    {"id":3601,"date":"2021-09-13T16:01:09","date_gmt":"2021-09-13T09:01:09","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/?p=3601"},"modified":"2021-09-13T16:01:09","modified_gmt":"2021-09-13T09:01:09","slug":"keistimewaan-budaya-tatung-bagi-orang-tionghoa-di-kota-singkawang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/2021\/09\/13\/keistimewaan-budaya-tatung-bagi-orang-tionghoa-di-kota-singkawang\/","title":{"rendered":"Keistimewaan Budaya Tatung Bagi Orang Tionghoa di Kota Singkawang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Cap Go Meh (Hanzi: \u5143\u5bb5\u8282, Hanyu Pinyin: Yu\u00e1nxi\u0101o ji\u00e9) merupakan malam ke-15 tahun baru Imlek yang sekaligus menjadi akhir dari perayaan tahun baru Imlek. Perayaan Cap Go Meh ini merupakan perayaan yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat Tionghoa, khususnya di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang selalu dimeriahkan dengan adanya atraksi budaya Tatung. Tatung adalah istilah bagi orang-orang yang memiliki takdir mendapatkan anugerah untuk menjadi tatung, di mana tubuh mereka dijadikan media untuk dirasuki oleh Dewa-Dewi, atau roh-roh leluhur yang mereka percayai. Pawai Tatung di Kota Singkawang pada saat perayaan festival Cap Go Meh sendiri sudah dilakukan sejak sekitar 250 tahun yang lalu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kata Tatung berasal dari dialek <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hakka <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang terdiri dari kata ta dan tung. Ta secara harfiah berarti \u201ctepuk atau pukul\u201d dan Tung secara harfiah berarti \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Thungkie<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, atau orangnya\u201d. Tatung yang diatraksikan di Kota Singkawang ini, dalam Bahasa Inggris disebut juga sebagai \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Spirit Medium<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u201d, yang berarti dirinya menjadi perantara<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">untuk mengalami keadaan \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">trance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u201d atau kerasukan roh. Namun dalam bahasa Mandarin, terdapat banyak istilah untuk menyebut Tatung ini, seperti <\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u4e69\u7ae5<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> (Ti\u00e0o t\u00f3ng), <\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u795e\u6253 <\/span><span style=\"font-weight: 400\">(Sh\u00e9n d\u01ce), <\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u4e69\u7ae5<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> (J\u012b t\u00f3ng) atau <\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u7ae5\u4e69<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> (T\u00f3ng j\u012b). Di antara semua sebutan Mandarin di atas, istilah Tatung yang ada di Kota Singkawang lebih mendekati makna dari <\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u795e\u6253<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> (Sh\u00e9n d\u01ce), yaitu <\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u795e<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> (Sh\u00e9n) artinya \u201cDewa\u201d dan <\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u6253 <\/span><span style=\"font-weight: 400\">(D\u01ce) artinya \u201cpukul\u201d.