{"id":1137,"date":"2021-10-13T19:00:11","date_gmt":"2021-10-13T12:00:11","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bvoice\/?p=1137"},"modified":"2021-12-16T23:39:52","modified_gmt":"2021-12-16T16:39:52","slug":"asih-dewi-karim-entrepreneur-muda-dari-usaha-bapak-hingga-wedding-organizer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bvoice\/2021\/10\/asih-dewi-karim-entrepreneur-muda-dari-usaha-bapak-hingga-wedding-organizer\/","title":{"rendered":"ASIH DEWI KARIM ENTREPRENEUR MUDA : DARI USAHA BAPAK HINGGA WEDDING ORGANIZER"},"content":{"rendered":"<p>Meraih kesuksesan\u00a0<a href=\"http:\/\/dragonflyvintagegoods.com\/get-leather-nails-with-wow-effect-nails-inc\/\">tentunya<\/a>\u00a0tak luput dari usaha dan kerja keras, karena proses tak akan mengkhianati hasil. Seperti halnya kita yang menginginkan keberhasilan untuk membanggakan kedua orangtua tentu menjadi keinginan setiap anak. Apalagi, abis lulus dapat bekerja sesuai\u00a0<em>passion<\/em>. Kali ini, Reporter BVoice berkesempatan mewawancarai salah satu\u00a0<em>entrepreneur<\/em>\u00a0alumni Kampus YAI Salemba angkatan 2015 Jurusan Komunikasi, yaitu Asih Dewi Karim yang akrab disapa dengan\u00a0panggilan \u2018Asih\u2019. Wanita dengan ketertarikan di bidang\u00a0<em>entrepreneur<\/em>\u00a0ini mulai berkecimpung di dunia\u00a0<em>Wedding Organizer<\/em>\u00a0yang berawal dari rasa suka untuk membantu orang lain, hingga akhirnya ia mempunyai WO sendiri. Asih yang tergolong sukses di usia yang masih muda ini pun tetap melanjutkan karirnya di bidang kuliner dengan melanjutkan usaha makanan kantin milik sang bapak dengan pengetahuan dari pendidikannya di jurusan komunikasi yakni,\u00a0<em>Digital Marketing<\/em>.<\/p>\n<p><strong>I : Ika Prastika Utami<\/strong><\/p>\n<p><strong>A : Kak Asih<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>I : Halo kak! Kalau boleh tau Kak Asih sekarang lagi sibuk apa aja, ya?<\/strong><\/p>\n<p><strong>A<\/strong>\u00a0<strong>:<\/strong>\u00a0Halo, untuk saat ini aku lagi sibuk di KPK (Kantin Pak Karim)\u00a0<em>@kantinpakarim<\/em>, bantu ngurusin EO @emvriopro, meng-<em>handle<\/em>\u00a0<em>@adknfriends Wedding Organizer<\/em>, ngurus\u00a0<em>maintance @alimoto<\/em>, aktif di\u00a0<em>@rumah.millenials<\/em>\u00a0juga, dan\u00a0<em>Freelance PR Media<\/em>\u00a0atau\u00a0<em>event by project<\/em>. Walau kelihatannya sibuk dan banyak,\u00a0<em>Alhamdulillah<\/em>\u00a0bisa disibukkan dengan hal-hal yang aku suka dan bisa bermanfaat.<\/p>\n<p><strong>I : Wah, banyak ya kegiatan kakak. Lalu, mengenai Kantin Pak Karim itu sudah ada sejak kapan nih, kak?<\/strong><\/p>\n<p><strong>A :<\/strong>\u00a0Jadi, KPK alias Kantin Pak Karim adalah usaha keluarga dari tahun 1971 bapak dan mamaku yang rintis dari pedagang kaki 5 sampai punya kantin. Bapakku bukan dari kalangan yang berada, beranjak dari situ mereka punya visi yang besar untuk kedelapan anaknya, yaitu walaupun mereka pedagang nasi tapi anaknya harus sekolah dan punya ilmu. Aku anak ke-tujuh dari 8 bersaudara.\u00a0<em>Alhamdulillah<\/em>\u00a0semua sekolah yang sarjana ada 6 anaknya dari hasil jerih payah bapak dagang nasi.<\/p>\n<p><strong>I : Wah, saya salut banget kak dengernya. Lalu, apa yg membuat Kak Asih kepikiran untuk membuka usaha di bidang kuliner?<\/strong><\/p>\n<p><strong>A :<\/strong>\u00a0Karena aku ingin bikin bapak dan mamaku bahagia. Setidaknya ada hadiah yang mereka bisa kenang. Kalo usaha yg dirintis dari 0 gak sia \u2013 sia tenggelam tapi\u00a0<em>insyaAllah<\/em>\u00a0akan selalu ada dan jadi salah satu\u00a0<em>brand<\/em>\u00a0ter-oke di Indonesia,\u00a0<em>aamiin<\/em>. Itu mimpinya sih, hehe.