    {"id":2198,"date":"2023-03-16T18:29:54","date_gmt":"2023-03-16T11:29:54","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/?p=2198"},"modified":"2023-03-16T18:36:33","modified_gmt":"2023-03-16T11:36:33","slug":"yuk-kenalan-lebih-dekat-dengan-teknologi-5g","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/2023\/03\/16\/yuk-kenalan-lebih-dekat-dengan-teknologi-5g\/","title":{"rendered":"Yuk, Kenalan Lebih Dekat dengan Teknologi 5G!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2196\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2023\/03\/messageImage_1678958025361.jpg\" alt=\"\" width=\"1129\" height=\"754\" \/><em>(Sumber: shutterstock.com)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Istilah 4G tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Peluncuran 4G menjadi batu<br \/>\nloncatan dari banyaknya perkembangan produk teknologi, serta perubahan gaya hidup yang<br \/>\nsemakin membutuhkan <em>gadget<\/em> di era modern saat ini. Ada banyak hal yang sebelumnya tidak<br \/>\nkita dapatkan di era 3G, tapi bisa kita capai di era 4G, seperti kemampuan <em>smartphone<\/em> untuk<br \/>\nmengakses aplikasi berbasis video secara <em>wireless<\/em> dengan <em>latency<\/em> yang rendah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kini, 5G hadir sebagai generasi lanjutan dari teknologi 4G. Bayangkan saja dengan<br \/>\nteknologi 5G, kita bisa men-<em>download<\/em> <em>file<\/em> 10 hingga 20 kali lebih cepat. Bahkan, kita juga<br \/>\nakan bisa menonton video YouTube beresolusi 4K tanpa lag sama sekali, loh! Untuk mengenal<br \/>\nlebih dalam apa saja keunggulan dari teknologi 5G, yuk simak pembahasan berikut ini!<\/p>\n<h1 style=\"text-align: justify\"><strong>Evolusi Teknologi <em>Wireless<\/em><\/strong><\/h1>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2204\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2023\/03\/messageImage_1678958056294-1.jpg\" alt=\"\" width=\"1286\" height=\"485\" \/><\/p>\n<p><em>(Sumber: optimumpps.co.uk)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebelum dikembangkan menjadi 5G, teknologi di seluruh dunia mengalami proses evolusi yang cukup panjang dari generasi-generasi sebelumnya. Berikut ini adalah sejarah dari evolusi teknologi <em>wireless<\/em> di dunia:<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><strong style=\"color: #4d4d4d;font-family: 'Open Sans';font-size: 14px\">1.<em> 0th Generation<\/em> (0G)\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">0G merupakan generasi sebelum lahirnya era teknologi telepon seluler. Komunikasi pada era ini hanya dapat dilakukan melalui suara dengan menggunakan telepon radio yang dipasang di dalam mobil ataupun truk. Harga dari telepon radio tersebut cukup mahal pada masa itu, sehingga hanya kalangan tertentu saja yang memilikinya.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><strong style=\"color: #4d4d4d;font-family: 'Open Sans';font-size: 14px\">2. <em>1st Generation<\/em> (1G)\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">1G merupakan generasi lahirnya telepon seluler. Telepon pada zaman ini menggunakan sinyal analog dan mulai menerapkan sistem <em>Frequency Division Duplex<\/em> (FDD), sehingga kita mulai bisa mengirim serta menerima pesan melalui telepon dalam waktu yang bersamaan. Koneksi 1G memiliki <em>bandwith<\/em> sebesar 25 MHz dengan kecepatan maksimum mencapai 2.4 Kbps. Oleh karena itu, jangkauan sinyalnya juga masih terbatas dan kualitas suara yang dihasilkan juga masih kurang bagus.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><strong style=\"color: #4d4d4d;font-family: 'Open Sans';font-size: 14px\">3.<em> 2nd Generation<\/em> (2G)\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">2G merupakan generasi peralihan sinyal analog menjadi digital. SMS mulai diperkenalkan sebagai media komunikasi selain telepon suara. Pada masa 2G, mulai dikenal teknologi <em>wireless<\/em>, seperti <em>mobile data, Personal Communications Service<\/em> (PCS), dan <em>Wireless Local Area Network<\/em> (WLAN). 2G WLAN menawarkan jangkauan sinyal yang lebih luas, dengan kecepatan maksimum sebesar 64 Kbps, sehingga suara telepon yang dihasilkan sudah jauh lebih bagus dari 1G.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Selanjutnya, muncul 2.5G sebagai pengembangan dari 2G, yang mulai mengimplementasikan <em>General Packet Radio Service<\/em> (GPRS). Sejak masa 2.5G, kita mulai bisa mengirim <em>email<\/em> dan <em>streaming<\/em>. 2.5G kemudian disempurnakan lagi menjadi 2.75G, atau yang lebih dikenal sebagai <em>Enhanced Data rates for GSM Evolution<\/em> (EDGE). Koneksi EDGE menawarkan kecepatan maksimum mencapai 128 Kbps.