Pengaruh Musik Dengan Cara Berkendara

Belakangan ini muncul desas desus mengenai pernyataan bahwa mendengarkan musik dan/atau merokok termasuk dalam pelanggaran pasal 283 Undang-Undang Nomer 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Berita hoax tersebut dengan cepat menyebar lewat sosial media dan menjadi perbincangan panas masyarakat. Raden Prabowo Argo Yuwono, selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya membantah berita tersebut. “Nggak ada (larangan),” ujarnya saat diwawancarai oleh BBC Indonesia.

Terlepas dari berita hoax di atas, sebenarnya bolehkah seseorang mendengarkan lagu selagi mengemudi? Apakah jenis genre musik mempengaruhi pola berkendara?

Menurut penelitian Los Angeles In-Car Listening Survey yang dilakukan oleh Arbiton/Edison, menyatakan bahwa dari 1.000 pengemudi sampel survei, 95% diantaranya mendengarkan musik baik dalam bentuk radio, CD, MP3 atau bentuk lainnya. Dan penelitian lainnya dari Allianz Insurance 2014, mengatakan 25 % dari 1.000 pengemudi mendengarkan musik untuk meningkatkan konsentrasi.

Konsentrasi tinggi memang dibutuhkan saat mengemudi, terlebih pada perjalanan jauh. Akan tetapi menurut Dr. Simon Moore, Psikolog dari London University, pemilihan musik yang salah justru mengganggu konsentrasi saat berkendara. Musik dengan ketukan 60 – 80 BPM (beat per minute/ketukan per menit) merupakan yang terbaik untuk mengemudi, dikarenakan musik tersebut memiliki tempo yang serupa dengan detak jantung. Jika pengemudi mendengarkan lagu dengan ketukan cepat, dikhawatirkan akan mengalihkan konsentrasi pengemudi ke lagu yang diputar.

Pengemudi yang mendengarkan musik bertempo cepat, sekitar 120 – 140 BPM, seperti heavy metal dan techno memiliki kemungkinan besar untuk berkendara dengan lebih cepat dan agresif. Pengemudi secara tidak sadar akan terbawa suasana musik yang mereka putar. Memutar musik yang tidak disukai juga memiliki dampak negatif bagi pengendara, karena akan membuat pengemudi menjadi mengantuk.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya pengemudi mempersiapkan musik yang mereka suka sebelum mengemudi, terutama mengemudi jarak jauh. Selain untuk menjaga konsentrasi, hal ini juga dapat menjadi mood-booster bagi pengendara.

Dan jangan lupa untuk setia mematuhi rambu lalu lintas dan berhati-hati dalam berkendara.

Sources:
http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-43252219
http://clubaylaindonesia.com/share-of-the-day/45-pengaruh-musik-pada-pola-mengemudi
https://oto.detik.com/tips-and-trick-mobil/3199027/ini-pengaruh-musik-bagi-pengendara

Elrino Prihartono