{"id":2272,"date":"2021-12-18T12:04:28","date_gmt":"2021-12-18T05:04:28","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/?p=2272"},"modified":"2021-12-18T12:04:28","modified_gmt":"2021-12-18T05:04:28","slug":"covid-19-menaikkan-tren-investasi-masyarakat-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/2021\/12\/covid-19-menaikkan-tren-investasi-masyarakat-indonesia\/","title":{"rendered":"Covid-19 Menaikkan Tren Investasi Masyarakat  Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Invasi Covid-19 telah berlangsung\u00a0 kurang lebih satu tahun. Indonesia\u00a0 termasuk negara yang mengalami dampak\u00a0 terparah akibat Covid-19 ini. Hampir\u00a0 seluruh sektor terdampak terutama pada\u00a0 ekonomi. Banyak sekali perusahaan yang\u00a0 pendapatannya turun drastis bahkan\u00a0 beberapa perusahaan harus gulung tikar\u00a0 dan menyebabkan ribuan karyawan\u00a0 kehilangan pekerjaannya. Terganggunya\u00a0 aktivitas masyarakat berpengaruh pada\u00a0 aktivitas perusahaan. Larangan untuk\u00a0 berpergian dan berkerumun membuat\u00a0 perusahaan tidak bisa melakukan\u00a0 aktivitasnya dan berakibat pada turunnya\u00a0 jumlah produksi. Pada perusahaan terbuka,\u00a0 turunnya profit perusahaan pastilah\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">mengakibatkan jatuhnya harga saham\u00a0 mereka. ini dapat dilihat langsung dari\u00a0 laporan IHSG yang selalu menunjukan\u00a0 sinyal merah dan penurunan grafik. Namun\u00a0 ternyata, jatuhnya harga saham ini malah\u00a0 menarik minat masyarakat untuk\u00a0 berinvestasi.\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Sebenarnya investasi bukanlah hal\u00a0 yang mudah terlebih di masa pandemi,\u00a0 likuiditasnya akan sangat tinggi dan\u00a0 semakin sulit untuk diprediksi. Investasi\u00a0 terutama pada sektor saham harus\u00a0 berbekal pengetahuan yang kuat mengenai\u00a0 tren pasar. Selain itu, kesiapan mental pada\u00a0 investor juga penting sewaktu-waktu\u00a0 mereka mengalami kerugian. Jika ditarik <\/span><span style=\"font-weight: 400\">kesimpulan, investasi tentu bukan hal yang\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">dapat sembarang dilakukan hanya karena\u00a0 harga aset saham sedang murah.\u00a0 Disamping itu, secara logika, masyarakat\u00a0 umum yang minim pengetahuan tentang\u00a0 investasi tidak seharusnya memasuki pasar\u00a0 saham yang dikenal memiliki resiko tinggi. Namun apa yang membuat masyarakat\u00a0 menjadi sangat antusias untuk\u00a0 berinvestasi? Apakah mereka sebenarnya\u00a0 telah membuat keputusan yang tepat?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Konsep sederhana di dunia investasi\u00a0 adalah membeli aset Ketika harga murah\u00a0 dan menjualnya Ketika harga naik. Ini\u00a0 sangat mudah dipahami karena sama saja\u00a0 seperti cara berdagang di pasar. Tetapi,\u00a0 harga yang ditawarkan tidaklah stabil\u00a0 seperti harga barang yang diperjualbelikan\u00a0 di pasar. Sebuah aset saham misalnya,\u00a0 dapat turun 10 persen hanya dalam waktu\u00a0 tiga hari karena ada isu mengenai\u00a0 perusahaan. Inilah yang belum banyak\u00a0 dipahami masyarakat yang kini beramai ramai menggunakan uangnya untuk\u00a0 membeli aset investasi. Terjadi fenomena\u00a0 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">panic buying <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">di mana mereka tergiur\u00a0 karena harga aset sedang anjlok karena\u00a0 pandemi tetapi tidak memperhatikan aspek\u00a0 lain seperti likuiditas atau kualitas produk\u00a0 aset yang mereka beli. Fenomena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">panic\u00a0 buying <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ini didukung dengan kemudahan\u00a0 akses masyarakat terhadap emiten-emiten\u00a0 yang menawarkan aset investasi, karena\u00a0 Sebagian besar sudah dapat dijangkau\u00a0 dengan internet.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kendati demikian, apakah kita dapat\u00a0 memukul rata bahwa tren investasi di masa\u00a0 pandemi ini hanyalah hasil dari keburu buruan masyarakat yang tergiur akan harga\u00a0 murah dengan harapan mendapat untung besar tanpa memperhatikan resiko? Tentu\u00a0 saja tidak. Ada juga faktor kesadaran akan\u00a0 tabungan jangka Panjang. Invasi Covid-19 ini sebenarnya membuktikan bahwa\u00a0 investasi memiliki manfaat yang besar.