    {"id":5064,"date":"2024-02-09T16:19:51","date_gmt":"2024-02-09T09:19:51","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/?p=5064"},"modified":"2024-02-09T16:24:41","modified_gmt":"2024-02-09T09:24:41","slug":"legenda-delapan-dewa-tiongkok-%e5%85%ab%e4%bb%99","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/2024\/02\/09\/legenda-delapan-dewa-tiongkok-%e5%85%ab%e4%bb%99\/","title":{"rendered":"Legenda Delapan Dewa Tiongkok (\u516b\u4ed9)"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5073\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-content\/uploads\/sites\/25\/2024\/02\/calrsen01.png\" alt=\"\" width=\"230\" height=\"186\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Sumber: <\/span><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Delapan_Dewa_%28Tiongkok%29\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.google.com\/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FDelapan_Dewa_%2528Tiongkok<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada masa Taoisme (Dinasti Han), terdapat sebuah legenda yang cukup populer di kalangan masyarakat Tionghoa. Legenda tersebut adalah legenda Delapan Dewa (<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u516b\u4ed9<\/span><span style=\"font-weight: 400\">), yang berasal dari gunung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Penglai <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(\u84ec\u83b1\u5c71 P\u00e9ngl\u00e1i sh\u0101n) yang terletak di kota Yantai, Provinsi Shandong, Tiongkok. Mereka dikenal sebagai dewa yang berhasil mencapai kesempurnaan, dan selalu menunjukkan kebahagiaan semasa hidupnya. Selain itu, mereka juga dikenal akan kesaktian yang mereka miliki ketika menyebrangi laut Tiongkok Timur. Delapan dewa tersebut adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\">\u949f\u79bb\u6743<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> &#8211; <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Zh\u014dng L\u00ed Qu\u00e1n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5072 alignnone\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-content\/uploads\/sites\/25\/2024\/02\/calrsen02.png\" alt=\"\" width=\"191\" height=\"169\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Zh\u014dng L\u00ed Qu\u00e1n lahir pada masa Dinasti Han, di dekat kota Xian, Shanxi. Ia memutuskan untuk pergi ke Gunung Zhongnan (\u5468\u5357\u5c71 &#8211; Zh\u014dun\u00e1n sh\u0101n) untuk menjadi murid Dewa Li Tie Guai (<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u674e\u94c1\u62d0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">), yang belajar mengenai ilmu kedewaan. Setelah berhasil, ia diutus oleh Dewa Li untuk menolong umat manusia dari kemiskinan dan kelaparan dengan menggunakan ilmu tersebut.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">\u674e\u94c1\u62d0<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> \u2013 L\u01d0 Ti\u011b Gu\u01cei<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-5071 alignnone\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-content\/uploads\/sites\/25\/2024\/02\/calrsen03.png\" alt=\"\" width=\"234\" height=\"156\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">L\u01d0 Ti\u011b Gu\u01cei mengabdikan hidupnya untuk mempelajari ilmu kedewaan dan bermeditasi. Dikarenakan rohnya akan bertemu dewa, ia mengatakan kepada murid-Nya (Li Qing) untuk membakar raganya apabila ia belum kembali dalam waktu 7 hari. Namun, pada hari keenam, Li Qing sudah membakar raga gurunya, karena hendak menjenguk ibunya yang sedang sakit. Saat tiba kembali ke dunia, Li Tie Guai tidak menemukan raganya dan akhirnya ia masuk ke dalam tubuh seorang pengemis untuk menyembuhkan orang sakit dengan ilmunya.