    {"id":5233,"date":"2025-02-05T09:57:57","date_gmt":"2025-02-05T02:57:57","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/?p=5233"},"modified":"2025-02-05T09:57:57","modified_gmt":"2025-02-05T02:57:57","slug":"jianbing-sarapan-ikonik-tiongkok-yang-tak-boleh-dilewatkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/2025\/02\/05\/jianbing-sarapan-ikonik-tiongkok-yang-tak-boleh-dilewatkan\/","title":{"rendered":"Jianbing: Sarapan Ikonik Tiongkok yang Tak Boleh Dilewatkan"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5234\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-content\/uploads\/sites\/25\/2025\/02\/1.jpg\" alt=\"\" width=\"686\" height=\"386\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dikenal sebagai krepes versi Tiongkok, ji\u0101nb\u01d0ng \u714e\u997c\u00a0 adalah salah satu hidangan sarapan paling ikonik di Tiongkok. Tersebar di setiap sudut jalan, dari kios kecil hingga pedagang kaki lima, ji\u0101nb\u01d0ng \u714e\u997c tidak hanya sekedar makanan jalanan, tetapi juga pengalaman kuliner yang wajib dicoba. Dengan perpaduan rasa yang kaya, tekstur yang beragam, dan kepraktisan penyajiannya, hidangan ini telah menjadi favorit jutaan orang, termasuk wisatawan yang ingin merasakan cita rasa otentik Tiongkok. Ji\u0101nb\u01d0ng \u714e\u997c terbuat dari adonan tepung gandum dan kacang hijau yang dipanggang diatas wajan datar. Setelah dipanggang, adonan tersebut diolesi telur segar. Keistimewaan rasa jianbing terletak pada kombinasi bahan-bahan sederhana namun menggugah selera, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Potongan wonton goreng (\u9984\u9968 h\u00fantun)\u00a0 yang renyah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Daun ketumbar segar (\u9999\u83dc\u00a0 xi\u0101ngc\u00e0i)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Daun bawang pedas (\u8471 c\u014dng)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Acar asam (\u9178\u83dc su\u0101nc\u00e0i) yang menyegarkan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Semua bahan ini dilengkapi dengan saus hoisin manis-pedas (h\u01ceixi\u0101n ji\u00e0ng\u00a0 \u6d77\u9c9c\u9171) dan saus cabai (l\u00e0ji\u0101o ji\u00e0ng \u8fa3\u6912\u9171), menciptakan sensasi rasa yang harmonis. Selain lezat, jianbing juga kaya akan nutrisi, mengandung serat, protein, dan vitamin penting bagi tubuh. Hidangan ini tidak hanya memuaskan rasa lapar, tetapi juga memberikan energi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk memulai hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, pada salah satu kota di Cina yaitu Ti\u0101nj\u012bn \u5929\u6d25, ji\u0101nb\u01d0ng \u714e\u997c dikenal dengan sebutan ji\u0101nb\u01d0ng gu\u01d2zi \u714e\u997c\u679c\u5b50 dan memiliki makna yang lebih dalam. Masyarakat Tianjin menjaga rasa autentik jianbing dengan ketat, sehingga setiap inovasi atau perubahan pada resep klasik sering dianggap sebagai pelanggaran terhadap warisan kuliner ini. Salah satu tradisi unik di Tianjin adalah pelanggan yang membawa telur mereka sendiri untuk disiapkan bersama ji\u0101nb\u01d0ng \u714e\u997c, dan mereka akan mengantri sesuai urutan peletakan telur. Tradisi ini menunjukkan betapa eratnya keterikatan masyarakat Ti\u0101nj\u012bn \u5929\u6d25 dengan makanan ini, menjadikannya lebih dari sekadar sarapan biasa; ia adalah simbol budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tidak hanya menjadi makanan favorit modern, ji\u0101nb\u01d0ng \u714e\u997c juga memiliki sejarah yang panjang dan legendaris. Konon, hidangan ini ditemukan oleh Zh\u016bg\u011b Li\u00e0ng \u8bf8\u845b\u4eae yang merupakan seorang ahli strategi militer dan negarawan terkenal dari Tiongkok kuno. Menurut legenda, saat pasukannya terpaksa melarikan diri dari musuh di \u5c71\u4e1c Sh\u0101nd\u014dng tanpa peralatan memasak, Zh\u016bg\u011b Li\u00e0ng \u8bf8\u845b\u4eae menciptakan cara baru untuk memasak adonan tipis di atas wajan datar. Kisah ini menambah dimensi sejarah dan kehormatan pada hidangan sederhana ini, menghubungkannya dengan taktik militer yang cerdik dan kecerdasan seorang pemimpin legendaris.