Perbedaan Alat Musik Tiongkok: Guqin dan Guzheng

Tiongkok atau yang dikenal sebagai China merupakan negara yang terletak di Asia bagian Timur. Negara Tiongkok merupakan negara dengan penduduk terbanyak di dunia pada tahun 2021 dengan jumlah sebanyak 1,41 miliar jiwa. Dikarenakan populasi penduduk di Tiongkok terus meningkat maka penduduk negara Tiongkok akan sangat beragam. Sama seperti negara Indonesia, negara yang dijuluki sebagai “Negeri Tirai Bambu” ini memiliki berbagai kebudayaan di dalamnya. Kebudayaan di Tiongkok di dalamnya, yang meliputi musik, tarian, sastra, seni bela diri, dan lainnya. 

Berbagai kebudayaan Tiongkok ini menjadi simbol bagi masyarakat Tiongkok yang diturunkan ke generasi penerus. Salah satu simbol negara Tiongkok adalah sebuah alat musik. Ciri khas bunyi, desain, bentuk, dan cara memainkan alat tersebut membentuk sebuah identitas terhadap sebuah kebudayaan suatu negara. Masyarakat Tiongkok bahkan masyarakat dunia mungkin sudah familiar dengan alat musik Guzheng. Alat musik tradisional Tiongkok ini memiliki sedikit kesamaan dengan alat musik Indonesia dari daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah yaitu kecapi dan siter. 

Kesamaannya adalah alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik dan memiliki kotak kayu sebagai resonator. Namun, tetap saja alat musik Guzheng mempunyai ciri khas tersendiri dari berbagai segi lainnya. Alat musik ini mengeluarkan suara dengan nada do, re, mi, sol, dan la. Nada-nada ini membentuk tangga nada pentatonis yang melambangkan ciri khas musik Tiongkok. Alat musik ini merupakan alat musik petik Tiongkok yang tertua dan terus mengalami perkembangan dalam budaya Tiongkok selama kurang lebih ratusan tahun. 

Cara memainkan alat musik Guzheng tentunya dengan cara dipetik. Mungkin terlihat mudah namun pada kenyataannya alat musik ini memiliki kesulitan tersendiri ketika mencoba memainkannya. Jari-jari tangan yang dipakai untuk memetik Guzheng harus memakai alat bantu berupa kuku palsu. Kuku palsu ini biasanya dapat terbuat dari tempurung kura-kura atau plastik. Pada saat memainkan alat musik ini, tangan kanan biasanya digunakan untuk memainkan melodi pada sebuah lagu, sedangkan tangan kiri biasanya digunakan untuk memainkan chord sebagai pelengkap dari sebuah melodi.

Alat musik ini terus ada hingga sekarang dan tidak hanya diminati oleh masyarakat Tiongkok saja, namun juga banyak diminati oleh masyarakat luas. Namun terdapat keunikan pada alat musik Tiongkok lainnya, yang mana alat musik ini bisa disebut sebagai “kembaran” dari alat musik Guzheng. Alat musik ini adalah Guqin. Banyak masyarakat dunia yang kurang familiar dengan alat musik ini. Alat musik ini memiliki paling banyak kesamaan terhadap alat musik Guzheng. Dari segi penamaan, bentuk, dan cara memainkannya memiliki kesamaan tertentu. 

Perbedaan yang signifikan dari kedua alat musik ini adalah ukuran. Guqin memiliki ukuran yang lebih pendek dibandingkan alat musik Guzheng. Lalu, karena ukurannya yang lebih pendek, alat musik Guqin hanya memiliki 7 senar, sedangkan alat musik Guzheng memiliki 21 senar yang dapat dimainkan. Melihat dari segi harga, alat musik Guzheng memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan Guqin. Alat musik Guzheng lebih mudah dimainkan, dibandingkan Guqin.

Seorang pemain Guzheng biasanya akan memakai pick atau yang disebut sebagai kuku palsu di tangan kanannya dan menekan atau menggeser jari tangan kirinya untuk menciptakan vibrato atau getaran pada nada. Kedua alat musik ini memiliki kedalaman resonansi senar yang sangat unik. Penyetelan alat musik Guqin dikenal rumit karena terbanyak sebanyak 35 mode pengaturan. Cara memainkan alat musik ini menggunakan empat jari tangan kanan untuk memetik senar, memainkan melodi dan menguasai ritme. 

