    {"id":362,"date":"2018-02-07T20:02:46","date_gmt":"2018-02-07T13:02:46","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/?p=362"},"modified":"2018-03-16T16:22:03","modified_gmt":"2018-03-16T09:22:03","slug":"5-alasan-menggunakan-laravel-sebagai-framework-php","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/2018\/02\/07\/5-alasan-menggunakan-laravel-sebagai-framework-php\/","title":{"rendered":"5 Alasan Menggunakan Laravel Sebagai Framework PHP"},"content":{"rendered":"<p>Hai sobat FILE, tahukah kamu jika bahasa pemrograman PHP merupakan bahasa pemrograman yang cukup terkenal, dimana terdapat 5 juta <em>programmer<\/em> PHP di dunia. Selain itu, PHP juga telah digunakan dalam pengembangan lebih dari 20 juta <em>website<\/em> di dunia. Angka tersebut merupakan angka yang luar biasa besar, bukan?\u00a0Pada kesempatan ini, FILE akan membahas salah satu <em>framework<\/em> PHP yaitu Laravel. Laravel adalah suatu <em>framework<\/em> PHP yang dikembangkan oleh Taylor Otwell sejak tahun 2011 dan dinilai sebagai salah satu <em>framework<\/em> yang paling baik di tahun 2015 bersama dengan Symfony, Zedd, Codeigniter, YII2, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Besarnya penggunaan bahasa pemrograman PHP ini dapat menjadi senjata ampuh bagi sobat FILE di dunia kerja nanti apabila mampu menguasainya. Penguasaan bahasa pemrograman PHP tidak akan lengkap tanpa <em>framework<\/em>-nya juga. Bagi sobat FILE yang belum tahu apa itu <em>framework<\/em>, <em>framework<\/em> adalah sebuah <em>tools<\/em> yang berfungsi untuk mempermudah proses pengerjaan aplikasi.<\/p>\n<p>Mengapa sih kita menyaranka sobat FILE untuk memilih Laravel sebagai <em>framework<\/em> pilihan kalian? Simak 5 alasan versi FILE berikut.<\/p>\n<blockquote><p><a href=\"https:\/\/www.filemagz.com\/5-bahasa-pemrograman\/\">Terkait: 5 Bahasa Pemrograman yang Patut Kamu Pelajari di 2018<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h2><\/h2>\n<h2>1. Open Source<\/h2>\n<div id=\"attachment_4113\" class=\"wp-caption aligncenter\">\n<p><a href=\"https:\/\/www.filemagz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/FILEmagz_Open-Source.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4113 size-large\" src=\"https:\/\/www.filemagz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/FILEmagz_Open-Source-1024x670.jpg\" alt=\"Open Source\" width=\"848\" height=\"555\" \/><\/a><\/p>\n<p class=\"wp-caption-text\">Open Source<\/p>\n<\/div>\n<p>Salah satu keunggulan dari Laravel adalah gratis (<em>open-source<\/em>) dimana kita sebagai seorang <em>programmer<\/em> dapat terus menerus menggunakan Laravel baik dalam pengerjaan proyek asli maupun proyek coba-coba. Sobat FILE hanya perlu pergi ke <a href=\"http:\/\/www.laravel.com\/\"><em>website<\/em>-nya<\/a>\u00a0dan mengunduh Laravel seperti biasa (.zip) atau menggunakan <em>dependency manager<\/em> seperti Composer.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2>2. MVC Concept<\/h2>\n<div id=\"attachment_4116\" class=\"wp-caption aligncenter\">\n<p><a href=\"https:\/\/www.filemagz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/FILEmagz_-MVC-Concept.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4116 size-full\" src=\"https:\/\/www.filemagz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/FILEmagz_-MVC-Concept.jpg\" alt=\"MVC Concept\" width=\"1920\" height=\"536\" \/><\/a><\/p>\n<p class=\"wp-caption-text\">MVC Concept<\/p>\n<\/div>\n<p>Penggunaan konsep MVC (Model, View, Controller) merupakan keunggulan Laravel yang kedua. Konsep MVC ini memisahkan 3 komponen tersebut dimana model mencakup bagian data-data dalam suatu aplikasi. \u2018View\u2019 mencakup tampilan aplikasi tersebut dan \u2018Controller\u2019 mencakup bagian bagaimana proses-proses aplikasi tersebut bekerja. Pemisahan komponen-komponen tersebut bertujuan untuk mempermudah <em>programmer<\/em> di bagian dokumentasi proyek tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2>3. Blade Template<\/h2>\n<div id=\"attachment_4115\" class=\"wp-caption aligncenter\">\n<p><a href=\"https:\/\/www.filemagz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/FILEmagz_-Blade-Template.