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">\u5415\u6d1e\u5bbe<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> \u2013 <\/span><span style=\"font-weight: 400\">L\u01da D\u00f2ng B\u012bn<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-5070 alignnone\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-content\/uploads\/sites\/25\/2024\/02\/calrsen04.png\" alt=\"\" width=\"212\" height=\"165\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada awalnya, L\u01da D\u00f2ng B\u012bn merupakan seorang bupati pada masa kekaisaran Yi Zhong. Namun, akhirnya ia memutuskan untuk berhenti menjadi seorang bupati dan mulai mempelajari ilmu pedang dengan Zhong Li Quan (<span style=\"font-weight: 400\">\u949f\u79bb\u6743)<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> di Gunung Zhongnan (\u5468\u5357\u5c71 Zh\u014dun\u00e1n sh\u0101n). Setelah berhasil, ia naik ke langit dan menjadi dewa untuk menolong umat manusia. Selama menjadi dewa, ia seringkali menampakkan dirinya di sekitar sungai besar Yangtze untuk membantu umat manusia.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">\u5f20\u679c\u8001 &#8211; Zh\u0101ng Gu\u01d2 L\u01ceo<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-5069 alignnone\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-content\/uploads\/sites\/25\/2024\/02\/calrsen05.png\" alt=\"\" width=\"179\" height=\"173\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Zh\u0101ng Gu\u01d2 L\u01ceo merupakan seorang petapa di Gunung Zhong Tiao (\u4e2d\u689d\u5c71 &#8211; Zh\u014dngti\u00e1o sh\u0101n). Suatu hari, ketika ia memutuskan untuk turun gunung dan bertemu Kaisar Taizong dan Gaozhong, ia mendadak meninggal dunia dan tubuhnya membusuk dimakan oleh ulat. Namun uniknya, beberapa hari kemudian, Zhang Guo Lao diketahui sedang berada di Hengzhou. Ia kembali meninggal di Hengzhou dan dimakamkan oleh muridnya pada tahun 746M. Namun, setelah beberapa hari setelah dimakamkan, muridnya sadar bahwa makam gurunya kosong.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">\u4f55\u4ed9\u59d1 &#8211; H\u00e9 Xi\u0101ng G\u016b<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-5068 alignnone\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-content\/uploads\/sites\/25\/2024\/02\/calrsen06.png\" alt=\"\" width=\"175\" height=\"226\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">H\u00e9 Xi\u0101ng G\u016b lahir di Guang Zhou pada masa Dinasti Tang (618 \u2013 907 M). Pada saat ia berusia 14 tahun, ia mengonsumsi serbuk mika yang membuat tubuhnya menjadi ringan dan melayang di atas puncak gunung. Kemudian, ia mengumpulkan buah dewa yang berada di puncak gunung untuk ibunya yang sudah tua. He Xiang Gu pun menyadari bahwa ada yang berubah dari tubuhnya, yaitu tidak membutuhkan makanan lagi.