    {"id":119,"date":"2016-03-05T22:38:14","date_gmt":"2016-03-05T15:38:14","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/?p=119"},"modified":"2017-03-11T10:44:43","modified_gmt":"2017-03-11T03:44:43","slug":"hiduplah-saat-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/2016\/03\/hiduplah-saat-ini\/","title":{"rendered":"Hiduplah, Saat Ini!"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/wp-content\/uploads\/sites\/61\/2016\/03\/happy.jpg\" rel=\"attachment wp-att-120\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-120\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/wp-content\/uploads\/sites\/61\/2016\/03\/happy.jpg\" alt=\"happy\" width=\"454\" height=\"341\" \/><\/a><\/p>\n<p>oleh Andrew Matthews dalam <em>Being Happy! <\/em><\/p>\n<p>Kiat Hidup Tenteram dan Bahagia yang Anda miliki hanya saat ini<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ukuran ketenangan jiwa dan efektivitas pribadi kita, ditentukan oleh besarnya kemampuan kita untuk hidup di saat sekarang. Tanpa memedulikan apa yang telah terjadi kemarin dan apa yang akan terjadi besok, saat ini\u00a0adalah tempat Anda berada. Dari sudut pandang ini, kunci kebahagiaan dan kepuasan terletak pada pemusatan pikiran kita saat ini!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Salah satu keindahan dalam dunia anak-anak adalah mereka melibatkan diri secara total pada masa sekarang. Mereka berusaha tetap terlibat secara total dengan apapun yang mereka kerjakan, entah mengamati kumbang, menggambar, membuat istana pasir, atau apa pun yang mereka pilih untuk mereka kerjakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Setelah dewasa, kebanyakan dari kita mulai belajar memikirkan dan mencemaskan beberapa hal sekaligus. Kita cenderung membiarkan masalah-masalah yang lalu dan yang akan datang memadati saat ini sehingga kita sengsara dan tidak efektif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Kita juga belajar menunda kesenangan dan kebahagiaan, dengan anggapan bahwa &#8220;suatu ketika di masa mendatang segalanya menjadi lebih baik daripada sekarang&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Anak-anak sekolah lanjutan berpikir, &#8220;Kalau nanti aku lulus dari sekolah ini dan tidak harus mengerjakan apa yang diperintahkan, segalanya pasti menyenangkan!&#8221; Ia lulus sekolah dan tiba-tiba menyadari, bahwa ia tidak akan bisa bahagia sebelum pergi jauh dari rumah. Ia meninggalkan rumah orang tuanya dan belajar di universitas, dan tak lama kemudian ia memutuskan, &#8220;Kalau aku lulus, aku baru benar-benar bahagia!&#8221; dan akhirnya ia memperoleh gelarnya. Pada saat itu, ia merasa tidak akan bisa bahagia sebelum ia punya pekerjaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Dan pada saat ia mendapatkan pekerjaan dan mulai bekerja dari bawah.\u00a0Anda sudah bisa menebaknya,\u00a0ia belum bisa bahagia sekarang. Tahun demi tahun berlalu, ia menunda kebahagiaan dan ketenangan pikirannya sampai ia bertunangan, menikah, mencicil rumah, mendapat pekerjaan yang lebih baik, membina keluarga, menyekolahkan anak-anak, punya rumah sendiri, menyaksikan anak-anak lulus, pensiun&#8230; dan akhirnya mati sebelum sempat untuk merasakan kebahagiaan yang sebenarnya. Semua saat-saat yang menjadi miliknya digunakan untuk merencanakan masa depan\u00a0yang bahagia-pun tidak pernah tiba.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Apakah Anda sedikit banyak berkaitan dengan kisah ini? Apakah Anda kenal seseorang yang menunda kebahagiaan sampai suatu saat nanti? Agar bahagia, Anda harus melibatkan diri sepenuhnya dengan saat ini. Kebahagiaan tidak hanya kita peroleh pada saat kita sampai pada suatu tujuan, tetapi juga di dalam perjalanan mencapai tujuan itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Demikian pula, kita bisa menunda melewatkan waktu bersama orang yang paling berarti dalam hidup kita. Beberapa tahun yang lalu, sebuah penelitian di Amerika berupaya mengungkapkan banyaknya <em>quality time <\/em>yang digunakan oleh para ayah dari golongan menengah dengan anak-anak mereka yang masih kecil. Para pesertanya menempelkan