{"id":2902,"date":"2025-04-24T19:54:59","date_gmt":"2025-04-24T12:54:59","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/?p=2902"},"modified":"2025-04-24T19:54:59","modified_gmt":"2025-04-24T12:54:59","slug":"selera-musik-bisa-mengungkap-siapa-kita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/2025\/04\/selera-musik-bisa-mengungkap-siapa-kita\/","title":{"rendered":"Selera Musik Bisa Mengungkap Siapa Kita?"},"content":{"rendered":"<p><span data-contrast=\"auto\">Musik adalah bahasa universal yang mampu menyentuh jiwa, membangkitkan emosi, dan sebagai seni yang melukiskan pemikiran dan perasaan manusia melalui keindahan diksi dan harmoni suara. Setiap orang memiliki preferensi musik yang berbeda, dan penelitian psikologi menunjukkan bahwa selera musik kita tidaklah acak\u2014ia terkait erat dengan sifat, nilai, dan cara kita memandang dunia.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Seberapa dalam hubungan antara musik dan kepribadian? Bisakah lagu-lagu favorit kita mengungkapkan siapa kita sebenarnya?<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: center\">Teori Kepribadian dan Musik<\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Melalui penelitian yang dilakukan oleh Profesor Adrian North dari Heriot-Watt University, Edinburgh, Inggris, beliau menyimpulkan bahwa jenis musik yang sering didengarkan akan mempengaruhi mood pendengar dan akan menunjukkan kepribadian sesorang tersebut. Dalam psikologi, kepribadian sering diukur menggunakan model <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">&#8220;Big Five Personality Traits&#8221; <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">(OCEAN), yang mencakup:\u00a0 <\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>1. Openness to Experience \u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Orang yang tinggi dalam openness cenderung menyukai musik eksperimental, klasik, jazz, atau indie. Mereka biasanya kreatif, imajinatif, tertarik pada hal-hal baru, menghargai diri sendiri, dan lebih menerima apa yang dijalaninya.Contoh: Penggemar Radiohead atau Miles Davis mungkin memiliki pola pikir yang lebih abstrak dan filosofis.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>2. Conscientiousness<\/strong><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Individu yang terorganisir, bertanggung jawab, mudah bergaul cenderung menyukai musik pop, country, atau lagu-lagu dengan struktur sederhana. Mereka lebih menyukai sesuatu yang mudah diprediksi dan sesuai dengan norma sosial. Contoh: Penggemar Taylor Swift atau Ed Sheeran mungkin lebih terencana dalam hidupnya.\u00a0\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>3. Extraversion\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Orang yang ekstrover biasanya tertarik pada musik energik seperti rock, hip-hop, EDM, atau musik dansa. Mereka senang bersosialisasi dan mencari stimulasi dari lingkungan sekitar. Contoh: Penggemar Beyonc\u00e9 atau Metallica mungkin lebih ekspresif dan percaya diri.\u00a0\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>4. Agreeableness \u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Mereka yang tinggi dalam agreeableness sering menyukai musik dengan lirik penuh makna, seperti folk, R&amp;B, atau musik akustik. Mereka cenderung lebih peduli pada orang lain dan mudah berempati. Contoh: Penggemar Norah Jones atau John Mayer mungkin lebih peka terhadap perasaan orang lain.\u00a0\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>5. Neuroticism \u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Orang yang cenderung cemas atau moody mungkin lebih tertarik pada musik sedih, melankolis, atau lirik yang emosional. Musik bisa menjadi pelarian atau cara untuk mengelola emosi negatif. Contoh: Penggemar Lana Del Rey atau Radiohead (beberapa lagu) mungkin lebih reflektif dan intens secara emosional.\u00a0\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: center\">Musik Sebagai Cerminan Identitas Diri<\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Musik juga berperan dalam pembentukan identitas karena musik memiliki kemampuan untuk mempererat hubungan dalam sebuah komunitas. Genre musik tertentu seringkali mencerminkan identitas kelompok tertentu, membawakan memori emosional atas kejadian yang telah terjadi, dan sebagai media untuk menunjukkan siapa diri kita tanpa harus menjelaskan diri kita secara lisan.\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>A. Musik dan Kelompok Sosial<\/strong><\/p>\n<p>Genre musik tertentu sering dikaitkan dengan subkultur tertentu (misalnya punk, hip-hop, atau K-pop). <span style=\"font-size: 14px;text-align: justify\" data-contrast=\"auto\">Seseorang mungkin memilih musik yang sesuai dengan kelompok sosial mereka untuk merasa diterima.\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 14px;text-align: justify\" data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>B. Musik dan Memori Emosional\u00a0 \u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Lagu tertentu bisa membangkitkan kenangan masa lalu, baik bahagia maupun sedih.\u00a0 Ini menjelaskan mengapa seseorang mungkin menyukai musik lama\u2014karena nostalgia dan koneksi emosional.\u00a0\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>C. Musik sebagai Alat Ekspresi Diri\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Beberapa orang menggunakan musik untuk menunjukkan siapa mereka tanpa harus berbicara.