    {"id":1534,"date":"2021-10-07T19:47:55","date_gmt":"2021-10-07T12:47:55","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/?p=1534"},"modified":"2021-12-29T23:32:43","modified_gmt":"2021-12-29T16:32:43","slug":"ide-bisnis-pemula-untuk-para-millenials","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/2021\/10\/07\/ide-bisnis-pemula-untuk-para-millenials\/","title":{"rendered":"Ide Bisnis Pemula Untuk Para Millenials"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Halo, Sobat Filemagz!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada masa modern ini, ada banyak sekali <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">startup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Indonesia yang berhasil mencapai kesuksesan besar. Oleh sebab itu, ide untuk memulai bisnis sendiri pastinya terdengar sangat menarik dan seru, terutama bagi kaum millenials seperti kamu yang mungkin sedang berpikir untuk memulai bisnis pertama. Namun, terkadang ide tersebut menjadi tertinggal karena keraguan atau kekhawatiran akan berbagai tantangan yang kamu dapat hadapi, seperti waktu, modal, atau situasi kondisi yang kurang mendukung, seperti\u00a0 pandemi COVID-19 yang sekarang terjadi dan tidak kunjung akhir.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Oleh karena itu, Filemagz telah mempersiapkan 4 ide bisnis pemula yang dapat kamu lakukan sendiri di rumah, tidak membutuhkan modal yang besar, serta dapat dilakukan secara fleksibel sehingga cocok bagi para kaum <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">millenials<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Tanpa berlama-lama lagi, yuk, simak artikel berikut!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">1. Freelancer<\/span><\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1535\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2021\/12\/Screen-Shot-2021-12-08-at-7.54.37-PM.png\" alt=\"\" width=\"1120\" height=\"746\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-1536\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2021\/12\/Screen-Shot-2021-12-08-at-7.54.30-PM.png\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"424\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-1537\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2021\/12\/Screen-Shot-2021-12-08-at-7.54.21-PM.png\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"362\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1538\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2021\/12\/Screen-Shot-2021-12-08-at-7.54.13-PM.png\" alt=\"\" width=\"1118\" height=\"740\" \/><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Freelancer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> bisa menjadi Ide bisnis pemula yang tepat bagi kamu yang ingin memulai bisnis. Belakangan ini, jenis pekerjaan ini menjadi semakin populer semenjak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">social distancing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">diterapkan, apalagi karena masyarakat Indonesia dihimbau untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">work from home<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Nah, pekerjaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">freelance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini sangatlah cocok bagi kamu yang ingin tetap produktif walaupun di rumah seharian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">freelancer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> perlu memiliki keahlian yang dapat ditawarkan kepada orang lain, seperti keahlian dalam bidang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">programming<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, desain, menulis, musik, animasi, atau yang lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Memulai karir sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">freelancer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tidaklah mudah, karena kamu belum mempunyai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">brand <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang besar, nah, maka dari itu, kamu perlu melakukan berbagai strategi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">self-branding<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Cara paling sederhana adalah dengan memajangkan karya-karya terbaikmu pada berbagai jenis platform sebagai portofolio kamu. Pastikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">platform <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang digunakan sesuai dengan bidang keahlian kamu, misalnya apabila kamu senang menggambar, kamu dapat memajangkan karya kamu di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">platform <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">seperti pinterest, artstation, deviantart, dan platform gambar lainnya. Apabila kamu ingin mengetahui bagaimana caranya membangun portofolio yang menarik, kamu bisa baca artikel Filemagz yang <\/span><a href=\"https:\/\/www.filemagz.com\/portofolio-menarik\/\"><span style=\"font-weight: 400\">satu ini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">freelancer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang bekerja sendiri, kamu akan mempunyai kebebasan yang sangat besar. Karena kamu tidak mempunyai atasan, kamu dapat mengerjakan tugas dimanapun dan kapanpun. Namun, kebebasan ini dapat menjadi sebuah pedang bermata dua, karena bisa saja kamu malah bermalas-malasan atau menunda-nunda pekerjaan. Hal tersebut dapat kamu atasi dengan senantiasa mempertahankan komitmen agar tugas dan tanggung jawab kamu dapat selalu diselesaikan secara maksimal serta tepat waktu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Apabila kamu sebagai seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">freelancer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dapat mengatur waktu dengan baik, waktu luang yang akan kamu miliki sangatlah banyak, sehingga dapat kamu gunakan untuk hal-hal seperti hobi, hiburan, keluarga, belajar, dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">2. Content Creator<\/span><\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1537\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2021\/12\/Screen-Shot-2021-12-08-at-7.54.21-PM.png\" alt=\"\" width=\"1122\" height=\"634\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Semenjak penerapan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">social distancing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">selama satu tahun terakhir akibat pandemi COVID-19, penggunaan media digital meningkat secara drastis. Hal ini merupakan sebuah peluang besar, terutama bagi para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">content creator.