    {"id":4184,"date":"2022-05-13T21:59:43","date_gmt":"2022-05-13T14:59:43","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/?p=4184"},"modified":"2022-05-13T21:59:43","modified_gmt":"2022-05-13T14:59:43","slug":"hewan-mitologi-tiongkok-qilin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/2022\/05\/13\/hewan-mitologi-tiongkok-qilin\/","title":{"rendered":"Hewan Mitologi Tiongkok: Qilin"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Source: Wikimedia Commons<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Mitologi merupakan mitos atau kepercayaan yang secara umum terdapat pada suatu masyarakat dengan kebudayaan tertentu. Banyak hal di dunia ini yang ditafsirkan sebagai bagian dari mitologi yang kemudian dipercayai oleh penganutnya, salah satunya adalah hewan. Hewan mitologi merupakan jenis-jenis hewan yang keberadaannya diceritakan dalam kisah mitologis, legenda, atau cerita fabel dalam masyarakat. Dalam mitologi Tiongkok dikisahkan bahwa terdapat empat jenis hewan mulia. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> (\u9e92\u9e9f) atau Kirin merupakan salah satu dari empat jenis hewan mulia yang terdiri dari naga, burung <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Phoenix<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, dan kura-kura.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Mitologi Tiongkok kuno mengisahkan seorang Dewa bernama Pangu yang melindungi langit dan bumi dari berbagai bentuk kekacauan di dunia dengan dibantu oleh empat hewan mulia, yaitu <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, naga, <em>P<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">hoenix<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, dan kura-kura. Setiap kali <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> selesai dengan pekerjaannya dalam membantu Dewa Pangu menjaga langit dan bumi, maka ia akan pergi ke hutan lebat dan tinggal di dalam hutan tersebut. Kebaikan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> dalam membantu Dewa Pangu membuat <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">mendapatkan julukan sebagai hewan pertanda baik oleh masyarakat Tiongkok.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kisah <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">juga diceritakan pada masa Dinasti Kaisar Fu Xi (\u4f0f\u7fb2<\/span><span style=\"font-weight: 400\">)<\/span><span style=\"font-weight: 400\">, salah satu tokoh dari legenda \u201cTiga Maharaja dan Lima Kaisar\u201d yang hidup pada puluhan abad yang lalu. Pada suatu hari, kaisar Fu Xi mengaku pernah melihat <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> keluar dari Sungai Kuning (\u9ec4\u6cb3) dengan sebuah tanda magis di punggungnya. Konon dikatakan bahwa tanda-tanda magis tersebut kemudian menjadi dasar tulisan karakter Tiongkok. Namun, menurut catatan sejarah Tiongkok, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> pertama kali disebutkan pada sejarah naratif Tiongkok kuno pada abad ke-5 SM di dalam sebuah buku zuo zhuan (\u5de6\u4f20) yang menjelaskan tentang peristiwa di Tiongkok sekitar tahun 722-465 SM. Kemudian baru setelah itu, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> pun semakin banyak dikisahkan dalam berbagai karya tulis sejarah dan kisah fiktif Tiongkok pada periode berikutnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> memiliki perawakan yang terlihat seperti mahluk jahat. Meskipun begitu, menurut kisah yang beredar dalam masyarakat, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> adalah hewan penyayang yang baik hati dan pecinta damai. Menurut legenda, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">diceritakan memiliki kemampuan untuk melayang di udara, di atas permukaan air, dan di tanah tanpa harus menginjak tanaman apapun seperti rumput. Hal tersebut karena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Qilin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah hewan penyayang yang tidak ingin menyakiti makhluk hidup apapun di bumi termasuk tumbuhan, hewan, atau bahkan serangga terkecil sekalipun. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">juga melambangkan kemakmuran dan kedamaian. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">dikisahkan hanya akan muncul pada suatu daerah yang dipimpin oleh penguasa bijaksana. Namun, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> akan menjadi sangat agresif terhadap kejahatan. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">akan menyemburkan bola-bola api dari mulutnya untuk menghukum orang-orang yang telah berbuat jahat. Hal tersebut membuat <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">sangat disegani oleh hewan-hewan buas Tiongkok dan dihormati sebagai raja dari para binatang buas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">dikenal memiliki perawakan yang unik. Selama puluhan abad, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Qilin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">digambarkan sebagai hewan yang memiliki tampilan berupa perpaduan antara rusa kecil, singa, dan ikan. Tubuh <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> menyerupai seekor rusa yang diselimuti api pada seluruh bagian tubuhnya dengan sisik berwarna kehijauan, ekor, dan kepala <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">berbentuk seperti naga dengan tanduk panjang yang menjadi ciri khasnya. Keunikan penampilan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">menjadikannya sebagai hewan peliharaan suci dalam busana tradisional Tiongkok. Ilustrasi <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">sering disulam pada jubah kaisar dan para bangsawan yang berpangkat tinggi karena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Qilin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">menjadi hewan mulia Tiongkok yang terkuat ketiga setelah naga dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">phoenix<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dalam kebudayaan Tiongkok, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">juga melambangkan kelahiran orang bijak di masa depan dan personifikasi dari sifat dasar kemanusiaan. Bahkan, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">diyakini sebagai makhluk yang telah memberitakan kelahiran Konfusius (\u5b54\u5b50) pada tahun 552 SM, yaitu seorang filsuf ternama asal Tiongkok yang mengembangkan konfusianisme. Selain itu, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> juga sering digunakan sebagai ukiran pada batu nisan karena dipercaya dapat mengusir roh jahat dan mengantarkan jiwa orang yang telah meninggal dunia ke surga dengan damai. Hingga saat ini, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Qilin <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">diyakini sebagai hewan suci yang melindungi negeri dari berbagai bencana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Referensi:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"rCJKNSeVS9\"><p><a href=\"https:\/\/lsfcogito.org\/mitologi-sebuah-nilai\/\">Mitologi &#038; Sebuah Nilai<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Mitologi &#038; Sebuah Nilai&#8221; &#8212; LSF