    {"id":3122,"date":"2024-11-18T07:03:52","date_gmt":"2024-11-18T07:03:52","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/?p=3122"},"modified":"2024-11-18T07:06:05","modified_gmt":"2024-11-18T07:06:05","slug":"lattice-based-cryptography-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/2024\/11\/lattice-based-cryptography-3\/","title":{"rendered":"Lattice-based Cryptography"},"content":{"rendered":"<p><b>Brief Overview of Quantum Computing<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Quantum Computing adalah teknologi yang menggunakan prinsip fisika kuantum untuk melakukan komputasi. Dengan memanfaatkan qubit sebagai unit penyimpanan dan pengolahan informasi, bukan bit klasik, quantum computing memungkinkan parallelisme yang signifikan melalui superposition dan entanglement. Hal ini membawa potensi untuk menyelesaikan masalah yang sulit dalam waktu polynomial dibanding komputer klasik. Meskipun masih dalam tahap pengembangan, quantum computing membawa risiko bagi kriptografi klasik karena algoritma seperti Shor dapat mengompromikan banyak sistem enkripsi yang umum digunakan saat ini<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Key Principles<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Superposition: Sebuah qubit dapat berada dalam beberapa keadaan secara bersamaan, memungkinkan komputer kuantum untuk mengeksplorasi banyak solusi sekaligus. Kemampuan ini secara signifikan meningkatkan kecepatan dan efisiensi komputasi untuk jenis masalah tertentu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Entanglement: Qubit dapat terentang, yang berarti keadaan satu qubit terkait langsung dengan keadaan qubit lainnya, terlepas dari jarak yang memisahkan mereka. Properti ini memungkinkan korelasi kompleks dan pemrosesan informasi yang lebih cepat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Importance of Lattice-Based Digital Signature\u00a0<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Lattice based digital signature<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> memiliki peran penting untuk autentikasi, memastikan integritas dari suatu dokumen\/transaksi, dan lainnya yang didasarkan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Lattice based cryptography<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Lattice based digital signature <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dianggap lebih dapat diandalkan dibanding kriptografi biasa karena fondasi mereka yang dapat menyelesaikan masalah lattice yang sangat kompleks seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">shortest vector problem <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(SVP) dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">closest vector problem <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(CVP). Permasalahan ini tidak mudah untuk diselesaikan bahkan untuk komputer quantum jadinya lebih aman dari serangan.<\/span><\/p>\n<p><b>Simplified Overview of Lattice Based Cryptography<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Post-quantum cryptography <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah sebuah bidang dalam kriptografi yang dibuat untuk mengantisipasi, menjaga, dan memperkuat enkripsi di masa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">post-quantum computing. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu algoritma kriptografi yang paling dipelajari untuk mengantisipasi masa tersebut adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Lattice based cryptography.<\/span><\/i><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3107\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/Screenshot-2024-11-16-134804.png\" alt=\"\" width=\"798\" height=\"339\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sumber: <\/span><a href=\"https:\/\/youtu.be\/QDdOoYdb748?si=ZQoD4lrXhK02fWfG\"><span style=\"font-weight: 400\" data-rich-links=\"{&quot;fple-t&quot;:&quot;Lattice-based cryptography: The tricky math of dots&quot;,&quot;fple-u&quot;:&quot;https:\/\/youtu.be\/QDdOoYdb748?si=ZQoD4lrXhK02fWfG&quot;,&quot;fple-mt&quot;:null,&quot;type&quot;:&quot;first-party-link&quot;}\">Lattice-based cryptography: The tricky math of dots<\/span><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Lattice-based cryptography <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">bekerja dengan memanfaatkan sejumlah vektor atau \u201cbasis\u201d. Vektor-vektor ini kemudian dapat dikombinasi untuk menunjuk ke sebuah titik dari satu titik pusat dalam sebuah bidang.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3108\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/11\/Screenshot-2024-11-16-134822.png\" alt=\"\" width=\"795\" height=\"439\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sumber: <\/span><a href=\"https:\/\/youtu.be\/QDdOoYdb748?si=ZQoD4lrXhK02fWfG\"><span style=\"font-weight: 400\" data-rich-links=\"{&quot;fple-t&quot;:&quot;Lattice-based cryptography: The tricky math of dots&quot;,&quot;fple-u&quot;:&quot;https:\/\/youtu.be\/QDdOoYdb748?si=ZQoD4lrXhK02fWfG&quot;,&quot;fple-mt&quot;:null,&quot;type&quot;:&quot;first-party-link&quot;}\">Lattice-based cryptography: The tricky math of dots<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan cukup kombinasi vektor, algoritma ini akan membentuk sebuah pola yang menyerupai kisi-kisi atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">lattice. