    {"id":439,"date":"2017-04-16T13:17:08","date_gmt":"2017-04-16T13:17:08","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/?p=439"},"modified":"2017-05-09T08:56:02","modified_gmt":"2017-05-09T08:56:02","slug":"fakta-tentang-the-tielman-brothers-sang-legenda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/2017\/04\/fakta-tentang-the-tielman-brothers-sang-legenda\/","title":{"rendered":"Tujuh Fakta tentang The Tielman Brothers Sang Legenda"},"content":{"rendered":"<p style=\"padding-left: 30px;text-align: justify\">Musik Rock and Roll tak dapat dipisahkan dari masyarakat Indonesia terutama penggemar musisi-musisi Dunia seperti The Beatles, Led Zeppelin, atau Rolling Stones. Hingga kita pun mengenal Koes Plus yang menjadi band legendaris Indonesia atau bahkan Iwan Fals yang lagu-lagunya menjadi inspirasi seperti lagu &#8220;Bento&#8221;. Zaman sekarang, musik rock and roll dibawakan dengan banyak variasi dan perkembangannya sebut saja band Arctic Monkeys dari Liverpool dengan aliran musik Rock and Roll yang terinspirasi dari The Beatles. Tetapi, apakah kita menyadari akan kehadiran band Rock and Roll <strong>&#8220;The Tielman Brothers&#8221;<\/strong> ?<\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;text-align: justify\">Tielman Brothers adalah band Rock and Roll yang terkenal di daratan Eropa yang mana mereka sangat terkenal di negeri Belanda. Tetapi uniknya, The Tielman Brother merupakan band Rock and Roll dari Indonesia. The Tielman Brother terdiri dari :<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Andy Tielman<\/strong>\u00a0 (lead guitar, vokal)<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Reggy Tielman<\/strong> (2nd lead guitar, bass 6 senar, vokal)<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Hans Bax<\/strong> (rhythm gitar, vokal)<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Rob Latuperisa<\/strong> (gitar bass, 6 senar bass)<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Loulou Tielman\u00a0<\/strong> (drum, vokal)<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Jane Tielman<\/strong>\u00a0 (vokal)<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 30px;text-align: justify\">\u00a0Dan berikut adalah fakta-fakta yang kita rangkum dari beberapa sumber terpercaya<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Penampilan The Tielman Brothers selalu diisi dengan solo-solo intrumen dan atraksi yang ekstrim dan unik di masanya<\/strong>.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 30px;text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/tielmanbreda57c.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-441\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/tielmanbreda57c.jpg\" alt=\"\" width=\"454\" height=\"277\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;text-align: justify\">Unik dan ngentrik! Loulou Tielman\u00a0sering melakukan solo drum dengan berjalan memukul-mukul drumnya sambil mengitari drumsetnya. Atau Rob yang solo Contra Bass dengan posisi tidur, dan Andy Tielman menggunakan kakinya untuk solo gitar!<\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;text-align: justify\">\u00a02. <strong>Tielman Brothers lahir dan besar di Indonesia<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/tielman0001.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-443\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/tielman0001.jpg\" alt=\"\" width=\"525\" height=\"354\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;text-align: justify\">Tielman Brothers berasal dari keluarga campuran Indonesia-Jerman yang mana ayahnya Herman Dirk Tielman merupakan seorang tentara KNIL (Tentara Hindia-Belanda) asal Menado yang lahir pada tahun 1904. Sementara sang Ibunda\u00a0Flora Lorine Hess \u2013ibu dari Tielman bersaudara adalah wanita keturunan Jerman yang lahir di Madiun tahun 1901.\u00a0Dari pernikahan Herman dan Flora Lorine ini mereka mendapatkan; Reggy (Reginald), Ponthon, Andy, Loulou (Herman Lawrence), dan Jane (Janette Loraine), semuanya lahir dan berkembang di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;text-align: justify\">3.\u00a0<strong> Sebelum &#8220;Tielman Brothers&#8221; dengan nama &#8220;The Timor Rhythm Brothers&#8221; main di depan Presiden Ir. Soekarno!<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/the-timor-rhythm-brothers-ca-1948.