Cogitoo\" src=\"https:\/\/lsfcogito.org\/mitologi-sebuah-nilai\/embed\/#?secret=bLatOsaXZ4#?secret=rCJKNSeVS9\" data-secret=\"rCJKNSeVS9\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">https:\/\/kumparan.com\/potongan-nostalgia\/qilin-hewan-dalam-mitologi-tiongkok-yang-dipercaya-bisa-mengusir-roh-jahat-1vCu5IvcFoq\/full<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u4e2d\u56fd\u53e4\u4ee3\u795e\u517d\uff1a\u9e92\u9e9f<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u795e\u8bdd\u662f\u4e00\u79cd\u4fe1\u4ef0\uff0c\u901a\u5e38\u5b58\u5728\u4e8e\u5177\u6709\u67d0\u79cd\u6587\u5316\u7684\u793e\u4f1a\u4e2d\u3002\u8fd9\u4e16\u754c\u4e0a\u7684\u8bb8\u591a\u4e8b\u7269\u90fd\u88ab\u89e3\u91ca\u4e3a\u795e\u8bdd\u7684\u4e00\u90e8\u5206\uff0c\u7136\u540e\u88ab\u5176\u8ffd\u968f\u8005\u76f8\u4fe1\uff0c\u5176\u4e2d\u4e4b\u4e00\u5c31\u662f\u795e\u517d\u3002\u795e\u517d\u662f\u5728\u793e\u4f1a\u4e0a\u7684\u795e\u8bdd\u6545\u4e8b\u3001\u4f20\u8bf4\u6216\u5bd3\u8a00\u4e2d\u8bb2\u8ff0\u5176\u5b58\u5728\u7684\u52a8\u7269\u7c7b\u578b\u3002\u5728\u4e2d\u56fd\u795e\u8bdd\u4e2d\uff0c\u636e\u8bf4\u6709\u56db\u79cd\u8d35\u65cf\u795e\u517d\u3002\u9e92\u9e9f\u662f\u7531\u7ec4\u6210\u7684\u56db\u79cd\u8d35\u65cf\u795e\u517d\u4e4b\u4e00\u9f99\u3001\u51e4\u3001\u9f9f\u3002<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u4e2d\u56fd\u53e4\u4ee3\u795e\u8bdd\u8bb2\u8ff0\u4e86\u4e00\u4f4d\u540d\u795e\u53eb\u76d8\u53e4\u6c0f\uff0c\u4ed6\u5728\u9e92\u9e9f\u3001\u9f99\u3001\u51e4\u51f0\u548c\u9f9f\u8fd9\u56db\u79cd\u8d35\u91cd\u795e\u517d\u7684\u5e2e\u52a9\u4e0b\uff0c\u4fdd\u62a4\u5929\u5730\u514d\u53d7\u4e16\u754c\u5404\u79cd\u5f62\u5f0f\u7684\u6df7\u4e71\u3002\u6bcf\u6b21\u9e92\u9e9f\u5e2e\u76d8\u53e4\u6c0f\u5b88\u62a4\u5929\u5730\u7684\u5de5\u4f5c\u5b8c\u6210\u540e\uff0c\u5b83\u90fd\u4f1a\u53bb\u8302\u5bc6\u7684\u68ee\u6797\uff0c\u4f4f\u5728\u90a3\u513f\u3002\u9e92\u9e9f\u5e2e\u52a9\u76d8\u53e4\u6c0f\u7684\u597d\u5fc3\uff0c\u8ba9\u9e92\u9e9f\u88ab\u4e2d\u56fd\u4eba\u79f0\u4e3a\u5409\u7965\u795e\u517d\u3002<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u9e92\u9e9f\u6545\u4e8b\u4f0f\u7fb2\u5e74\u95f4\u4e5f\u6709\u8bb0\u8f7d\uff0c\u5728\u6570\u5341\u4e2a\u4e16\u7eaa\u524d\u7684\u201c\u4e09\u7687\u4e94\u5e1d\u201d\u4f20\u8bf4\u4e2d\u7684\u4eba\u7269\u4e4b\u4e00\u3002\u6709\u4e00\u65e5\uff0c\u4f0f\u7fb2\u6c0f\u81ea\u79f0\u89c1\u8fc7\u9e92\u9e9f\u4ece\u9ec4\u6cb3\u91cc\u51fa\u6765\uff0c\u80cc\u4e0a\u6709\u4e00\u4e2a\u795e\u5947\u7684\u5370\u8bb0\u3002\u636e\u8bf4\u8fd9\u4e9b\u795e\u5947\u7684\u7b26\u53f7\u540e\u6765\u6210\u4e3a\u4e66\u5199\u6c49\u5b57\u7684\u57fa\u7840\u3002\u7136\u800c\uff0c\u6839\u636e\u4e2d\u56fd\u5386\u53f2\u8bb0\u8f7d\uff0c\u9e92\u9e9f\u5728\u516c\u5143\u524d<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> 5 <\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u4e16\u7eaa\u4e2d\u56fd\u53e4\u4ee3\u53d9\u4e8b\u53f2\u7684\u300a\u5de6\u4f20\u300b\u4e2d\u9996\u6b21\u63d0\u5230\u5b83\uff0c\u8be5\u4e66\u63cf\u8ff0\u4e86\u516c\u5143\u524d<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> 722-465 <\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u5e74\u5de6\u53f3\u4e2d\u56fd\u53d1\u751f\u7684\u4e8b\u4ef6\u3002\u7136\u540e\u53ea\u6709\u5728\u90a3\u4e4b\u540e\uff0c\u9e92\u9e9f\u5728\u4ee5\u540e\u7684\u65f6\u671f\uff0c\u4e5f\u8d8a\u6765\u8d8a\u591a\u5730\u51fa\u73b0\u5728\u5404\u79cd\u5386\u53f2\u8457\u4f5c\u548c\u4e2d\u56fd\u865a\u6784\u6545\u4e8b\u4e2d\u3002<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u9e92\u9e9f\u6709\u4e00\u4e2a\u770b\u8d77\u6765\u50cf\u90aa\u6076\u795e\u517d\u7684\u8eab\u6750\u3002\u5c3d\u7ba1\u5982\u6b64\uff0c\u6839\u636e\u793e\u533a\u6d41\u4f20\u7684\u6545\u4e8b\uff0c\u9e92\u9e9f\u662f\u4e00\u79cd\u5fc3\u5730\u5584\u826f\u3001\u7231\u597d\u548c\u5e73\u7684\u795e\u517d\u3002\u76f8\u4f20\uff0c\u9e92\u9e9f\u80fd\u591f\u6f02\u6d6e\u5728\u7a7a\u4e2d\u3001\u6c34\u9762\u4e4b\u4e0a\u548c\u5730\u9762\u4e0a\uff0c\u800c\u65e0\u9700\u8e29\u5230\u8349\u7b49\u4efb\u4f55\u690d\u7269\u3002\u56e0\u4e3a\u9e92\u9e9f\u662f\u4e00\u79cd\u6148\u7231