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4115 size-large\" src=\"https:\/\/www.filemagz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/FILEmagz_-Blade-Template-1024x683.jpg\" alt=\"Blade Template\" width=\"848\" height=\"566\" \/><\/a><\/p>\n<p class=\"wp-caption-text\">Blade Template<\/p>\n<\/div>\n<p>View (tampilan aplikasi) yang dimiliki oleh Laravel menggunakan ekstensi .blade.php yang dimana merupakan suatu keunikan yang dimiliki oleh Laravel. Ekstensi ini berfungsi untuk mempermudah <em>syntax <\/em>penulisan koding dalam HTML. Beberapa <em>syntax <\/em>yang dipermudah terdiri dari echo, extend view, repetition, selection, dan masih banyak lagi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2>4. Migration Database<\/h2>\n<div id=\"attachment_4117\" class=\"wp-caption aligncenter\">\n<p><a href=\"https:\/\/www.filemagz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/FILEmagz_Migration-Database.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4117 size-large\" src=\"https:\/\/www.filemagz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/FILEmagz_Migration-Database-1024x576.jpg\" alt=\"Migration Database\" width=\"848\" height=\"477\" \/><\/a><\/p>\n<p class=\"wp-caption-text\">Migration Database<\/p>\n<\/div>\n<p>Laravel menyediakan sistem migrasi <em>database<\/em> yang cukup berbeda dibandingkan <em>framework<\/em> PHP lainnya. Kita sebagai <em>programmer<\/em> tidak perlu menuliskan <em>kodingan<\/em> SQL untuk migrasi-kan database tersebut, melainkan menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan beberapa baris perintah di terminal komputer kita, dengan bantuan <em>file<\/em> artisan yang merupakan salah satu komponen Laravel juga.<\/p>\n<p>Perintah-perintah artisan yang digunakan seperti \u2018make:migration\u2019 yang berfungsi untuk membuat <em>file<\/em> <em>migration<\/em>, merupakan <em>version<\/em> <em>control<\/em> dari <em>database.<\/em>\u00a0<em>Migrate<\/em>\u00a0yang berfungsi untuk membuat tabel baru, \u2018migrate:rollback\u2019 yang berfungsi untuk kembali ke migrasi terakhir, dan masih banyak lagi yang dapat <em>file<\/em> artisan lakukan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2>5. Security<\/h2>\n<div id=\"attachment_4114\" class=\"wp-caption aligncenter\">\n<p><a href=\"https:\/\/www.filemagz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/FILEmagz_Security.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4114 size-large\" src=\"https:\/\/www.filemagz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/FILEmagz_Security-1024x683.jpg\" alt=\"Security\" width=\"848\" height=\"566\" \/><\/a><\/p>\n<p class=\"wp-caption-text\">Security<\/p>\n<\/div>\n<p>Laravel merupakan salah satu <em>framework<\/em> aplikasi yang meminta para <em>programmer<\/em> untuk memasukkan standardisasi penulisan. Apabila <em>programmer<\/em> tidak memasukkan <em>syntax <\/em>tersebut, Laravel akan memberikan sebuah <em>error<\/em> kepada <em>programmer<\/em> sehingga aplikasi tersebut tidak bisa dijalankan. Salah satu <em>security<\/em> dalam Laravel, yaitu menggunakan PDO yang menyebabkan Laravel dapat mengatasi SQL Injection dan memiliki CSRF Token untuk memastikan <em>request<\/em> yang masuk berasal dari komputer yang valid.<\/p>\n<p>Berikut adalah 5 keunggulan yang dimiliki oleh Laravel. Sudah siapkah kamu untuk membuat proyek-proyek kecil maupun besar dengan Laravel?\u00a0 Selamat mencoba!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hai sobat FILE, tahukah kamu jika bahasa pemrograman PHP merupakan bahasa pemrograman yang cukup terkenal, dimana terdapat 5 juta programmer PHP di dunia. Selain itu, PHP juga telah digunakan dalam pengembangan lebih dari 20 juta website di dunia. Angka tersebut merupakan angka yang luar biasa besar, bukan?\u00a0Pada kesempatan ini, FILE akan membahas salah satu framework [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-362","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/362","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=362"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/362\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":382,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/362\/revisions\/382"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=362"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=362"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=362"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}