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Para Tatung akan mendatangi vihara untuk melakukan berbagai ritual, salah satunya adalah melempar Sin Kaw atau Sin Fui yang merupakan cara untuk memanggil para roh leluhur yang akan merasuki tubuh mereka. Roh-roh yang dipanggil ini diyakini sebagai roh-roh baik, yang mampu menangkal roh-roh jahat yang hendak mengganggu keharmonisan hidup masyarakat di Kota Singkawang. Mereka yang telah dirasuki oleh roh-roh leluhur tersebut dipercaya akan memiliki kekuatan gaib dan bertindak di bawah alam sadarnya. Pada saat mempertunjukkan atraksi dalam perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang, para Tatung akan berada di atas pedang yang disusun menyerupai tandu, dan mereka pun terus melompat di atas pedang-pedang itu tanpa terluka sedikit pun. Para Tatung biasanya akan melakukan beberapa atraksi, seperti aksi sayat lidah, memotong lengan, atau menusuk bagian badannya dengan pedang sabet, golok, atau menusuk beberapa bagian muka menggunakan jarum yang besar dengan jumlah yang banyak, dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Namun untuk menjadi Tatung, tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang, karena pada umumnya peran ini diwariskan secara turun-temurun. Sebelum menjadi Tatung, mereka harus berpuasa, tidak boleh memakan daging dan berhubungan badan dengan pasangannya minimal seminggu. Di sisi lain, para calon Tatung juga diharuskan untuk melempar kayu. Apabila kayu yang dilempar memunculkan dua sisi yang sama secara berturut-turut, maka mereka boleh menjadi Tatung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Bagi mereka yang diperbolehkan menjadi Tatung, hal ini diartikan sebagai bentuk pengorbanan atau penebusan dari Dewa-Dewi atau roh-roh leluhur untuk meringankan dosa-dosa yang telah diperbuat manusia. Namun, pada saat perayaan Cap Go Meh, ritual Tatung ini bertujuan untuk memohon pertolongan Dewa-Dewi atau roh-roh leluhur untuk mengusir kemalangan atau petaka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Budaya Tatung ini tidak hanya melakukan berbagai atraksi tanpa sebab, tetapi mereka berkeliling di Kota Singkawang dengan bertujuan untuk memohon pertolongan agar kota mereka dijauhkan dari berbagai bencana alam, penyakit, serta mereka memohon untuk diberikan perlindungan dalam hal kesehatan dan keselamatan. Beberapa Tatung juga harus ditandu mulai dari awal acara hingga akhir acara, karena biasanya Dewa-Dewi atau roh-roh leluhur yang masuk ke dalam tubuh para Tatung adalah orang-orang penting yang memang harus duduk di tandu atau dipikul semasa hidupnya ketika hendak bepergian.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Referensi:<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2021\/02\/26\/165400765\/asal-muasal-tradisi-cap-go-meh-dirayakan-15-hari-setelah-imlek?page=all\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2021\/02\/26\/165400765\/asal-muasal-tradisi-cap-go-meh-dirayakan-15-hari-setelah-imlek?page=all<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/kumparan.com\/kumparantravel\/tatung-manusia-pilihan-yang-rela-dimasuki-roh-dewa-demi-tradisi-1shoxf0G6qh\/full\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