{"id":2341,"date":"2022-01-23T16:02:48","date_gmt":"2022-01-23T09:02:48","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/?p=2341"},"modified":"2022-01-23T16:02:48","modified_gmt":"2022-01-23T09:02:48","slug":"jangan-bersedih-karena-itu-berakhir-tersenyumlah-karena-itu-terjadi-when-the-past-was-around-game-review","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/2022\/01\/23\/jangan-bersedih-karena-itu-berakhir-tersenyumlah-karena-itu-terjadi-when-the-past-was-around-game-review\/","title":{"rendered":"Jangan Bersedih Karena itu Berakhir, Tersenyumlah Karena Itu Terjadi : When The Past Was Around \u2013 Game Review"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"text-decoration: underline\"><em><span style=\"font-weight: 400\">Contains spoiler for When The Past Was Around<\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">When The Past Was Around<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini merupakan sebuah game <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">point &amp; click puzzle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang dikembangkan oleh Mojiken Studio dimana game ini menceritakan kisah seorang wanita bernama Eda yang harus melewati lagi semua kisah dan juga pengalaman pahit dimana ia kehilangan kekasihnya yang berwujud manusia dengan kepala burung hantu. Game ini menceritakan kisah Eda yang harus berjalan terus dan menerima keadaan yang sudah berlalu. Dalam game tersebut juga terdapat tiap benda yang tertutup kasat hitam menyerupai coretan pensil yang barang tersebut memberikan kenangan yang menakutkan dimana nantinya coretan &#8211; coretan tersebut akan hilang dan memunculkan wujud asli dari barang tersebut bila telah berhasil menyelesaikan teka-tekinya.<\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"When the Past was Around - Steam Release Date Announcement Trailer\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/0Ayvr0pILnU?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Bentuk puzzle nya sendiri bisa dibilang unik karena solusi untuk menyelesaikan levelnya kita perlu berjalan mundur dan maju dalam kenangan bagaimana Eda bertemu dengan kekasihnya sampai sang kekasih pergi meninggalkan Eda dan mendapatkan barang tertentu yang dibutuhkan untuk melewati\u00a0 rintangan dan teka \u2013 teki tertentu untuk terus maju melanjutkan ke tahap selanjutnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Selama memainkan game ini sendiri terkadang ada beberapa pertanyaan yang muncul diantaranya: mengapa sang kekasih tersebut berkepala burung hantu? mengapa kita harus mencari bulu burung hantu tersebut, mengapa sifat pintu dalam game ini seperti portal? apakah semua hal aneh tersebut merupakan sebuah simbol dari Brigitta Rena sang illustrator? Setelah mencari beberapa makna perumpamaan simbol, saya menemukan bahwa burung hantu itu banyak berkaitan dengan supernatural dan juga dunia nirwana yang bisa saya simpulkan bahwa sang kekasih dari Eda ini sebenarnya tidak benar-benar berwujud burung hantu, melainkan sebuah simbolisasi penghubung dunia atas antar kekasihnya dan juga Eda yang ingin memberitahu Eda untuk dapat menerima jika sang kekasih telah pergi meninggalkan Eda.<\/span><\/p>\n<figure style=\"width: 2482px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/media.discordapp.net\/attachments\/889769707425652756\/934733321324359690\/unknown.png?width=2482&amp;height=1396\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/media.discordapp.net\/attachments\/889769707425652756\/934733321324359690\/unknown.png?width=2482&amp;height=1396\" width=\"2482\" height=\"1396\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">(source: https:\/\/www.togeproductions.com\/project\/when-the-past-was-around\/)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pintu yang seperti portal sendiri juga dapat disimbolkan sebagai batas perantara antar kenangan tersebut yang dapat di lalu-lalang layaknya kenangan yang dapat diingat lagi. Sedangkan untuk mengenai bulu burung hantu tersebut, hal yang paling mirip yang saya bisa temukan ada pada Bangsa Maya Kuno dimana mereka memiliki kepercayaan bahwa kekuatan alam berpihak pada mereka yang mendapatkan lebih banyak bulu yang jika kita lihat dari gamenya bisa kita simpulkan bulu yang dikoleksi tersebut merupakan simbolisasi dari sang kekasih untuk membantu memberikan keteguhan terhadap Eda untuk dapat terus maju menjalani hidupnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pembawaan musik dari game ini sendiri tidak kalah enaknya dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">gameplay<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">nya. Untuk mulai gamenya, lagunya akan muncul namun dengan satu atau bahkan sedikit instrumen. Namun bila kita dapat membuka pintu dari level tersebut dan lanjut ke level selanjutnya, lagu tersebut akan bertambah instrumennya seiring memasuki level baru. Saya juga takjub dikarenakan walaupun lagu tersebut berulang-ulang, transisi lagu soundtrack dari satu level ke level lainnya benar benar mulus.