LDKCP: Penguatan Leadership dan Karakter Anggota UKM Badminton

Pada tanggal 2 Mei 2026, UKM Badminton Universitas Bina Nusantara menyelenggarakan kegiatan LDKCP (Latihan Dasar Kepemimpinan Calon Pengurus) yang bertempat di ruang 411, mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Kegiatan ini menjadi salah satu tahap awal yang penting dalam proses pembentukan calon pengurus baru yang tidak hanya aktif dalam kegiatan olahraga, tetapi juga mampu berperan secara optimal dalam menjalankan organisasi. LDKCP ini dirancang sebagai wadah pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori kepemimpinan, tetapi juga pada penerapan nyata dalam kehidupan organisasi. Suasana kegiatan dibuat cukup interaktif dan komunikatif, sehingga peserta dapat lebih mudah memahami materi sekaligus terlibat langsung dalam diskusi. Dengan pendekatan seperti ini, peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga ikut berpikir, bertanya, dan mengembangkan sudut pandang mereka terkait dunia organisasi.

Materi utama yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah Latihan Dasar Kepemimpinan Calon Pengurus, yang berfokus pada pembentukan mindset seorang pemimpin. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk memahami bahwa menjadi seorang leader bukan hanya tentang memimpin orang lain, tetapi juga tentang bagaimana mengelola diri sendiri, mengambil tanggung jawab, serta membangun komunikasi yang efektif dalam tim. Selain itu, nilai-nilai seperti integritas, komitmen, dan kerja sama juga ditekankan sebagai fondasi utama dalam kepengurusan. Tidak hanya itu, LDKCP ini juga dilengkapi dengan beberapa sub materi yang relevan dengan kebutuhan organisasi saat ini. Salah satunya adalah Strategic Management, di mana peserta diperkenalkan pada konsep perencanaan dan pengelolaan program kerja yang lebih terarah. Peserta belajar bagaimana menyusun visi dan misi yang jelas, menentukan tujuan kegiatan, serta melakukan evaluasi agar setiap program yang dijalankan memiliki dampak yang nyata dan berkelanjutan. 

Selanjutnya, terdapat materi Digital Branding yang membahas pentingnya membangun citra organisasi di era digital. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk memahami bagaimana memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan komunikasi. Mulai dari pembuatan konten yang menarik, menjaga konsistensi visual, hingga membangun identitas UKM yang kuat di mata publik. Hal ini menjadi penting mengingat eksistensi digital saat ini sangat berpengaruh terhadap daya tarik sebuah organisasi. Materi terakhir yang tidak kalah penting adalah Regeneration, yang berfokus pada keberlanjutan organisasi melalui proses kaderisasi. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menyiapkan generasi penerus yang kompeten dan siap melanjutkan estafet kepemimpinan. Dengan regenerasi yang baik, organisasi tidak hanya dapat bertahan, tetapi juga terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan.

Secara keseluruhan, kegiatan LDKCP ini menjadi fondasi awal yang kuat bagi calon pengurus UKM Badminton dalam mengembangkan potensi diri mereka. Tidak hanya sebagai atlet, tetapi juga sebagai individu yang memiliki kemampuan kepemimpinan dan manajerial. Harapannya, melalui kegiatan ini akan lahir pengurus-pengurus yang tidak hanya solid dalam bekerja sama, tetapi juga kreatif, inovatif, dan mampu membawa UKM Badminton menuju arah yang lebih progresif dan berkelanjutan di masa mendatang.

Lidwina Andrea