    {"id":2415,"date":"2023-04-20T10:52:57","date_gmt":"2023-04-20T03:52:57","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/?p=2415"},"modified":"2023-05-25T10:58:39","modified_gmt":"2023-05-25T03:58:39","slug":"w-r-supratman-sejarah-panjang-perjuangan-indonesia-raya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/2023\/04\/w-r-supratman-sejarah-panjang-perjuangan-indonesia-raya\/","title":{"rendered":"W. R. Supratman: Sejarah Panjang Perjuangan Indonesia Raya"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/blue.kumparan.com\/image\/upload\/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,q_auto:best,w_640\/v1606263333\/x1ytswtxqtozsufvwttf.jpg\" alt=\"Lirik Lagu Indonesia Raya 3 Stanza Asli Ciptaan WR Supratman | kumparan.com\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Sumber: <\/span><a href=\"https:\/\/www.infobiografi.com\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.infobiografi.com\/<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Siapa yang tak kenal dengan lagu \u2018Indonesia Raya\u2019? Lagu yang sering dikumandangkan dalam acara kenegaraan ini memiliki perjalanan dan rintangan yang cukup panjang agar bisa didengar oleh masyarakat pada saat itu. Perjuangan yang tidak mudah ini dialami oleh penulis lagu Indonesia Raya yang bernama Wage Rudolf Supratman atau kita kenal dengan nama W. R. Supratman.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Karir bermusik W. R. Supratman dimulai ketika <\/span><span style=\"font-weight: 400\">kakak Iparnya W.M. Van Eldick menghadiahinya sebuah biola pada hari ulang tahunnya yang ke-17 yang nantinya akan dimanfaatkan untuk menciptakan lagu nasional untuk mengobarkan semangat kemerdekaan dari belenggu daripada kolonialisme.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Disamping menulis lagu, W. R. Supratman juga menekuni bidang jurnalistik yang menjadikan dirinya wartawan untuk sejumlah surat kabar. Karena profesinya yang sebagai seorang wartawan, membuatnya memiliki akses untuk menghadiri rapat-rapat organisasi pemuda dan partai politik yang diselenggarakan di Batavia, dari aktivitas ini W.R Supratman mengenal tokoh &#8211; tokoh pergerakan bangsa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada tahun 1926 W. R. Supratman\u00a0 berhasil menulis salah satu lagu yang berjudul Indonesia Raya yang bermakna untuk mengajak seluruh masyarakat untuk mencintai tanah air mereka sertasekaligus\u00a0 serta\u00a0 sebagai wujud nyata atas kecintaannya terhadap bangsa dan tanah air.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Indonesia Raya pertama kali didalam Kongres Pemuda Kedua atas permintaan Soegondo Djojopoespito. Namun karena liriknya yang kontroversial, maka Indonesia raya hanya dimainkan dalam bentuk instrumental. Lebih jelas, lirik yang menjadi kontroversi dalam lagu tersebut adalah kata \u201cmerdeka\u201d yang ditakutkan akan membangkitkan semangat kemerdekaan pada saat itu.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak lama setelah lagu tersebut dimainkan, W.R Supratman diintrograsi pemerintah kolonial akibat dari frasa \u201cmerdeka\u201d dalam Indonesia Raya. Namun ia membantahnya dengan mengatakan bahwa frasa \u201cmerdeka\u201d yang dimaksud merupakan ubahan yang dilakukan oleh kaum pemuda, sedangkan frasa asli yang terdapat lirik tersebut ialah \u201cMulia\u201d.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Akibatnya, maklumat Lagu Indonesia Raya yang pada awalnya dilarang untuk dikumandangkan kemudian berubah menjadi dibatasi, yakni hanya diperbolehkan dinyanyikan di ruang tertutup tanpa ada kata \u201cmerdeka\u201d, hingga pada akhirnya Indonesia Raya ditetapkan sebagai lagu kebangsaan Indonesia setelah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Namun sangat disayangkan, penulis Indonesia Raya tersebut tidak sempat menyaksikan kemerdekaan Indonesia karena kondisi kesehatan jantungnya yang kian memburuk yang membuatnya meninggal dunia pada Tanggal 17 Agustus 1938<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">di <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Jalan Mangga No. 21 Tambak Sari Surabaya<\/span><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h6><span style=\"font-weight: 400\">Sumber:<\/span><\/h6>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Putri, R. (2022, September 9 ). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Menilik Kembali Perjuangan WR Supratman Ciptakan Indonesia Raya<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Retrieved from KOMPAS TV <a href=\"https:\/\/www.kompas.tv\">https:\/\/www.kompas.tv<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Redaksi, T. (2020, Desember 28). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">W.R. Supratman Menciptakan Lagu Indonesia Raya yang Kontroversial<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Retrieved from Voice of Indonesia\u00a0<a href=\"https:\/\/voi.id\">https:\/\/voi.id<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Wildan. (2020, Maret 19). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Museum Sumpah Pemuda<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Retrieved from Mengulik Biografi Sang Pencipta Lagu Indonesia Raya, Wage Rudolf Soepratman\u00a0<a href=\"https:\/\/museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id\">https:\/\/museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id<\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Sumber: https:\/\/www.infobiografi.com\/ Siapa yang tak kenal dengan lagu \u2018Indonesia Raya\u2019? Lagu yang sering dikumandangkan dalam acara kenegaraan ini memiliki perjalanan dan rintangan yang cukup panjang agar bisa didengar oleh masyarakat pada saat itu. Perjuangan yang tidak mudah ini dialami oleh penulis lagu Indonesia Raya yang bernama Wage Rudolf Supratman atau kita kenal dengan nama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":78,"featured_media":2395,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-2415","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2415","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/78"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2415"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2415\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2417,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2415\/revisions\/2417"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2395"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2415"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2415"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2415"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}