mikrofon di baju mereka untuk memonitor seberapa banyak komunikasi yang terjadi antara anak dan ayah setiap hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Penelitian itu menunjukan bahwa rata-rata ayah kelas menengah menggunakan <em>quality time <\/em>kira-kira tiga puluh tujuh detik setiap hari dengan anak mereka. Tak perlu diragukan lagi, kebanyakan para ayah yang terlibat dalam penelitian ini mempunyai rencana-rencana hebat untuk melewatkan waktu bersama anak-anak mereka &#8220;kalau rumah sudah selesai&#8221;, &#8220;kalau kesibukan di tempat kerja sudah berkurang&#8221;, &#8220;kalau simpanan di bank sudah banyak&#8221;&#8230;<em> Masalahnya, tidak seorangpun di antara kita yang bisa menjamin kita masih di sini besok<\/em>. <em>Yang kita miliki hanya saat ini.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Hidup di saat ini juga berarti kita menikmati segala apa yang kita perbuat, dan bukan hanya hasil akhirnya saja. Jika Anda kebetulan sedang mengecat serambi, Anda punya kesempatan menikmati setiap sapuan kuas, mempelajari semua cara terbaik dalam melakukan pekerjaan itu, sambil menikmati embusan angin yang menerpa wajah Anda, burung yang berkicau di pepohonan, dan segala yang terjadi di sekitar Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Hidup di saat ini berarti kita mengembangkan kesadaran kita, untuk membuat masa sekarang lebih nikmat dan bukan membuatnya hambar. Kita masing-masing mempunyai pilihan, dari waktu ke waktu, apakah kita benar-benar hidup dan terlibat dan membiarkan diri kita disentuh dan dipengaruhi atau tidak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Kalau kita hidup di masa kini, berarti kita mengenyahkan rasa takut dari pikiran kita. Karena ketakutan pada dasarnya adalah pikiran tentang peristiwa-peristiwa buruk yang akan terjadi, di saat yang akan datang. Pikiran ini bisa melumpuhkan sampai pada suatu titik, di mana kita berpikir bahwa kita tidak mungkin lagi melakukan sesuatu yang konstruktif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Bagaimanapun juga, anda hanya rentan terhadap rasa takut yang intens manakala anda tidak aktif. Begitu Anda bertindak dan benar-benar melakukan sesuatu, ketakutan akan sirna. Hidup di saat ini adalah bertindak dan terlibat tanpa takut, atau mengkhawatirkan hasil yang bakal kita peroleh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Perlu diingat bahwa kita tidak bisa menggantikan sesuatu dengan kekosongan. Jika ada kekhawatiran dalam pikiran Anda, seperti mobil Anda meledak atau Anda kehilangan pekerjaan, atau sang istri meninggalkan Anda, tidaklah mudah mengosongkan pikiran Anda begitu saja dan memperoleh ketenteraman. Cara termudah untuk meningkatkan kondisi mental Anda adalah dengan bertindak, melibatkan diri, dan berpartisipasi. LAKUKAN SESUATU! APA SAJA.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Teleponlah kawan lama atau cari kenalan baru, pergilah ke gedung olahraga, ajaklah anak-anak ke taman, atau bantulah tetangga Anda di kebunnya.<\/p>\n<p><strong>Referensi<\/strong><\/p>\n<p>Matthews, A. (2015). <em>Being Happy! Kiat Hidup Tenteram dan Bahagia<\/em>. Jakarta, Indonesia: \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>oleh Andrew Matthews dalam Being Happy! Kiat Hidup Tenteram dan Bahagia yang Anda miliki hanya saat ini Ukuran ketenangan jiwa dan efektivitas pribadi kita, ditentukan oleh besarnya kemampuan kita untuk hidup di saat sekarang. Tanpa memedulikan apa yang telah terjadi kemarin dan apa yang akan terjadi besok, saat ini\u00a0adalah tempat Anda berada. Dari sudut pandang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-119","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=119"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":131,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119\/revisions\/131"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=119"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=119"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/fopasbin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=119"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}