    {"id":3448,"date":"2021-06-15T12:14:57","date_gmt":"2021-06-15T05:14:57","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/?p=3448"},"modified":"2021-06-16T12:40:38","modified_gmt":"2021-06-16T05:40:38","slug":"shufa-%e4%b9%a6%e6%b3%95-kaligrafi-ala-tiongkok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/2021\/06\/15\/shufa-%e4%b9%a6%e6%b3%95-kaligrafi-ala-tiongkok\/","title":{"rendered":"Shufa (\u4e66\u6cd5) Kaligrafi ala Tiongkok"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Kaligrafi Tiongkok atau <em>shufa <\/em>merupakan salah satu kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa Tiongkok sekaligus merupakan salah satu kaligrafi tertua dalam sejarah peradaban manusia. Kaligrafi Tiongkok merupakan teknik menulis indah karakter Hanzi dengan menggunakan tinta yang dituangkan dalam media tulis. Kaligrafi Tiongkok ini ditandai dengan orisinalitas dan kekayaan tulisan Tiongkok. Kaligrafi ini merupakan sarana dalam menuangkan perasaan dan pendapat si pembuat. Pendapat ini bisa meliputi pandangan terhadap kehidupan misalnya kehidupan alam, sosial, serta masyarakat.\u00a0 Kaligrafi Tiongkok memungkinkan bidang ekspresi artistik yang sangat luas. Salah satu seni kaligrafi Tiongkok yang paling banyak dikenali adalah menulis dengan kuas. Kaligrafi Tiongkok secara tradisional mencerminkan tingkat kebudayaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kaligrafi Tiongkok dapat dianggap sebagai seni dari kata yang merupakan suatu bentuk tarian garis, musik yang tidak memiliki suara, dan gambar yang tidak memiliki warna, maka kaligrafi ini juga bisa dikatakan sebagai tarian tinta. Awal mula seni kaligrafi Tiongkok tidak terlepas dari sejarah penemuan tinta, kertas dan kuas yang pertama ditemukan oleh bangsa Tiongkok, bangsa tertua di dunia.\u00a0Kaligrafi Tiongkok pertama kali muncul pada masa dinasti Shang. Namun baru berkembang pada dinasti Han. Pada akhir dinasti Han karakter Hanzi memulai era baru, yakni penulisan karakter sebagai seni.\u00a0Aksara Tiongkok pertama kali diciptakan pada zaman\u00a0Kaisar Kuning\u00a0(\u9ec4\u5e1d, Huangdi) (2698 \u2013 2598 SM) oleh tokoh yang bernama Cang Jie. Pada masa perkembangannya, sebelumnya kertas tulisan Kaligrafi Tiongkok dituliskan di atas kain sutra, potongan bilah bambu, ukiran batu, di cangkang kura-kura, atau potongan tulang yang dikenal sebagai\u00a0<em>piktograf<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Penulisan kaligrafi dilakukan pada sebuah kertas beras atau keras sutra, dan terdapat beberapa perlengkapan yaitu sikat, tinta, dan batu tinta. Tinta dalam bentuk tongkat yang digosokkan pada batu tinta dengan air hal ini bertujuan untuk mendapatkan cairan tinta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam menulis Kaligrafi Tiongkok, karakter Hanzi dapat ditulis menggunakan 5 gaya utama. Masing-masing gaya dilihat dalam pandangan intrinsik terkait dengan sejarah evolusi huruf Hanzi itu sendiri. 