/kumparan.com\/kumparantravel\/tatung-manusia-pilihan-yang-rela-dimasuki-roh-dewa-demi-tradisi-1shoxf0G6qh\/full<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/pontianak.tribunnews.com\/2020\/01\/13\/arti-tatung-asal-usul-tatung-sejarah-tatung-atau-lokthung-pada-perayaan-cap-go-meh-singkawang?page=1\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/pontianak.tribunnews.com\/2020\/01\/13\/arti-tatung-asal-usul-tatung-sejarah-tatung-atau-lokthung-pada-perayaan-cap-go-meh-singkawang?page=1<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/travel.kompas.com\/read\/2020\/10\/19\/100217827\/festival-cap-go-meh-dan-tatung-singkawang-jadi-warisan-budaya-tak-benda\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/travel.kompas.com\/read\/2020\/10\/19\/100217827\/festival-cap-go-meh-dan-tatung-singkawang-jadi-warisan-budaya-tak-benda<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/tirto.id\/asal-usul-tradisi-tatung-cap-go-meh-sejarahnya-di-kalimantan-barat-gaDW\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/tirto.id\/asal-usul-tradisi-tatung-cap-go-meh-sejarahnya-di-kalimantan-barat-gaDW<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.genpi.co\/berita\/6531\/begini-ekspresi-tatung-cilik-kerasukan-roh-leluhur\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.genpi.co\/berita\/6531\/begini-ekspresi-tatung-cilik-kerasukan-roh-leluhur<\/span><\/a><\/p>\n<p><strong>Sumber Gambar:<br \/>\n<\/strong>https:\/\/travelpixelz.com\/blog\/tatung-parade-capgomeh-singkawang<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u00a0\u00a0\u4e69\u7ae5\u6587\u5316\u5bf9\u5c71\u53e3\u6d0b\u534e\u4eba\u7684\u7279\u522b\u610f\u4e49<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u5143\u5bb5\u8282\u662f\u519c\u5386\u65b0\u5e74\u7684\u7b2c\u5341\u4e94\u5929\uff0c\u4e5f\u6807\u5fd7\u7740\u519c\u5386\u65b0\u5e74\u6d3b\u52a8\u7684\u7ed3\u675f\u3002\u5143\u5bb5\u8282\u5e86\u795d\u6d3b\u52a8\u662f\u6bcf\u4e2a\u534e\u88d4\u90fd\u5f88\u671f\u5f85\u7684\u4e00\u4e2a\u5e74\u5ea6\u5e86\u795d\u6d3b\u52a8\uff0c\u7279\u522b\u662f\u897f\u52a0\u91cc\u66fc\u4e39<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u5c71\u53e3\u6d0b<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u5e02\u7684\u534e\u88d4\u3002\u8fd9\u662f\u4e3a\u4ec0\u4e48\u5462\uff1f\u8fd9\u662f\u56e0\u4e3a<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u5c71\u53e3\u6d0b<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u5e02\u7684\u5143\u5bb5\u8282\u6d3b\u52a8<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u603b\u662f\u4f1a\u6709\u5145\u6ee1\u770b\u70b9\u7684\u4e69\u7ae5\u8868\u6f14<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u3002\u4e69\u7ae5\u662f\u6307\u90a3\u4e9b\u6ce8\u5b9a\u53ef\u4ee5\u6210\u4e3a\u4e69\u7ae5\u7684\u4eba\uff0c\u4ed6\u4eec\u7684\u8eab\u4f53\u88ab\u7528\u4f5c\u88ab\u795e\u6216\u88ab\u4ed6\u4eec\u6240\u4fe1\u4ef0\u7684\u7956\u5148\u7684\u7075\u9b42\u6240\u9644\u4f53\u7684\u5a92\u4ecb\u3002\u81ea\u5927\u7ea6250\u5e74\u524d\uff0c\u5c71\u53e3\u6d0b\u5e02\u5df2\u7ecf\u5f00\u59cb\u5728\u5143\u5bb5\u8282\u5e86\u5178\u4e2d\u4e3e\u529e\u8df3\u7ae5\u6e38\u884c\u7684\u6d3b\u52a8<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u3002<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u4e69\u7ae5<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u4e00\u8bcd\u6765\u81ea\u5ba2\u5bb6\u65b9\u8a00\uff0c\u7531 