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">\u84dd\u91c7\u548c<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> &#8211; <\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0L\u00e1nc\u01ceih\u00e9<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-5067 alignnone\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-content\/uploads\/sites\/25\/2024\/02\/calrsen07.png\" alt=\"\" width=\"175\" height=\"249\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebelum menjadi dewa, Lan Cai He bertemu dengan Li Tie Guai yang melarangnya untuk belajar ilmu kedewaan. Namun, Lan Cai He justru menjadi dewa bersama dengan Li Tie Guai. Lan Cai He digambarkan sebagai seorang anak laki-laki yang memegang keranjang bambu yang penuh dengan bunga. Selain itu, ia juga membawa sepasang kastanet bambu. Ia diketahui mempelajari kedewaan bersama dengan Li Tie Guai.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\">\u97e9\u6e58\u5b50 &#8211; H\u00e1n Xi\u0101ngzi<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-5066 alignnone\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-content\/uploads\/sites\/25\/2024\/02\/calrsen08.png\" alt=\"\" width=\"191\" height=\"253\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">H\u00e1n Xi\u0101ng Zi bersama dengan L\u01da D\u00f2ng B\u012bn naik ke puncak pohon persik. Akan tetapi, H\u00e1n terjatuh dan menjadi dewa pelindung peramal dan para penyuling. Ciri khasnya adalah membawa \u7b1b\u5b50 <span style=\"font-weight: 400\">D\u00edzi<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> (seruling tradisional Tiongkok). Oleh karena itu, Han Xiang Zi juga dikenal sebagai pencipta karya musik pada masa Dinasti Tao (Tian Hua Yin).<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">\u66f9\u56fd\u8205<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> &#8211; C\u00e1o Gu\u00f3 Ji\u00f9<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-5065 alignnone\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-content\/uploads\/sites\/25\/2024\/02\/calrsen09.png\" alt=\"\" width=\"169\" height=\"255\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Masyarakat Tionghoa sering menyebutnya sebagai Gongbo. Pada awalnya, ia merupakan seorang jenderal pada masa Dinasti Song dan akhirnya memutuskan untuk berhenti dan mulai melatih ilmu kedewaan bersama dengan Zhong Li dan Lu Dong. Setelah berhasil mencapai kedewaan, ia digambarkan sebagai seorang pejabat tinggi yang memegang alat pengiring musik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Hingga sekarang, Legenda Delapan Dewa tersebut masih banyak dikenal oleh kalangan masyarakat Tionghoa. Mereka menyebutnya sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Eight Immortality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (makhluk abadi). Masyarakat Tionghoa percaya bahwa kedelapan dewa tersebut akan menghukum para manusia yang berbuat jahat, dan akan menciptakan dunia yang penuh dengan kebaikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Referensi :<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tan, H. (2015, September 03). Legenda 8 Dewa (\u516b\u4ed9; baxian). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Tionghoainfo<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><a href=\"https:\/\/www.tionghoa.info\/legenda-8-dewa-baxian\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.tionghoa.info\/legenda-8-dewa-baxian\/<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Joged. (2011, November 04). Zhongli Quan. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Smart ebook<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0 <\/span><a href=\"https:\/\/smart-pustaka.blogspot.com\/2011\/11\/zhongli-quan-adalah-salah-satu-dewa.html\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/smart-pustaka.blogspot.com\/2011\/11\/zhongli-quan-adalah-salah-satu-dewa.html<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Logam. (Oktober 10). Asal Usul Marga Dewa Tie Guai Li (<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u9435\u62d0\u674e). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Kebijakan (De)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><a href=\"https:\/\/kebajikandalamkehidupan.blogspot.com\/search?updated-max=2020-01-12T22%3A40%3A00%2B07%3A00&amp;max-results=7#PageNo=2\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/kebajikandalamkehidupan.blogspot.com\/search?updated-max=2020-01-12T22%3A40%3A00%2B07%3A00&amp;max-results=7#PageNo=2<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">(2021, Maret 05). Legenda 8 Dewa-Lu Dong Bin. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Tao Tay Shang Men<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><a href=\"https:\/\/taotsm.org\/legenda-8-dewa-lu-dong-bin\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/taotsm.org\/legenda-8-dewa-lu-dong-bin\/<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">(2021, Maret 29). Legenda 8 Dewa-Lu-Zhang Gu Lao. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Tao Tay Shang Men<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><a href=\"https:\/\/taotsm.org\/legenda-8-dewa-zhang-guo-lao\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/taotsm.org\/legenda-8-dewa-zhang-guo-lao\/<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">(2021, Juni 09). Legenda 8 Dewa-He Xiang Gu. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Tao Tay Shang Men. <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/taotsm.org\/legenda-8-dewa-he-xian-gu\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/taotsm.org\/legenda-8-dewa-he-xian-gu\/<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">(2021, Mei 21). Legenda 8 Dewa-Cao Guo Jiu. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Tao Tay Shang Men. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/taotsm.org\/legenda-8-dewa-cao-guo-jiu\/<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><b>\u4e2d\u56fd<\/b><b>\u516b\u4ed9<\/b><b>\u4f20\u8bf4<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u5728\u9053\u6559\u65f6\u671f\uff08\u6c49\u4ee3\uff09\uff0c\u6709\u4e00\u4e2a\u9887\u4e3a\u6d41\u4f20\u7684\u4f20\u8bf4\u3002\u534e\u4eba\u793e\u533a\u4e4b\u4e2d\u3002\u8fd9\u4e2a\u4f20\u8bf4\u5c31\u662f\u516b\u4ed9\u4f20\u8bf4\uff0c\u8d77\u6e90\u4e8e\u4f4d\u4e8e\u4e2d\u56fd\u5c71\u4e1c\u7701\u70df\u53f0\u5e02\u7684\u84ec\u83b1\u5c71\u3002\u4ed6\u4eec\u88ab\u79f0\u4e3a\u5b8c\u7f8e\u7684\u795e\uff0c\u4e00\u751f\u4e2d\u603b\u662f\u8868\u73b0\u51fa\u5e78\u798f\u3002\u9664\u6b64\u4e4b\u5916\uff0c\u4ed6\u4eec\u8fd8\u56e0\u7a7f\u8d8a\u4e1c\u6d77\u65f6\u7684\u795e\u901a\u800c\u95fb\u540d\u3002\u516b\u4ed9\u5982\u4e0b\uff1a<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\">\u949f\u79bb\u6743<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\u949f\u79bb\u6743\u51fa\u751f\u4e8e\u6c49\u4ee3\uff0c\u5c71\u897f\u897f\u5b89\u9644\u8fd1\u3002\u4ed6\u51b3\u5b9a\u53bb\u5468\u5357\u5c71\u6210\u4e3a\u674e\u94c1\u62d0\u5927\u5e08\u7684\u5f1f\u5b50\uff0c\u548c\u4ed6\u4eec\u4e00\u8d77\u5b66\u4e60\u795e\u5723\u77e5\u8bc6\u3002\u6210\u529f\u540e\uff0c\u4ed6\u88ab\u674e\u795e\u6d3