5 gaya utama dalam menuliskan kaligrafi Tiongkok di antaranya :<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Zhu\u00e0nsh\u016b<\/strong> (\u7bc6\u4e66) atau <strong>Seal Script<\/strong> (Gaya Segel)<\/li>\n<li><strong>L\u00ecsh\u016b<\/strong> (\u96b6\u4e66) atau <strong>Semi-cursive Script<\/strong> (Gaya Berjalan)<\/li>\n<li><strong>X\u00edngsh\u016b<\/strong> (\u884c\u4e66) atau <strong>Regular Script<\/strong> (Gaya Reguler)<\/li>\n<li><strong>C\u01ceosh\u016b<\/strong> (\u8349\u4e66) atau <strong>Clerical Script<\/strong> (Gaya Pejabat)<\/li>\n<li>\u00a0<strong>K\u01ceish\u016b<\/strong> (\u6977\u4e66) \u00a0atau <strong>Cursive Script<\/strong> (Gaya Berlari)<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam menuliskan kaligrafi Tiongkok terdapat\u00a0 beberapa standarisasi umum dari berbagai gaya kaligrafi. Jenis-jenis gaya pada penulisan Shufa yang utama, di antaranya adalah gaya segel, berjalan, reguler, pejabat, dan berlari. Di mana setiap gaya memiliki ciri-ciri yang khas dan unik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>1. Gaya <\/strong><strong>Zhu\u00e0nsh\u016b (<\/strong><strong>\u7bc6\u4e66<\/strong><strong>) atau Seal script (Gaya Segel)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gaya <em>zhuanshu <\/em>merupakan salah satu kaligrafi yang paling tua. Gaya <em>zhuanshu <\/em>memiliki ciri-ciri dengan bentuk huruf panjang, bundar dan menunjukkan keindahan guratan melengkung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3449\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-content\/uploads\/sites\/25\/2021\/06\/shufa-2.png\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"200\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>2. Gaya <\/strong><strong>L\u00ecsh\u016b (<\/strong><strong>\u96b6\u4e66<\/strong><strong>)<\/strong><strong> atau Semi-cursive Script (Gaya Berjalan)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gaya <em>lishu <\/em>memiliki ciri-ciri huruf yang datar dan menampilkan keindahan garis persegi. Gaya <em>lishu <\/em>memiliki ciri-ciri sebagai bentuk kaligrafi yang berbentuk aksara modern. Gaya <em>lishu <\/em>merupakan salah satu gaya kaligrafi paling tua dalam seni kaligrafi Tiongkok. Dalam gaya <em>lishu <\/em>bentuk goresan yang terkandung dalam skrip memiliki kemiripan dengan skrip gaya <em>kaishu<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3450\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-content\/uploads\/sites\/25\/2021\/06\/shufa-3.png\" alt=\"\" width=\"123\" height=\"200\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>3. X\u00edngsh\u016b (\u884c\u4e66) atau Regular Script (Gaya Reguler)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gaya <em>xingshu <\/em>merupakan gaya paling umum dalam kaligrafi. Gaya ini merupakan perpaduan antara<em> kaishu<\/em> dan<em> caoshu<\/em>. Tulisan Wang Xizhi dari dinasti Jin Timur dianggap sebagai wakil tipikal karya <em>xingshu<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3451\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-content\/uploads\/sites\/25\/2021\/06\/shufa-4.png\" alt=\"\" width=\"137\" height=\"200\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>4. Gaya <\/strong><strong>C\u01ceosh\u016b <\/strong>(\u8349\u4e66)<strong> atau Clerical Script (Gaya Pejabat)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gaya <em>caoshu <\/em>menampilkan keindahan garis dengan garis menari yang penuh kehidupan dan semangat. Gaya <em>caoshu <\/em>merupakan salah satu gaya terbaik untuk mengungkapkan perasaan dan kepribadian penulis kaligrafi. Zhang Xu dan Huai Su dari dinasti Tang sangat terkenal untuk penulisan kaligrafi dalam gaya ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3452\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-content\/uploads\/sites\/25\/2021\/06\/shufa-5.png\" alt=\"\" width=\"132\" height=\"199\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>5. K\u01ceish\u016b ( \u6977\u66f8) atau Cursive Script (Gaya Berlari)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kaishu merupakan salah satu gaya paling sering dilihat dalam kaligrafi. Gaya <em>kaishu <\/em>memiliki ciri huruf yang memiliki bentuk persegi dan teratur, guratannya penuh dan indah. Gaya ini mencapai masa kejayaannya selama dinasti Tang di mana tiga ahli kaligrafi kaishu hidup, mereka adalah Yan Zhengqing, Liu Gongquan, dan Ouyang Xun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3453 aligncenter\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-content\/uploads\/sites\/25\/2021\/06\/shufa-6.png\" alt=\"\" width=\"136\" height=\"200\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam menulis kaligrafi Tiongkok terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan yang dimulai dari sikap duduk hingga cara memanjangkan kaligrafi, dan hal utama yang harus diperhatikan yaitu dalam hal menggoreskan tinta-tinta hitam di atas media kaligrafi. Dalam menulis kaligrafi Tiongkok, seseorang harus duduk dengan tegap. Kemudian saat memulai menggoreskan tinta, kuas tinta hanya boleh digoreskan sebanyak sekali, tidak boleh terdapat perulangan karena nantinya hasilnya menjadi tidak baik. Dalam menulis kaligrafi ini juga sangat tenang yaitu dengan duduk tenang dan tidak terlalu banyak bergerak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam pemasangannya, kaligrafi Tiongkok dipajang pada pintu masuk rumah. Hal ini bertujuan agar saat orang hendak masuk ke dalam rumah dan melihat ke arah pintu dapat membawa doa sesuai dengan harapan yang tertuang dalam kaligrafi Tiongkok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Penulis : Valencia<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Referensi :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.tionghoa.info\/asal-usul-seni-kaligrafi-tiongkok\/\">https:\/\/www.tionghoa.info\/asal-usul-seni-kaligrafi-tiongkok\/<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/radarriaunet.com\/mobile\/detailberita\/5773\/asal-usul-seni-kaligrafi-tiongkok.html\">https:\/\/radarriaunet.com\/mobile\/detailberita\/5773\/asal-usul-seni-kaligrafi-tiongkok.html<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sumber