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hingga saat ini, ji\u0101nb\u01d0ng \u714e\u997c telah bertransformasi dari sekadar makanan militer menjadi salah satu hidangan sehari-hari yang disukai banyak orang. Pembeli yang menikmati kelezatannya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga orang dewasa. Oleh karena itu, mengunjungi Tiongkok tanpa mencicipi ji\u0101nb\u01d0ng \u714e\u997c akan terasa kurang lengkap. Maka dari itu, jadikanlah ji\u0101nb\u01d0ng \u714e\u997c sebagai pengalaman yang tidak boleh dilewatkan pada saat berliburan ke Cina\u3002<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Referensi:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Guo, W. (2022, June 7). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Jian Bing, Chinese crepes (\u714e\u997c)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Red House Spice. <\/span><a href=\"https:\/\/redhousespice.com\/jian-bing-chinese-crepes\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/redhousespice.com\/jian-bing-chinese-crepes\/<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Reilly, F. (2019, March 22). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Why Jianbing is China&#8217;s Most Popular Street Breakfast<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Serious Eats. <\/span><a href=\"https:\/\/www.seriouseats.com\/jianbing-chinese-savory-breakfast-crepe\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.seriouseats.com\/jianbing-chinese-savory-breakfast-crepe<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u7f51\u6613. (2021, December 21). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">\u714e\u997c\u679c\u5b50\u2014\u2014\u7b2c\u4e00\u9053\u8d70\u51fa\u56fd\u95e8\u626c\u540d\u4e16\u754c\u7684\u7f8e\u98df<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. \u7f51\u6613\u7248\u6743\u6240\u6709. <\/span><a href=\"https:\/\/www.163.com\/dy\/article\/GRO6I8SA0543L3KF.html\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.163.com\/dy\/article\/GRO6I8SA0543L3KF.html<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Wikipedia contributors. (2024, October 10). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Jianbing guozi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Wikipedia. <\/span><a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Jianbing_guozi#Shandong-style_jianbing_guozi\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Jianbing_guozi#Shandong-style_jianbing_guozi<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Novita, M. (2024, 29). <\/span><i style=\"font-size: 14px\"><span style=\"font-weight: 400\">Berusia Ribuan Tahun, Jajanan kaki Lima Di Cina viral setelah Dimasak Rihanna<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Tempo. <\/span><a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/travel.tempo.co\/read\/1873492\/berusia-ribuan-tahun-jajanan-kaki-lima-di-cina-viral-setelah-dimasak-rihanna\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/travel.tempo.co\/read\/1873492\/berusia-ribuan-tahun-jajanan-kaki-lima-di-cina-viral-setelah-dimasak-rihanna<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dikenal sebagai krepes versi Tiongkok, ji\u0101nb\u01d0ng \u714e\u997c\u00a0 adalah salah satu hidangan sarapan paling ikonik di Tiongkok. Tersebar di setiap sudut jalan, dari kios kecil hingga pedagang kaki lima, ji\u0101nb\u01d0ng \u714e\u997c tidak hanya sekedar makanan jalanan, tetapi juga pengalaman kuliner yang wajib dicoba. Dengan perpaduan rasa yang kaya, tekstur yang beragam, dan kepraktisan penyajiannya, hidangan ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":5234,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-5233","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5233","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5233"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5233\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5235,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5233\/revisions\/5235"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5234"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5233"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5233"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5233"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}