<\/p>\n<blockquote><p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-3077\" src=\"http:\/\/www.bvoiceradio.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/IMG-20190821-WA0001-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" \/><\/p><\/blockquote>\n<p><strong>I : Lalu bagaimana perjalanan Kak Asih dalam menjadi entrepreneur ini Kak?<\/strong><\/p>\n<p><strong>A :<\/strong>\u00a0Aku kerja di\u00a0<em>agency<\/em>\u00a0dua tahun dari setelah aku lulus kuliah. Dimana pengalaman\u00a0<em>PR Digital Branding<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>event<\/em>\u00a0sedikit paham lah, yang akhirnya tahun 2017 aku memutuskan untuk\u00a0<em>resign<\/em>\u00a0karena panggilan hati untuk melanjutkan KPK bareng bapak. Namanya juga orang tua pasti akan bertambah usia dan aku juga gak mau\u00a0<em>brand<\/em>\u00a0yang bapak rintis dari 0 sia-sia gitu aja. Dan buatku\u00a0<em>role<\/em>\u00a0<em>model<\/em>\u00a0sukses itu ya, Bapak. Bisa terwujud pencapaiannya untuk anaknya sarjana dari seorang pedagang nasi. Dengan modal keyakinan dan ridho orangtua aku mulai perlahan KPK dengan\u00a0<em>branding digital social media<\/em>\u00a0yang aku kerjain sendiri. Sampai akhirnya bikin menu baru yang belum ada dan beda dari yang lain, namanya \u201cSego Campur\u201d. Lalu, di tahun 2018 aku dipercaya untuk buka cabang KPK yaitu \u201cSegoSegoKPK\u201d di Rasuna Garden. Itu murni semua aku yang\u00a0<em>maintance<\/em>\u00a0sampai sekarang. Intinya, aku hanya melanjutkan tongkat estafet sukses bapak yang masih harus aku jaga serta kembangin lebih lagi, sebagai hadiah untuk mereka yang sudah merintis semua nya dari nol.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>I : Wah ternyata gak disangka ya, Kak. Untuk membuka usaha pun gak harus kuliah di jurusan tertentu aja ya, hehe. Ngomong-ngomong soal makanan nih, memangnya apa sih makanan kesukaan Kak Asih? Dan apakah makanan kesukaan Kak Asih menjadi faktor yang mendorong terbentuknya menu di KPK?<\/strong><\/p>\n<p><strong>A :<\/strong>\u00a0Betul, gak harus kok dan gak ada ilmu yang sia \u2013 sia, semua bisa di-implementasikan sama apa yang kita suka dan kita jalani. Bersyukur sekali aku dulu anak IPS jadi aku paham soal pembukuan dan berlanjut lagi untuk kerja sambil kuliah, dan juga masih jadi\u00a0<em>admin<\/em>\u00a0keuangan di salah satu anak perusahaan BUMN, yang kepake banget ilmunya dan pastinya ilmu komunikasi jurusan kuliah aku dulu sangat berguna karena berhubungan dengan bagaimana cara kita berinteraksi dengan khalayak.\u00a0Dan terpenting juga relasi atau\u00a0<em>networking<\/em>\u00a0bisa membantu kita punya lingkungan baru. Untuk makanan favorit aku itu nasi alias\u00a0<em>sego<\/em>\u00a0. Soalnya, aku anaknya sulit banget jauh dari nasi.\u00a0<em>That\u2019s why<\/em>, aku ciptain menu baru SegoCampur dan tempat naungan dari cabang KPK, yaitu SegoSegoKPK, hehe.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div id=\"attachment_3076\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3076 size-medium\" src=\"http:\/\/www.bvoiceradio.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/IMG-20190821-WA0006-300x300.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" aria-describedby=\"caption-attachment-3076\" \/><\/p>\n<p id=\"caption-attachment-3076\" class=\"wp-caption-text\">(KPK \u201cKantin Pak Karim\u201d)<\/p>\n<\/div>\n<p><strong>I: Nah,\u00a0<em>last question<\/em>\u00a0nih Kak, pesan untuk anak\u00a0<em>millenials<\/em>\u00a0jaman sekarang apa nih dari Kak Asih?