gambar:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.mandreel.com\/indonesia\/kaligrafi-cina\/\">https:\/\/www.mandreel.com\/indonesia\/kaligrafi-cina\/<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/b\/be\/XiaozhuanQinquan_sized.jpg\">https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/b\/be\/XiaozhuanQinquan_sized.jpg<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/2\/27\/LishuHuashanmiao.jpg\">https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/2\/27\/LishuHuashanmiao.jpg<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/1\/1e\/XingshuLantingxv.jpg\">https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/1\/1e\/XingshuLantingxv.jpg<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/d\/d8\/CaoshuShupu.jpg\">https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/d\/d8\/CaoshuShupu.jpg<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/4\/40\/KaishuOuyangxun.jpg\">https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/4\/40\/KaishuOuyangxun.jpg<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u4e66\u6cd5<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u4e2d\u56fd\u4e66\u6cd5\u6216\u4e66\u6cd5\u662f\u4e2d\u534e\u6c11\u65cf\u7684\u6587\u5316\u4e4b\u4e00\uff0c\u4e5f\u662f\u4eba\u7c7b\u6587\u660e\u53f2\u4e0a\u6700\u53e4\u8001\u7684\u4e66\u6cd5\u4e4b\u4e00\u3002 \u4e2d\u56fd\u4e66\u6cd5\u662f\u4e00\u79cd\u4f7f\u7528\u6ce8\u5165\u4e66\u5199\u4ecb\u8d28\u7684\u58a8\u6c34\u4e66\u5199\u6c49\u5b57\u7684\u7f8e\u4e3d\u6280\u672f\u3002 \u8fd9\u79cd\u4e2d\u56fd\u4e66\u6cd5\u7684\u7279\u70b9\u662f\u4e2d\u56fd\u6587\u5b57\u7684\u72ec\u521b\u6027\u548c\u4e30\u5bcc\u6027\u3002 \u8fd9\u79cd\u4e66\u6cd5\u662f\u8868\u8fbe\u521b\u4f5c\u8005\u7684\u611f\u60c5\u548c\u610f\u89c1\u7684\u4e00\u79cd\u624b\u6bb5\u3002 \u8fd9\u79cd\u610f\u89c1\u53ef\u4ee5\u5305\u62ec\u5bf9\u81ea\u7136\u3001\u793e\u4f1a\u548c\u751f\u6d3b\u7684\u770b\u6cd5\u3002 \u4e2d\u56fd\u4e66\u6cd5\u5141\u8bb8\u975e\u5e38\u5e7f\u6cdb\u7684\u827a\u672f\u8868\u73b0\u9886\u57df\u3002 \u4e2d\u56fd\u4e66\u6cd5\u6700\u77e5\u540d\u7684\u827a\u672f\u4e4b\u4e00\u662f\u7528\u6bdb\u7b14\u4e66\u5199\u3002 \u4e2d\u56fd\u4e66\u6cd5\u4f20\u7edf\u4e0a\u53cd\u6620\u6587\u5316\u6c34\u5e73\u3002<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u4e2d\u56fd\u4e66\u6cd5\u53ef\u4ee5\u8bf4\u662f\u4e00\u79cd\u7ebf\u821e\u5f62\u5f0f\u7684\u6587\u5b57\u827a\u672f\uff0c\u65e0\u58f0\u7684\u97f3\u4e50\uff0c\u65e0\u8272\u5f69\u7684\u56fe\u50cf\uff0c\u6240\u4ee5\u8fd9\u79cd\u4e66\u6cd5\u4e5f\u53ef\u4ee5\u8bf4\u662f\u4e00\u79cd\u6c34\u58a8\u821e\u3002 \u4e2d\u56fd\u4e66\u6cd5\u7684\u8d77\u6e90\u4e0e\u4e2d\u56fd\u8fd9\u4e2a\u4e16\u754c\u4e0a\u6700\u53e4\u8001\u7684\u6c11\u65cf\u6700\u5148\u53d1\u73b0\u7684\u58a8\u3001\u7eb8\u548c\u6bdb\u7b14\u7684\u53d1\u73b0\u5386\u53f2\u662f\u5206\u4e0d\u5f00\u7684\u3002 \u4e2d\u56fd\u4e66\u6cd5\u6700\u65e9\u51fa\u73b0\u5728\u5546\u671d, \u4f46\u662f\u5728\u6c49\u671d\u624d\u5f00\u59cb\u53d1\u5c55\u8d77\u6765\u3002 \u6c49\u672b\uff0c\u6c49\u5b57\u5f00\u59cb\u4e86\u4e00\u4e2a\u65b0\u65f6\u4ee3\uff0c\u5373\u6587\u5b57\u827a\u672f\u3002 \u6c49\u5b57\u6700\u65e9\u662f\u5728\u9ec4\u5e1d\u65f6\u671f\uff08\u516c\u5143\u524d2698\u5e74\u81f3\u516c\u5143\u524d2598\u5e74\uff09\u7531\u4e00\u4f4d\u540d\u53eb\u4ed3\u9889\u7684\u4eba\u7269\u521b\u9020\u7684\u3002 \u5728\u5176\u53d1\u5c55\u8fc7\u7a0b\u4e2d\uff0c\u4ee5\u524d\u7684\u4e2d\u56fd\u4e66\u6cd5\u7eb8\u662f\u5199\u5728\u4e1d\u7ef8\u3001\u7af9\u7247\u3001\u77f3\u96d5\u3001\u9f9f\u58f3\u6216\u9aa8\u5934\u4e0a\u7684\uff0c\u79f0\u4e3a\u8c61\u5f62\u6587\u5b57\u3002<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u4e66\u6cd5\u5199\u4f5c\u662f\u5728\u5ba3\u7eb8\u6216\u786c\u4e1d\u7ef8\u4e0a\u8fdb\u884c\u7684\uff0c\u5e76\u4e14\u6709\u4e00\u4e9b\u5de5\u5177\uff0c\u5373\u6bdb\u7b14\uff0c\u58a8\u6c34\u548c\u781a\u53f0\u3002 \u5c06\u68d2\u72b6\u7684\u58a8\u7528\u6c34\u78e8\u5728\u781a\u53f0\u4e0a\uff0c\u4fbf\u80fd\u5f97\u5230\u58a8\u6c34\u3002<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u5728\u4e66\u5199\u4e2d\u56fd\u4e66\u6cd5\u65f6\uff0c\u53ef\u4ee5\u4f7f\u7528 5 \u79cd\u4e3b\u8981\u6837\u5f0f\u4e66\u5199\u6c49\u5b57\u3002 \u6bcf\u79cd\u98ce\u683c\u90fd\u4e0e\u4e2d\u56fd\u5b57\u6bcd\u672c\u8eab\u7684\u6f14\u53d8\u5386\u53f2\u6709\u7740\u5185\u5728\u7684\u8054\u7cfb\u3002 \u4e2d\u56fd\u4e66\u6cd5\u7684\u4e94\u79cd\u4e3b\u8981\u4e66\u5199\u65b9\u5f0f\u5305\u62ec\uff1a<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>\u7bc6\u4e66<\/li>\n<li>\u96b6\u4e66<\/li>\n<li>\u884c\u4e66<\/li>\n<li>\u8349\u4e66<\/li>\n<li>\u6977\u4e66<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\u5728\u4e66\u5199\u4e2d\u56fd\u4e66\u6cd5\u65f6\uff0c\u6709\u51e0\u79cd\u4e0d\u540c\u98ce\u683c\u4e66\u6cd5\u7684\u901a\u7528\u6807\u51c6\u3002 \u4e3b\u8981\u4e66\u6cd5\u4e66\u5199\u7684\u98ce\u683c\u7c7b\u578b\uff0c\u5176\u4e2d\u6709\u7bc6\u3001\u96b6\u3001\u884c\u3001\u8349\u3001\u6977\u3002 \u6bcf\u79cd\u98ce\u683c\u90fd\u6709\u9c9c\u660e\u800c\u72ec\u7279\u7684\u7279\u70b9\u3002<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>\u7bc6\u4e66<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\u7bc6\u4e66\u662f\u6700\u53e4\u8001\u7684\u4e66\u6cd5\u4e4b\u4e00\u3002 \u7bc6\u4e66\u7684\u7279\u70b9\u662f\u957f\u800c\u5706\u7684\u5b57\u6bcd\uff0c\u8868\u73b0\u51fa\u66f2\u7ebf\u7b14\u89e6\u4e4b\u7f8e\u3002<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"2\">\n<li>\u96b6\u4e66<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\u96b6\u4e66\u5177\u6709\u5e73\u5b57\u7684\u7279\u70b9\uff0c\u5c55\u73b0\u65b9\u7ebf\u4e4b\u7f8e\u3002 \u96b6\u4e66\u5177\u6709\u73b0\u4ee3\u6587\u5b57\u5f62\u5f0f\u7684\u4e66\u6cd5\u5f62\u5f0f\u7279\u70b9\u3002 \u96b6\u4e66\u662f\u4e2d\u56fd\u4e66\u6cd5\u4e2d\u6700\u53e4\u8001\u7684\u4e66\u6cd5\u4f53\u5f0f\u4e4b\u4e00\u3002 \u5728\u96b6\u4e66\u4e2d\uff0c\u6240\u542b\u7684\u7b14\u753b\u4e0e\u6977\u4e66\u6709\u76f8\u4f3c\u4e4b\u5904\u3002<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"3\">\n<li>\u884c\u4e66<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\u884c\u4e66\u4f53\u662f\u4e66\u6cd5\u4e2d\u6700\u5e38\u89c1\u7684\u4f53\u5f0f\u3002 \u8fd9\u79cd\u98ce\u683c\u662f\u6977\u4e66\u548c\u8349\u4e66\u7684\u7ed3\u5408\u3002 \u4e1c\u664b\u738b\u7fb2\u4e4b\u7684\u8457\u4f5c\u88ab\u8ba4\u4e3a\u662f\u884c\u4e66\u4f5c\u54c1\u7684\u5178\u578b\u4ee3\u8868\u3002<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"4\">\n<li>\u8349\u4e66<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\u8349\u4e66\u98ce\u683c\u4ee5\u5145\u6ee1\u751f\u673a\u548c\u6fc0\u60c5\u7684\u821e\u59ff\u5c55\u73b0\u7ebf\u6761\u4e4b\u7f8e\u3002 \u8349\u4e66\u98ce\u683c\u662f\u8868\u8fbe\u4e66\u6cd5\u5bb6\u611f\u60c5\u548c\u4e2a\u6027\u7684\u6700\u4f73\u98ce\u683c\u4e4b\u4e00\u3002 \u5510\u671d\u7684\u5f20\u65ed\u548c\u6000\u7d20\u4ee5\u5199\u8fd9\u79cd\u98ce\u683c\u7684\u4e66\u6cd5\u800c\u95fb\u540d\u3002<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"5\">\n<li>\u6977\u4e66<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\u6977\u4e66\u662f\u4e66\u6cd5\u4e2d\u6700\u5e38\u89c1\u7684\u98ce\u683c\u4e4b\u4e00\u3002 \u6977\u4e66\u7684\u7279\u70b9\u662f\u5b57\u6bcd\u65b9\u6b63\uff0c\u7b14\u89e6\u4e30\u6ee1\uff0c\u7f8e\u89c2\u5927\u65b9\u3002 \u8fd9\u79cd\u98ce\u683c\u5728\u5510\u4ee3\u8fbe\u5230\u4e86\u9f0e\u76db\u65f6\u671f\uff0c\u5f53\u65f6\u6709\u4e09\u4f4d\u6977\u4e66\u4e66\u6cd5\u5bb6\uff0c\u4ed6\u4eec\u662f\u989c\u771f\u537f\u3001\u67f3\u516c\u6743\u548c\u6b27\u9633\u8be2\u3002<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u5199\u4e2d\u56fd\u4e66\u6cd5\uff0c\u6709\u51e0\u4ef6\u4e8b\u5fc5\u987b\u8003\u8651\uff0c\u4ece\u5750\u59ff\u5f00\u59cb\uff0c\u5230\u5982\u4f55\u62c9\u957f\u4e66\u6cd5\uff0c\u6700\u4e3b\u8981\u7684\u662f\u5982\u4f55\u5728\u5e73\u9762\u4e0a\u8fd0\u7b14\u3002 \u5199\u4e2d\u56fd\u4e66\u6cd5\uff0c\u5fc5\u987b\u5750\u76f4\u3002 \u843d\u7b14\u65f6\uff0c\u6bcf\u4e00\u4e2a\u7b14\u753b\u53ea\u80fd\u5199\u4e00\u6b21\u4e0d\u80fd\u91cd\u53e0\uff0c\u56e0\u4e3a\u4f1a\u663e\u5f97\u6742\u4e71\u65e0\u7ae0\u800c\u5f71\u54cd\u7f8e\u89c2\u3002 \u5199\u5b57\u65f6\uff0c\u9700\u4ece\u5bb9\uff0c\u5373\u9759\u5750\u4e0d\u52a8\u3002<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u5728\u4e2d\u56fd\u4e66\u6cd5\u7684\u6446\u8bbe\u4e2d\uff0c\u5b83\u4f1a\u88ab\u5c55\u793a\u5728\u623f\u5b50\u7684\u5165\u53e3\u5904\u3002 \u8fd9\u6837\uff0c\u5f53\u4eba\u4eec\u60f3\u8fdb\u5c4b\u770b\u5411\u95e8\u65f6\uff0c\u5c31\u53ef\u4ee5\u6309\u7167\u4e2d\u56fd\u4e66\u6cd5\u6240\u8574\u542b\u7684\u671f\u5f85\u5e26\u6765\u795d\u798f\u3002<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Penerjemah\uff1aNelviana<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kaligrafi Tiongkok atau shufa merupakan salah satu kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa Tiongkok sekaligus merupakan salah satu kaligrafi tertua dalam sejarah peradaban manusia. Kaligrafi Tiongkok merupakan teknik menulis indah karakter Hanzi dengan menggunakan tinta yang dituangkan dalam media tulis. Kaligrafi Tiongkok ini ditandai dengan orisinalitas dan kekayaan tulisan Tiongkok. Kaligrafi ini merupakan sarana dalam menuangkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":3454,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-3448","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3448","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3448"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3448\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3455,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3448\/revisions\/3455"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3454"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3448"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3448"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3448"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}