<\/span><\/p>\n<figure style=\"width: 2482px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/media.discordapp.net\/attachments\/889769707425652756\/934733359089848380\/unknown.png?width=2482&amp;height=1396\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/media.discordapp.net\/attachments\/889769707425652756\/934733359089848380\/unknown.png?width=2482&amp;height=1396\" width=\"2482\" height=\"1396\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">(source: https:\/\/www.togeproductions.com\/project\/when-the-past-was-around\/)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Perubahan lagunya juga berubah seiring dengan ceritanya, seperti saat sedang ada pada momen di cerita sedih sang Eda lagu soundtrack berubah menjadi pelan dan berbunyi kusut. Ada juga saat Eda yang mulai bertemu dengan kekasihnya lagunya mulai semakin meriah layaknya sebuah pesta di desa musim panas yang memang membawa kesan kebahagiaan, dan bagian favorit saya yang memberikan rasa bulu kuduk saya berdiri pada saat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ending<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dimana lagunya perlahan pelan namun tetap indah yang seolah olah musiknya sendiri memberikan salam sampai jumpa kepada pendengar.<\/span><\/p>\n<figure style=\"width: 2482px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/media.discordapp.net\/attachments\/889769707425652756\/934733418888044574\/unknown.png?width=2482&amp;height=1396\" width=\"2482\" height=\"1396\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">(source: https:\/\/www.togeproductions.com\/project\/when-the-past-was-around\/)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Secara keseluruhan game <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">When The Past Was Around<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini menurut saya game yang sangat direkomendasikan bagi kalian yang suka atau memang sedang mencari situasi yang tenang di waktu luang atau mungkin ingin mencari game yang<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">memiliki genre <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">visual novel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> seperti saya. Walaupun banyak umpamaan seperti \u201ccerita yang bagus juga dapat disampaikan dengan durasi yang sedikit bila memang pesannya dapat disampaikan kepada pemain\u201d, menurut saya sangat disayangkan karena untuk game ini ada dari durasi ceritanya yang disampaikan tidak terlalu panjang. Game ini sudah dirilis sejak September 2020 dan sudah dapat diakses di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Steam, Nintendo Switch, PS4,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan juga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Xbox One<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Contains spoiler for When The Past Was Around When The Past Was Around ini merupakan sebuah game point &amp; click puzzle yang dikembangkan oleh Mojiken Studio dimana game ini menceritakan kisah seorang wanita bernama Eda yang harus melewati lagi semua kisah dan juga pengalaman pahit dimana ia kehilangan kekasihnya yang berwujud manusia dengan kepala burung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":73,"featured_media":2342,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14,219,22],"tags":[243,211,90,210,57,171,181,244,242,147],"class_list":["post-2341","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","category-contents","category-game-review","tag-243","tag-adventure","tag-indie","tag-mojiken","tag-nintendo-switch","tag-pc","tag-ps4","tag-toge-productions","tag-when-the-past-was-around","tag-xbox"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2341","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/73"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2341"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2341\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2344,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2341\/revisions\/2344"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2342"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2341"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2341"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2341"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}