\u00a0 Misalnya, seseorang yang pendiam mungkin menyukai musik metal sebagai cara melepaskan emosi terpendam.\u00a0\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: center\">Bagaimana Musik Mempengaruhi Perilaku dan Suasana Hati?<\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Musik tidak hanya mencerminkan kepribadian, tetapi juga bisa memengaruhi cara kita berpikir dan bertindak sesuai dengan suasana hati yang diciptakan. Berdasarkan penelitian Harvard Medical School, sebuah musik bisa memberi efek neurologis kepada mental seseorang. Musik bisa memberikan stimulus kepada otak dan melalui jalur syaraf. Musik dapat mengaktifkan hampir semua jaringan otak, termasuk yang melibatkan emosi, memori, dan motorik yang dapat membantu meningkatkan kualitas emosi seseorang. Beberapa pengelompokan musik yang akan mempengaruhi perilaku dan suasana hati kita :\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>A. Musik untuk Meningkatkan Produktivitas\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Musik klasik atau instrumental sering digunakan untuk membantu fokus (efek Mozart). Beberapa orang lebih produktif dengan mendengarkan lo-fi atau ambient music, karena mereka bisa lebih terfokus oleh pekerjaannya namun tetap bisa enjoy karena adanya alunan musik.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>B. Musik untuk Mengatur Emosi\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Saat sedih, seseorang mungkin mendengarkan lagu melankolis untuk merasa dipahami. Saat butuh motivasi, musik upbeat seperti EDM atau pop bisa meningkatkan semangat.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>C. Musik dalam Hubungan Sosial\u00a0 \u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Pasangan yang memiliki selera musik serupa cenderung lebih cocok. Konser atau festival musik bisa menjadi tempat untuk membangun ikatan sosial.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>REFERENSI\u00a0\u00a0<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><span data-contrast=\"auto\">Ns. Dwin Seprian, M.Kep, 2021, \u201cJenis Musik dan Kepribadian Seseorang\u201d, STIKES Yarsi Pontianak, <\/span><a href=\"https:\/\/stikesyarsi-pontianak.ac.id\/jenis-musik-dan-kepribadian-seseorang\/\"><span data-contrast=\"none\">https:\/\/stikesyarsi-pontianak.ac.id\/jenis-musik-dan-kepribadian-seseorang\/<\/span><\/a><span data-contrast=\"auto\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li>Rinanda Rizky Amalia Shaleha, 2019, \u201dDo Re Mi: Psikologi, Musik, dan Budaya\u201d, UGM Buletin Psikologi <a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/journal.ugm.ac.id\/buletinpsikologi\/article\/view\/37152\"><span data-contrast=\"none\">https:\/\/journal.ugm.ac.id\/buletinpsikologi\/article\/view\/37152<\/span><\/a><span style=\"font-size: 14px\" data-contrast=\"auto\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li>Rendi Wilfandi, 2024, \u201cMusik Sebagai Ekspresi Budaya dan Identitas\u201d, Radio Republik Indonesia,<a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/www.rri.co.id\/hiburan\/1170354\/musik-sebagai-ekspresi-budaya-dan-identitas\"><span data-contrast=\"none\">https:\/\/www.rri.co.id\/hiburan\/1170354\/musik-sebagai-ekspresi-budaya-dan-identitas<\/span><\/a><span style=\"font-size: 14px\" data-contrast=\"auto\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li>Danang Respati Wicaksono, 2024, \u201dHarmoni Emosi Bagaimana Musik Mempengaruhi Mood dan Kesejahteraan Manusia\u201d. Universitas Dian Nusantara <a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/undira.ac.id\/read\/128\/harmoni-emosi-bagaimana-musik-mempengaruhi-mood-dan-kesejahteraan-manusia#:~:text=Dengan%20melibatkan%20indra%20pendengaran%20kita,tubuh%20seperti%20endorfin%20dan%20serotonin\"><span data-contrast=\"none\">https:\/\/undira.ac.id\/read\/128\/harmoni-emosi-bagaimana-musik-mempengaruhi-mood-dan-kesejahteraan-manusia#:~:text=Dengan%20melibatkan%20indra%20pendengaran%20kita,tubuh%20seperti%20endorfin%20dan%20serotonin<\/span><\/a><span style=\"font-size: 14px\" data-contrast=\"auto\">\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 14px\" data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Musik adalah bahasa universal yang mampu menyentuh jiwa, membangkitkan emosi, dan sebagai seni yang melukiskan pemikiran dan perasaan manusia melalui keindahan diksi dan harmoni suara. Setiap orang memiliki preferensi musik yang berbeda, dan penelitian psikologi menunjukkan bahwa selera musik kita tidaklah acak\u2014ia terkait erat dengan sifat, nilai, dan cara kita memandang dunia.\u00a0\u00a0 Seberapa dalam hubungan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":78,"featured_media":2633,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-2902","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2902","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/78"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2902"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2902\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2914,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2902\/revisions\/2914"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2633"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2902"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2902"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2902"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}