    {"id":5236,"date":"2025-02-05T10:01:00","date_gmt":"2025-02-05T03:01:00","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/?p=5236"},"modified":"2025-02-05T10:01:00","modified_gmt":"2025-02-05T03:01:00","slug":"memahami-mitologi-legenda-sun-wu-kong-%e5%ad%99%e6%82%9f%e7%a9%ba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/2025\/02\/05\/memahami-mitologi-legenda-sun-wu-kong-%e5%ad%99%e6%82%9f%e7%a9%ba\/","title":{"rendered":"Memahami Mitologi Legenda Sun Wu Kong (\u5b59\u609f\u7a7a)"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5237\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-content\/uploads\/sites\/25\/2025\/02\/22.jpg\" alt=\"\" width=\"1006\" height=\"575\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam mitologi Tiongkok, terdapat sebuah legenda mengenai Sun Wu Kong &#8211; (Sun Go Kong &#8211; \u5b59\u609f\u7a7a) yang dikenal sebagai raja kera. Mitologi ini menyebar ke seluruh dunia dengan kisah \u201cPerjalanan ke Barat\u201d. Dalam kisah tersebut mengatakan bahwa Sun Wu Kong merupakan kera sakti yang nakal dan memiliki sikap sebagai penipu. Dia dihukum oleh Sang Buddha karena sering membuat kekacauan dan memberontak melawan surga.<\/span><\/p>\n<p><b>Asal-Usul Lahirnya Sun Wu Kong (\u5b59\u609f\u7a7a)<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Suatu hari, angin bertiup kencang di puncak gunung (<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u82b1\u679c)<\/span><span style=\"font-weight: 400\">. Angin kencang tersebut mengguncang sebuah batu ajaib dan membuat seekor kera keluar dari permukaan batunya. Meskipun anak kera tersebut baru lahir, tapi dia sudah bisa berjalan dan berbicara.Mata kera tersebut memancarkan cahaya sehingga membuat Kaisar Langit kaget. Namun Kaisar Langit tidak menganggap bahwa kera tersebut memiliki kekuatan hebat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saat Sun Wu Kong (\u5b59\u609f\u7a7a) menjelajah ke hutan-hutan, dia menemukan sekumpulan monyet dan memilih untuk menetap bersama mereka. Suatu saat, mereka memutuskan untuk bermain. Permainan yang dilakukan adalah melompati air terjun dan mencari mata air. Dari permainan tersebut akan menentukan siapa yang menemukan mata air akan diberi gelar Raja Kera.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sun Wu Kong (\u5b59\u609f\u7a7a) berhasil menaklukan permainan itu dan mendapat gelar Raja Kera. Sun Wu Kong (\u5b59\u609f\u7a7a) memiliki kemampuan berubah wujud menjadi 72 hewan dan benda berbeda wujud dari tiap bulunya. Dia juga bisa mengendalikan air, angin, api. Sun Wu kong (\u5b59\u609f\u7a7a) juga memiliki senjata yang terkenal yaitu, tongkat seberat 8 ton yang bernama r\u00f9y\u00ec j\u012bn g\u016b b\u00e0ng(\u5982\u610f\u91d1\u7b8d\u68d2).<\/span><\/p>\n<p><b>Sun Wu Kong menantang Surga<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sun Wu Kong (\u5b59\u609f\u7a7a) merasa dia yang paling kuat sehingga dia selalu membuat masalah dan akhirnya dihukum mati dan dibawa ke hadapan raja neraka. Bukannya takut, tapi Sun Wu Kong (\u5b59\u609f\u7a7a) melakukan pemberontakan dan menghapus namanya dari kitab kehidupan dan kematian. Sun Wu Kong (\u5b59\u609f\u7a7a) juga menghapus nama-nama kera lainnya dari kitab-kitab tersebut. Raja neraka pun melaporkan kepada Raja Langit. Segala prajurit telah ditugaskan untuk membunuh Sun Wu Kong (\u5b59\u609f\u7a7a) namun, hasilnya nihil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jadi Raja Langit pun memberikan jabatan kepada Sun Wu Kong (\u5b59\u609f\u7a7a) sebagai penjaga kuda. Pekerjaan tersebut diterima oleh Sun Wu Kong (\u5b59\u609f\u7a7a) dengan senang hati, namun suatu ketika dia mengetahui pekerjaan tersebut adalah pekerjaan yang paling rendah maka harga dirinya merasa direndahkan. Dia kembali ke gunung Hua gou dan mengakui dirinya sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">\u201cThe Great Sage, Heaven\u2019s Equal\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Raja langit pun marah dan menawarkan pekerjaan lainnya, yaitu penjaga pohon buah persik. Suatu ketika ada perjamuan kerajaan dimana Sun Wu Kong (\u5b59\u609f\u7a7a) adalah satu-satunya orang yang tidak diundang dan diejek oleh bidadari Xi Wangmu. Karena merasa kesal, dia mencuri pil keabadian milik Lao Zi (\u8001\u5b50)\u00a0 dan buah persik keabadian milik Xi Wangmu (\u897f\u738b\u6bcd).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Itulah kisah dari legenda Sun Wu Kong (\u5b59\u609f\u7a7a) merupakan kisah yang penuh dengan petualangan, kekuatan, dan pembelajaran. Dari seorang kera sakti yang penuh pemberontakan, Sun Wu Kong berkembang menjadi pahlawan yang memainkan peran penting dalam &#8220;Perjalanan ke Barat.&#8221; Kisahnya mengajarkan tentang kekuatan, keadilan, dan penebusan dosa. Dengan segala kesaktian dan kesalahannya, Sun Wu Kong tetap menjadi sosok yang ikonik dalam mitologi Tiongkok, membawa pelajaran tentang kebijaksanaan, keberanian, dan pentingnya menemukan jalan yang benar dalam hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Referensi :\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/nationalgeographic.grid.id\/read\/133887920\/sun-wukong-kera-sakti-yang-menantang-surga-dalam-mitologi-tiongkok?page=all\"><span style=\"font-weight: 400\">Sun Wukong, Kera Sakti yang Menantang Surga dalam Mitologi Tiongkok &#8211; Semua Halaman<\/span><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.nationalgeographic.com\/history\/article\/who-is-sun-wukong-monkey-king\"><span style=\"font-weight: 400\">The real history behind the legend of Sun Wukong, China&#8217;s Monkey King<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam mitologi Tiongkok, terdapat sebuah legenda mengenai Sun Wu Kong &#8211; (Sun Go Kong &#8211; \u5b59\u609f\u7a7a) yang dikenal sebagai raja kera. Mitologi ini menyebar ke seluruh dunia dengan kisah \u201cPerjalanan ke Barat\u201d. Dalam kisah tersebut mengatakan bahwa Sun Wu Kong merupakan kera sakti yang nakal dan memiliki sikap sebagai penipu. Dia dihukum oleh Sang Buddha [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":5237,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-5236","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5236","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5236"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5236\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5238,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5236\/revisions\/5238"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5237"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}