/a>\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/ABRI\">ABRI<\/a>\u00a0(seperti\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/RPKAD\">RPKAD<\/a>,\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/PGT\">PGT<\/a>, KKO, dan\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Brimob\">Brimob<\/a>) juga tidak mudah. Akhirnya diambil dari Pasukan Pengawal Presiden (PASWALPRES) yang mudah dihubungi karena mereka bertugas di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta.<\/p>\n<p>Mulai tanggal 17 Agustus\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/1968\">1968<\/a>, petugas pengibar bendera pusaka adalah para pemuda utusan\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Provinsi\">provinsi<\/a>. Tetapi karena belum seluruh provinsi mengirimkan utusan sehingga masih harus ditambah oleh eks-anggota pasukan tahun\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/1967\">1967<\/a>.<\/p>\n<p>Pada tanggal\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/5_Agustus\">5 Agustus<\/a>\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/1969\">1969<\/a>, di Istana Negara Jakarta berlangsung upacara penyerahan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan reproduksi Naskah Proklamasi oleh Suharto kepada\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Gubernur\">Gubernur<\/a>\/Kepala Daerah Tingkat I seluruh Indonesia. Bendera duplikat (yang terdiri dari 6 carik kain) mulai dikibarkan menggantikan Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1969 di Istana Merdeka Jakarta, sedangkan Bendera Pusaka bertugas mengantar dan menjemput bendera duplikat yang dikibar\/diturunkan. Mulai tahun 1969 itu, anggota pengibar bendera pusaka adalah para remaja siswa SLTA se-tanah air Indonesia yang merupakan utusan dari seluruh provinsi di Indonesia, dan tiap provinsi diwakili oleh sepasang remaja putra dan putri.<\/p>\n<p>Istilah yang digunakan dari tahun\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/1967\">1967<\/a>\u00a0sampai tahun\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/1972\">1972<\/a>\u00a0masih\u00a0<em>Pasukan Pengerek Bendera Pusaka<\/em>. Baru pada tahun\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/1973\">1973<\/a>,\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Idik_Sulaeman\">Idik Sulaeman<\/a>\u00a0melontarkan suatu nama untuk Pengibar Bendera Pusaka dengan sebutan Paskibraka. PAS berasal dari PASukan, KIB berasal dari KIBar mengandung pengertian pengibar, RA berarti bendeRA dan KA berarti PusaKA. Mulai saat itu, anggota pengibar bendera pusaka disebut Paskibraka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"130\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>Lambang Paskibra<\/strong><\/p>\n<p>Pada awal berdirinya, lambang yang dipergunakan adalah bintang segi lima besar,untuk melambangkan pemuda. Pada tahun 1973 Bapak H.Idik Sulaeman menetapkan lambang setangkai bunga teratai yang bermakna sebagai berikut :<\/p>\n<ol>\n<li>Setangkai bunga teratai yaitu :<br \/>\nAnggota Paskibra adalah pemuda yang tumbuh dari bawah ( orang biasa ) dari tanah air yang sedang berkembang dan membangun.<\/li>\n<li>Tiga helai bunga yang tumbuh ke atas yaitu :<br \/>\nBelajar \u2013 Bekerja \u2013 Bekerji<\/li>\n<li>Tiga helai daun yang tumbuh mendatar yaitu :<br \/>\nAktif dan disiplin<\/li>\n<li>Jumlah mata Rantai mengelilingi ada 32 yang terdiri<br \/>\nPutri lambangnya lingkaran yang berjumlah 16 buah<br \/>\n2.Putra lambangnya belah ketupat yang berjumlah 16 buah ( keduanya melambangkan persatuan dari kesatuan )<\/li>\n<li>Warna hijau melambangkan Pemuda yang kreatif<\/li>\n<li>Bunga teratai dilingkari 16 lingkaran dan 16 buah belah ketupat<br \/>\nArtinya anggota Paskibra dari 16 Penjuru arah mata angin tanpa<br \/>\nmembeda \u2013 bedakan SARA ( Suku,Adat,Rasa,dan Agama ).<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sumber Penulisan:<\/strong><\/p>\n<p>https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Paskibraka<\/p>\n<p>http:\/\/septianrezanaldi.blogspot.co.id\/2010\/04\/sejarah-paskibra-pengibaran-bendera.html<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"FQexWzqfv1\"><p><a href=\"https:\/\/paskibranetral.wordpress.com\/about\/sejarah-paskibraka\/\">Sejarah PASKIBRAKA<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Sejarah PASKIBRAKA&#8221; &#8212; paskibranetral\" src=\"https:\/\/paskibranetral.wordpress.com\/about\/sejarah-paskibraka\/embed\/#?secret=vNc9iPWlwA#?secret=FQexWzqfv1\" data-secret=\"FQexWzqfv1\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejarah Paskibra Wilson Suwenda 1801379804 &nbsp; Belakangan ini nama paskibra mulai banyak mendapat sorotan. Terlebih pada saat tanggal 17 Agustus ketika melakukan pengibaran Sang Merah Putih di Istana Presiden. Banyak orang melihat dari sudut pandang yang berbeda-beda. Mulai dari pasukan, gerakannya, hingga cerita yang menyertai aksi paskibra pada saat bertugas. Tetapi apakah kalian tahu apa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-317","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/317","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=317"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/317\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":318,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/317\/revisions\/318"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=317"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=317"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=317"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}