    {"id":617,"date":"2018-05-27T22:44:23","date_gmt":"2018-05-27T15:44:23","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/?p=617"},"modified":"2018-05-27T22:44:23","modified_gmt":"2018-05-27T15:44:23","slug":"mengapa-terjadi-pelemahan-rupiah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/2018\/05\/mengapa-terjadi-pelemahan-rupiah\/","title":{"rendered":"Mengapa terjadi pelemahan rupiah"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: center\">Mengapa terjadi pelemahan rupiah<\/h1>\n<p style=\"text-align: center\">Oleh : Monica, 2001575555<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-618 aligncenter\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-content\/uploads\/sites\/83\/2018\/05\/Artikel-640x355.jpg\" alt=\"\" width=\"415\" height=\"230\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-content\/uploads\/sites\/83\/2018\/05\/Artikel-640x355.jpg 640w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-content\/uploads\/sites\/83\/2018\/05\/Artikel.jpg 673w\" sizes=\"auto, (max-width: 415px) 100vw, 415px\" \/><\/p>\n<p>Pada saat ini kondisi rupiah terhadap USD terus melemah, pelemahan ini sudah di mulai semenjak Quartal 1 2018, seperti yang terjadi pada akhir februari 2018 rupiah menyentuh Rp 13.700 per dollar AS dan pada saat ini akhir bulan Mei 2018 rupiah telah menyentuh Rp 14.285.<\/p>\n<p>Hal ini dapat terjadi dikarenakan kondisi ekonomi global\u00a0 , terutama melalui\u00a0 pernyataan Fed Chairman yang mendorong ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga FFR yang lebih cepat dan lebih tinggi, dan hal itu tentunya mendorong para penanam modal asing di Indonesia untuk menarik uangnya yang menyebabkan meningkatknya deman akan dollar dan pada akhirnya menyebabkan peningkatan harga USD.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kenaikan dollar ini semata-mata hanya disebabkan dari faktor eksternal dari Amerika Serikat dan untuk kondisi fundamental di Indonesia sendiri masih cukup stabil, dan untuk kenaikan dolar sendiri berdampak bukan hanya di Indonesia melainkan di beberapa Negara lain juga seperti Rupee (India) yang terdepresiasi sampai 1.9%, lalu dollar Australia yang mencapai 1.4% dan juga Won (Korea Selatan).<\/p>\n<p>Tetapi pada akhirnya kondisi ini cukup membuat Indonesia terpukul dibidang Sahamnya. Hal ini dapat dilihat\u00a0 dari kondisi IHSG yang terus menurun yang dapat dilihat dari artikel sebelumnya yang berjudul \u201cApa Saja Yang Mempengaruhi Pelemahan IHSG? \u201c .<\/p>\n<p>Pelemahan ini diperkirakan masih terus berlanjur dan diperkirakan dapat mencapai titik hingga Rp 15.000 \/ Dollar.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/market\/20180326105818-17-8521\/rupiah-masuk-daftar-mata-uang-melemah-paling-parah-di-2018\">https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/market\/20180326105818-17-8521\/rupiah-masuk-daftar-mata-uang-melemah-paling-parah-di-2018<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/ekonomi.kompas.com\/read\/2018\/04\/23\/090300126\/sampai-kapan-rupiah-melemah\">https:\/\/ekonomi.kompas.com\/read\/2018\/04\/23\/090300126\/sampai-kapan-rupiah-melemah<\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.tribunnews.com\/bisnis\/2018\/03\/14\/pelemahan-rupiah-diprediksi-bisa-tembus-ke-rp-15000-per-dolar-begini-reaksi-gubernur-bi\">http:\/\/www.tribunnews.com\/bisnis\/2018\/03\/14\/pelemahan-rupiah-diprediksi-bisa-tembus-ke-rp-15000-per-dolar-begini-reaksi-gubernur-bi<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/finance.detik.com\/bursa-dan-valas\/d-4031219\/dolar-makin-perkasa-ihsg-melemah-ke-5733\">https:\/\/finance.detik.com\/bursa-dan-valas\/d-4031219\/dolar-makin-perkasa-ihsg-melemah-ke-5733<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengapa terjadi pelemahan rupiah Oleh : Monica, 2001575555 Pada saat ini kondisi rupiah terhadap USD terus melemah, pelemahan ini sudah di mulai semenjak Quartal 1 2018, seperti yang terjadi pada akhir februari 2018 rupiah menyentuh Rp 13.700 per dollar AS dan pada saat ini akhir bulan Mei 2018 rupiah telah menyentuh Rp 14.285. Hal ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":120,"featured_media":618,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-617","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/617","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-json\/wp\/v2\/users\/120"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=617"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/617\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":619,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/617\/revisions\/619"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-json\/wp\/v2\/media\/618"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=617"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=617"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=617"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}