{"id":3258,"date":"2021-04-15T22:05:08","date_gmt":"2021-04-15T15:05:08","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/?p=3258"},"modified":"2021-04-15T22:05:08","modified_gmt":"2021-04-15T15:05:08","slug":"uang-arwah-untuk-kehidupan-di-akhirat-bagi-rakyat-tiongkok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/2021\/04\/15\/uang-arwah-untuk-kehidupan-di-akhirat-bagi-rakyat-tiongkok\/","title":{"rendered":"Uang Arwah untuk Kehidupan di Akhirat Bagi Rakyat Tiongkok"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Bukan rahasia lagi apabila masyarakat berketurunan Tionghoa\/Tiongkok sering melakukan ritual membakar kertas emas. Bagi masyarakat keturunan Tionghoa, kertas emas ini dianggap sebagai uang arwah agar anggota keluarga yang telah meninggal dapat membeli apa pun yang mereka inginkan di akhirat. Ada juga beberapa golongan yang mengatakan bahwa kertas emas ini digunakan untuk memberi tebusan kepada raja neraka agar arwah leluhur dibebaskan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kertas emas (\u91d1\u7eb8 j\u012bnzh\u01d0) atau biasa dikenal sebagai uang arwah adalah lembaran kertas yang terbuat dari bambu kasar atau kertas mertang. Kertas emas ini sering kali dijadikan persembahan bakaran dalam perayaan tradisional Tiongkok. Biasanya ritual pembakaran kertas ini dilakukan sebelum imlek dan setelah terdapat anggota keluarga mereka yang meninggal. Uang ini juga dijadikan sebagai penghormatan kepada leluhur. Terdapat tiga jenis uang arwah:\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">1.Uang emas (\u91d1 j\u012bn)\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Uang arwah dari kertas emas dan terdapat cap emas. Biasanya kertas yang terdapat cap emas digunakan sebagai persembahan kepada orang yang telah meninggal dan dewa-dewa tinggi seperti Kaisar Giok.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">2.Uang perak (\u94f6 y\u00edn)\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Uang arwah dari kertas emas dan terdapat cap perak. Umumnya kertas yang terdapat cap perak digunakan sebagai persembahan untuk arwah leluhur.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">3. Uang tembaga (\u94dc t\u00f3ng)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Uang arwah dari kertas emas dan terdapat cap tembaga. Lazimnya uang kertas dengan cap tembaga dipersembahkan kepada orang yang baru meninggal atau roh-roh yang tidak diketahui asalnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3260\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-content\/uploads\/sites\/25\/2021\/04\/WhatsApp-Image-2021-04-15-at-21.04.11.jpeg\" alt=\"\" width=\"160\" height=\"180\" \/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3261\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-content\/uploads\/sites\/25\/2021\/04\/WhatsApp-Image-2021-04-15-at-21.04.20.jpeg\" alt=\"\" width=\"140\" height=\"180\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kertas emas ini secara tradisional berbentuk persegi panjang atau bujur sangkar. Tergantung dari daerahnya, kertas juga didekorasi dengan cap atau berbagai motif lainnya. Semakin berkembangnya zaman, uang arwah mulai berubah mengikuti zaman modern. Sekarang uang arwah dibuat variasinya menjadi seperti bank akhirat, kartu kredit, cek, dan kesenian kertas lainnya. Ada juga yang membuat uang arwah menjadi seperti bentuk