    {"id":3140,"date":"2020-12-23T00:45:28","date_gmt":"2020-12-22T17:45:28","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/?p=3140"},"modified":"2021-01-06T10:12:43","modified_gmt":"2021-01-06T03:12:43","slug":"makan-onde-onde-di-awal-musim-dingin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/2020\/12\/23\/makan-onde-onde-di-awal-musim-dingin\/","title":{"rendered":"Makan Onde-Onde di Awal Musim Dingin"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Sumber gambar: <\/span><a href=\"https:\/\/smystery.wordpress.com\/2012\/12\/20\/makna-di-balik-tradisi-makan-onde-di-bulan-desember\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/smystery.wordpress.com\/2012\/12\/20\/makna-di-balik-tradisi-makan-onde-di-bulan-desember\/<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Onde-onde yang disebut juga kue bola ketan atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">T\u0101ngyu\u00e1n <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u6c64\u5706 atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Yu\u00e1nxi\u0101o <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u5143\u5bb5 atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">T\u0101ngtu\u00e1n <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u6c64\u56e2 adalah makanan tradisional Tiongkok yang terbuat dari\u00a0 tepung ketan yang dibentuk seperti bola-bola kecil dan disajikan dengan kuah jahe dan gula merah. Makanan ini biasanya dikonsumsi oleh masyarakat Tionghoa pada tanggal 21 Desember (pada tahun kabisat) atau 22 Desember untuk merayakan hari festival DongZhi (\u51ac\u81f3). Festival DongZhi (\u51ac\u81f3) merupakan sebuah perayaan untuk berkumpul bersama keluarga pada musim dingin di Tiongkok yang biasanya diadakan pada 23 Desember atau setelah hari Ibu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Mengapa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">T\u0101ngyu\u00e1n<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> disajikan dengan bentuk bola? Hal ini mempunyai makna yang terselubung yaitu persatuan, keutuhan, dan harmonisasi dalam keluarga. Reuni atau kebersamaan inilah yang disimbolkan oleh bentuk bulat dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">T\u0101ngyu\u00e1n<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Adapun arti lain di Indonesia yaitu kata ronde dalam bahasa Belanda berarti bulat yang dimana sesuai dengan bentuk makanan tersebut. Adapun mitologi yang menyatakan bahwa onde-onde dipercaya melambangkan keseimbangan alam atau yang biasa dikenal dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">yin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">yang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Tidak hanya itu, setiap orang dipercaya harus mengonsumsi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">T\u0101ngyu\u00e1n<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sebanyak usia mereka ditambah satu, agar dapat dipertemukan kembali untuk perayaan di tahun selanjutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kebersamaan dan ikatan antar anggota keluarga tidak hanya disimbolkan dengan bentuk bulat dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">T\u0101ngyu\u00e1n <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">itu sendiri, namun dari teksturnya yang padat dan lekat karena terbuat dari tepung ketan memiliki makna seperti ikatan yang erat antar anggota keluarga maupun pertemanan. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">T\u0101ngyu\u00e1n<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> disajikan dengan kuah jahe yang terbuat dari perpaduan jahe dan gula merah yang mempunyai makna hubungan keluarga yang hangat dan harmonis. Komposisi jahe juga digunakan sebagai penghangat tubuh pada saat musim dingin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tahukah kalian bahwa perayaan makan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">T\u0101ngyu\u00e1n<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> bertepatan dengan Hari Ibu di Indonesia? Memberikan onde-onde saat hari ibu menjadi simbol penghormatan terhadap ibu yang sudah melahirkan dan membesarkan anaknya, maka untuk menghormati jasanya, ibu adalah org pertama yg makan onde-onde.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 14px;font-weight: 400\">Daftar Pustaka:<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/smystery.wordpress.com\/2012\/12\/20\/makna-di-balik-tradisi-makan-onde-di-bulan-desember\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/smystery.wordpress.com\/2012\/12\/20\/makna-di-balik-tradisi-makan-onde-di-bulan-desember\/<\/span><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.tagar.id\/sejarah-ondeonde-berasal-dari-tiongkok\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.tagar.id\/sejarah-ondeonde-berasal-dari-tiongkok<\/span><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/sajiansedap.grid.id\/read\/101271839\/masyarakat-tionghoa-harus-makan-onde-sebanyak-umurnya-hari-ini-ini-alasannya?page=all\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/sajiansedap.grid.id\/read\/101271839\/masyarakat-tionghoa-harus-makan-onde-sebanyak-umurnya-hari-ini-ini-alasannya?page=all<\/span><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.pegipegi.com\/travel\/onde-onde-dan-perayaan-hari-ibu-di-kalangan-orang-tionghoa\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.pegipegi.com\/travel\/onde-onde-dan-perayaan-hari-ibu-di-kalangan-orang-tionghoa\/<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber gambar: https:\/\/smystery.wordpress.com\/2012\/12\/20\/makna-di-balik-tradisi-makan-onde-di-bulan-desember\/ Onde-onde yang disebut juga kue bola ketan atau T\u0101ngyu\u00e1n \u6c64\u5706 atau Yu\u00e1nxi\u0101o \u5143\u5bb5 atau T\u0101ngtu\u00e1n \u6c64\u56e2 adalah makanan tradisional Tiongkok yang terbuat dari\u00a0 tepung ketan yang dibentuk seperti bola-bola kecil dan disajikan dengan kuah jahe dan gula merah. Makanan ini biasanya dikonsumsi oleh masyarakat Tionghoa pada tanggal 21 Desember (pada tahun kabisat) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":3141,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-3140","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3140","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3140"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3140\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3149,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3140\/revisions\/3149"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3141"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3140"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3140"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bnmc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3140"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}