    {"id":859,"date":"2021-03-21T04:51:10","date_gmt":"2021-03-21T04:51:10","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/?p=859"},"modified":"2021-04-18T02:28:03","modified_gmt":"2021-04-18T02:28:03","slug":"mengapa-kredensial-yang-disimpan-di-cache-memory-dapat-menyebabkan-akun-terblokir-dan-bagaimana-cara-mengatasinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/2021\/03\/mengapa-kredensial-yang-disimpan-di-cache-memory-dapat-menyebabkan-akun-terblokir-dan-bagaimana-cara-mengatasinya\/","title":{"rendered":"Mengapa Kredensial yang Disimpan di Cache Memory dapat  Menyebabkan Akun Terblokir dan Bagaimana Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Saat sebuah akun pengguna terblokir, pada umumnya disebabkan karena pengguna biasanya memasukkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">password<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> lama, atau beberapa kali memasukkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">password<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang salah. Tetapi, ini bukanlah satu-satunya alasan mengapa sebuah akun terblokir. Kemungkinan lainnya adalah adanya penggunaan kredensial yang disimpan dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cache<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sebelum mempelajari lebih jauh mengapa kredensial yang di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cache <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dapat menimbulkan masalah, pertama-tama kita harus mengetahui terlebih dahulu mengapa sebuah data kredensial tersimpan di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cache <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sebuah sistem operasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Kredensial yang disimpan di <\/b><b><i>cache memory<\/i><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kredensial yang di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cache <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah sebuah mekanisme yang digunakan untuk memastikan pengguna agar dapat masuk ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">device<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> mereka kalau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">device<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tersebut tidak terkoneksi ke server (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Active Directory<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">). Misalkan pengguna bekerja dari laptop yang terkoneksi pada suatu domain, contohnya ke jaringan perusahaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada situasi seperti itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Active Directory<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> akan mengautentikasi kredensial pengguna saat pengguna masuk. Sebaliknya, jika pengguna bekerja dari rumah menggunakan laptop yang sama tapi tidak memiliki koneksi ke jaringan perusahaan, maka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Active Directory<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tidak dapat memproses permintaan masuk si pengguna.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Inilah saat dimana kredensial yang di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cache <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">berperan. Jika kredensial tidak di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cache<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, maka pengguna tidak dapat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">login<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">device<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> mereka, karena tidak ada pengendali domain yang bisa memproses permintaan masuk. Karena Windows mendukung penggunaan kredensial yang di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cache<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, memungkinkan kredensial yang disimpan di dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cache device<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> pengguna tersebut dapat memproses permintaan autentikasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pengguna tidak dapat masuk dan mengakses sistem perusahaan karena proses autentikasi yang gagal dilakukan, yang disebabkan oleh kesalahan memasukkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">password <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">berkali-kali. Walaupun begitu, pengguna setidaknya dapat masuk ke laptop mereka, dan menggunakan aplikasi-aplikasi yang sudah terpasang secara lokal di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">device<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Selain kredensial yang di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cache <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">utamanya digunakan sebagai mekanisme untuk mengizinkan pengguna masuk secara lokal saat mereka bekerja dari luar kantor, ia juga memiliki kegunaan lainnya. Contoh, jika sebuah organisasi mengalami kegagalan yang mengakibatkan tidak bekerjanya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Active Directory<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, maka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Helpdesk support<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dapat menggunakan kredensial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cache <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">untuk masuk ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">device<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> mereka, jadi mereka dapat mencari dan memperbaiki masalah pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Active Directory<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kredensial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cache<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Windows memiliki kemampuan untuk mengatasi kasus ini. Oleh karena itu, kredensial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cache <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Windows tidak perlu Anda nonaktifkan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penggunaan kredensial yang di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cache <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">bukan saja membingungkan, tetapi juga dalam beberapa kasus, dapat menyebabkan akun terblokir.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Kredensial yang di-<\/b><b><i>cache <\/i><\/b><b>menyebabkan akun terblokir<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Coba bayangkan, misalnya Anda bekerja dari dua <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">device<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (komputer kantor, dan laptop pribadi) yang terkoneksi ke suatu domain (misalnya Gmail). Sewaktu di kantor, Anda dengan komputer kantor merubah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">password<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Gmail Anda. Asumsikan saat itu laptop Anda dalam keadaan mati (tidak mengetahui adanya perubahan pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">password <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Gmail Anda), dan tetap menyimpan kredensial lama Anda di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cache memory<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> laptop.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sekarang bayangkan kembali, bahwa Anda sudah berada di rumah, dan mencoba masuk ke Gmail dari laptop Anda. Jika Anda tidak terhubung ke jaringan perusahaan, maka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">password<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> baru yang Anda rubah di kantor, tidak akan bekerja, karena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">password<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang lama masih tersimpan di dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cache <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">laptop Anda. Tetapi, Anda masih bisa masuk ke Gmail menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">password<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> lama. Namun, saat Anda sudah terhubung ke jaringan kantor, maka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">password <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">akan ter-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">update<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Artinya, kalau Anda mencoba masuk ke Gmail dengan laptop Anda berulang kali menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">password<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> lama, maka proses autentikasi akan gagal dan akun Anda akan terblokir.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Lalu, bagaimana mengatasi masalah ini?<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Specops uReset adalah solusinya. Program ini dapat membantu Anda mengatasi masalah ini. Pengguna dapat me-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">reset<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400\">password<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Gmail mereka secara langsung lewat layar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">login<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Gmail. Namun, program ini secara otomatis akan menyinkronkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">password<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> baru ke seluruh perangkat pengguna dan meng-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">update cache <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">lokal masing-masing <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">device<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Ini berarti bahwa pengguna tidak boleh berada pada situasi dimana beberapa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">device<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> telah ter-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">update<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">password<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> baru, dan ada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">device<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> lainnya yang tetap menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">password<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> lama. Dari perspektif <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Helpdesk Support<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, program ini membantu mengurangi tugas mereka dalam memenuhi permintaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">reset password<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0Referensi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">(https:\/\/thehackernews.com\/2021\/03\/why-cached-credentials-can-cause.html)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat sebuah akun pengguna terblokir, pada umumnya disebabkan karena pengguna biasanya memasukkan password lama, atau beberapa kali memasukkan password yang salah. Tetapi, ini bukanlah satu-satunya alasan mengapa sebuah akun terblokir. Kemungkinan lainnya adalah adanya penggunaan kredensial yang disimpan dalam cache.\u00a0 Sebelum mempelajari lebih jauh mengapa kredensial yang di-cache dapat menimbulkan masalah, pertama-tama kita harus mengetahui [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":862,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-859","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/859","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=859"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/859\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":900,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/859\/revisions\/900"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/wp-json\/wp\/v2\/media\/862"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=859"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=859"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=859"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}