    {"id":1200,"date":"2021-09-07T21:11:02","date_gmt":"2021-09-07T14:11:02","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/?p=1200"},"modified":"2021-09-07T21:11:08","modified_gmt":"2021-09-07T14:11:08","slug":"reksadana-vs-saham","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/2021\/09\/reksadana-vs-saham\/","title":{"rendered":"Reksa Dana vs Saham"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Kini investasi saham banyak dilirik orang karena return-nya tinggi. Sayangnya, tidak sedikit juga dari mereka yang tidak mengetahui cara bermain investasi saham dan seringkali dianggap sama dengan reksadana. Padahal dua jenis investasi ini berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Para ahli menyarankan bagi anda yang masih pemula dan berminat bermain saham, sebaiknya memilih reksadana saham dibandingkan investasi saham. Memang apa yang membedakan antara investasi saham langsung dan reksadana? Berikut perbedaannya:<\/span><\/p>\n<h4><strong><i>Pengelola Dana<\/i><\/strong><\/h4>\n<h5><span style=\"font-weight: 400\">Saham<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Dana dikelola langsung oleh investor. Tapi anda bisa meminta nasihat dari pialang untuk bermain saham. Karena dana dikelola sendiri, maka anda harus menyiapkan waktu untuk memantau pergerakan saham. Anda juga harus paham betul teknik bermain saham agar untung yang diraih bisa optimal.<\/span><\/h5>\n<h5><span style=\"font-weight: 400\">Reksadana<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Dana akan dikelola oleh manajer investasi. Anda hanya perlu menunggu bagaimana manajer investasi mengelola portfolio anda secara bijaksana.<\/span><\/h5>\n<h4><strong><i>Tingkat Risiko<\/i><\/strong><\/h4>\n<h5><span style=\"font-weight: 400\">Saham<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Tingkat risiko investasi saham memang lebih tinggi dibandingkan reksadana . Terlebih bagi investor pemula. Pasalnya, semua keputusan investasi ada di tangan anda sendiri, misalnya kapan waktu yang tepat untuk jual atau beli saham.<\/span><\/h5>\n<h5><span style=\"font-weight: 400\">Reksadana<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Tingkat risiko reksadana lebih rendah dibanding investasi saham langsung. Pasalnya, dana anda akan dikelola oleh manajer investasi yang memang sudah berpengalaman dalam mengelola investasi. Jadi, anda tidak perlu khawatir, terutama jika anda adalah investor pemula.<\/span><\/h5>\n<h4><strong><i>Return Investasi<\/i><\/strong><\/h4>\n<h5><span style=\"font-weight: 400\">Saham<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Karena dana dikelola sendiri, maka Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar fee agen pengelola. Anda umumnya hanya perlu membayar fee untuk online trading dan biasanya sekitar 0,1 persen hingga 0,3 persen. Selain itu, investasi saham langsung juga memiliki potensi mendapatkan return yang lebih tinggi karena Anda bisa menentukan sendiri ingin berinvestasi di mana. Tapi dengan catatan, Anda sudah mengerti bagaimana berinvestasi di dunia saham.<\/span><\/h5>\n<h5><span style=\"font-weight: 400\">Reksadana<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Karena dana dikelola oleh manajer investasi, maka kamu akan dikenakan fee untuk agen pengelola tersebut. Selain itu, biasanya kamu juga akan dikenakan potongan setiap akan melakukan penarikan dana. Berbeda dengan investasi saham, karena dikelola sendiri atau tidak ada pihak ketiga, maka keuntungan bisa kamu nikmati sendiri.<\/span><\/h5>\n<h4><strong><i>Minimum Investasi<\/i><\/strong><\/h4>\n<h5><span style=\"font-weight: 400\">Saham<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Buat Anda yang ingin bermain investasi saham langsung, maka minimum uang yang harus Anda siapkan untuk pembukaan rekening biasanya sekitar Rp 5 juta. Tapi perlu dicatat, jumlah nominal yang ingin digunakan berinvestasi saham sebaiknya tidak lebih dari 5 persen total kekayaan Anda.<\/span><\/h5>\n<h5><span style=\"font-weight: 400\">Reksadana<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Yang menarik dari reksadana adalah Anda bisa mulai investasi dengan nilai minimal Rp 100 ribu. Bahkan ada sekuritas yang menawarkan minimum investasi sebesar Rp 50 ribu. Jadi, Anda tidak perlu mengeluarkan uang dengan jumlah besar untuk memulai investasi.<\/span><\/h5>\n<h4><strong><i>Pajak Investasi<\/i><\/strong><\/h4>\n<h5><span style=\"font-weight: 400\">Saham<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Untuk investasi saham, Anda akan dikenakan pajak final sebesar 0,1 persen dari nilai penjualan saham yang sudah termasuk dalam biaya penjualan. Tidak hanya itu, Anda juga akan dikenakan pajak final sebesar 10 persen jika anda mendapatkan dividen dari perusahaan.<\/span><\/h5>\n<h5><span style=\"font-weight: 400\">Reksadana<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Menurut Bareksa, reksadana merupakan salah satu produk investasi yang tidak dikenakan pajak. Akan tetapi, Anda tetap harus melaporkan keuntungan dari reksadana ke dalam laporan SPT Tahunan.<\/span><\/h5>\n<h4><strong><i>Proses Pencairan Dana<\/i><\/strong><\/h4>\n<h5><span style=\"font-weight: 400\">Saham<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Karena investasi saham dikelola langsung oleh Anda atau tidak melalui pihak ketiga, maka saat pencairan dana tidak akan membutuhkan waktu lama sampai dana masuk ke rekening Anda.<\/span><\/h5>\n<h5><span style=\"font-weight: 400\">Reksadana<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Sementara itu untuk reksadana proses dana masuk ke rekening akan membutuhkan waktu karena Anda menggunakan agen pengelola atau manajer investasi. Biasanya sekitar lima hari kerja.<\/span><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kini investasi saham banyak dilirik orang karena return-nya tinggi. Sayangnya, tidak sedikit juga dari mereka yang tidak mengetahui cara bermain investasi saham dan seringkali dianggap sama dengan reksadana. Padahal dua jenis investasi ini berbeda. Para ahli menyarankan bagi anda yang masih pemula dan berminat bermain saham, sebaiknya memilih reksadana saham dibandingkan investasi saham. Memang apa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":120,"featured_media":1201,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-1200","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1200","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-json\/wp\/v2\/users\/120"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1200"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1200\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1203,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1200\/revisions\/1203"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1201"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1200"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1200"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/financeclub\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1200"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}