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Nah, sebelum memulai karir sebagai seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">content creator, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tentunya kamu perlu menentukan konten seperti apa yang ingin kamu buat. Kamu dapat membuat konten seputar hal-hal yang menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">passion <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau kesenangan untuk kamu, seperti hobi atau hal lain yang kamu minati. Misalnya, apabila kamu senang menggambar atau memasak, kamu dapat mengunggah hasil karyamu untuk dipamerkan. Apabila kamu hobi bermain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">video game<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, kamu dapat menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">streamer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau membuat video yang berisikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">highlights<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dari permainan<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">kamu. Namun perlu diingat untuk melakukan riset terlebih dahulu mengenai platform yang cocok untuk konten yang kamu ingin buat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Mirip seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">freelancer,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">content creator, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">kamu juga memiliki banyak kebebasan, mulai dari jenis dan topik konten yang ingin dibuat, seberapa besar usaha dan waktu yang ingin kamu luangkan untuk kontenmu, hingga jadwal kerja dan pengunggahan kontenmu. Semua itu tergantung pada diri sendiri, namun ingat untuk tetap mempertahankan konsistensi dari kontenmu, baik dari segi kualitas maupun frekuensi posting.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam karirmu sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">content creator<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, kamu akan belajar mengenai banyak hal, lho! Mulai dari keterampilan serta wawasan seputar konten yang kamu buat hingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">skill <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">seputar pembuatan konten, seperti<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> content planning, digital marketing, social media management, content writing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">video editing, merch design, personal branding, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan masih banyak lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Nah, apabila kamu ingin berkembang sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">content creator<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, kamu perlu mendengarkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">feedback<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dari audiens kamu. Salah satu caranya adalah dengan memperhatikan komentar yang diberikan oleh audiens pada kolom komentar yang sudah tersedia pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">platform <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">media sosial. Kamu juga dapat meningkatkan kualitas konten kamu dengan melakukan kolaborasi<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">content creator<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> lain untuk bertukar audiens,<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">memperluas koneksi serta saling berbagi ilmu antara sesama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">content creator<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kamu dapat menggunakan beberapa strategi untuk menghasilkan pendapatan lebih. Apabila kamu membutuhkan dana, kamu dapat membuka donasi sukarela untuk audiens kamu menggunakan aplikasi seperti patreon. Apabila <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">brand <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">kamu sudah berkembang, kamu dapat menjual <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">merchandise<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> pakaian seperti topi, baju, atau jaket. Selain itu, kamu juga dapat menerima undangan kerjasama dengan sponsor tertentu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun untuk mencapai kesuksesan di media sosial tidaklah mudah, hal ini dikarenakan persaingan yang cukup ketat serta algoritma media sosial yang acak. Maka dari itu, kamu perlu berinovasi dengan membuat konten yang tidak bisa audiens kamu dapatkan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">content creator <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">3. Dropship<\/span><\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1536\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2021\/12\/Screen-Shot-2021-12-08-at-7.54.30-PM.png\" alt=\"\" width=\"1122\" height=\"744\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bagi yang belum pernah mendengar istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">dropship<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">dropship <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">merupakan kegiatan menjual kembali barang yang diproduksi oleh pihak ketiga. Konsep <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">dropship <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sebenarnya hampir sama dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">reseller<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Perbedaan keduanya terletak pada jumlah inventaris yang dimiliki. Dalam menjalankan