pakaian, rumah-rumahan, mobil, perlengkapan sehari-hari, dan benda-benda lainnya. Dari kebutuhan primer hingga tersier, pada zaman sekarang sudah dapat dibuat keseniannya secara detail dari secarik kertas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3262\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-content\/uploads\/sites\/25\/2021\/04\/WhatsApp-Image-2021-04-15-at-21.04.37.jpeg\" alt=\"\" width=\"135\" height=\"180\" \/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3263\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-content\/uploads\/sites\/25\/2021\/04\/WhatsApp-Image-2021-04-15-at-21.04.45.jpeg\" alt=\"\" width=\"227\" height=\"170\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dalam sebagian kepercayaan masyarakat, nota bank akhirat yang dibuat dapat digunakan untuk mempersingkat masa penahanan atau untuk menebus hukuman manusia sehingga dapat bereinkarnasi lebih cepat. Nota bank akhirat merupakan bentuk modern uang arwah dan umumnya dalam nota bank ini tertera nominal uang per kertasnya. Biasanya terdapat gambar wajah Kaisar Giok di sisi depan dan pengurus bank akhirat di sisi belakang nota ini. Ada juga beberapa tampilan umum lain seperti gambar Kaisar Giok dan raja neraka bersama-sama. Pada tahun 2006, pembakaran kertas ini mendapatkan respon negatif di Tiongkok karena pembakaran kertas sebagai persembahan ini dianggap mengotor-ngotori lingkungan dan bank akhirat ini dianggap hanya seperti khayalan saja. Oleh sebab itu, pembakaran kertas dengan bentuk yang ekstrem ini akhirnya dilarang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Selama ini kita hanya mengartikan uang emas atau uang arwah sebagai bentuk penghormatan bagi mereka yang telah meninggal. Namun, di berbagai daerah lainnya, pembakaran uang kertas ini memiliki tujuan lain seperti sebagai hadiah dari keluarga mempelai pria untuk meminta izin kepada leluhur keluarga wanita untuk menikahinya. Penghormatan leluhur ini didasari atas kepercayaan bahwa roh leluhur akan tetapi tinggal di dunia dan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi peruntungan dan nasib yang masih hidup. Pemujaan leluhur ini juga bertujuan agar para leluhur melindungi keturunannya, serta memberikan pertolongan pada saat diminta. Selain itu, ritual pemujaan terhadap leluhur meliputi persembahan barang-barang yang mereka butuhkan di akhirat, termasuk membakar uang arwah yang akan digunakan arwah leluhur untuk membeli kebutuhan mereka di akhirat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Uang emas ini juga sangat dihormati di berbagai kuil yang dapat dilihat dari adanya tempat pembakaran yang besar di bagian luar gerbang utamanya untuk membakar kertas arwah. Sebelum kertas arwah tersebut dibakar, biasanya kertas tersebut dilipat terlebih dahulu seperti bentuk teratai atau pagoda yang melambangkan keberuntungan. Dahulu kertas emas tidak dilipat seperti sekarang. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar kertas emas ini dapat dibedakan dari uang asli, karena sebelum ada kertas emas, masyarakat Tiongkok membakar uang asli. Namun,\u00a0 terdapat opini di beberapa daerah bahwa membakar uang asli dapat mendatangkan kesialan kepada masyarakatnya sehingga masyarakat mulai mengurangi ritual pembakaran uang asli dan digantikan dengan kertas emas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Banyak masyarakat yang menanyakan mengapa uang kertas emas tersebut perlu dibakar. Banyak perspektif agama yang menjawab pertanyaan ini. Namun, masyarakat yang menjalani ritual pembakaran kertas ini menyatakan bahwa tujuan dari tradisi ini hanyalah untuk berbakti kepada leluhur kita dan sebagai doa kepada mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><b>\u4e2d\u56fd\u4eba\u6c11\u8fc7\u4e16\u540e\u4e16\u754c\u7684\u51a5\u5e01<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u4e2d\u56fd\/\u4e2d\u534e\u540e\u88d4\u70e7\u91d1\u7eb8\u7684\u4eea\u5f0f\u5df2\u7ecf\u4e0d\u662f\u4ec0\u4e48\u79d8\u5bc6\u4e86\u3002\u5bf9\u4e8e\u4e2d\u534e\u540e\u88d4\u6765\u8bf4\uff0c\u91d1\u7eb8\u88ab\u89c6\u4e3a\u51a5\u5e01\uff0c\u800c\u8fd9\u4e9b\u51a5\u5e01\u80fd\u591f\u8ba9\u8fc7\u4e16\u540e\u7684\u5bb6\u5ead\u6210\u5458\u5728\u8fc7\u4e16\u540e\u4e16\u754c\u8d2d\u4e70\u4ed6\u4eec\u559c\u6b22\u7684\u4e1c\u897f\u3002\u4e5f\u6709\u4e00\u4e9b\u6d41\u6d3e\u8bf4\uff0c\u8fd9\u4e9b\u91d1\u7eb8\u88ab\u7528\u6765\u5411\u960e\u7f57\u738b\u63d0\u4f9b\u8d4e\u91d1\uff0c\u4ee5\u91ca\u653e\u7956\u5148\u7684\u7075\u9b42\u3002<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u91d1\u7eb8\u6216\u51a5\u5e01\u662f\u7531\u7c97\u7af9\u6216\u7eb8\u5438\u7ba1\u5236\u6210\u7684\u7eb8\u5f20\u3002\u8fd9\u79cd\u91d1\u7eb8\u5728\u4e2d\u56fd\u4f20\u7edf\u7684\u8282\u65e5\u4e2d\u7ecf\u5e38\u88ab\u7528\u4f5c\u796d\u54c1\u3002\u901a\u5e38\uff0c\u8fd9\u79cd\u70e7\u7eb8\u4eea\u5f0f\u662f\u5728\u519c\u5386\u65b0\u5e74\u4e4b\u524d\uff0c\u5e76\u4e14\u5df2\u6709\u5bb6\u4eba\u53bb\u4e16\u540e\u7684\u60c5\u51b5\u4e0b\u8fdb\u884c\u7684\u3002\u8fd9\u4e9b\u94b1\u4e5f\u88ab\u5f53\u4f5c\u662f\u5bf9\u7956\u5148\u7684\u5c0a\u656c\u3002\u51a5\u5e01\u6709\u4e09\u79cd\u7c7b\u578b\uff1a<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">1.\u91d1\u51a5\u5e01<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u91d1\u51a5\u5e01\u7531\u91d1\u7eb8\u5236\u6210\uff0c\u5e76\u5728\u4e0a\u9762\u5370\u6709\u91d1\u5370\u3002\u901a\u5e38\uff0c\u91d1\u51a5\u5e01\u88ab\u7528\u4f5c\u4e3a\u6b7b\u8005\u548c\u8bf8\u5982\u7389\u7687\u5927\u5e1d\u4e4b\u7c7b\u7684\u795e\u4ed9\u7684\u8d21\u54c1\u3002<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">2.\u94f6\u51a5\u5e01 <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u94f6\u51a5\u5e01\u7531\u91d1\u7eb8\u5236\u6210\uff0c\u5e76\u5728\u4e0a\u9762\u5370\u6709\u94f6\u5370\u3002\u901a\u5e38\uff0c\u5370\u6709\u94f6\u5370\u7684\u7eb8\u5f20\u88ab\u7528\u4f5c\u4e3a\u7956\u5148\u7684\u8d21\u54c1\u3002<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">3.\u94dc\u51a5\u5e01<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u94dc\u51a5\u5e01\u7531\u91d1\u7eb8\u5236\u6210\uff0c\u5e76\u5728\u4e0a\u9762\u5370\u6709\u94dc\u5370\u3002\u901a\u5e38\uff0c\u5370\u6709\u94dc\u5370\u7684\u7eb8\u5f20\u4f1a\u4f9b\u5949\u7ed9\u521a\u901d\u53bb\u7684\u4eba\u548c\u6765\u5386\u4e0d\u660e\u7684\u9b42\u9b44\u3002<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u4f20\u7edf\u7684\u91d1\u7eb8\u7684\u5f62\u72b6\u662f\u77e9\u5f62\u6216\u8005\u957f\u65b9\u5f62\u3002\u6839\u636e\u533a\u57df\u7684\u4e0d\u540c\uff0c\u7eb8\u5f20\u7684\u5370\u8bb0\u548c\u56fe\u6848\u90fd\u4f1a\u4e0d\u540c\u3002\u968f\u7740\u65f6\u4ee3\u7684\u53d1\u5c55\uff0c\u51a5\u5e01\u4e5f\u968f\u7740\u73b0\u4ee3\u800c\u6539\u53d8\u5176\u6837\u5f0f\u3002\u73b0\u5728\uff0c\u51a5\u5e01\u88ab\u5236\u6210\u5404\u79cd\u6837\u5f0f\uff0c\u5982\u51a5\u884