\u00a0 Ketika kita kehilangan pekerjaan karena <\/span><span style=\"font-weight: 400\">pandemi, salah satu hal yang dapat\u00a0 menolong kita untuk bertahan hidup\u00a0 adalah aset dingin atau investasi. Orang orang yang memiliki investasi tidak akan\u00a0 terlalu khawatir apabila terjadi kelongsoran\u00a0 ekonomi secara tiba-tiba karena mereka\u00a0 sudah menyimpan aset yang dapat\u00a0 dicairkan sebagai penutup kebutuhan\u00a0 sehari-hari. Sedangkan orang-orang yang\u00a0 tidak memiliki investasi akan sangat\u00a0 terpuruk karena tidak ada aset cadangan\u00a0 Ketika mereka kehilangan sumber\u00a0 pemasukan utama dan hal inilah yang\u00a0 sebenarnya sedang banyak dialami\u00a0 masyarakat Indonesia, yang umumnya\u00a0 masih minim kesadaran tentang rencana\u00a0 keuangan. Pandemi memberikan pelajaran\u00a0 yang nyata kepada masyarakat untuk\u00a0 segera menata ulang rencana keuangan\u00a0 mereka terutama menyediakan dana\u00a0 cadangan apabila hal yang tidak\u00a0 memungkinkan terjadi.\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Kesadaran akan pentingnya\u00a0 berinvestasi juga kian didukung dengan\u00a0 kemudahan akses informasi mengenai\u00a0 investasi. Siapapun kini dapat mengakses\u00a0 internet untuk belajar. Berbagai platform di\u00a0 internet menyediakan berbagai informasi\u00a0 mengenai investasi. Kita hanya tinggal\u00a0 memilih ingin mempelajarinya lewat mana,\u00a0 artikel, <i>youtube, twitter, facebook, forum\u00a0 reddit <\/i>semuanya dapat memberikan\u00a0 informasi mengenai investasi yang sangat\u00a0 bermanfaat. Hal ini juga <\/span><span style=\"font-weight: 400\">didukung dengan\u00a0 munculnya para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">keuangan yang\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">mengajak para pengikutnya untuk\u00a0 berinvestasi. Pengaruh influencer ini\u00a0 memberikan dampak yang sangat besar.\u00a0 Biasanya, masing-masing <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer\u00a0 <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">memiliki jenis investasi favorit mereka. Ada\u00a0 yang membagikan kiat-kiat berinvestasi di\u00a0 aset saham, ada yang mengenalkan\u00a0 reksadana, ada pula yang mengenalkan\u00a0 aset kripto. Dengan adanya para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ini, masyarakat menjadi terbantu atau\u00a0 setidaknya memiliki gambaran tentang apa\u00a0 itu investasi karena dahulu istilah investasi\u00a0 terutama aset saham hanya melekat para\u00a0 kalangan elit dengan modal berdigit.\u00a0 Namun ternyata, aset investasi dapat\u00a0 dimiliki dan disesuaikan dengan\u00a0 kemampuan kita.\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Keadaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">lockdown <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang\u00a0 mengharuskan masyarakat tetpa berada di\u00a0 rumah juga sebernarnya menjadi salah satu\u00a0 faktor tren investasi. Masyarakat jadi lebih\u00a0 memiliki banyak waktu luang untuk belajar,\u00a0 mengamati, dan mempertimbangkan.\u00a0 Karena investasi nyatanya cukup rumit, kita\u00a0 perlu perhitungan dan pertimbangan yang\u00a0 matang, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">survey <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">benchmarking <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">terhadap aset-aset juga tak kalah penting.\u00a0 Beberapa hal diatas tentunya sulit\u00a0 dilakukan jika kita adalah pekerja yang\u00a0 sebagian besar waktunya dihabiskan untuk\u00a0 bekerja. Namun kini, masyarakat lebih\u00a0 dapat meluangkan waktu untuk melakukan\u00a0 hal itu. Masyarakat kini juga tidak perlu\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">susah payah pergi ke bank untuk menaruh\u00a0 deposito ataupun pergi ke perusahaan\u00a0 terbuka dan mengantri panjang demi\u00a0 membeli lot saham. Semuanya kini dapat\u00a0 dilakukan dengan gadget masing-masing.\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Pemerintah dan swasta ternyata\u00a0 sudah mengamati hal ini sebagai sebuah hal\u00a0 yang positif. Beberapa emiten seperti\u00a0 saham, pasar uang, reksadana, P2P lenidng,\u00a0 dan bahkan yang kini sedang sangat naik\u00a0 daun, yaitu kripto aset, membuat aplikasi\u00a0 investasi yang dapat diakses dengan sangat\u00a0 mudah di ponsel pintar masing-masing.\u00a0 Selain itu, kebijakan pemerintah untuk\u00a0 melonggarkan regulasi kepada perusahaan perusahaan terbuka, memulihkan aktivitas\u00a0 bisnis yang tentunya berpengaruh pada\u00a0 nilai saham. Pemerintah juga akhir-akhir ini\u00a0 membantu sekuritas reksadana syariah\u00a0 dengan memberikan bantuan modal agar\u00a0 dapat bertumbuh dan menarik lebih\u00a0 banyak masyarakat untuk berinvestasi.