bisnis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">reseller, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">kamu<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">wajib memiliki inventaris atau stok barang, sedangkan bisnis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">dropship <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tidak perlu memiliki inventaris, sehingga bisa dibilang modal untuk memulai bisnis ini sangatlah minim, bahkan tidak perlu modal sama sekali. Itulah mengapa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">dropship <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">menjadi peluang bisnis pemula yang baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sistem <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">dropship <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sebenarnya sangat sederhana, kamu hanya perlu mencari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">supplier <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang terpercaya untuk produk yang ingin dipasarkan. Ketika ada pelanggan yang tertarik dengan produk yang kamu jual, kamu tinggal memesan produk pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">supplier <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">kamu dan mereka akan langsung mengirimkan produk yang dipesan oleh pelanggan atas nama kamu. Namun, penting untuk diingat, dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">dropshipping <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sangat penting untuk mencari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">supplier <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang terpercaya dan bertanggung jawab untuk menjaga nama baik bisnis kamu, yah!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">4. Jastip<\/span><\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1535\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-content\/uploads\/sites\/23\/2021\/12\/Screen-Shot-2021-12-08-at-7.54.37-PM.png\" alt=\"\" width=\"1120\" height=\"746\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Nah, yang terakhir ada jastip, alias jasa titip. Akhir-akhir ini, bisnis pemula yang satu ini sedang naik daun mengingat kondisi pandemi yang tidak kunjung berakhir. Banyak orang harus menunda rencana bepergian mereka akibat pandemi sehingga mereka juga mengalami kesulitan untuk membeli produk-produk yang mereka inginkan dari luar kota maupun luar negeri. Disinilah peluang bagi kamu para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">millenials <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang ingin mendapatkan uang jajan lebih. Biasanya jastip ini dilakukan oleh para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">millenials <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang tinggal di kota-kota besar karena mudahnya akses ke berbagai macam jenis produk. Disisi lain, para pelanggan jastip biasanya memiliki akses terbatas untuk produk-produk tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Cara kerja jastip ini sangatlah mudah. Sebagai contoh, karena IKEA di Indonesia hanya tersedia di Tangerang maka kamu dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan membuka jastip produk-produk IKEA. Kamu juga bisa menggunakan tarif progresif, jadi semakin tinggi harga sebuah produk, tarifnya pun akan semakin tinggi. Namun, jangan lupa yah, tarif yang kamu berikan harus tetap bersaing karena pelanggan tentunya akan mencari jastip dengan harga yang kompetitif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saat memulai bisnis apapun, perlu kamu ketahui bahwa bisnis kamu belum tentu akan sukses dalam waktu sehari, seminggu, sebulan, atau bahkan setahun. Segala sesuatu butuh waktu untuk bertumbuh dan berkembang, begitu pula dengan bisnis. Selain itu, pada zaman modern ini, persaingan bisnis sangatlah ketat, apalagi dengan banyaknya jumlah pemuda seperti kamu yang juga sama tertariknya untuk memulai bisnis mereka sendiri. Yang paling penting, selalu ingat untuk terus berinovasi serta memberikan yang terbaik!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Itulah empat ide bisnis pemula dari Filemagz yang mungkin cocok untuk kamu! Apakah kamu menjadi tertarik untuk memulai bisnis sendiri? Silahkan berikan jawaban di kolom komentar, kira-kira ide apa yang kamu ingin gunakan untuk memulai karir bisnismu? Kami sangat tertarik untuk mendengar jawabanmu! Bagi kamu yang ingin terus mendapatkan informasi seputar teknologi, bisnis dan lifestyle, jangan lupa untuk follow Instagram <\/span><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/filemagz\/\"><span style=\"font-weight: 400\">Filemagz <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/filetechno\/\"><span style=\"font-weight: 400\">Filetechno<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">!<\/span><\/p>\n<div id=\"weava-permanent-marker\">Oh ya, buat kamu yang suka baca artikel informatif dan juga menghibur. <a href=\"https:\/\/www.filemagz.com\/\">Filemagz.com<\/a> cocok banget nih buat kamu. Tunggu apa lagi? jangan mau ketinggalan dan kunjungi website nya sekarang juga!<\/div>\n<div id=\"weava-ui-wrapper\">\n<div class=\"weava-drop-area-wrapper\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo, Sobat Filemagz! Pada masa modern ini, ada banyak sekali startup Indonesia yang berhasil mencapai kesuksesan besar. Oleh sebab itu, ide untuk memulai bisnis sendiri pastinya terdengar sangat menarik dan seru, terutama bagi kaum millenials seperti kamu yang mungkin sedang berpikir untuk memulai bisnis pertama. Namun, terkadang ide tersebut menjadi tertinggal karena keraguan atau kekhawatiran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1534","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1534","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1534"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1534\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1638,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1534\/revisions\/1638"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1534"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1534"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bncc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1534"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}