\u7684\u795e\u517d\uff0c\u5b83\u4e0d\u60f3\u4f24\u5bb3\u5730\u7403\u4e0a\u7684\u4efb\u4f55\u751f\u7269\uff0c\u5305\u62ec\u690d\u7269\u3001\u52a8\u7269\uff0c\u751a\u81f3\u662f\u6700\u5c0f\u7684\u6606\u866b\u3002\u9e92\u9e9f\u4e5f\u8c61\u5f81\u7740\u7e41\u8363\u4e0e\u548c\u5e73\u3002\u636e\u8bf4\u9e92\u9e9f\u53ea\u51fa\u73b0\u5728\u6709\u667a\u6167\u7684\u7edf\u6cbb\u8005\u9886\u5bfc\u7684\u5730\u533a\u3002\u4f46\u662f\uff0c\u9e92\u9e9f\u4f1a\u5bf9\u90aa\u6076\u53d8\u5f97\u975e\u5e38\u5484\u5484\u903c\u4eba\u3002\u5b83\u4f1a\u4ece\u5634\u91cc\u5c04\u51fa\u706b\u7403\u6765\u60e9\u7f5a\u4f5c\u6076\u7684\u4eba\u3002<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u9e92\u9e9f\u4ee5\u62e5\u6709\u72ec\u7279\u7684\u8eab\u6750\u800c\u95fb\u540d\u3002\u51e0\u5341\u5e74\u6765\uff0c\u9e92\u9e9f\u4e00\u76f4\u88ab\u63cf\u8ff0\u4e3a\u4e00\u79cd\u7ed3\u5408\u4e86\u5c0f\u9e7f\u3001\u72ee\u5b50\u548c\u9c7c\u7684\u795e\u517d\u3002\u9e92\u9e9f\u8eab\u5f62\u4f3c\u9e7f\uff0c\u5168\u8eab\u706b\u7ea2\uff0c\u9cde\u7247\u4e0e\u5c3e\u5448\u7eff\u8272\uff0c\u9e92\u9e9f\u5934\u5f62\u4f3c\u9f99\uff0c\u957f\u89d2\u662f\u5176\u7279\u5f81\u3002\u9e92\u9e9f\u72ec\u7279\u7684\u5916\u89c2\u4f7f\u5176\u6210\u4e3a\u4e2d\u56fd\u4f20\u7edf\u670d\u9970\u4e2d\u7684\u5723\u5ba0\u3002\u9e92\u9e9f\u56fe\u6848\u7ecf\u5e38\u88ab\u7ee3\u5728\u7687\u5e1d\u548c\u9ad8\u8d35\u7684\u888d\u5b50\u4e0a\uff0c\u56e0\u4e3a\u9e92\u9e9f\u662f\u4e2d\u56fd\u4ec5\u6b21\u4e8e\u9f99\u548c\u51e4\u51f0\u7684\u7b2c\u4e09\u5927\u8d35\u65cf\u795e\u517d\u3002<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u5728\u4e2d\u56fd\u6587\u5316\u4e2d\uff0c\u9e92\u9e9f\u4e5f\u8c61\u5f81\u7740\u672a\u6765\u5723\u4eba\u7684\u8bde\u751f\u548c\u4eba\u6027\u7684\u5316\u8eab\u3002\u4e8b\u5b9e\u4e0a\uff0c\u9e92\u9e9f\u88ab\u8ba4\u4e3a\u662f\u4e00\u79cd\u751f\u7269\u516c\u5143\u524d<\/span><span style=\"font-weight: 400\">552<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u5e74\u62a5\u9053\u4e86\u5b54\u5b50\u7684\u8bde\u751f\uff0c\u662f\u4e2d\u56fd\u8457\u540d\u7684\u5112\u5bb6\u601d\u60f3\u5bb6\u3002\u9664\u6b64\u4e4b\u5916\uff0c\u5b83\u4e5f\u7ecf\u5e38\u88ab\u7528\u4f5c\u5893\u7891\u4e0a\u7684\u96d5\u523b\u54c1\uff0c\u56e0\u4e3a\u5b83\u88ab\u8ba4\u4e3a\u80fd\u591f\u9a71\u9664\u90aa\u7075\uff0c\u5c06\u53bb\u4e16\u4eba\u7684\u7075\u9b42\u5b89\u7136\u9001\u5230\u5929\u5802\u3002\u76f4\u5230\u73b0\u5728\uff0c\u9e92\u9e9f\u88ab\u8ba4\u4e3a\u662f\u4fdd\u62a4\u56fd\u5bb6\u514d\u53d7\u5404\u79cd\u707e\u96be\u7684\u795e\u517d\u3002<\/span><\/p>\n<p>Penerjemah: Nethania Catrice Tiovilda<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Source: Wikimedia Commons Mitologi merupakan mitos atau kepercayaan yang secara umum terdapat pada suatu masyarakat dengan kebudayaan tertentu. Banyak hal di dunia ini yang ditafsirkan sebagai bagian dari mitologi yang kemudian dipercayai oleh penganutnya, salah satunya adalah hewan. Hewan mitologi merupakan jenis-jenis hewan yang keberadaannya diceritakan dalam kisah mitologis, legenda, atau cerita fabel dalam masyarakat. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":4185,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-4184","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4184","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4184"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4184\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4186,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4184\/revisions\/4186"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4185"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4184"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4184"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4184"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}