Keterlibatan BGDC Dalam PPK Ormawa 2026
Perguruan tinggi dan mahasiswa memiliki berbagai peran dalam masyarakat, salah satunya adalah mengabdi kepada masyarakat. Pengabdian tersebut bisa dilakukan melalui program pemberdayaan yang dapat membantu menyelesaikan masalah dan memperkuat masyarakat, PPK Ormawa merupakan salah satu program tersebut. Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh Kementerian (Belmawa) dan Perguruan tinggi yang diimplementasikan dalam bentuk program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Tujuan utama PPK Ormawa adalah memberdayakan masyarakat dengan target utama pemberdayaan berupa desa/kelurahan di Indonesia.
Binus Game Development Club (BGDC) pada tahun ini, hadir di PPK Ormawa untuk menjadi salah satu penggerak dalam usaha pengabdian masyarakat. Tujuan kami adalah supaya bisa membuktikan bahwa game development tidak hanya ada di industri hiburan, tetapi juga bisa digunakan sebagai instrumen untuk memperkuat masyarakat luas. Lomba ini juga menjadi sarana bagi para peserta supaya mereka dapat mengembangkan kemampuan hard skills dan soft skills serta aktif berkolaborasi dan kerja sama dengan sesama anggota ataupun masyarakat.
BGDC menyediakan berbagai fasilitas dan dukungan untuk membantu para peserta selama lomba berlangsung. Sebagai platform, BGDC menyediakan sebuah tempat untuk para peserta bertemu dan berkolaborasi secara daring. Hal ini membantu mereka dalam aspek komunikasi, koordinasi, dan pelaksanaan untuk berbagai kegiatan lomba. Selain itu, BGDC juga ikut terlibat dalam pergerakan peserta selama lomba berlangsung. Keterlibatan tersebut meliputi pemberian bimbingan diseluruh proses perancangan dan pelaksanaan, menyediakan sumber daya yang diperlukan peserta, serta menyediakan ruang diskusi bagi para peserta dan BGDC untuk bertukar saran dan masukan.

Peserta lomba tahun ini berasal dari berbagai angkatan dan jurusan. Walaupun dengan beragam jadwal dan kesibukan masing-masing, seluruh peserta berkomunikasi dan saling berbagi ide melalui fasilitas dan bimbingan yang telah disediakan. Hal ini memudahkan mereka dalam pengembangan ide disaat masa-masa pencarian masalah dan solusi untuk desa.
Selama kegiatan survei di desa tujuan, para peserta diberi bantuan berupa koordinasi dan sumber daya untuk membantu mereka. Dengan lokasi desa dan rancangan ide yang telah matang, para peserta siap untuk lanjut ke tahap pembuatan subproposal.
Selama pembuatan subproposal berlangsung, BGDC secara rutin memberi bimbingan dan masukan terhadap seluruh substansi subproposal. Para peserta bersama BGDC juga rutin mengadakan rapat untuk memudahkan laporan kemajuan, berkoordinasi, serta berbagi informasi dan dokumen secara langsung.

Walaupun tim BGDC belum berhasil lolos seleksi, semangat dan kerja keras yang dicurahkan tidak sia-sia. Diharapkan para peserta dapat menggunakan pengalaman program ini sebagai kesempatan untuk berkembangan dan meraih pencapaian di kesempatan berikutnya. BGDC juga akan menggunakan pengalaman ini sebagai pembelajaran untuk meningkatkan dukungannya kepada mahasiswa supaya mereka dapat berkembang serta menjadi referensi untuk program pengabdian masyarakat berikutnya.