    {"id":8032,"date":"2022-12-16T13:28:00","date_gmt":"2022-12-16T06:28:00","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bslc\/?p=8032"},"modified":"2022-12-16T13:29:34","modified_gmt":"2022-12-16T06:29:34","slug":"cintai-bumi-dengan-melestarikan-satwa-dan-puspa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bslc\/2022\/12\/cintai-bumi-dengan-melestarikan-satwa-dan-puspa\/","title":{"rendered":"Cintai Bumi Dengan Melestarikan Satwa dan Puspa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bslc\/wp-content\/uploads\/sites\/49\/2022\/12\/bslc-article.png\">Sumber: <\/a><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/kementerianlhk\/\">https:\/\/www.instagram.com\/kementerianlhk\/<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><b>Cintai Bumi Dengan Melestarikan Satwa dan Puspa<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional diperingati setiap tanggal 5 November, ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional oleh Presiden Soeharto. Peringatan ini bertujuan agar masyarakat dapat meningkatkan kepedulian, menumbuhkan dan mengingatkan akan pentingnya puspa dan satwa dalam kehidupan, serta sebagai upaya perlindungan dn pelestarian flora dan fauna Indonesia. Terlebih lagi Indonesia menjadi salah satu negara megabiodiversity di dunia. Peringatan ini penting karena dengan melestarikan puspa dan satwa, berarti kita menjaga keanekaragaman hayati. Puspa dan satwa merupakan modal penting bagi kebutuhan dasar manusia dan berperan menjadi salah satu penjaga keseimbangan ekosistem.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Peringatan HCPSN pada tahun 2022 bertemakan \u201cPotensi Plasma Nutfah Puspa dan Satwa Indonesia bagi Pembangunan Ekonomi Nasional\u201d. Tema ini diangkat dengan tujuan untuk mengingatkan kita bahwa pentingnya perlindungan plasma puspa dan satwa Indonesia sebagai aset dasar negara bagi pembangunan ekonomi nasional demi terwujudnya pembangunan berkelanjutan. Selaras dengan tema, maskot dari peringatan HCPSN tahun 2022 adalah banteng (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Bos javanicus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) dan gaharu (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Aquilaria filaria<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">). Pemilihan kedua maskot tersebut diumumkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui akun instagram resmi @kementrianlhk. Kedua spesies ini dipilih karena saat ini memiliki nilai ekonomis yang potensial untuk dikembangkan. Produk utama dari gaharu adalah kayu yang ditebang dalam ukuran besar, potongan kecil, bubuk gaharu, serta resin yang digunakan dalam industri wangi-wangian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fakta menarik dari kedua maskot tersebut, yaitu:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Meski sudah berstatus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">endangered<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, banteng di Kalimantan Tenga masih diburu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tanduk banteng sering dikoleksi sebagai hadiah dari lomba berburu<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Bos javanicus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah banteng endemik pulau Jawa. Di daerah lainnya, terdapat pula banteng dengan nama latin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Bos javanicus low<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">i di Kalimantan dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Bos javanicus birmanicus <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang berhasil beradaptasi dan menyebar di daratan Asia.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kayu gaharu sempat menggegerkan jagat maya usai dijual US$100.000 per kg atau sekitar Rp1,5 miliar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Agar tidak diserang infeksi jamur, pohon gaharu menghasilkan resin aromatik. Resin tersebut diinduksi stres disebut aloes yang lembab dan berwarna gelap.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dikutip dari laman JDIH BPK RI, beberapa keputusan terkait puspa dan satwa yang dilindungi dalam Keppres No. 4 tahun 1993 sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">a). Tiga jenis satwa yang masing-masing mewakili satwa darat, air, dan udara, dinyatakan sebagai Satwa Nasional, dan selanjutnya dikukuhkan penyebutannya sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Komodo (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Varanus komodoensis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">), sebagai satwa nasional;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Ikan Siluk Merah (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Sclerophages formosus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">), sebagai satwa pesona;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Elang Jawa (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Spizaetus bartelsi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">), sebagai satwa langka.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">b). Tiga jenis bunga dinyatakan sebagai bunga Nasional, dan selanjutnya dikukuhkan penyebutannya sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Melati (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Jasminum sambac<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">), sebagai puspa bangsa;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Anggrek bulan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Phalaenopsis amabilis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">), sebagai puspa pesona;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Padma Raksasa (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Rafflesia arnoldi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">), sebagai puspa langka;<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sumber:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Detik Jateng. (2022, November 4). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Detik.com<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Retrieved from Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 5 November, Sejarah-Tema Tahun Ini: <\/span><a href=\"https:\/\/www.detik.com\/jateng\/berita\/d-6387608\/hari-cinta-puspa-dan-satwa-nasional-5-november-sejarah-tema-tahun-ini\/2\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.detik.com\/jateng\/berita\/d-6387608\/hari-cinta-puspa-dan-satwa-nasional-5-november-sejarah-tema-tahun-ini\/2<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Putsanra, D V. (2022, November 4). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Tirto.id<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Retrieved from Tema Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2022 pada 5 November): <\/span><a href=\"https:\/\/tirto.id\/tema-hari-cinta-puspa-dan-satwa-nasional-2022-pada-5-november-gyfZ\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/tirto.id\/tema-hari-cinta-puspa-dan-satwa-nasional-2022-pada-5-november-gyfZ<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber: https:\/\/www.instagram.com\/kementerianlhk\/ &nbsp; Cintai Bumi Dengan Melestarikan Satwa dan Puspa Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional diperingati setiap tanggal 5 November, ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional oleh Presiden Soeharto. Peringatan ini bertujuan agar masyarakat dapat meningkatkan kepedulian, menumbuhkan dan mengingatkan akan pentingnya puspa dan satwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":54,"featured_media":8033,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[58],"tags":[],"class_list":["post-8032","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bslc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8032","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bslc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bslc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bslc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/54"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bslc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8032"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bslc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8032\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8035,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bslc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8032\/revisions\/8035"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bslc\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8033"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bslc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8032"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bslc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8032"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bslc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8032"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}