<\/strong><\/p>\n<p><strong>A :<\/strong>\u00a0Generasi\u00a0<em>millennials<\/em>\u00a0itu keren! Harus bangga dan produktif, Karena\u00a0<em>millennials<\/em>\u00a0gak yang se-negatif di pemberitaan. Banyak penggerak sukses muda dari generasi\u00a0<em>millennials.\u00a0<\/em><em>So<\/em>, buat kamu, pokoknya jangan pernah menyerah gitu aja sama keadaan. Temukan dan kembangkan potensi diri, jalani apa yang kamu suka dengan baik, fokus, dengan positif dan jangan lupa tetap berdoa. Karena gak ada sukses atau suatu pencapaian yang kilat, proses adalah langkah yang utama untuk dinikmati. Semangat!<\/p>\n<p>Nah, itu dia Blistener wawancara dari Reporter BVoice Radio dengan Kak Asih Dewi Karim. Gimana nih, lo tertarik untuk mencoba dunia\u00a0<em>entrepreneur<\/em>\u00a0dan menjadi sukses seperti Kak Asih, gak? Buat lo yang masih penasaran dan ingin mencicipi kulinernya Kak Asih bisa kepoin Instagramnya :<br \/>\n<a href=\"http:\/\/instagram.com\/asiihdeka\"><em>@asiihdeka<\/em><\/a><br \/>\n<a href=\"http:\/\/instagram.com\/kantinpakarim\"><em>@kantinpakarim<\/em><\/a><\/p>\n<p><strong><em>Don\u2019t forget to follow our social media for more information!<\/em><\/strong><br \/>\nInstagram \u00a0 \u00a0 : @bvoice_radio<br \/>\nTwitter\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : @bvoiceradio<br \/>\nFacebook\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : BVoice Radio<br \/>\nLine@\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : @bvoiceradio<\/p>\n<p>Writer: Ika Prastika Utami \/ Bvoice Radio<br \/>\nEditor: Jessica Ola \/ Bvoice Radio<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meraih kesuksesan\u00a0tentunya\u00a0tak luput dari usaha dan kerja keras, karena proses tak akan mengkhianati hasil. Seperti halnya kita yang menginginkan keberhasilan untuk membanggakan kedua orangtua tentu menjadi keinginan setiap anak. Apalagi, abis lulus dapat bekerja sesuai\u00a0passion. Kali ini, Reporter BVoice berkesempatan mewawancarai salah satu\u00a0entrepreneur\u00a0alumni Kampus YAI Salemba angkatan 2015 Jurusan Komunikasi, yaitu Asih Dewi Karim yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":61,"featured_media":1138,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-1137","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bnewshighlight"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bvoice\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1137","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bvoice\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bvoice\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bvoice\/wp-json\/wp\/v2\/users\/61"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bvoice\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1137"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bvoice\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1137\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1139,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bvoice\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1137\/revisions\/1139"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bvoice\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1138"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bvoice\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1137"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bvoice\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1137"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bvoice\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1137"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}