c\u3001\u4fe1\u7528\u5361\u3001\u652f\u7968\u548c\u5176\u4ed6\u7eb8\u5f20\u827a\u672f\u54c1\u3002\u4e5f\u6709\u4eba\u5c06\u51a5\u5e01\u5236\u6210\u8863\u670d\u3001\u623f\u5c4b\u3001\u6c7d\u8f66\u3001\u751f\u6d3b\u7528\u54c1\u548c\u5176\u4ed6\u7269\u54c1\u7684\u6837\u5f0f\u3002\u4ece\u4e3b\u8981\u9700\u6c42\u5230\u5962\u4f88\u9700\u6c42\uff0c\u5982\u4eca\u5df2\u7ecf\u53ef\u4ee5\u7528\u4e00\u5f20\u7eb8\u8be6\u7ec6\u5236\u4f5c\u827a\u672f\u54c1\u4e86\u3002<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u5728\u4eba\u6c11\u7684\u4fe1\u5ff5\u4e2d\uff0c\u51a5\u949e\u7968\u53ef\u7528\u4e8e\u7f29\u77ed\u62d8\u7559\u671f\u9650\u6216\u7528\u6765\u8d4e\u7f6a\uff0c\u4ee5\u4fbf\u5bb6\u4eba\u53ef\u4ee5\u66f4\u5feb\u5730\u8f6c\u4e16\u3002\u51a5\u949e\u7968\u662f\u73b0\u4ee3\u51a5\u94b1\uff0c\u51a5\u949e\u4e0a\u4e5f\u6709\u5199\u7740\u949e\u7968\u7684\u4ef7\u503c\u3002\u901a\u5e38\uff0c\u5728\u949e\u7968\u6b63\u9762\u5370\u7740\u7389\u7687\u5927\u5e1d\u7684\u8138\uff0c\u800c\u949e\u7968\u540e\u9762\u5219\u5370\u7740\u51a5\u884c\u7ba1\u7406\u5458\u7684\u8138\u3002\u8fd8\u6709\u5176\u4ed6\u7684\u4e3b\u8981\u6837\u5f0f\uff0c\u5982\u540c\u7389\u7687\u5927\u5e1d\u548c\u8bf8\u4f4d\u960e\u738b\u7684\u5f62\u8c61\u30022006\u5e74\uff0c\u8fd9\u79cd\u70e7\u7eb8\u5728\u4e2d\u56fd\u53d7\u5230\u4e86\u8d1f\u9762\u7684\u56de\u5e94\uff0c\u56e0\u4e3a\u70e7\u7eb8\u88ab\u8ba4\u4e3a\u6c61\u67d3\u4e86\u73af\u5883\uff0c\u800c\u4e14\u51a5\u884c\u4e5f\u88ab\u8ba4\u4e3a\u662f\u4e00\u79cd\u5e7b\u60f3\u7f62\u4e86\u3002\u56e0\u6b64\uff0c\u8fd9\u79cd\u6781\u7aef\u5f62\u5f0f\u7684\u70e7\u7eb8\u88ab\u7981\u6b62\u4e86\u3002<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u5230\u76ee\u524d\u4e3a\u6b62\uff0c\u6211\u4eec\u4ec5\u5c06\u51a5\u5e01\u6216\u8005\u91d1\u7eb8\u89c6\u4e3a\u5bf9\u901d\u8005\u7684\u4e00\u79cd\u5c0a\u91cd\u3002\u4f46\u662f\uff0c\u5728\u5176\u4ed6\u5730\u533a\uff0c\u70e7\u7eb8\u94b1\u6709\u4e86\u522b\u7684\u76ee\u7684\uff0c\u4f8b\u5982\u65b0\u90ce\u5bb6\u5ead\u5c06\u51a5\u5e01\u5f53\u4f5c\u793c\u7269\u9001\u7ed9\u5973\u65b9\u5bb6\u5ead\u7684\u7956\u5148\uff0c\u4ee5\u8bf7\u6c42\u8ba9\u5973\u65b9\u5ac1\u7ed9\u4ed6\u3002\u8fd9\u79cd\u5bf9\u7956\u5148\u7684\u5c0a\u656c\u662f\u5efa\u7acb\u5728\u7956\u5148\u7075\u9b42\u5c06\u7ee7\u7eed\u751f\u6d3b\u5728\u4e16\u4e0a\uff0c\u5e76\u4e14\u6709\u80fd\u529b\u5f71\u54cd\u6d3b\u7740\u7684\u4eba\u7684\u547d\u8fd0\u7684\u4fe1\u5ff5\u4e4b\u4e0a\u3002\u8fd9\u79cd\u5bf9\u7956\u5148\u7684\u5d07\u62dc\u65e8\u5728\u4f7f\u7956\u5148\u4fdd\u62a4\u5176\u540e\u4ee3\uff0c\u5e76\u5728\u6c42\u52a9\u65f6\u65bd\u4e88\u63f4\u624b\u3002\u6b64\u5916\uff0c\u5bf9\u7956\u5148\u7684\u796d\u7940\u4eea\u5f0f\u4e2d\u5305\u62ec\u4e86\u63d0\u4f9b\u6b7b\u540e\u6240\u9700\u7684\u7269\u54c1\uff0c\u5176\u4e2d\u5305\u62ec\u70e7\u6389\u80fd\u591f\u8ba9\u7956\u5148\u5728\u6b7b\u540e\u8d2d\u4e70\u4e1c\u897f\u7684\u51a5\u5e01\u3002<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u6211\u4eec\u53ef\u4ee5\u5728\u5e99\u5b87\u95e8\u53e3\u7684\u5927\u578b\u7a91\u7089\u770b\u51fa\u8fd9\u4e9b\u51a5\u5e01\u4e5f\u5728\u5404\u79cd\u5e99\u5b87\u4e2d\u53d7\u5230\u9ad8\u5ea6\u5c0a\u91cd\u3002\u51a5\u5e01\u88ab\u70e7\u4e4b\u524d\uff0c\u4eba\u4eec\u901a\u5e38\u4f1a\u5c06\u5176\u6298\u53e0\u6210\u8c61\u5f81\u7740\u597d\u8fd0\u7684\u83b2\u82b1\u6216\u5b9d\u5854\u5f62\u72b6\u3002\u4ee5\u524d\u51a5\u5e01\u5e76\u6ca1\u6709\u88ab\u6298\u53e0\u6210\u73b0\u5728\u8fd9\u6837\u3002\u4eba\u4eec\u8fd9\u6837\u505a\u7684\u76ee\u7684\u662f\u8ba9\u4ed6\u4eec\u80fd\u591f\u66f4\u597d\u5730\u533a\u5206\u8fd9\u4e9b\u51a5\u5e01\u548c\u771f\u94b1\uff0c\u56e0\u4e3a\u8fd8\u6ca1\u6709\u51a5\u5e01\u524d\uff0c\u4e2d\u56fd\u4eba\u70e7\u7684\u662f\u771f\u94b1\u3002\u4f46\u662f\uff0c\u6709\u4e9b\u89c2\u70b9\u5728\u67d0\u4e9b\u5730\u533a\u8ba4\u4e3a\uff0c\u70e7\u771f\u94b1\u4f1a\u4e3a\u4eba\u6c11\u5e26\u6765\u5384\u8fd0\uff0c\u56e0\u6b64\u4eba\u4eec\u5f00\u59cb\u51cf\u5c11\u70e7\u771f\u94b1\u7684\u4eea\u5f0f\uff0c\u5e76\u7528\u51a5\u5e01\u4ee3\u66ff\u771f\u94b1\u3002<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u8bb8\u591a\u4eba\u6c11\u95ee\u4e3a\u4ec0\u4e48\u8fd9\u4e9b\u91d1\u7eb8\u9700\u8981\u88ab\u70e7\u6389\uff0c\u4e5f\u6709\u8bb8\u591a\u5b97\u6559\u89c2\u70b9\u56de\u7b54\u4e86\u8fd9\u4e2a\u95ee\u9898\u3002\u4f46\u662f\uff0c\u90a3\u4e9b\u4f9d\u7136\u9075\u5faa\u7740\u70e7\u7eb8\u4eea\u5f0f\u7684\u4eba\u4eec\u8868\u793a\uff0c\u8fd9\u79cd\u4f20\u7edf\u7684\u76ee\u7684\u4ec5\u4ec5\u662f\u4e3a\u4e86\u656c\u62dc\u81ea\u5df1\u7684\u7956\u5148\uff0c\u5e76\u4f5c\u4e3a\u5bf9\u4ed6\u4eec\u7684\u7977\u544a\u3002<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Penerjemah <\/span> <span style=\"font-weight: 400\">: Jasmin Anderson<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.zeropromosi.com\/2017\/01\/asal-usul-tradisi-bakar-rumah-dan-uang.html\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.zeropromosi.com\/2017\/01\/asal-usul-tradisi-bakar-rumah-dan-uang.html<\/span><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Jinzhi_(Ritual)\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Jinzhi_(Ritual)<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/kumparan.com\/kumparantravel\/tradisi-bakar-uang-arwah-cara-etnis-tionghoa-menghormati-leluhur-di-alam-baka-1su06UgSEp5#:~:text=Ritual%20membakar%20uang%20paling%20sering,membakar%20uang%20kertas%20sebagai%20persembahan\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/kumparan.com\/kumparantravel\/tradisi-bakar-uang-arwah-cara-etnis-tionghoa-menghormati-leluhur-di-alam-baka-1su06UgSEp5#:~:text=Ritual%20membakar%20uang%20paling%20sering,membakar%20uang%20kertas%20sebagai%20persembahan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bukan rahasia lagi apabila masyarakat berketurunan Tionghoa\/Tiongkok sering melakukan ritual membakar kertas emas. Bagi masyarakat keturunan Tionghoa, kertas emas ini dianggap sebagai uang arwah agar anggota keluarga yang telah meninggal dapat membeli apa pun yang mereka inginkan di akhirat. Ada juga beberapa golongan yang mengatakan bahwa kertas emas ini digunakan untuk memberi tebusan kepada raja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":3259,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-3258","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3258","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3258"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3258\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3266,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3258\/revisions\/3266"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3259"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3258"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3258"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3258"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}