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-442\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/the-timor-rhythm-brothers-ca-1948.jpg\" alt=\"\" width=\"525\" height=\"356\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;text-align: justify\">Merekapun sempat ke Jakarta untuk unjuk kemampuan di istana negara, di hadapan presiden Soekarno pada bulan Desember tahun 1949. Lagu-lagu yang dibawakan pada saat tour musik itu adalah karya-karyanya Les Paul, Little Richard, Fats Domino, Elvis Presley, Chuck Berry, Bill Haley, dan Gene Vincent. The Timor Rhytm Brothers yang eksis sejak tahun 1945 hingga 1957 ini adalah cikal-bakal band ternama; <strong>The Tielman Brothers.\u00a0<\/strong><em>(<strong>ensiklo.com<\/strong>)<\/em><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;text-align: justify\">4.<strong> The Tielman Brothers Pencetus aliran musik &#8220;Indo-Rock&#8221;<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/the-tielman-brothers-showtime-at-palais-de-danse-scheveningen-summer-1965.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-444\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/the-tielman-brothers-showtime-at-palais-de-danse-scheveningen-summer-1965.jpg\" alt=\"\" width=\"585\" height=\"400\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;text-align: justify\">Dari Surabaya ke Belanda, perjalanan yang dilalui oleh Tielman Brothers pada masanya.\u00a0Permainan gitar ala keroncong-Portugis yang telah dimulai sejak abad 14 menjadi warna yang dikemas dan dipadukan dengan jenis musik manca serta musik daerah. Hingga timbullah genre musik dengan nama \u2018Indo Rock\u2019 yang selanjutnya lebih dikenal mendunia dengan sebutan musik \u2018rock n roll.\u2019\u00a0<strong>(<em>ensiklo.com<\/em>)<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;text-align: justify\">5. <strong>Selain atraksi yang unik, Gitar juga unik!<\/strong><\/p>\n<div class=\"mceTemp\" style=\"text-align: justify\">\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/Tielman-10.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-445\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/Tielman-10-640x418.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"418\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/Tielman-10-640x418.jpg 640w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/Tielman-10-768x502.jpg 768w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/Tielman-10.jpg 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Tielman Brothers Copenhagen 1964<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;padding-left: 30px\">Pada tahun 1961 Andy Tielman merasa terlalu berat dengan gitar Gibson Les Paul-nya, maka dia menukar gitarnya menjadi Olympic White Jazzmasters. Karena merasa terlalu tipis dengan gitar barunya, maka gitar Jazz masternya dimodifikasi sendiri menjadi bersenar 10. Dan tatkala Andy berhasil mendapatkan sound baru yang sangat bagus dari gitarnya, banyak orang menjadi penasaran. Apalagi pada saat manggung untuk beberapa waktu Andy juga sempat menutupi kepala gitarnya dengan handuk. Keunikan 10 senar gitar unik Jazzmaster ini selain ditiru oleh band-band lain, juga menunjukkan bahwa kemampuan Andy Tielman dalam menginovasi gitar listrik cukup diakui dunia lantaran perusahaan gitar sekelas Fender juga sempat meliriknya. Hal ini senada dengan apa yang ditulis oleh seorang peneliti asal Belanda, Cees Bakker.\u00a0<strong>(<em>ensiklo.com<\/em>)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;padding-left: 30px\">6. <strong>The Beatles mampir untuk menonton penampilan Tielman Brothers<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/wp-14616447080441.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-446\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/wp-14616447080441.jpg\" alt=\"\" width=\"439\" height=\"251\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;text-align: justify\">Terlihat di gambar ilustrasi bahwa John Lennon dan Paul McCartney hadir pada sebuah pertunjukan Tielman Brothers.\u00a0Paul McCartney, yaitu vocalis dan bassis Beatles, sempat mengagumi aksi panggung Tielman Brother. Bahkan tatkala Beatles masih menjadi band kafe Hamburg, Jerman, para personilnya juga menyempatkan diri untuk menyaksikan aksi panggung Tielman Brothers.\u00a0<strong>(<em>ensiklo.com<\/em>)<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;text-align: justify\">7. <strong>The Tielman Brothers menjadi sejarah musik Rock yang dikenang<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/acbd17e4824971fde875045d4ae040c0.