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><strong style=\"color: #4d4d4d;font-family: 'Open Sans';font-size: 14px\">4. <em>3rd Generation<\/em> (3G)\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada masa 3G, internet mulai dapat bekerja secara <em>wireless<\/em>. Koneksi 3G mulai menggunakan <em>Universal Mobile Telecommunications System<\/em> (UMTS) dan <em>Wideband Code Division Multiple Access<\/em> (WCDMA), yang memiliki kecepatan maksimum mencapai 2 Mbps. Dengan kecepatan internet yang jauh lebih optimal, lahirlah aplikasi-aplikasi media sosial, seperti Facebook, Instagram, Twitter, yang bahkan bisa diakses dari <em>smartphone<\/em> secara langsung tanpa menggunakan kabel LAN.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><strong style=\"color: #4d4d4d;font-family: 'Open Sans';font-size: 14px\">5.<em> 4th Generation<\/em> (4G)\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada era 4G, mulai dikenal <em>IP-based protocols<\/em> untuk menghubungkan jaringan komputer supaya dapat mentransfer data dengan lebih akurat dan lancar. Sebelum disempurnakan, 4G lebih dikenal sebagai <em>Long Term Evolution<\/em> (LTE) atau 3.95G. Dari LTE, lahirlah jaringan <em>Voice over LTE<\/em> (VoLTE), sehingga kita dapat bertelepon secara lancar melalui jaringan internet.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">4G menawarkan kebebasan lebih untuk memilih layanan operator internet dengan harga yang lebih terjangkau. Kecepatan maksimum 4G dapat mencapai 100 Mbps. Dengan kecepatan tersebut, kita bisa menonton <em>video<\/em> YouTube dengan kualitas HD dan dengan <em>latency<\/em> yang rendah. Kita juga bisa bermain <em>game<\/em>, seperti PUBG, bersamaan dengan ratusan player lainnya dalam satu <em>map<\/em> yang sama berkat kecepatan transmisi data dari teknologi 4G.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><strong style=\"color: #4d4d4d;font-family: 'Open Sans';font-size: 14px\">6. <em>5th Generation<\/em> (5G)\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan kondisi dunia yang semakin berubah dan perilaku manusia yang semakin konsumtif, 5G hadir untuk mengembangkan produk-produk teknologi yang dapat memenuhi kebutuhan manusia di era digitalisasi ini. Produk-produk dari <em>Internet of Things<\/em> (IoT), seperti <em>connected cars, smart city, cloud gaming<\/em>, hingga <em>Artificial Intelligence<\/em> (AI) akan banyak memanfaatkan kecepatan tinggi dari koneksi 5G.<\/p>\n<h1 style=\"text-align: justify\"><strong>Keunggulan dari Teknologi 5G<\/strong><\/h1>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2199\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2023\/03\/messageImage_1678958074271.jpg\" alt=\"\" width=\"1272\" height=\"595\" \/><em>(Sumber: shutterstock.com)<\/em><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\">1. 5G memiliki kecepatan jaringan yang jauh lebih cepat dan aman<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">5G memiliki kecepatan maksimum mencapai 20 Gbps dengan kecepatan rata-rata lebih dari 100 Mbps. Hal tersebut menunjukkan bahwa 5G memiliki kecepatan jaringan yang 20 kali lebih besar dari 4G. 5G juga telah menyematkan <em>built-in-security<\/em> agar data yang ditransfer dengan cepat tersebut aman dari retasan.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\">2. 5G memiliki kapasitas transfer data yang lebih tinggi<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">Jaringan 5G didesain untuk mendukung kapasitas <em>traffic<\/em> <em>data<\/em> yang 100 kali lebih efisien bila dibandingkan dengan 4G.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\">3. 5G memiliki tingkat <em>latency<\/em> yang jauh lebih rendah<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan kecepatan jaringan dan kapasitas transfer data yang jauh lebih baik, 5G menjamin hampir tidak adanya <em>delay<\/em> dalam proses transfer informasi. 5G memiliki tingkat <em>latency<\/em> 10 kali lebih rendah dari 4G, yakni 1 ms.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\">4. 5G menggunakan spektrum gelombang dengan lebih baik<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">Jaringan 5G didesain sedemikian rupa sehingga mampu menjangkau lebih banyak wilayah. Jaringan 5G mengombinasikan frekuensi radio rendah (1G, 2G, 3G) untuk saluran televisi dan telepon untuk menjangkau daerah yang lebih luas. 5G mengoptimalkan frekuensi radio menengah (4G dan Wi-Fi) untuk menambah kapasitas transfer data, serta frekuensi radio tingkat tinggi, untuk sensor di mobil, terhubung dengan satelit, dan meningkatkan kapasitas transfer data 5G. Dengan demikian, para pengguna 5G tidak akan mengalami internet <em>down<\/em> lagi.<\/p>\n<h1 style=\"text-align: justify\">Penerapan Teknologi 5G<\/h1>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2200\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2023\/03\/messageImage_1678958096507.jpg\" alt=\"\" width=\"1198\" height=\"593\" \/><em>(Sumber: www.home.sandvik)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sejak dirilis secara publik pada tahun 2019, 5G memiliki misi untuk menguasai beberapa bidang teknologi, di antaranya:<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\">1.