THE BASICS OF GAME DEVELOPMENT: ONLINE COURSE FROM BGDC

Pengembangan Game Menggunakan Unity: Dari Awal Sampai Publikasi merupakan Massive Open Online Course (MOOC) yang diselenggarakan oleh Binus Game Development Club (BGDC), sebuah organisasi kemahasiswaan yang berfokus pada dunia pengembangan game. Program ini hadir sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa BINUS dalam memberikan edukasi sekaligus kesempatan bagi masyarakat untuk memahami secara menyeluruh proses pembuatan game, mulai dari konsep dasar hingga publikasi ke platform daring.

Acara ini juga merupakan tindak lanjut dari kegiatan portofolio review yang sebelumnya diadakan oleh BGDC. Melalui portofolio review tersebut, para peserta dengan karya yang dinilai potensial dipilih untuk berpartisipasi dalam MOOC ini. Dengan demikian, para peserta tidak hanya mengembangkan kemampuan mereka sendiri, tetapi juga berperan aktif dalam berbagi pengetahuan dengan masyarakat luas.

Salah satu ciri khas MOOC BGDC ini adalah adanya kebebasan kreatif yang diberikan kepada peserta. Mereka dapat mengekspresikan gaya desain visual, cara mengajar, serta pendekatan penyampaian materi sesuai karakter masing-masing, selama tetap mengikuti standar regulasi yang ditetapkan oleh BINUS. Fleksibilitas ini menjadikan materi lebih beragam, menarik, dan relevan dengan gaya belajar masyarakat digital masa kini.

Kegiatan utama dalam MOOC ini adalah pembuatan video pembelajaran yang dirancang untuk menyajikan materi secara terstruktur dan mudah diikuti. Sebanyak 26 peserta dibagi ke dalam 10 tim, dengan total 11 topik yang berbeda. Adapun pembagian tim dan topiknya adalah:

  • Tim 1: Pengenalan Unity serta pengoperasian itch.io untuk publikasi game.
  • Tim 2: Awal dari Game Design Document (GDD) – meliputi Executive Summary, Gameplay, dan Mechanics.
  • Tim 3: Lanjutan dari Game Design Document (GDD) – meliputi Game Elements dan Assets.
  • Tim 4: Dasar-dasar penggerakan dalam game 2D dan 3D.
  • Tim 5: Pemrograman dalam Unity untuk menu utama dan pengaturan game.
  • Tim 6: Penjelasan elemen game, seperti Enemies, Interactables, dan Scoreboard.
  • Tim 7: Pembuatan aset lingkungan dalam game.
  • Tim 8: Pembuatan karakter dalam game.
  • Tim 9: Prinsip dasar animasi dengan fokus pada 12 Principles of Animation.
  • Tim 10: Perancangan User Interface (UI) dan User Experience (UX) dalam game.

Setiap tim bertanggung jawab menyusun naskah, melakukan rekaman, hingga menyunting video mereka. Dengan demikian, peserta tidak hanya belajar aspek teknis pengembangan game, tetapi juga keterampilan tambahan seperti content creation, kolaborasi tim, serta manajemen waktu dalam proyek.

Setelah seluruh video selesai dibuat, materi yang dihasilkan tidak langsung dipublikasikan. Teacher For Indonesia (TFI) bersama Knowledge Management & Innovation (KMI) melakukan tahap Quality Assurance (QA) untuk memastikan bahwa konten sesuai standar kualitas akademik dan teknis. Jika ditemukan kekurangan atau ketidaksesuaian, tim peserta akan diminta melakukan revisi. Proses ini bisa berlangsung berulang hingga video dinyatakan siap tayang, sehingga kualitas MOOC tetap terjaga.

Kegiatan ini memberikan manfaat ganda. Bagi peserta, mereka memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman teknis, meningkatkan soft skill, serta membangun portofolio yang berguna untuk karier di industri game. Selain itu, pengalaman bekerja secara tim dalam skala proyek nyata menjadi bekal berharga di dunia profesional.

Sementara itu, masyarakat luas mendapatkan akses pada sumber belajar yang gratis, terbuka, dan berkualitas, terutama bagi mereka yang tertarik pada dunia game development namun kesulitan menemukan materi terstruktur dalam bahasa yang mudah dipahami. Dengan adanya MOOC ini, proses belajar pengembangan game menjadi lebih inklusif dan menjangkau audiens yang lebih luas.

Dalam jangka panjang, MOOC ini diharapkan mampu membangun ekosistem kreatif yang lebih kuat, khususnya di bidang game development di Indonesia. Dengan semakin banyak orang yang memahami proses pembuatan game dari hulu ke hilir, diharapkan lahir inovasi-inovasi baru yang dapat meningkatkan daya saing industri game lokal di kancah internasional. Selain itu, keberhasilan program ini juga menjadi contoh konkret bagaimana organisasi mahasiswa dapat berperan dalam menciptakan dampak sosial yang nyata melalui pendidikan terbuka.