\u00a0 Kebijakan pemerintah yang cenderung\u00a0 mendukung ini membuat masyarakat tidak\u00a0 ragu lagi untuk menanamkan uangnya pada\u00a0 aset-aset investasi. Kontribusi antara\u00a0 pemerintah dan swasta juga menghasilkan\u00a0 kenaikan pertumbuhan harga aset yang\u00a0 perlahan namun pasti. Meskipun demikian,\u00a0 masyarakat tetap harus cermat dalam\u00a0 mengambil keputusan agar meminimalisir\u00a0 hal buruk yang tidak diharapkan terjadi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tren investasi di masa pandemi ini\u00a0 ternyata dapat dipengaruhi beberapa\u00a0 faktor. Ada yang bisa kita lihat sebagai faktor yang buruk, dan banyak juga faktor yang bagus. Perlu ditekankan, investasi\u00a0 adalah bagian kecil dari perencanaan\u00a0 keuangan. Memutuskan untuk terburu buru berinvestasi tanpa adanya\u00a0 perencanaan yang matang hanya akan <\/span><span style=\"font-weight: 400\">menjadi bumerang. Di masa pandemi yang\u00a0 sarat akan keterbatasan ini, diwajibkan bagi\u00a0 kita semua untuk lebih pandai mengatur\u00a0 apa yang akan kita keluarkan, karena tak\u00a0 jarang, kita yang berinvestasi malah\u00a0 mengalami kerugian besar akibat\u00a0 ketidakstabilan pasar karena buruknya\u00a0 perekonomian akibat pandemi. Akan lebih\u00a0 baik jika kita berkonsultasi kepada ahli\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">perencanaan keuangan untuk membantu\u00a0 kita memutuskan aset apa yang cocok kita\u00a0 beli dan menyelaraskan dengan tujuan\u00a0 keuangan jangka Panjang kita. Tiga pihak <\/span><span style=\"font-weight: 400\">penting, yaitu pemerintah, swasta dan\u00a0 masyarakat, harus sama-sama saling andil\u00a0 untuk membuat keputusan yang tepat\u00a0 untuk kestabilan yang berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">DAFTAR PUSTAKA\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saraswati, H. (2020). Dampak pandemi covid-19 terhadap pasar saham di Indonesia. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Jurnal riset\u00a0 keuangan dan akuntansi dewantara. 3<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(1).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">http:\/\/ejournal.stiedewantara.ac.id\/index.php\/JAD\/issue\/view\/54<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tambunan, D. (2020). Investasi saham di masa pandemi Covid-19. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Jurnal sekretari dan\u00a0 manajemen. 4<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(2). <\/span><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/ejournal.bsi.ac.id\/ejurnal\/index.php\/widyacipta<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Natapura, C. (2009). Analisis Perilaku Investor Institusional dengan Pendekatan Analytical\u00a0 Hierarchy Process (AHP). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi. 16(<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">3).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">http:\/\/journal.ui.ac.id\/index.php\/jbb\/article\/%20viewFile\/620\/605<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setyawati, A. (1996). Resiko investasi saham di pasar modal. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Jurnal Hukum dan Pembangunan.\u00a0 26(<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">4). <\/span><span style=\"font-weight: 400\">DOI: <\/span><span style=\"font-weight: 400\">http:\/\/dx.doi.org\/10.21143<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Catrina, E. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Minat Milenial Berinvestasi Naik di Tengah Pandemi, Kok Bisa? <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Kompas.com<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, 19 juli <\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">2021<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Amelia Ibrahim<br \/>\nDivisi Public Relation Bekasi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Invasi Covid-19 telah berlangsung\u00a0 kurang lebih satu tahun. Indonesia\u00a0 termasuk negara yang mengalami dampak\u00a0 terparah akibat Covid-19 ini. Hampir\u00a0 seluruh sektor terdampak terutama pada\u00a0 ekonomi. Banyak sekali perusahaan yang\u00a0 pendapatannya turun drastis bahkan\u00a0 beberapa perusahaan harus gulung tikar\u00a0 dan menyebabkan ribuan karyawan\u00a0 kehilangan pekerjaannya. Terganggunya\u00a0 aktivitas masyarakat berpengaruh pada\u00a0 aktivitas perusahaan. Larangan untuk\u00a0 berpergian dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-2272","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tipsntrick"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2272","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2272"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2272\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2274,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2272\/revisions\/2274"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2272"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2272"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2272"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}