    {"id":1748,"date":"2021-04-09T18:06:34","date_gmt":"2021-04-09T11:06:34","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/?p=1748"},"modified":"2021-04-09T18:06:34","modified_gmt":"2021-04-09T11:06:34","slug":"menjahit-laba-dari-ciri-khas-nusantara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/2021\/04\/menjahit-laba-dari-ciri-khas-nusantara\/","title":{"rendered":"Menjahit Laba dari Ciri Khas Nusantara"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Sambil menjaga tradisi dan melestarikan kebudayaan, pernakah kalian terbayang bahwa ada peluang bisnis yang terbuka dari Hari Kartini ataupun acara lainnya? Yup, peluang bisnis sewa baju adat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Namun, tahukah kalian bahwa masih banyak dari kita yang beranggapan bahwa kebutuhan pakaian adat ini hanya ada pada saat musim-musim tertentu. Padahal, permintaan terhadap pakaian adat ini mengalir sepanjang tahun dan nyatanya ada beberapa pengusaha yang sukses menekuni di bidang usaha sewa baju adat ini. Contoh nya seperti Sarah Jane Nainggolan yang berbagi cerita mengenai usaha sewa baju adatnya pada program acara Investime, CNBC Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pertama \u2013 tama Sarah menjelaskan bahwa modal yang sangat penting untuk memulai bisnis ini adalah niat dan kreatifitas untuk menciptakan suatu pakaian adat. Selanjutnya, ia menuturkan nominal awal untuk bisnis ini bisa dimulai dengan <em>budget<\/em> sebesar Rp 1,5 juta saja. Dengan beranggapan bahwa modal sebesar Rp 1,2 juta bisa digunakan untuk membuat 6 pasang pakaian yaitu 3 pakaian pria dan 3 pakaian wanita, dan juga modal aksesoris sebesar Rp 300 ribu untuk bisa mendapatkan aksesooris berupa ikat pinggang, bros, dan mahkota.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sarah menuturkan pada Investime CNBC bahwa ia menyewakan pakaian adat tersebut untuk <em>prewedding <\/em>sebesar Rp 500 ribu untuk satu pasang. Sehingga, bisa kita pastikan apabila ia mendapatkan orderan sewa dalam kurun waktu selama 3 hari beruturut \u2013 turut artinya Sarah sudah dapat menutup modal awal yang ia gunakan untuk memulai usaha sewa baju adat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Selang 3 bulan berlalu setelah memulai usaha sewa baju adat tersebut, Sarah mulai menambah properti sewanya karena dampak dari meningkatnya jumlah <em>demand <\/em>para customernya. Dalam program acara tersebut, Sarah menjabarkan bahwa ia telah memiliki 15 pasang pakaian adat untuk prewedding, dan 24 pasang pakaian seperti untuk penari, penerima tamu, dan untuk acara \u2013 acara kantor atau acara yang tidak terlalu formal lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sarah juga menjelaskan bahwa, \u201cAku dalam seminggu aja itu bisa 6 \u2013 8 pasang <em>prewedding, <\/em>dengan masing \u2013 masing Rp 500 ribu, belum lagi untuk mahkota pernikahan aku buat dengan harga Rp 350 ribu, dan itu bisa juga 6 \u2013 8 pasang untuk setiap weekend\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan begitu, bisa kita simpulkan bahwa Sarah bisa mendapatkan omzet dalam kurun waktu seminggu sekitar Rp 5,1 \u2013 6,8 juta. Tidak terbayang bukan teman \u2013 teman, dalam sebulan \u2013 nya Sarah bisa mengantongi laba bersih minimal senilai Rp 20 juta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut Sarah, untuk pos pengeluarannya sendiri yang paling besar dalam usaha sewa baju adat ini adalah bukan dari <em>cost production<\/em> dan <em>operational<\/em> \u2013 nya, melainkan dari gaji asisten dan perawatan properti sewanya tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Selain itu, Sarah juga turut berbagi tips kepada kita semua untuk yang berniat dalam memulai bisnis usaha sewa baju adat tersebut, berikut adalah 3 tips dari Sarah Jane Nainggolan<\/p>\n<ul>\n<li>Punya Niat dan Kemauan.Menurut sarah, tips yang pertama ini adalah suatu hal yang sangat penting, sebab untuk memulai bisnis ini, kita harus punya niat dan kemauan untuk terus belajar dan berkreasi. \u201cModal kita bisa beli, kain dimana saja banyak. Akan tetapi, insting kita untuk seperti menyeleraskan pakaian harus ada\u201d tutur Sarah. Selain itu, Sarah juga gemar membaca buku \u2013 buku sejarah agar ia terus dapat berkreasi dan dapat mereplika perhiasan kuno untuk menambah propertinya.<\/li>\n<li>Bangun nilai dan keunikan sendiri.Sarah menjelaskan bahwa tips kedua ini ia dapat karena \u201cTerkadang banyak orang yang berani bayar mahal sebuah ide atau cerita dibalik kain dibandingkan si kainnya sendiri\u201d. Sehingga dengan membangun nilai dan keunikan sendiri itu artinya kita dapat membuat banyak orang tertarik terhadap produk kita, sebab produk kita telah dianggap sangat baik.<\/li>\n<li>Sabar dan pelayanan yang baik.Tips ketiga ini artinya, untuk bisa menjalankan bisnis ini kita diharuskan untuk memiliki hati yang sabar untuk memberikan pelayanan yang baik.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Source : https:\/\/www.haibunda.com\/moms-life\/20191022130310-76-63190\/3-tips-sukses-bisnis-sewa-baju-adat-omzet-rp20-juta-sebulan<\/p>\n<p>Rizki Nur Hakim<br \/>\nDivisi Information Media Alam Sutera<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sambil menjaga tradisi dan melestarikan kebudayaan, pernakah kalian terbayang bahwa ada peluang bisnis yang terbuka dari Hari Kartini ataupun acara lainnya? Yup, peluang bisnis sewa baju adat. Namun, tahukah kalian bahwa masih banyak dari kita yang beranggapan bahwa kebutuhan pakaian adat ini hanya ada pada saat musim-musim tertentu. Padahal, permintaan terhadap pakaian adat ini mengalir [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-1748","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tipsntrick"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1748","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1748"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1748\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1749,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1748\/revisions\/1749"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1748"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1748"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/b-preneur\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1748"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}