Sejarah Lagu Cublak-cublak Suweng yang Memiliki Banyak Makna

Sejarah Lagu Cublak-cublak Suweng yang Memiliki Banyak Makna

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sekali perbedaan budaya. Mulai dari adat istiadat, agama, dan suku. Tiap daerah memiliki ciri khas nya masing-masing yang berbeda. Misalnya, rumah adat, pakaian adat, musik daerah, hingga makanan daerah.

Indonesia memiliki banyak sekali musik daerah yang beraneka ragam mulai dari sabang sampai merauke. Misalnya, dari daerah Sumatera adalah Ayam Den Lapeh yang berasal dari Sumatera Barat, dari Kalimantan Selatan adalah Ampar-Ampar Pisang, dari Sulawesi Selatan adalah Angin Mamiri, dari Papua adalah Yamko Rambe Yamko, dan dari Jawa Timur adalah Cublak-cublak Suweng. Dan setiap musik pasti memiliki sejarahnya yang berbeda-beda. Berikut adalah sejarah dari lagu Cublak-cublak Suweng.

Cublak-cublak Suweng merupakan lagu yang berasal dari daerah Jawa Timur. Cublak-cublak Suweng diciptakan oleh Syekh Maulana Aiunul Yakin atau yang dapat disebut Sunan Giri pada tahun 1442 M. Pada saat itu, Sunan Giri sedang menyebarkan Agama Islam di Indonesia melalui jalur kebudayaan. Arti dari Cublak Suweng sendiri adalah tempat suweng, Suweng adalah anting yang merupakan sebuah aksesoris perempuan. Lagu Cublak-cublak Suweng saat ini dijadikan sebuah lagu pengiring permainan tradisional anak-anak. Lirik dari lagu Cublak-cublak Suweng juga memiliki makna nya sendiri. Misalnya, pada bagia Cublak-cublak Suweng memiliki arti tempat harta berharga, dan Suweng berarti Suwung, Sepi, Sejati, dan Harta Sejati. Liriknya, Suwenge Teng Gelenter memiliki arti berserakan, Suweng tersebut merupakan kebahagiaan sejati sudah ada di sekitar manusia. Mambu Ketundhung Gudel Mambu, mambu sendiri memiliki arti baunya, Kethudung berarti dituju, Gudel adalah anak kerbau, dan jika digabungkan berarti banyak orang yang berusaha mencari harta sejati tersebut, bahkan orang yang bodoh mencari harta dengan penuh nafsu ego, keserakahan, dan tujuannya adalah menemukan kebahagiaan sejati. Pak empo Lera-lere, Pak empo memiliki arti bapak ompong,  Lera-lere berarti menengok kanan kiri. Arti dari keseluruhannya adalah orang-orang bodoh mirip orang tua ompong yang kebingungan. Kebingungan tersebut akibat oleh nafsu keserakahannya. Sopo ngguuyu Ndelikake, arti dari Sopo ngguyu adalah siapa yang tertawa, ndelikake adalah menyembunyikan, sehingga keseluruhan diartikan adalah menggambarkan bahwa siapapun yang bijaksana, itulah yang menemukan harta sejati atau kebahagiaan. Sir pong dele kopong, arti dari sir adalah hati nurani, pong dele kopong adalah kedelai kosong tanpa makna, artinya adalah dalam hati nurani yang kosong, bahwa untuk sampai kepada tempat sejati manusia harus melepaskan diri dari kecintaannya pada harta dunianya. Makna dari lagu Cublak-cublak Suweng adalah mengajarkan kita untuk mendapatkan kebahagiaan tidak harus menuruti hawa nafsu.

 

Natasya Meidi Darmawan