e\u53bb\u5229\u7528\u8fd9\u4e9b\u77e5\u8bc6\u5e2e\u52a9\u4eba\u7c7b\u6446\u8131\u8d2b\u56f0\u548c\u9965\u997f\u3002<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\">\u674e\u94c1\u62d0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u674e\u94c1\u62d0\u4e00\u751f\u81f4\u529b\u4e8e\u7814\u7a76\u795e\u5723\u77e5\u8bc6\u548c\u51a5\u60f3\u3002\u7531\u4e8e\u4ed6\u7684\u7075\u9b42\u5373\u5c06\u4e0e\u4e0a\u5e1d\u76f8\u89c1\uff0c\u4ed6\u544a\u8bc9\u5f1f\u5b50\uff08\u674e\u9752\uff09\u5982\u679c\u4e03\u65e5\u4e4b\u5185\u4e0d\u56de\u6765\uff0c\u5c31\u70e7\u6389\u4ed6\u7684\u8eab\u4f53\u3002\u7136\u800c\uff0c\u7b2c\u516d\u5929\uff0c\u674e\u9752\u56e0\u4e3a\u8981\u53bb\u770b\u671b\u751f\u75c5\u7684\u6bcd\u4eb2\uff0c\u5c31\u70e7\u6389\u4e86\u8001\u5e08\u7684\u5c38\u4f53\u3002\u5f53\u4ed6\u56de\u5230\u4eba\u95f4\u65f6\uff0c\u674e\u94c1\u62d0\u5e76\u6ca1\u6709\u627e\u5230\u4ed6\u7684\u8eab\u4f53\uff0c\u6700\u7ec8\u4ed6\u8fdb\u5165\u4e86\u4e5e\u4e10\u7684\u8eab\u4f53\uff0c\u5e76\u7528\u4ed6\u7684\u77e5\u8bc6\u6cbb\u6108\u4e86\u75c5\u4eba\u3002<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\">\u5415\u6d1e\u5bbe<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u4e0a\u4e00\u4e2a\u5415\u6d1e\u5bbe\u6700\u521d\u662f\u5937\u4e2d\u5e1d\u56fd\u7684\u6444\u653f\u738b\u3002\u4f46\u6700\u7ec8\u4ed6\u51b3\u5b9a\u4e0d\u518d\u5f53\u6444\u653f\u738b\uff0c\u5f00\u59cb\u5b66\u4e60\u5251\u672f\u3002\u4e0e\u949f\u79bb\u6743\u5728\u5468\u5357\u5c71\u3002\u6210\u529f\u540e\uff0c\u4ed6\u5347\u5165\u4e86\u5929\u7a7a\uff0c\u6210\u4e3a\u4e86\u5e2e\u52a9\u4eba\u7c7b\u7684\u795e\u3002\u4ed6\u5728\u6210\u795e\u7684\u65f6\u5019\uff0c\u7ecf\u5e38\u51fa\u73b0\u5728\u957f\u6c5f\u6d41\u57df\u5468\u56f4\uff0c\u5e2e\u52a9\u4eba\u7c7b\u3002<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\">\u5f20\u679c\u8001<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u5f20\u679c\u8001\u662f\u4e2d\u6761\u5c71\u7684\u4e00\u4f4d\u9690\u58eb\u3002\u4e00\u65e5\uff0c\u5f53\u4ed6\u51b3\u5b9a\u4e0b\u5c71\u62dc\u89c1\u592a\u5b97\u3001\u9ad8\u5fe0\u65f6\uff0c\u7a81\u7136\u53bb\u4e16\u3002\u4ed6\u8150\u70c2\u7684\u5c38\u4f53\u88ab\u866b\u5b50\u5403\u6389\u4e86\u3002\u7136\u800c\u4e0d\u540c\u7684\u662f\uff0c\u51e0\u5929\u540e\uff0c\u5f20\u679c\u8001\u5728\u8861\u5dde\u88ab\u53d1\u73b0\u3002\u516c\u5143746\u5e74\uff0c\u4ed6\u518d\u6b21\u75c5\u901d\u4e8e\u8861\u5dde\uff0c\u7531\u5f1f\u5b50\u5b89\u846c\u3002\u7136\u800c\uff0c\u4e0b\u846c\u51e0\u5929\u540e\uff0c\u5b66\u751f\u4eec\u53d1\u73b0\u8001\u5e08\u7684\u575f\u5893\u7a7a\u4e86\u3002<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\">\u4f55\u4ed9\u59d1<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u4f55\u9999\u8c37\u51fa\u751f\u4e8e\u5510\u4ee3\uff08\u516c\u5143618-907\u5e74\uff09\u7684\u5e7f\u5dde\u3002 14\u5c81\u65f6\uff0c\u4ed6\u670d\u4e0b\u4e91\u6bcd\u7c89\uff0c\u8eab\u4f53\u53d8\u5f97\u8f7b\u76c8\uff0c\u98d8\u6d6e\u5728\u5c71\u9876\u4e0a\u3002\u7136\u540e\u4ed6\u5728\u5c71\u9876\u6458\u4e86\u4e00\u9897\u795e\u5947\u7684\u679c\u5b9e\uff0c\u9001\u7ed9\u4e86\u4ed6\u7684\u8001\u6bcd\u4eb2\u3002\u4f55\u9999\u8c37\u4e5f\u53d1\u73b0\u81ea\u5df1\u7684\u8eab\u4f53\u53d1\u751f\u4e86\u53d8\u5316\uff0c\u90a3\u5c31\u662f\u4e0d\u518d\u9700\u8981\u98df\u7269\u4e86\u3002<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\">\u84dd\u91c7\u548c<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u84dd\u91c7\u548c\u5728\u6210\u795e\u4e4b\u524