    {"id":2822,"date":"2022-07-24T12:00:31","date_gmt":"2022-07-24T05:00:31","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/?p=2822"},"modified":"2022-10-31T22:00:57","modified_gmt":"2022-10-31T15:00:57","slug":"teknik-netting-pada-permainan-bulu-tangkis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/2022\/07\/teknik-netting-pada-permainan-bulu-tangkis\/","title":{"rendered":"Teknik Netting pada Permainan Bulu Tangkis"},"content":{"rendered":"<p>Seorang pemain bulu tangkis tentunya telah menguasai teknik permainan sebelum bertanding agar dapat bermain dengan baik saat pertandingan. Misalnya teknik <em>Service, Smash, Dropshot, Lob, Overhead, Drive <\/em>dan <em>Netting. <\/em>\u00a0Teknik <em>Netting<\/em> ini seperti pisau bermata dua\u00a0 karena merupakan salah satu teknik yang menyulitkan karena pemain harus mempunyai kemampuan (\u201cperasaan\u201d) saat raket menyentuh <em>Shuttlecock<\/em> sepelan mungkin agar melewati net dan jatuh di area lawan namun teknik ini juga dapat memberikan keuntungan (berupa <em>luckyball<\/em>) di poin-poin kritis menjelang akhir <em>game<\/em>. Sehingga jika dapat melakukan teknik <em>netting <\/em>dengan baik<em>, <\/em>tentunya akan menguntungkan bagi pemain.<\/p>\n<p>Berikut adalah cara-cara melakukan <em>Netting <\/em>dengan benar<em>: <\/em><\/p>\n<ol>\n<li>Pastikan telah memegang raket se-rileks mungkin<\/li>\n<li><em>Shuttlecock<\/em> harus diambil di atas atau setinggi mungkin<\/li>\n<li>Usahakan laju<em> shuttlecock<\/em> serendah mungkin dengan bagian atas net<\/li>\n<li>Usahakan jatuhnya <em>shuttlecock <\/em>sedekat mungkin dengan net<\/li>\n<li>Berdirilah di belakang garis servis kira-kira dua langkah dari jaring<\/li>\n<li>Kejarlah <em>shuttlecock<\/em> yang datang di depan jaring<\/li>\n<li>Posisi kaki kanan selalu berada di depan baik saat melakukan <em>netting<\/em> dengan <em>forehand<\/em> ataupun <em>netting<\/em> dengan <em>backhand<\/em>.<\/li>\n<li>Agar<em> netting <\/em>lebih tipis bergulir di bidang lawan, sesaat sebelum <em>shuttlecock<\/em> tersentuh, buat tarikan kecil<\/li>\n<li>Secara simultan dan bergantian arah dan sasaran pukulan bisa berbentuk lurus, silang di depan net atau bisa juga mendorong <em>shuttlecock<\/em> ke arah belakang.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Selain itu, terdapat faktor yang mempengaruhi pukulan <em>netting <\/em>seperti<\/p>\n<ol>\n<li>Koordinasi gerak kaki dan lengan<\/li>\n<li>Keseimbangan tubuh<\/li>\n<li>Posisi raket dan <em>shuttlecock<\/em> saat permainan<\/li>\n<li>Konsentrasi<\/li>\n<\/ol>\n<p>Nah, cara-cara melakukan teknik <em>netting <\/em>di atas merupakan teknik yang digunakan oleh semua pemain bulu tangkis. Tentunya taktik ini harus dilatih secara rutin dan dikombinasikan dengan teknik permainan lainnya, agar pemain dapat menghasilkan permainan yang berkualitas.\u00a0 Dan juga jangan lupa akan faktor yang mempengaruhi\u00a0 <em>netting <\/em>\u00a0agar pukulan <em>netting <\/em>dapat menghasilkan hasil yang maksimal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Daftar Pustaka<\/p>\n<p>Al, B. (2022). <em>Teknik Dasar Bulu Tangkis<\/em>. https:\/\/bahassemua.com\/teknik-dasar-bulu-tangkis\/%0A<\/p>\n<p>Atmoko, E. Y. T. (2021). <em>Bagaimana Pukulan Netting yang Baik?<\/em> https:\/\/www.kompas.com\/sports\/read\/2021\/08\/26\/11000028\/bagaimana-pukulan-netting-yang-baik-%0A<\/p>\n<p><em>Teknik Latihan Bulutangkis (Edisi 26): Netting<\/em>. (2013). https:\/\/pbdjarum.org\/klub\/tips-latihan\/20130424-teknik-latihan-bulutangkis-edisi-26-netting#gref%0A%0A<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang pemain bulu tangkis tentunya telah menguasai teknik permainan sebelum bertanding agar dapat bermain dengan baik saat pertandingan. Misalnya teknik Service, Smash, Dropshot, Lob, Overhead, Drive dan Netting. \u00a0Teknik Netting ini seperti pisau bermata dua\u00a0 karena merupakan salah satu teknik yang menyulitkan karena pemain harus mempunyai kemampuan (\u201cperasaan\u201d) saat raket menyentuh Shuttlecock sepelan mungkin agar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":71,"featured_media":2823,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-2822","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2822","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/wp-json\/wp\/v2\/users\/71"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2822"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2822\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2824,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2822\/revisions\/2824"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2823"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2822"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2822"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2822"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}