Sedangkan tangan kiri juga mengikuti tekanan senar pada sisi kiri sitar, dan mengontrol perubahan bunyi senar untuk menyesuaikan nada. Guqin memiliki jangkauan yang luas, timbre yang dalam, dan after tone yang panjang. Hal-hal ini yang dapat membedakan alat musik Guzheng dan Guqin. Keduanya memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri, apabila dimainkan secara bersamaan menggunakan nada lagu tradisional Tiongkok maka akan membentuk harmoni yang sangat indah dan dapat diminati oleh masyarakat luas. Budaya ini memang harus dijaga dan dipertahankan oleh seluruh generasi penerus dan masyarakat dunia. 

 

中国是一个位于东亚的国家,也是2021年世界上人口最多的国家。中国总共有14.1亿人口。随着中国人口的持续增长,中国的人口将非常多样化。就像印度尼西亚一样,这个被称为“竹帘之乡”的国家有着不同的文化,包括音乐、舞蹈、文学 武术等等。

这些不同的文化已成为中国人民代代传下去的的象征。中国的象征的其中之一是乐器。乐器的声音、设计、形状和演奏方式的特点构成了对一个中国文化的一种认同。中国人甚至国际社会可能都熟悉古筝乐器。这种中国传统乐器与来自西爪哇和中爪哇的印度尼西亚乐器 Kecapi 和 Siter 有点儿共同之处。

古筝和那两个印度尼西亚乐器都是通过拨弦弹奏的乐器,并有一个木箱作为谐振器。然而,古筝的乐器在各个方面仍然有其自身的特点。这种乐器用 do、re、mi、sol 和 la 音调发出声音。这些音调形成了一个五调音阶,象征着中国音乐的独特。古筝是中国最古老的弦乐器,它在数百年以来都在跟着中国的文化一直发展。

古筝的弹奏方法是通过手指弹拨弦线。这可能看似简单,但实际上,这种乐器在尝试弹奏时有自己的困难。拨弦线的手指必须使用假指甲形式的工具。这些假指甲通常可以由龟壳或塑料材质制成。弹奏古筝时,右手通常用于弹奏歌曲的旋律,左手则用来按住弦以创造和弦作为旋律的补充。

古筝现在依然很受中国人和国际社会的欢迎。除了古筝,中国还有许多很独特的乐器,其中一个是被称为古筝双胞胎的古琴。世界各地的人可能对古琴还不太熟悉。这个乐器的形状和玩法与古筝最为相似。

这两种乐器之间的差别在于尺寸。古琴比古筝的尺寸还要短。由与尺寸比较短,古琴只有七根弦, 二姑证据有二十一根弦。从价格上来看,古筝的价格也比古琴更加实惠。古筝也比古琴更容易弹奏。

古筝弹奏者通常会在右手上戴着 pick 或者假指甲,然后按压或滑动左手的手指让音调能产生颤音或振动。这两种乐器都有非常独特的弦共振深度。众所周知,由于最多35种设置模式,设置古琴最为复杂。古琴的弹奏方式是用右手的四根手指拨弦,演奏旋律并掌握节奏。

弹奏时,左手也跟随着古琴左侧的弦压力,并控制弦的声音变化以调整音调。古琴有广泛,深沉的音色和很长的音调。这些都是能分辨古筝和古琴这两种乐器的独特。古筝和古琴都有自己的优点和缺点,如果同时使用在中国传统歌曲的音调上,这两个乐器能形成非常动听的和声,并可能受到更广泛的欢迎。作为总结,这种文化是一种必须维护并传给后代的文化。

Penerjemah: Felix Laurent

 

Referensi

Guzheng, Alat Musik Tradisional Khas Tiongkok. (2015, October 28). TIONGHOA.INFO. https://www.tionghoa.info/guzheng-alat-musik-tradisional-khas-tiongkok/

Kompas Cyber Media. (2009, September 12). Suara Alam dari Guzheng. KOMPAS.com. https://nasional.kompas.com/read/2009/09/12/15424379/suara-alam-dari-guzheng

The simple difference between guqin, se and guzheng and how to distinguish between qin and se and guzheng- zgmzyq.cn. (n.d.). 民族乐器网. https://www.zgmzyq.cn/en/operating-guide/the-simple-difference-between-guqin-se-and-guzheng.html

Times, I. (2022, December 20). 5 Fakta Menarik tentang Guzheng, Alat Musik Tradisional Cina. IDN Times. https://sumut.idntimes.com/science/discovery/indah-permatasari-lubis/kenali-5-fakta-menarik-tentang-guzheng-alat-musik-tradisional-cina

Chelsea Terenzia