d\u9047\u5230\u4e86\u674e\u94c1\u62d0\uff0c\u674e\u94c1\u62d0\u7981\u6b62\u4ed6\u5b66\u4e60\u795e\u5b66\u3002\u7136\u800c\uff0c\u84dd\u91c7\u548c\u7adf\u7136\u548c\u674e\u94c1\u62d0\u6210\u4e86\u795e\u3002\u84dd\u91c7\u548c\u88ab\u63cf\u7ed8\u6210\u4e00\u4e2a\u62ff\u7740\u88c5\u6ee1\u9c9c\u82b1\u7684\u7af9\u7bee\u7684\u7537\u5b69\u3002\u9664\u6b64\u4e4b\u5916\uff0c\u4ed6\u8fd8\u5e26\u6765\u4e86\u4e00\u5bf9\u7af9\u4e50\u5668\u3002\u4f17\u6240\u5468\u77e5\uff0c\u4ed6\u5e08\u4ece\u674e\u94c1\u62d0\u3002<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\">\u97e9\u6e58\u5b50<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u97e9\u6e58\u5b50\u548c\u5415\u6d1e\u5bbe\u4e00\u8d77\u722c\u5230\u4e86\u6843\u6811\u9876\u3002\u7136\u800c\u97e9\u6c0f\u5012\u53f0\u5e76\u6210\u4e3a\u5360\u535c\u4e4b\u795e\u548c\u9644\u5c5e\u5668\u3002\u5176\u7279\u70b9\u662f\u627f\u8f7d\u7b1b\uff08\u4e2d\u56fd\u4f20\u7edf\u7b1b\u5b50\uff09\u3002\u56e0\u6b64\uff0c\u97e9\u6e58\u5b50\u4e5f\u88ab\u79f0\u4e3a\u9053\u4ee3\u97f3\u4e50\u4f5c\u54c1\u7684\u521b\u9020\u8005\uff08\u5929\u534e\u97f3\uff09\u3002<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\">\u66f9\u56fd\u8205<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u4e2d\u56fd\u4eba\u5e38\u79f0\u5176\u4e3a\u5de5\u535a\u3002\u4ed6\u539f\u672c\u662f\u5b8b\u671d\u7684\u4e00\u540d\u5c06\u519b\uff0c\u6700\u7ec8\u51b3\u5b9a\u9000\u51fa\uff0c\u4e0e\u4ed6\u4e00\u8d77\u4fee\u884c\u795e\u8bc6\u3002\u949f\u8389 \u8fd8\u6709\u5415\u4e1c\u3002\u6210\u529f\u83b7\u5f97\u795e\u6027\u540e\uff0c\u4ed6\u88ab\u63cf\u7ed8\u6210\u62ff\u7740\u97f3\u4e50\u4f34\u594f\u7684\u9ad8\u5b98\u3002<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u76f4\u5230\u73b0\u5728\uff0c\u516b\u4ed9\u7684\u4f20\u8bf4\u4ecd\u7136\u5728\u534e\u4eba\u793e\u4f1a\u4e2d\u5e7f\u4e3a\u4eba\u77e5\u3002\u4ed6\u4eec\u79f0\u4e4b\u4e3a\u516b\u4ed9\uff08\u4e0d\u673d\u7684\u5728\uff09\u3002\u4e2d\u56fd\u4eba\u76f8\u4fe1\uff0c\u8fd9\u516b\u4f4d\u795e\u4ed9\u5c06\u60e9\u7f5a\u4f5c\u6076\u7684\u4eba\u7c7b\uff0c\u521b\u9020\u4e00\u4e2a\u5145\u6ee1\u5584\u826f\u7684\u4e16\u754c\u3002<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber: https:\/\/www.google.com\/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FDelapan_Dewa_%2528Tiongkok Pada masa Taoisme (Dinasti Han), terdapat sebuah legenda yang cukup populer di kalangan masyarakat Tionghoa. Legenda tersebut adalah legenda Delapan Dewa (\u516b\u4ed9), yang berasal dari gunung Penglai (\u84ec\u83b1\u5c71 P\u00e9ngl\u00e1i sh\u0101n) yang terletak di kota Yantai, Provinsi Shandong, Tiongkok. Mereka dikenal sebagai dewa yang berhasil mencapai kesempurnaan, dan selalu menunjukkan kebahagiaan semasa hidupnya. Selain [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":5073,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-5064","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5064","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5064"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5064\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5093,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5064\/revisions\/5093"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5073"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5064"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5064"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5064"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}