    {"id":2088,"date":"2021-03-16T21:40:42","date_gmt":"2021-03-16T14:40:42","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/?p=2088"},"modified":"2021-03-30T22:10:51","modified_gmt":"2021-03-30T15:10:51","slug":"rekomendasi-shuttlecock-terbaik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/2021\/03\/rekomendasi-shuttlecock-terbaik\/","title":{"rendered":"Rekomendasi Shuttlecock Terbaik"},"content":{"rendered":"<p style=\"padding-left: 40px\"><em>Shuttlecock<\/em> atau kok adalah bola yang digunakan pada permainan bulu tangkis. <em>Shuttlecock<\/em> umumnya terbuat dari bulu bebek atau bulu angsa, tetapi ada juga yang menggunakan bahan nilon. Pada pertandingan bulutangkis biasanya menggunakan shuttlecock yang telah disetujui oleh Badminton World Federation (BWF) dan adanya aturan resmi dalam penggunaan shuttlecock dari PBSI (Persatuan Bulutangkis Indonesia).<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Berikut merupakan beberapa rekomendasi shuttlecock yang cocok untuk digunakan dalam bermain :<\/p>\n<ul>\n<li>Yonex League 5 Shuttlecock<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px\"><em>Shuttlecock<\/em>\u00a0varian League seri 5 ini terbuat dari\u00a0<em>feather<\/em> yang memiliki bagian tengah kukuh sehingga tidak mudah patah. Susunan bulu ini membuat <em>shuttlecock<\/em> dapat melambung dengan stabil. Maka, kalian bisa mengatur ritme permainan untuk mengimbangi lawan yang\u00a0 berat sekalipun. Dalam satu <em>slop<\/em>-nya teridir dari 12 buah <em>shuttlecock<\/em> yang terjamin kualitas dan kenyamanannya ketika dimainkan.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Kisaran harga : Rp115.000\/slop<\/p>\n<ul>\n<li>ADS Sport Badminton Shuttlecock Advance<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px\"><em>Shuttlecock<\/em> memiliki \u00a0harga yang bisa dikatakan murah. Sama dengan rekomendasi sebelumnya, dalam satu unit kemasan terdapat 12 buah <em>shuttlecock<\/em> yang masing-masing memiliki berat 4,9 gram . Shuttlecock ini dibuat dengan menggunakan batang yang kuat sehingga\u00a0 akan nyaman dipakai baik untuk pemain pemula atau profesional.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Kisaran harga : Rp75.000\/slop<\/p>\n<ul>\n<li>Gadjah Mada International Shuttlecock<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Shuttlecock Gadjah Mada sudah terkenal di Indonesia. Shuttlecock ini mempunyai bulu lancip yang kukuh dan lebar daun bulu yang simetris pada sisi kanan dan kiri juga membuat <em>shuttlecock<\/em> ini menjaga <em>airflow<\/em> agar tetap stabil saat melintas di udara. Gabus bawah dari Gadjah Mada International Shuttlecock diambil dari mata bola\u00a0<em>import<\/em> dengan standar tertinggi sehingga daya pukul setiap pemain akan menghasilkan penetrasi yang sangat baik.<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Kisaran harga : Rp110.000\/slop<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Shuttlecock atau kok adalah bola yang digunakan pada permainan bulu tangkis. Shuttlecock umumnya terbuat dari bulu bebek atau bulu angsa, tetapi ada juga yang menggunakan bahan nilon. Pada pertandingan bulutangkis biasanya menggunakan shuttlecock yang telah disetujui oleh Badminton World Federation (BWF) dan adanya aturan resmi dalam penggunaan shuttlecock dari PBSI (Persatuan Bulutangkis Indonesia). Berikut merupakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":71,"featured_media":2089,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-2088","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2088","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/wp-json\/wp\/v2\/users\/71"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2088"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2088\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2090,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2088\/revisions\/2090"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2089"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2088"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2088"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/badminton\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2088"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}