    {"id":1183,"date":"2021-06-06T14:33:48","date_gmt":"2021-06-06T07:33:48","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/basic\/?p=1183"},"modified":"2024-03-28T16:35:44","modified_gmt":"2024-03-28T09:35:44","slug":"rekor-dunia-penyelam-bebas-terdalam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/basic\/2021\/06\/rekor-dunia-penyelam-bebas-terdalam\/","title":{"rendered":"Rekor dunia penyelam bebas terdalam"},"content":{"rendered":"<p>Menyelam adalah sebuah kegiatan yang mengasikan, namun apajadinya jika menyelam dengan tidak menggunakan peralatan pembantu seperti tanki oksigen. Herbert Nitsch menggemari air sejak kecil.<\/p>\n<p>Herbert Nitsch, dikenal sebagai \u201cpria paling dalam di dunia karena pernah menyelam sejauh 253 meter tanpa oksigen.Pada 2012 ia mencatat rekor terdalam, tanpa bernafas selama sembilan menit, itu adalah sesuatu yang membuatnya hampir meninggal.<\/p>\n<p>Herbert dibesarkan di Austria yang tidak memiliki lautan, tetapi dia begitu tertarik dengan dunia air.. Orang sering bertanya kepadanya, \u201cApakah Anda bisa membayangkan kehidupan tanpa menyelam?\u2019 dia menjawab, \u201cDapatkah Anda membayangkan kehidupan tanpa makan?&#8217;\u201d Dia sekarang adalah penyelam yang memecahkan rekor terdalam dengan menahan nafas selama sembilan menit dan rekor selamnya sedalam 253 meter.<\/p>\n<p>Jenis selam yang kerap dilakukannya adalah jenis TANPA BATAS Jenis selam bebas yang paling dalam dan ekstrem adalah \u2018No Limit\u2019 atau \u2018Tanpa Batas\u2019, dengan penyelam turun dengan pemberat dan kembali ke permukaan dengan menggunakan pengapung.Metode ini dipandang sangat berbahaya, bahkan bagi penyelam profesional dan telah membunuh beberapa orang penyelam. Herbert Nitsch nyaris meninggal saat berusaha mencatat rekor dunia.<\/p>\n<p>Menyelam seperti ini adalah tes ketahanan dan keberanian bagi penyelam seperti Nitsch.Ini adalah tantangan yang disukainya dan karena itulah dia berlatih dan ikut perlombaan selama bertahun-tahun.Dengan melakukan berbagai teknik, Nitsch dilaporkan dapat meningkatkan kapasitas paru-parunya menjadi 14 liter \u2013 padahal kapasitas paru-paru orang pada umumnya adalah hanya sekitar enam liter.<\/p>\n<p>Pada bulan Juni 2007, Nitsch menyelam sampai ke kedalaman 214 m sehingga dia mencatat rekor baru dunia.Tahun 2012, dia menyelam lebih dalam lagi, sampai 253 meter di dekat Santorini, Yunani. Ini sama dengan ketinggian gedung pencakar langit 70 lantai.<\/p>\n<p>BBC. (2021). \u2018Pria paling dalam di dunia\u2019 mengenal penyelam yang mencatat rekor kedalaman 253 meter tanpa tanki oksigen. Retrieved 6 June 2021, from https:\/\/www.tempo.co\/bbc\/5061\/pria-paling-dalam-di-dunia-mengenal-penyelam-yang-mencatat-rekor-kedalaman-253-meter-tanpa-tanki-oksigen<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menyelam adalah sebuah kegiatan yang mengasikan, namun apajadinya jika menyelam dengan tidak menggunakan peralatan pembantu seperti tanki oksigen. Herbert Nitsch menggemari air sejak kecil. Herbert Nitsch, dikenal sebagai \u201cpria paling dalam di dunia karena pernah menyelam sejauh 253 meter tanpa oksigen.Pada 2012 ia mencatat rekor terdalam, tanpa bernafas selama sembilan menit, itu adalah sesuatu yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":1184,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-1183","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/basic\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1183","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/basic\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/basic\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/basic\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/basic\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1183"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/basic\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1183\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2307,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/basic\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1183\/revisions\/2307"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/basic\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1184"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/basic\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1183"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/basic\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1183"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/basic\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1183"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}