
Musik adalah bahasa universal yang dapat dinikmati dan dipelajari oleh siapa saja. Berangkat dari semangat tersebut, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bersama Dalam Musik (BDM) Universitas Bina Nusantara menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Irama Berbagi” di SD Negeri Panunggangan 10, Kota Tangerang. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai Senin, 5 Oktober hingga Jumat, 9 Oktober 2026, sebagai wujud kepedulian BDM dalam menyebarluaskan edukasi musik kepada masyarakat umum.
Sebanyak 17 panitia dari kampus Alam Sutera dan Kemanggisan terlibat dalam kegiatan ini. Mereka terbagi ke dalam beberapa divisi, yaitu Music Director yang menyusun dan menyampaikan materi, Design and Documentation yang mengabadikan setiap momen, serta Sound and Logistics yang memastikan alat musik dan perlengkapan selalu siap digunakan. Program ini menyasar 64 siswa dari kelas 3C dan 4B, dengan harapan dapat mengenalkan unsur-unsur dasar musik sekaligus menumbuhkan minat bermusik sejak dini, terutama bagi anak-anak yang belum memiliki akses memadai terhadap pendidikan kesenian.
Belajar Musik Langkah demi Langkah
Setiap pertemuan dirancang dengan alur yang konsisten. Kegiatan dibuka dengan sesi perkenalan dan ice breaking yang dipandu oleh MC untuk mencairkan suasana, dilanjutkan dengan penyampaian teori oleh Music Director, lalu sesi praktik yang didampingi oleh seluruh panitia. Setiap hari ditutup dengan dokumentasi dan pembagian snack bagi para peserta.
Pada hari pertama, Calista Manuela Sandria memperkenalkan konsep dasar nada dan ritme. Anak-anak diajak mengenali perbedaan tinggi-rendah bunyi serta merasakan pola irama melalui berbagai aktivitas sederhana. Materi berlanjut pada hari kedua dengan pengenalan tangga nada yang dibawakan oleh Kevin Kristofer Kuswadi. Peserta belajar mengurutkan nada do, re, mi, fa, sol, la, si, do beserta angka notasinya, lalu mencoba menyanyikan dan memainkannya secara bergantian.


Hari ketiga diisi dengan materi chord dasar oleh Guinga Aranea Akoshua Panjaitan. Di sesi ini, anak-anak belajar bagaimana beberapa nada yang dibunyikan bersamaan dapat membentuk sebuah harmoni. Selanjutnya pada hari keempat, Axell Bravie Jesimiel membawakan materi ketukan. Menariknya, konsep ketukan disampaikan cukup dengan tepuk tangan, sehingga seluruh anak dapat ikut berlatih tanpa harus memegang alat musik.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang minggu. Mereka aktif menjawab pertanyaan, bersemangat mencoba alat musik yang belum pernah mereka lihat sebelumnya, dan tersenyum lebar setiap kali berhasil mempraktikkan materi yang diajarkan. Semangat inilah yang membuat seluruh panitia semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik di setiap pertemuan.


Hari Terakhir: Evaluasi, Penampilan, dan Apresiasi
Hari kelima menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan. Setelah dibuka dengan games singkat, para Music Director mengajak peserta mengulang kembali seluruh materi dari pertemuan pertama hingga keempat. Anak-anak kemudian mempraktikkan hasil pembelajaran mereka dalam sesi evaluasi, yang dilanjutkan dengan pemberian feedback dari para pengajar.
Suasana kelas semakin meriah saat sesi Perform All Talent, ketika panitia BDM menampilkan pertunjukan musik secara langsung di depan para peserta. Bagi banyak anak, momen ini menjadi kesempatan untuk menyaksikan alat musik seperti biola dimainkan dari jarak dekat.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan Gift Session sebagai bentuk apresiasi bagi peserta yang paling aktif dan antusias selama kegiatan berlangsung. Hadiah berupa tumbler, snack, dan minuman diberikan kepada anak-anak yang berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya, disambut tepuk tangan meriah dari teman-teman sekelas.


Sebagai ungkapan terima kasih atas kesempatan dan sambutan hangat yang telah diberikan, BDM juga menyerahkan plakat apresiasi kepada pihak SD Negeri Panunggangan 10. Penyerahan plakat ini menjadi simbol hubungan baik antara BDM dan pihak sekolah, sekaligus harapan agar kerja sama serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang.

Penutup: Irama yang Terus Bergema
PKM “Irama Berbagi” resmi ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta dan panitia. Selama lima hari, bukan hanya anak-anak yang belajar mengenal musik. Para panitia pun memperoleh banyak pelajaran berharga, mulai dari kesabaran, kemampuan menyederhanakan materi, kekompakan dalam bekerja sama, hingga kesadaran bahwa kebahagiaan sering kali hadir dalam hal-hal yang sederhana.
Melalui kegiatan ini, BDM berharap benih kecintaan terhadap musik yang telah ditanamkan dapat terus tumbuh dalam diri setiap peserta. Seperti namanya, “Irama Berbagi” menjadi pengingat bahwa musik bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga untuk dibagikan, sehingga semakin banyak orang dapat merasakan kebahagiaan yang dibawanya.
