    {"id":1514,"date":"2020-06-05T19:12:22","date_gmt":"2020-06-05T12:12:22","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/?p=1514"},"modified":"2021-07-12T15:47:39","modified_gmt":"2021-07-12T08:47:39","slug":"unreal-engine-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/2020\/06\/05\/unreal-engine-5\/","title":{"rendered":"Unreal Engine 5"},"content":{"rendered":"<p>Pada tanggal 13 Mei yang lalu, team dari Epic Games merilis sebuah video demo Unreal Engine 5 yang dibawa oleh Brian Karis, <em>Technical Director of Graphic <\/em>dengan Jerome Platteaux, <em>Special Project Art Director.<\/em><\/p>\n<p>Video diawali dengan tes gameplay sebuah karakter di goa. Dalam <em>environment<\/em> inilah team Epic Games ingin <em>show off<\/em> teknologi terbaru yang akan dirilis bersamaan dengan Unreal Engine 5 yaitu <em>Nanite <\/em>dan <em>Lumen<\/em>.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p><em>Gameplay<\/em> test tersebut dijalankan dalam konsol game yang akan segera dirilis yaitu <em>Playstation 5<\/em>. Video ini tidak hanya menunjukkan betapa memukau-nya teknologi terbaru dari Unreal Engine 5 tetapi juga bagaimana <em>processor Playstation 5<\/em> meng-<em>handle <\/em>setiap grafis yang ada.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1516\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_1516\" class=\"wp-caption clear aligncenter\" itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageObject\" style=\"width: 761px\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-content\/uploads\/sites\/66\/2020\/05\/nanite.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" itemprop=\"contentURL\" class=\"size-full wp-image-1516\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-content\/uploads\/sites\/66\/2020\/05\/nanite.png\" alt=\"\" width=\"761\" height=\"540\" \/><\/a><figcaption id=\"figcaption_attachment_1516\" class=\"wp-caption-text\" itemprop=\"description\">Dengan teknologi Nanite, detail batu &#8211; batu ini dapat terlihat secara detail dan realistis.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Tujuan utama dari Unreal Engine 5 tersebut berupa ingin mengejar grafik game yang sangat <em>photorealism<\/em>. Masuk dalam penjelasan teknologi, yang pertama adalah <em>Nanite. <\/em>Bisa dilihat dari awal mulai video, <em>environment <\/em>yang diberikan berupa lingkungan reruntuhan yang memiliki tekstur batu seperti goa. Dengan lingkungan inilah, Unreal Engine 5 ingin memperlihatkan bagaimana <em>Nanite<\/em> dapat menampilkan suatu objek dengan sangat detail. Dalam artikel dari Epic Games mengenai Unreal Engine 5, dijelaskan bahwa <em>game artists <\/em>sekarang dengan UE5 dapat lebih bebas memberikan detail pada objek sebanyak apapun, sekecil apapun karena teknologi <em>Nanite<\/em> akan menampilkannya secara penuh. Bahkan hasil <em>photoscan<\/em> dapat juga oleh Nanite memberikan hasil detail yang sama dengan objek aslinya. <em>Nanite<\/em> juga menampilkan objek secara <em>real time<\/em> maka dari itu <em>game artists <\/em>tidak perlu lagi terlalu khawatir mengenai beratnya sebuah <em>sculpt<\/em> karena jumlah <em>polygon<\/em>nya ataupun harus membuat <em>normal map<\/em> untuk menampilkan detail secara tajam karena <em>Nanite <\/em>akan menangani hal-hal tersebut.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1517\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_1517\" class=\"wp-caption clear aligncenter\" itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageObject\" style=\"width: 758px\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-content\/uploads\/sites\/66\/2020\/05\/lumen.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" itemprop=\"contentURL\" class=\"size-full wp-image-1517\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-content\/uploads\/sites\/66\/2020\/05\/lumen.png\" alt=\"\" width=\"758\" height=\"540\" \/><\/a><figcaption id=\"figcaption_attachment_1517\" class=\"wp-caption-text\" itemprop=\"description\">Teknologi Lumen yang menampilkan cahaya dengan pantulan cahaya yang tidak terbatas.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Selanjutnya, teknologi <em>Lumen. <\/em>Jika kita lihat secara biasa dalam video, kita pastinya hanya kira <em>Lumen <\/em>itu seperti teknologi cahaya biasa tetapi sebenarnya <em>Lumen<\/em> itu sangat jauh berbeda dari teknologi \u2013 teknologi cahaya sebelumnya. \u00a0<em>Lumen <\/em>menampilkan cahaya lebih dinamis beserta dengan pantulan cahaya yang tak terbatas layaknya cahaya di dunia nyata. Teknologi ini dapat juga mengubah bentuk cahaya sesuai dengan perubahan suasana dengan cepat dan tanggap. Sama dengan <em>Nanite, <\/em>teknologi ini membantu game <em>artists<\/em> dalam membuat scene secara efektif dan efisien.<\/p>\n<p>Unreal Engine 5 akan segera dirilis <em>preview<\/em>nya pada awal 2021 dan dirilis sepenuhnya di pertengahan tahun 2021.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada tanggal 13 Mei yang lalu, team dari Epic Games merilis sebuah video demo Unreal Engine 5 yang dibawa oleh Brian Karis, Technical Director of Graphic dengan Jerome Platteaux, Special Project Art Director. Video diawali dengan tes gameplay sebuah karakter di goa. Dalam environment inilah team Epic Games ingin show off teknologi terbaru yang akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":73,"featured_media":1518,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14,28],"tags":[218,86,81,85,84,80,82,83],"class_list":["post-1514","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","category-game-spotlight","tag-binusgdc","tag-demo","tag-engine","tag-game-engine","tag-ue5","tag-unreal","tag-unreal-engine","tag-unreals-engine-5"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1514","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/73"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1514"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1514\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1568,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1514\/revisions\/1568"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1518"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1514"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1514"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bgdc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1514"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}