Edukasi Warna Dalam Desain

 

“Edukasi Warna Dalam Desain”

Leonardo Antonius

2101646243

Sumber Gambar : Artikel BINUS TV Club

Warna merupakan hal yang paling penting dalam desain, meskipun terkadang sebuah desain hanya menggunakan warna hitam dan putih, dua warna tersebut harus dikomposisikan dengan baik untuk menghasilkan sebuah desain yang menarik.

Untuk mengkomposisikan warna dalam lembar kerja desain kita, kita harus terlebih dahulu memahami harmoni warna. Untuk memahami harmoni warna, kita harus mengetahui apa itu roda warna, roda warna adalah semua hal tentang warna, dimulai dari 3 warna primer, yakni kuning, merah dan biru. Jika warna primer tersebut dicapur satu sama lain, maka akan terbentuk warna baru yang biasa disebut warna sekunder yang terdiri dari oranye, hijau dan ungu, campurkan warna sekunder dan primer maka akan terbentuk warna baru yang disebut dengan warna tersier yang terdiri dari warna merah-oranye, kuning-oranye, kuning-hijau, biru-hijau, biru-ungu, dan merah-ungu. Warna hitam dan putih berada dalam 1 garis yang disebut sebagai akromatik, garis tersebut mempunyai 10 tingkatan gradasi dari hitam-abuabu-putih.

Dalam teori warna, terdapat berberapa terminologi warna, diantaranya; Hue yang berarti sinonim kata dari “warna” atau nama dari sebuah warna spesifik; secara tradisional digunakan untuk mengacu kepada 12 warna dasar pada roda warna, Shade yang berarti warna yang digelapkan dengan warna hitam, Tone yang berarti warna yang diredupkan dengan warna abu-abu, Tint yang berarti warna yang diterangkan dengan warna putih, Saturasi yang berarti mengacu pada intensitas atau kemurnian warna (semakin dekat warna akan mendekati abu-abu, maka semakin terdesaturasi warnanya), Value yang berarti mengacu kepada keterangan atau kegelapan dari sebuah warna.

Berlanjut ke harmoni warna, harmoni warna adalah kegunaan warna dan komposisi warna dalam lembar kerja. Harmoni warna terdiri dari ; Monokromatik: berbagai shade, tone, atau tint dari satu warna; contohnya berbagai jenis warna biru dari yang terang sampai gelap; tipe skema seperti ini biasanya lebih halus dan konservatif; Analog: hue yang berdampingan satu sama lain pada roda warna; tipe skema seperti ini sangat serba guna dan dapat dengan mudah diaplikasikan pada proyek desain; Komplementer: berlawanan pada roda warna, seperti merah/hijau atau biru/oranye; warna komplementer memiliki kontras dan intensitas tinggi, namun juga cukup susah untuk diaplikasikan secara seimbang, dan harmoni (terutama pada bentuk murni warna tersebut, dapat dengan mudah bentrok pada sebuah desain); Komplementer-Split: setiap warna pada roda warna ditambahkan dua yang mengapit pelengkapnya; skema ini memiliki kontras visual yang kuat, namun juga tidak terlalu menonjol dari sebuah kombinasi warna komplementer; Triadic/Komplementer-Ganda: pasangan dua warna komplementer; skema ini menarik perhatian, tapi mungkin akan sulit diaplikasikan lebih dari satu pasang warna komplementer, karena terlalu banyak warna sulit diseimbangkan. Jika Anda menggunakan tipe skema ini, Anda mungkin akan memilih satu dari empat warna untuk menjadi dominan dan mengatur saturasi/value/lain-lain dari beberapa atau semua warna sehingga semua warnanya bekerja dengan baik pada bagian-bagian desain Anda, seperti teks dan latar belakang.

Maka dari itu, warna bukanlah sesuatu yang dapat dengan mudah dipahami, dibutuhkan pengalaman dan pemahaman teori dasar yang baik untuk menciptakan sebuah desain yang memiliki komposisi yang baik dan menarik untuk dilihat.

Sumber Penulisan/Daftar Pustaka : Artikel Binus Tv Club