<em> Enhanced Mobile Broadband<\/em> (eMBB)<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">eMBB merupakan pengembangan dari 4G LTE yang menawarkan solusi jaringan internet yang cepat, <em>latency<\/em> rendah, terjangkau, dan berkualitas meskipun dalam kondisi lingkungan sekitar yang berbeda-beda. Penerapannya dapat kita lihat pada jaringan internet 5G yang digunakan oleh <em>smartphone, Virtual Reality<\/em> (VR), dan <em>Augmented Reality<\/em> (AR).<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\">2. <em>Fixed Wireless Access<\/em><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Fixed wireless<\/em> merupakan teknologi <em>wireless<\/em> 5G yang ditujukan sebagai sarana infrastruktur untuk wilayah pelosok. Penerapannya dapat kita lihat pada jaringan internet yang mencapai daerah pedalaman untuk <em>video conferencing<\/em> secara <em>high-quality,<\/em> layanan kesehatan secara virtual, hingga pelaksanaan belajar mengajar secara digital.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\">3. <em>Massive IoT<\/em><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Massive IoT<\/em> merupakan teknologi yang bertujuan untuk menghubungkan perangkat-perangkat dalam jumlah yang sangat banyak untuk mempermudah pekerjaan yang berat. Penerapannya dapat kita lihat pada industri <em>e-commerce<\/em> yang secara otomatis merekomendasikan produk sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar. Contoh lainnya adalah kemampuan untuk <em>tracking<\/em> ketersediaan produk dalam sebuah gudang toko secara virtual. Selain itu, penerapan IoT untuk meningkatkan panen pertanian juga merupakan contoh penerapan dari <em>Massive<\/em> IoT.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\">4. <em>Broadband IoT<\/em><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Broadband<\/em> <em>IoT<\/em> merupakan teknologi hasil kombinasi dari eMBB dan <em>Massive<\/em> IoT. Penerapannya dapat kita lihat pada <em>drone<\/em> pengantar barang belanjaan ataupun obat-obatan, <em>tracking<\/em> kondisi lalu lintas di sekitar tempat aktivitas sebuah perusahaan, hingga penggunaan <em>smart electric<\/em> untuk mengurangi emisi karbon bumi.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\">5. <em>Critical IoT<\/em><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Critical<\/em> IoT merupakan teknologi berkecepatan tinggi dan ber-<em>latency<\/em> rendah untuk mengerjakan pekerjaan yang berisiko (membutuhkan kecepatan dan ketelitian yang sangat tinggi). Penerapannya dapat kita lihat pada kontrol pabrik perusahaan secara <em>wireless<\/em>, pembedahan secara virtual, <em>connected vehicles<\/em> untuk menghindari kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, hingga pelayanan gawat darurat yang lebih cepat untuk kecelakaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Di Indonesia sendiri, memang belum semua wilayah dapat merasakan manfaat dari 5G. Namun, Indonesia termasuk ke dalam salah satu negara dengan pengguna teknologi terbanyak di dunia. Di era industri 4.0 ini, kebutuhan akan teknologi terus meningkat secara pesat, terlebih lagi dengan kondisi alam dan masyarakat di Indonesia yang beragam. Oleh karenanya, teknologi 5G kelak akan menjadi solusi terbaik dari permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi di negara kita tercinta, Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Demikianlah pembahasan mengenai sejarah, keunggulan, hingga penerapan dari teknologi 5G. Buat kamu yang suka baca artikel informatif dan juga menghibur, <a href=\"https:\/\/www.filemagz.com\/\">Filemagz.com<\/a> cocok banget nih buat kamu! Tunggu apa lagi? Jangan mau ketinggalan dan kunjungi website nya sekarang juga!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Sumber: shutterstock.com) Istilah 4G tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Peluncuran 4G menjadi batu loncatan dari banyaknya perkembangan produk teknologi, serta perubahan gaya hidup yang semakin membutuhkan gadget di era modern saat ini. Ada banyak hal yang sebelumnya tidak kita dapatkan di era 3G, tapi bisa kita capai di era 4G, seperti kemampuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":2196,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2198","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2198","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2198"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2198\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2205,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2198\/revisions\/2205"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2196"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2198"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2198"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2198"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}