ta \u548c tung \u7ec4\u6210\u3002 Ta \u7684\u5b57\u9762\u610f\u601d\u662f\u201c\u62cd\u624b\u6216\u51fb\u6253\u201d\uff0cTung \u7684\u5b57\u9762\u610f\u601d\u662f \u201cThungkie \u6216\u90a3\u4e2a\u4eba\u201d\u3002 \u5728<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u5c71\u53e3\u6d0b<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u5e02\u6f14\u51fa\u7684<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u4e69\u7ae5<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u5728\u82f1\u8bed\u4e5f\u88ab\u79f0\u4e3a\u201cSpirit Medium\u201d\uff0c\u610f\u601d\u662f\u4ed6\u6210\u4e3a\u4f53\u9a8c \u201c\u604d\u60da\u201d \u72b6\u6001\u6216\u88ab\u7cbe\u795e\u9644\u8eab\u7684\u5a92\u4ecb\u3002 \u4f46\u662f\uff0c\u5728\u6c49\u8bed\u4e2d\uff0c\u6709\u5f88\u591a\u672f\u8bed\u6765\u63cf\u8ff0\u8fd9\u4e2a\u4e69\u7ae5\uff0c\u4f8b\u5982\u4e69\u7ae5; \u795e\u6253; \u4e69\u7ae5; \u6216\u7ae5\u4e69\u3002 \u5728\u4ee5\u4e0a\u6240\u6709\u4e2d\u6587\u540d\u79f0\u4e2d\uff0c<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u5c71\u53e3\u6d0b<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u5e02\u7684<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u4e69\u7ae5<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u4e00\u8bcd\u66f4\u63a5\u8fd1\u4e8e\u795e\u6253\u7684\u610f\u601d\uff0c\u5373 \u201c\u795e\u201d \u610f\u4e3a \u201c\u4e0a\u5e1d\u201d\uff0c\u201c\u6253\u201d \u610f\u4e3a \u201c\u653b\u51fb\u201d\u3002<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u4e69\u7ae5<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u4eba\u4f1a\u6765\u5bfa\u9662\u8fdb\u884c\u5404\u79cd\u4eea\u5f0f\uff0c\u5176\u4e2d\u4e4b\u4e00\u662f\u6295\u63b7\u4ed9\u5361\u6216\u4ed9\u798f\uff0c\u8fd9\u662f\u4e00\u79cd\u53ec\u5524\u5c06\u9644\u8eab\u4e8e\u4ed6\u4eec\u8eab\u4f53\u7684\u7956\u5148\u7075\u9b42\u7684\u65b9\u5f0f\u3002\u8fd9\u4e9b\u88ab\u53ec\u5524\u7684\u7075\u9b42\u88ab\u8ba4\u4e3a\u662f\u5584\u826f\u7684\u7075\u9b42\uff0c\u4ed6\u4eec\u80fd\u591f\u62b5\u5fa1\u60f3\u8981\u6270\u4e71<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u5c71\u53e3\u6d0b<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u5e02\u4eba\u4eec\u751f\u6d3b\u548c\u8c10\u7684\u90aa\u6076\u7075\u9b42\u3002\u90a3\u4e9b\u88ab\u8fd9\u4e9b\u7956\u7075\u9644\u8eab\u7684\u4eba\u88ab\u8ba4\u4e3a\u5177\u6709\u8d85\u81ea\u7136\u7684\u529b\u91cf\u5e76\u5728\u6f5c\u610f\u8bc6\u4e2d\u884c\u52a8\u3002\u5728<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u5c71\u53e3\u6d0b<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u5e02\u7684\u5143\u5bb5\u8282\u5e86\u795d\u6d3b\u52a8\u4e2d\uff0c\u4e69\u7ae5\u4f1a\u5750\u5728\u7531\u5f88\u591a\u5251\u7ec4\u6210\u7684\u62c5\u67b6\u4e0a\uff0c\u4ed6\u4eec\u4f1a\u5728\u5251\u4e0a\u4e0d\u505c\u5730\u8e66\u8df3\u800c\u4e0d\u4f1a\u53d7\u4f24\u3002\u4e69\u7ae5\u901a\u5e38\u4f1a\u8868\u6f14\u51e0\u4e2a\u52a8\u4f5c\uff0c\u6bd4\u5982\u780d\u820c\u5934\u3001\u780d\u80f3\u818a\uff0c\u6216\u8005\u7528\u9570\u5200\u3001\u5927\u5200\u523a\u8eab\u4f53\uff0c\u6216\u8005\u7528\u5927\u91cf\u7684\u5927\u9488\u523a\u8138\u7684\u51e0\u4e2a\u90e8\u4f4d\u7b49\u7b49\u3002<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u7136\u800c\uff0c\u4e0d\u662f\u6bcf\u4e2a\u4eba\u90fd\u80fd\u591f\u6210\u4e3a\u4e69\u7ae5\uff0c\u56e0\u4e3