Bocah Bikin Lagu

Bocah Bikin Lagu

Pandemi COVID-19 yang sudah melanda Indonesia selama setahun lebih telah membuat jutaan anak-anak kehilangan interaksi akan kehidupan sosialnya. Kegiatan sekolah, les, klub, maupun ekstrakulikuler harus dibatasi. Aktivitas yang biasa dilakukan tatap mata telah beralih ke metode daring, dengan mengandalkan penggunaan gawai. Namun, masalah baru pun muncul dimana para anak-anak kecanduan pemakaian gawai. Seharusnya, pemakaian gawai selesai saat proses belajar daring berakhir, namun kenyataannya anak-anak dibiarkan menggunakan gawai hingga sore dan malam hari. Sebagian siswa memanfaatkan penggunaan gawai ini untuk bermain game online. Telah terungkap pula bahwa jumlah anak yang dirawat inap maupun rawat jalan akibat kecanduan gawai meningkat selama pandemi. Oleh dari itu, sebagian orang tua menyarankan anak-anak untuk mencari kegiatan yang lebih produktif untuk mengisi waktu dirumah. Salah satunya bermain musik, bahkan membuat proyek kolaborasi musik.

Kemampuan dari kelima anak yang berusia 9 hingga 11 tahun tersebut sangatlah menakjubkan walaupun berasal dari kota berbeda dan belum pernah bertemu secara fisik. Walaupun keterbatasan jarak tidak membuat mereka berhenti membuat karyanya. Kelima anak tersebut, Aisha(vokal), Tata(bass), Biel(gitar), Vicki(gitar), dan Mika(drum), membuat band bernama Wunderkind, dan telah melakukan aransemen ulang terhadap lagu It’s The Hard Knock Life, soundtrack film drama musikal Annie. “Anak-anak ini punya kesamaan suka musik, lalu bertemu secara daring dan sepakat membuat kolaborasi musik. Belum pernah ketemu sama sekali, ngobrolnya ya lewat sosial media,” kata Ferganata Indra ayah dari Vicki, Sabtu (10/4/2021). Teknologi yang sudah memadai di jaman sekarang dapat dengan mudah membantu mereka dalam membuat projek tersebut.

“Ngobrolnya ya lewat chat instagram sama whatsapp. Ngga ada kesulitan besar, kalaupun ada, bisa kita obrolin”, kata Tata sang bassist. “Ngobrolnya kadang malam ya, karena siang kita fokus sekolah daring,” tambah Aisha, vokalis Wunderkind. “Kesulitannya di awal-awal ya, apalagi aku mainin drum yang harus bener ketukan, tempo ngga boleh salah. Biasanya sehabis sekolah daring, aku mulai latihan ngulik lagunya, kata Mika. Menurut Budayawan Sutanto Mendut, penggunaan gawai memang tak bisa terlepaskan dari anak-anak, terutama di masa pandemi ini. “Yang bisa dilakukan orang tua adalah mengarahkan penggunaan gawai dan teknologi untuk hal-hal yang lebih produktif, seperti membuat kolaborasi musik. Berjejaring musik secara virtual, bisa kok menghasilkan karya-karya besar yang diakui dunia bahkan”, kata Sutanto saat peluncuran video musik Wunderkind secara daring, Sabtu 10 April 2021. Pandemi COVID-19 telah membawa masalah baru bagi seluruh sektor, terutama di industri musik nasional. Menurut Anas Syahrul Alimi, promotor kondang dan perwakilan Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI), pandemi menjadi tantangan baru untuk lebih adaptif di industri musik.

 

LINK: https://edukasi.sindonews.com/read/393596/212/keren-5-pelajar-beda-kota-ini-kolaborasi-musik-tanpa-bertemu-fisik-1618124696