    {"id":1784,"date":"2022-05-20T12:13:43","date_gmt":"2022-05-20T05:13:43","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/?p=1784"},"modified":"2022-05-20T12:13:43","modified_gmt":"2022-05-20T05:13:43","slug":"lagu-lagu-klasik-yang-kontroversial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/2022\/05\/lagu-lagu-klasik-yang-kontroversial\/","title":{"rendered":"Lagu-Lagu Klasik yang Kontroversial"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-1785 aligncenter\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-content\/uploads\/sites\/73\/2022\/05\/music-sheets.jpeg\" alt=\"\" width=\"310\" height=\"206\" \/><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Lagu klasik merupakan lagu yang mulai berkembang pada tahun 1700an, dan merupakan salah satu dari peninggalan sejarah dalam bidang seni. Tentunya lagu &#8211; lagu klasik memiliki ciri khas nya sendiri, yang dapat memberikan suasana yang berbeda kepada para pendengar. Namun, dalam dunia lagu klasik, terdapat beberapa lagu klasik yang dianggap kontroversial pada masanya.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\">St. John Passion karya\u00a0 JS. Bach (1724)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Lagu St. John Passion karya JS. Bach tahun 1724 memunculkan kontroversi mengenai melibatkan agama. Dalam lagu tersebut, terdapat beberapa teks gospel yang muncul, hal ini merujuk kepada oposisi Yesus, dan nama kaum tersebut disebut sebanyak 70 kali dalam lagu tersebut (Pearlman &amp; Bakker, -).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0 \u00a0 2. Simfoni No. 3: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Eroica<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> karya Ludwig van Beethoven (1804)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada awalnya, lagu ini diberi judul \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Bonaparte Symphony<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u201d. Hal ini terjadi karena pada saat itu, Beethoven merupakan salah satu orang yang mendukung Napoleon Bonaparte, oleh karena itu lagu ini merupakan sebuah penghargaan untuk Napoleon Bonaparte. Namun, saat Napoleon mengaku bahwa dirinya sebagai kaisar, Beethoven tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Beethoven mengatakan bahwa Napoleon telah menjadi seorang tiran lalu merubah judulnya menjadi \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Eroica<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u201d. Hal tersebut menimbulkan banyak kritikan buat Beethoven, ada yang bilang bahwa penggantian nama tersebut merupakan hal yang absurd (Green, -).\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0 \u00a0 3. Parade by Erik Satie (1917)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada saat itu, lagu yang dibuat Erik dikritik, karena ia tidak terima, ia berkomentar \u201cTuan dan teman-teman tercinta &#8211; kalian bukan sekadar dungu tetapi seorang dungu, tanpa musik\u201d. Selain itu, ia juga terkenal sebagai komposer yang nyeleneh dan nyentrik. Ia juga menggunakan efek suara yang pada saat itu dianggap radikal, seperti suara ketikan mesin tulis, dentingan botol susu, suara tembakan, suara terompet kabut, dan shrine (Frazier, 2019).<\/span><\/p>\n<p>Referensi:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">BBC Indonesia. (2015, September 25). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Lima musik klasik yang kontroversial<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. BBC. Retrieved May 18, 2022, from https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/vert_cul\/2015\/09\/150923_vert_cul_musikklasik_kontroversi<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Frazier, S. (2019, October 26). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Musik Klasik yang Kontroversial &#8211; cannonsblackthornli<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Berita Tentang Seni dan Musik &#8211; Cannonsblackthornli. Retrieved May 18, 2022, from http:\/\/www.cannonsblackthornli.com\/musik-klasik-yang-kontroversial\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Green, A. (-). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The Eroica Symphony dan Catatan Sejarah tentang Beethoven<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Eferrit. Retrieved May 18, 2022, from https:\/\/id.eferrit.com\/beethovens-eroica-symphony\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pearlman, M., &amp; Bakker, K. (-). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">JS Bach&#8217;s St. John Passion, BWV 245 \u2014 Boston Baroque<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Boston Baroque. Retrieved May 18, 2022, from https:\/\/baroque.boston\/js-bach-st-john-passion<\/span><\/p>\n<p>#SalamBDM<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lagu klasik merupakan lagu yang mulai berkembang pada tahun 1700an, dan merupakan salah satu dari peninggalan sejarah dalam bidang seni. Tentunya lagu &#8211; lagu klasik memiliki ciri khas nya sendiri, yang dapat memberikan suasana yang berbeda kepada para pendengar. Namun, dalam dunia lagu klasik, terdapat beberapa lagu klasik yang dianggap kontroversial pada masanya. St. John [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":78,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-1784","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1784","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/78"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1784"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1784\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1786,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1784\/revisions\/1786"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1784"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1784"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/bdm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1784"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}