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Namun uniknya, algoritma <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">lattice-based <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dapat membentuk 2 pola <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">lattice<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang serupa dengan 2 basis yang berbeda. Misalnya seperti pada gambar diatas, Basis pertama menggunakan dua vektor (1,0) dan (0,1). Sedangkan basis kedua menggunakan vektor (2,1) dan (7,3). Namun, keduanya dapat menghasilkan pola <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">lattice <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang serupa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Melalui algoritma ini, terdapat satu persoalan yang cukup sulit untuk diselesaikan, yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Shortest Vector Problem <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau bisa disingkat SVP. Singkatnya, SVP adalah kombinasi vektor yang menunjuk sebuah titik yang terdekat dengan titik pusat. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Algoritma yang menggunakan 2 vektor (2 dimensi) mungkin masih bisa dibilang relatif mudah untuk diselesaikan oleh komputer. Namun algoritma <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">lattice-based <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0dapat dikembangkan dengan menambah jumlah vektor (dimensi) yang digunakan. Persoalan ini akan terus menjadi jauh lebih sulit dengan semakin banyaknya vektor yang digunakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Keamanan Terhadap Serangan Kuantum<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu keunggulan utama dari kriptografi berbasis kisi adalah kemampuannya untuk bertahan terhadap serangan yang dilakukan oleh komputer kuantum. Ini terutama disebabkan oleh dua masalah matematis yang mendasari, yaitu Shortest Vector Problem (SVP) dan Closest Vector Problem (CVP).<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Shortest Vector Problem (SVP): SVP adalah masalah yang melibatkan pencarian vektor terpendek dalam sebuah kisi. Meskipun ada algoritma yang dapat menyelesaikan masalah ini dalam waktu polinomial untuk dimensi rendah, kompleksitasnya meningkat secara eksponensial seiring dengan bertambahnya dimensi. Ini menjadikan SVP sangat sulit untuk diselesaikan bahkan oleh komputer kuantum, yang memiliki kemampuan komputasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan komputer klasik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Closest Vector Problem (CVP): CVP berkaitan dengan menemukan vektor dalam kisi yang paling dekat dengan titik tertentu. Seperti SVP, CVP juga dikenal sebagai masalah yang sulit dan tidak ada algoritma efisien yang diketahui untuk menyelesaikannya, bahkan dengan teknologi kuantum.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Future Application of Lattice-based Algorithm (ML-DSA)<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk mengantisipasi masa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">quantum computing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, National Institute of Standards and Technology (NIST) telah menetapkan beberapa algoritma yang diharapkan dapat menjadi standar kriptografi baru. Salah satu algoritma tersebut adalah<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> Module-Lattice-Based Digital Signature Algorithm <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau ML-DSA. Sesuai namanya, algoritma ini dibentuk berdasarkan kriptografi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">lattice-based <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan dipercayai sebagai algoritma yang sangat aman dan fleksibel, sehingga dapat diterapkan dalam berbagai interaksi digital seperti memastikan integritas data melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">digital signature<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, mengamankan komunikasi perangkat IOT, serta mengamankan data-data sensitif terutama dalam bidang kesehatan, keuangan, hingga pemerintahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Source:<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/aws.amazon.com\/what-is\/quantum-computing\/?nc1=h_ls\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/aws.amazon.com\/what-is\/quantum-computing\/?nc1=h_ls<\/span><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.ibm.com\/topics\/quantum-computing\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.ibm.com\/topics\/quantum-computing<\/span><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.mdpi.com\/1999-5903\/15\/3\/94\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.mdpi.com\/1999-5903\/15\/3\/94<\/span><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.sectigo.com\/resource-library\/what-is-lattice-based-cryptography\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.sectigo.com\/resource-library\/what-is-lattice-based-cryptography<\/span><\/a> <span style=\"font-weight: 400\"><\/p>\n<p><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Brief Overview of Quantum Computing Quantum Computing adalah teknologi yang menggunakan prinsip fisika kuantum untuk melakukan komputasi. Dengan memanfaatkan qubit sebagai unit penyimpanan dan pengolahan informasi, bukan bit klasik, quantum computing memungkinkan parallelisme yang signifikan melalui superposition dan entanglement. Hal ini membawa potensi untuk menyelesaikan masalah yang sulit dalam waktu polynomial dibanding komputer klasik. Meskipun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":3125,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-3122","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3122","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3122"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3122\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3126,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3122\/revisions\/3126"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3125"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3122"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3122"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/csc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3122"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}