a\u4e00\u822c\u6765\u8bf4\uff0c\u8fd9\u4e2a\u89d2\u8272\u662f\u4e16\u88ad\u7684\uff0c\u4e5f\u5c31\u662f\u4e00\u4ee3\u4e00\u4ee3\u4f20\u4e0b\u6765\u7684\u89d2\u8272\u3002\u4ed6\u4eec\u5728\u6210\u4e3a<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u4e69\u7ae5<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u4e4b\u524d\uff0c\u81f3\u5c11\u5728\u4e00\u5468\u5185\u4e0d\u53ef\u4ee5\u5403\u8089\uff0c\u4e5f\u4e0d\u80fd\u548c\u53e6\u4e00\u534a\u53d1\u751f\u5173\u7cfb\u3002\u53e6\u4e00\u65b9\u9762\uff0c\u4ed6\u4eec\u5fc5\u987b\u63b7\u7b4a\u5411\u795e\u660e\u8bf7\u793a\uff0c\u5e76\u4e14\u8fde\u7eed\u63b7\u51fa\u5723\u7b4a\uff0c\u624d\u53ef\u4ee5\u6210\u4e3a<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u4e69\u7ae5<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u3002<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u5bf9\u4e8e\u90a3\u4e9b\u88ab\u5141\u8bb8\u6210\u4e3a\u4e69\u7ae5\u7684\u4eba\u6765\u8bf4\uff0c\u8fd9\u88ab\u89e3\u91ca\u4e3a\u4e00\u79cd\u4ece\u795e\u6216\u7956\u7075\u90a3\u91cc\u8fdb\u884c\u7684\u727a\u7272\u6216\u6551\u8d4e\uff0c\u4ee5\u91ca\u653e\u4eba\u7c7b\u5728\u795e\u6216\u7956\u7075\u7684\u5e2e\u52a9\u4e0b\u72af\u4e0b\u7684\u7f6a\u6076\u907f\u514d\u4e0d\u5e78\u6216\u707e\u96be\u3002<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u8fd9\u79cd\u8df3\u7ae5\u8868\u6f14\u5e76\u4e0d\u662f\u65e0\u6545\u7684\uff0c\u4ed6\u4eec\u56db\u5904\u6e38\u5386<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u5c71\u53e3\u6d0b<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u5e02\uff0c\u76ee\u7684\u662f\u5bfb\u6c42\u5e2e\u52a9\uff0c\u4f7f\u4ed6\u4eec\u7684\u57ce\u5e02\u8fdc\u79bb\u5404\u79cd\u81ea\u7136\u707e\u5bb3\u548c\u75be\u75c5\u3002\u597d\u51e0\u4e2a\u4e69\u7ae5\u5728\u6e38\u884c\u65f6\u662f\u88ab\u62ac\u7740\u8d70\u7684\uff0c\u56e0\u4e3a\u901a\u5e38\u8fdb\u5165<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u4e69\u7ae5<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u8eab\u4f53\u7684\u795e\u7075\u6216\u7956\u7075\u90fd\u662f\u91cd\u8981\u7684\u4eba\uff0c\u6240\u4ee5\u51fa\u95e8\u65f6\u90fd\u662f\u5750\u5728\u8f7f\u5b50\u4e0a\uff0c\u88ab\u4eba\u9ad8\u9ad8\u62ac\u8d77\u3002<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u6587\u7ae0\u7ffb\u8bd1\u8005\uff1aVeronica<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cap Go Meh (Hanzi: \u5143\u5bb5\u8282, Hanyu Pinyin: Yu\u00e1nxi\u0101o ji\u00e9) merupakan malam ke-15 tahun baru Imlek yang sekaligus menjadi akhir dari perayaan tahun baru Imlek. Perayaan Cap Go Meh ini merupakan perayaan yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat Tionghoa, khususnya di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":3602,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-3601","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3601","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3601"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3601\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3603,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3601\/revisions\/3603"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3602"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3601"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3601"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3601"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}