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-447 aligncenter\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/acbd17e4824971fde875045d4ae040c0.jpg\" alt=\"\" width=\"370\" height=\"372\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/acbd17e4824971fde875045d4ae040c0.jpg 236w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/acbd17e4824971fde875045d4ae040c0-150x150.jpg 150w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/acbd17e4824971fde875045d4ae040c0-100x100.jpg 100w\" sizes=\"auto, (max-width: 370px) 100vw, 370px\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/andy_tielman.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-448\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/andy_tielman.jpg\" alt=\"\" width=\"492\" height=\"328\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/maxresdefault.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-449\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/maxresdefault-640x360.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"360\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/maxresdefault-640x360.jpg 640w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/maxresdefault-768x432.jpg 768w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-content\/uploads\/sites\/35\/2017\/04\/maxresdefault.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px\">Satu persatu personel The Tielman Brothers ini tutup usia. Sang ayah telah tiada tahun 1979 lampau di The Hague \u2013 Belanda, sementara ibu Tielman wafat\u00a0 di Purworejo, Jawa Tengah, pada tahun 1991. \u00a0\u00a0 Jane sebagai anggota paling bontot justru paling awal menghadap sang Kuasa yaitu\u00a025 Juni 1993, dua tahun selepas kematian ibunya.\u00a0\u00a0 Satu tahun berikutnya sang drummer Loulou Tielman menyusulnya, Lolulou meninggal di Cairus Australia tanggal 4 Agustus 1994. Sementara Pemain bas Ponthon Tielman sendiri meninggal di Jember, Jawa Timur, pada\u00a0 29 April 2000 silam.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px\">Reggy Tielman adalah anggota The Tielman Brothers yang terakhir berpulang pada Tuhan Yang Maha Kuasa, yaitu meninggal di Den Haag pada hari Rabu tanggal 12 Maret 2014. Andy sebagai frontliner The Tielman Brothers meninggal pada Kamis 10 November 2011 di Rijswijk (dekat Den Haag) \u2013 Belanda akibat sakit kanker lambung yang dideritanya sejak tahun 2009.\u00a0\u00a0\u00a0 Kepergian Andy dan Reggy sebagai generasi akhir The Tielman Brothers ini\u00a0 tak hanya merupakan kehilangan bagi warga Belanda dan penggemar musik di Eropa, namun juga kesedihan bagi pecinta musik dunia termasuk Indonesia. (<strong><em>ensiklo.com)<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px\"><strong>Refrensi :<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><em>http:\/\/ensiklo.com\/2014\/08\/the-tielman-brothers-band-legendaris-indonesia-yang-lebih-dikenal-di-mancanegara\/<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Tielman Brothers - Rollin Rock (best rock &#039;n roll \/ Indo Rock) Live TV show 1960\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/muKkVufgkAE?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Musik Rock and Roll tak dapat dipisahkan dari masyarakat Indonesia terutama penggemar musisi-musisi Dunia seperti The Beatles, Led Zeppelin, atau Rolling Stones. Hingga kita pun mengenal Koes Plus yang menjadi band legendaris Indonesia atau bahkan Iwan Fals yang lagu-lagunya menjadi inspirasi seperti lagu &#8220;Bento&#8221;. Zaman sekarang, musik rock and roll dibawakan dengan banyak variasi dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":40,"featured_media":451,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-439","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-seputar-musik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/439","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-json\/wp\/v2\/users\/40"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=439"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/439\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":455,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/439\/revisions\/455"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-json\/wp\/v2\/media\/451"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=439"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=439"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/band\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=439"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}